Ubuntu: Launching Feisty Fawn

Hari Sabtu kemarin (28 April 2007) ada acara kumpul-kumpul untuk launching Ubuntu Feisty Fawn Release Fiesta. Kalau dipelesetkan ala orang Sunda, jadinya “Pesky Pawn“. Ha ha ha. Artinya jadi jauh berbeda.

Saya diminta untuk memberikan keynote di acara tersebut. Saya penuhi dengan syarat bahwa saya tidak bisa mempersiapkan materi presentasi. Saya langsung bicara apa adanya. Soalnya saya sedang super sibuk (lihat tulisan lain mengenai hal ini). Malam harinya saya baru sampai bandung lewat tengah malam dan pagi itu saya harus futsal dulu.

Setelah selesai futsal dan mandi di tempat futsal, saya buru-buru ke Common Room – tempat acara itu berlangsung. Meskipun sudah beberapa kali mendapat informasi mengenai Common Room, saya belum pernah ke sana. Tempatnya ternyata di jalan Kyai Gede Utama yang tidak jauh dari rumah sakit Boromeus.

Sampai di sana ternyata sudah banyak yang hadir, termasuk sebagian dari tim indocisc yang tadi juga main futsal dan anak-anak Insan. Saya memakai T-shirt yang berlogo Debian. Ternyata Andika juga menggunakan T-shirt yang sama. Ha ha ha. Kata Andika, kita berdua mencoba “meluruskan orang ke jalan yang benar”. (Maksudnya mencoba menarik mereka untuk menggunakan Debian. Ha ha ha. Memang “perang distro” ini menarik.)

Acara dimulai dengan sambutan dari Gustaff sebagai tuan rumah. Setelah itu peserta diminta untuk masuk ke ruangan untuk melanjutkan acaranya. Ruangan yang ada ternyata terlalu kecil. Memang tidak diduga yang datang cukup banyak. Pada mulanya ada sekitar 30-an orang, umumnya anak muda (mahasiswa?). Mungkin sampai akhir acara jumlah pesertanya bisa mencapai 50 orangan.

Saya masuk ke dalam dan memberikan keynote speech. Ada berapa poin yang saya sampaikan. Yang pertama adalah bahwa gegap gempita dari Ubuntu ini nampaknya perlu kita tunggangi. The Ubuntu wave is here. (Ide ini dari pak Armein Langi.) Kemudian saya berharap bahwa para pengguna Linux tidak hanya sekedar menjadi pengguna saja. Kalau hanya tinggal install saja, lantas apa bedanya dengan pengguna sistem operasi (proprietary) yang lain? Setidaknya saya berharap ada yang ikut berkontribusi. Apa saja lah. Mungkin ikut menjadi penterjemah melalui launchpad.net? Dan yang terakhir adalah saya hadir di sini untuk membawa Anda-Anda ke jalan yang benar, yaitu menggunakan Debian. Ha ha ha. Seperti yang dikatakan Andika. Yang ini tentu saja guyonan. (Bagi yang tidak tahu, Ubuntu menggunakan standar Debian juga. Jadi tidak terlalu jauhlah Ubuntu “menyimpangnya”. Ha ha ha.)

Pada akhir speech saya memberikan kesempatan untuk tanya jawab, tapi yang bertanya sedikit. Sebetulnya saya ingin cerita sejarah Linux lebih jauh, tapi waktunya tidak sempat dan para pendengar ini datang untuk lihat Ubuntu bukan untuk mendengarkan saya ceramah. Ha ha ha.

Acara selanjutnya adalah presentasi dan demo mengenai Ubuntu. Presentasi diberikan oleh Andi ‘Belutz’ Darmawan yang datang langsung dari Jakarta. Dia cukup kaget juga yang datang cukup banyak karena di tempat lain yang datang cukup sedikit. Belum tahu dia … Ini Bandung. ha ha ha. Andi memberikan presentasi mengenai Ubuntu dan mendemokan hal-hal yang baru, termasuk Beryl juga. Setelah itu ada tanya jawab dari peserta yang bervariasi topiknya. Kadang-kadang saya sela dengan sentilan Debian. Ha ha ha. Itu hanya sekedar joke saja kok.

Saya tidak dapat mengikuti acara sampai terakhir karena harus kembali ke acara lain (ada pertemuan lain). Sebelum pulang saya sempat diwawancara oleh Berkala ITB dan ngobrol dengan beberapa orang yang berhasil mencegat saya.

Menurut saya, Ubuntu SANGAT BAGUS! Untuk desktop dia sudah lebih dari cukup untuk menggantikan sistem operasi lain. (Untuk server mungkin saya akan tetap memilih Debian.) Saya jadi tertarik untuk pasang Ubuntu di notebook. Saat ini notebook yang saya gunakan menjalankan sistem operasi Linux yang berbasiskan IGOS Nusantara.

Tadi pagi, saya pasang Ubuntu di notebook ini. Instalasi cepat dan tampilan menarik langsung jadi. Hanya saja, IGOS Nusantaranya ditimpa oleh dia. Malah sistem operasi proprietary bawaan dari notebook ini (legal lho) tampil kembali. Wah? Ndak apa-apa. Wong namanya juga eksperimen.

Ternyata setelah saya coba jalankan, masih ada juga masalah dengan Ubuntu versi ini. Misalnya, ketika saya mencoba update ada source list yang tidak tersedia (atau lebih tepatnya checksumnya tidak cocok). Wah harus utak atik low level nih, tidak bisa pakai GUI (Synaptic Package Manager).

Failed to fetch http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/dists/feisty/main/source/Sources.bz2 MD5Sum mismatch
Failed to fetch http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/dists/feisty/universe/binary-i386/Packages.bz2 MD5Sum mismatch
Failed to fetch http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/dists/feisty/universe/source/Sources.bz2 MD5Sum mismatch
Reading package lists... Done
E: Some index files failed to download, they have been ignored, or old ones used instead.
root@budi-laptop:~#

Setelah itu saya coba mainkan MP3, ternyata player yang ada belum memiliki codec-nya. Saya juga mau pasang xmms juga belum bisa (karena sourcenya masih masalah itu). Waaahhh, tahu begini enakan pakai Debian. Nah, tuh lagi … jualan Debian. Ha ha ha.

[update: sesuai dengan anjuran imtheface, setelah diganti source dari apt, beres.]

Yang punya foto-foto acara itu, kirim linknya dong supaya bisa saya pajang di sini. Maklum, saya belum punya digital camera sendiri. Kalau punya pun, susah juga motret diri sendiri. he he he.

Link terkait

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

32 Tanggapan to “Ubuntu: Launching Feisty Fawn”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.