Salah satu efek dari pemanfaatan teknologi yang benar adalah semakin murahnya sebuah layanan yang menggunakan teknologi tersebut. Mari kita ambil contoh teknologi telekomunikasi.
Dahulu, biaya untuk melakukan sambungan telepon internasional sangat mahal. Jangankan untuk sambungan internasional, telepon interlokalpun masih mahal. Masih teringat ketika kami harus menelpon malam hari untuk mendapatkan biaya pulsa yang lebih murah.
Teknologi telekomunikasi saat ini membuat biaya telepon menjadi murah. Handphone ada dimana-mana dan orang sekarang jarang untuk menunggu sampai larut malam agar bisa menelepon dengan murah.
Teknologi komputer juga berkembang dengan pesat. Harga komputer pun menjadi semakin murah. Laptop atau notebook pun sekarang sudah dapat dibeli dengan harga Rp 5 juta (bukan 20-an juta rupiah!). Akses internet dengan menggunakan komputer juga semakin murah. Jumlah pengguna internet di Indonesia akan terus bertambah dengan pesat.
Gabungan kesemua ini melahirkan telekomunikasi yang menggunakan internet, yang berbasiskan protokol IP (Internet Protocol). Lahirlah sebuah layanan yang disebut VoIP, Voice over IP. Biaya telekomunikasi suara menjadi semakin murah lagi. Bahkan di Eropa ada pakar yang memprediksi bahwa layanan voice akan gratis! Nah lho.
Sayangnya layanan ini di Indonesia terganjal oleh masalah hukum. Baru-baru ini saya mendengar kabar bahwa ada beberapa orang pejabat PT Telkom di Makasar yang masuk penjara karena tuduhan korupsi pulsa (lagi). Layanan VoIP ternyata diidentik kan dengan korupsi pulsa. Waduh!!! Alurnya adalah seperti ini. Jika orang tidak menggunakan VoIP maka orang akan membayar lebih mahal kepada PT Telkom sehingga layanan VoIP ini merugikan PT Telkom. Kesimpulannya: korupsi. Waaahhh. (Mengapa kita harus membayar lebih mahal ke PT Telkom jika ada layanan yang lebih murah?)
Seperti telah saya kemukakan di atas, jelas teknologi memang seharusnya membuat layanan (dalam hal ini, telekomunikasi) menjadi lebih murah. Mengapa kemudian hal ini menjadi korupsi? Heran saya. Ada kawan yang mengatakan bahwa telah terjadi kriminalisasi teknologi informasi.
Kasus ini bukan kasus yang pertama kalinya. Sudah ada beberapa kasus sebelumnya yang juga mengakibatkan orang masuk penjara. Wah, bukankah kita (masyarakat) membutuhkan layanan telekomunikasi yang lebih murah lagi? Perlukah kita kembali seperti ke jaman dahulu, menunggu sampai larut malam agar bisa menelepon dengan murah? Atau sekalian saja, SMS tidak diperbolehkan karena menghancurkan bisnis kartu posnya PT POS. Penggunaan SMS itu sama dengan korupsi! Anda-anda yang menggunakan SMS ini pelaku kejahatan kriminal.
Aduh … negeriku …


April 25th, 2007 at 7:11 am
Saya adalah penjahat besar karena setiap hari saya baca berita online. Saya merugikan bisnis koran dan majalah!
April 25th, 2007 at 8:47 am
Saya juga penjahat besar, karena menganjurkan dan mangajarkan para gaptek untuk melakukan lo-res scanning dan kirim dokumen per email alih-alih menggunakan faksimili.
April 25th, 2007 at 9:13 am
Indonesia : dimana seorang yang kreatif dianggap penjahat, dan seorang penjahat dianggap kreatif.
April 25th, 2007 at 9:34 am
#ak
hahahahhahahha.. tepat!!…
nambah: saya penjahat besar karena saya merugikan PT POS indonsia karena saya surat2an selalu pake imel
April 25th, 2007 at 12:02 pm
jika sebuah “kejahatan” menjadi sesuatu yang dibutuhkan…..
dan jika sebuah “kebutuhan” menjadikan sebuah kejahatan…..
jadi; semua “penjahat” karena semua “butuh”……..???
April 25th, 2007 at 12:03 pm
ada satu hal yang cukup lucu juga pak. pernah seorang dosen tehnik UNTAN berkata kepada saya, “kita nelp GSM baik lokal maupun interlokal sama-sama lewat satelit yang sama. tapi kok beda harga yah..??”
April 25th, 2007 at 12:16 pm
perlu diperjelas pak… apa korupsi karena bikin voip atau voip nyantol ke gateway telkom tanpa ijin (illegal) yang mana pemasukkannya masuk ke kantong sendiri atau ada cerita lain… perlu diperjelas pak,,,, masak bikin voip sama dgn korupsi pak… orang telkom kan pinter2 pak, mungkin banyak anak elektro itb malah…mudah2an denger isunya gak dipelintir..
)
April 25th, 2007 at 1:26 pm
Saya baca koran/majalah via web, saya berkirim surat via email, saya sms-an via messenger dan saya bukan penjahat. Huikikik…
April 25th, 2007 at 2:03 pm
#7, soal korupsi memang agak mirip-mirip dari yang Anda tulis. Lengkapnya lebih baik dengar gosip-gosip. Yang pasti bukan karena pakai VoIP terus dibilang korupsi.
April 25th, 2007 at 5:48 pm
Di sini teknologi berjalan lebih cepat dari pada undang-undang. Yang saya takutkan, pembuat undang-undang tidak mengerti teknologi. Dan yang lebih saya takutkan lagi, pembuat undang-undang tidak peduli dengan teknologi.
April 26th, 2007 at 12:16 am
Bukan prediksi lagi pak.. sudah umum digunakan… saya memakai layanan voip, dapat menelfon gratis ke telefon fixed lainnya di europe. (dengan syarat tertentu).
April 26th, 2007 at 12:17 am
berarti saya korupsi dong.. hihihi
April 27th, 2007 at 2:16 pm
Ya… itulah Indonesia, kalau tidak begitu kapan lagi punya lahan yang subur, subur untuk dikorupt maksudnya. Meleknya masyarakat merupakan bencana bagi mereka. Walau begitu teruslah berjuang untuk dunia IT Indonesia agar lebih maju. Kebenaran akan tampak walau sekecil apapun.
April 28th, 2007 at 9:23 am
KAsian yahh PT POS Indonesia…
April 30th, 2007 at 11:00 pm
Telkom nih harusnya ditindak lanjut secara tegas.
Negara negara tetangga asia lainnya yg dulunya telecommunication-nya gak gitu canggih aja sekarang udah pada canggih2 dan murah murah including pelayanan VoIP dan Cable Internetnya seperti China dan India.
Saya bingung, kenapa rasanya susah benar bagi Telkom utk me-launch fasilitas voIP ini secara normal.
Yg parahnya Telkom ini bukan saja biaya telponnya tergolong mahal, tapi voip-nya juga saya dengar pernah dikorupsi jadi instead of menggunakan jasa layanan SLI yg normal dengan harga yg biasanya mahal, mereka merubah channelnya jadi saluran SLI ini dilewatkan voIP sehingga biaya murah, tetapi kualitas lebih buruk tetapi harga yg di charge sama terhadap pelannggannya.
Waduh2 kalu sudah begini sudah berbuat kriminal ditambah lagi kriminalnya. Terus terang malu saya melihat ketidak professionalan ini.
Di Singapore perusahaan lokalnya aja SingTel sangat fair bersaing technology dengan M1 maupun Starhub, dan pelanggannyapun mau memakai Singtel karena kualitas dan harganya juga cukup oke dibanding provider lain, adapun kalu harga lebih mahal karena beberapa fasilitasnya memang lebih yahud.. jadi istilahnya berkompetisi bisnis secara fair.
Saya lebih salut sama perusahaan Microsoft yg biar orang bilang monopoli tapi menurut saya perusahaan tersebut memang bisa mengeluarkan product yg banyak perusahaan lainnya tidak sanggup juga disertai dengan continue servis yg baik, sehingga perusahaan2 lain tidak bisa terlalu survice melawan ini,
tapi kalu Telkom kan berbeda dan malu maluin sekali karena banyak perusahaan telekomuikasi lain yg bisa bisa mengeluarkan fasilitas yahud tidak diberi ijin beroperasi / dilarang (istilahnya pakai siapa kuat dia menang).. mengingat gimana jaman tempo dulu di hutan sana siapa yang plg kuat dia jadi rajanya padahal ini sudah bukan jaman hutan lagi. Hmmm…
ok deh sorry nih utk orang orang Telkom yah, tapi ini kenyataan sih.. jadi lebih baik di share daripada ditutup tutupi boroknya, lagian kalau memang professional kenapa harus marah/kesal menanggapi komentar seperti ini harusnya bangkit dan berjuang untuk memperbaiki teknologi dan menurunkan korupsi .. itu baru namanya professional….
ok deh gitu dulu salam peace…-
Mardika
Mei 2nd, 2007 at 3:54 pm
#9, IMW –> Jd teringat tmn kuliah dulu, apakah “Imawa?”, klo bukan salam kenal. Trims
Mei 26th, 2007 at 10:19 pm
wkwkwkwk,
walaupun kita dibilang penjahat penjahat……
tetep aja uang yg kita keluarin jatuhnya ke tangan mereka….mereka…..mereka…..
khan mereka….mereka…..mereka…..tetep punya saham dari uang kita…..
satelite gratis baru keren…….
Juli 25th, 2007 at 1:37 pm
aturan dibuat untuk mengatur manusia
teknologi dibuat untuk kemakmuran manusia bangsa dan negara.
jadi buat lagi aja aturan untuk orang-orang yang buat aturan…..
voip = voice over internet protocol
voip = vulgar and over interconection public for communication on dream country
heheheheh….
Februari 26th, 2008 at 6:47 pm
Begini seharusnya..
Biarlah kompetisi dibuka selebar lebarnya, jadi harga harga makin murah. Ekonomi pasar bisa berjalan baik jadinya. Masak VOIP aja pake di bikin jadi oligopoli gitu.. Udah gak jaman om om di Telkom dan bos bos negara pembuat Aturan.
VOIP aja pake dibilang ilegal. padahal kan udah banyak, pakai aja SKYPE OUT (Produk Skype), YAHOO VOICE, VONAGE dll.. banyak kok… Ini itungan nya Ilegal gak yah??? Kalo ilegal, tutup aja sekalian itu situs YAHOO… SKYPE… he..he.. biar kita kita orang Indonesia tambah bodoh.
Freedom of Information and Access.. harus diperjuangkan supaya orang Indonesia gak makin terbelakang gitu. Emang kita tumbuh.. tapi jauh lebih pelan dari negara tetangga.. Ya makin lama kelihatan makin primitif aja.. hue hue hue.. Ya, tapi maklum deh namanya juga Indonesia.. G udah sering dengar slogan di sini: Kalo bisa dibikin susah kenapa dikasih gampang.. weleh weleh..
Oktober 7th, 2008 at 9:13 pm
selamatkan Indonesia dengan syariah