iGADD: Indonesian Group Against Digital Divide

Pagi tadi saya mengikuti diskusi internal iGADD, Indonesia(n?) Group Against Digital Divide. Ini adalah sebuah group yang anggotanya bervariasi mulai dari Pusat Penelitian Teknologi Informasi dan Komputer ITB (Armein Langi, Adi Indrayanto), School of Business and Management ITB (Dwilarso), The Habibie Center (Ilham Habibie), Bandung High Tech Valley (T.A. Sanny, Budi Rahardjo), DigitalDivide.org & University of Washington (Craig Warren Smith).

Salah satu misi dari group ini adalah memberantas masalah kesenjangan digital (digital divide) tetapi dengan memperhatikan kekhasan Indonesia. Mengapa kekhasan ini penting?

Indonesia (dan negara lain) berbeda dengan negara “Barat” yang sudah maju. Kita tidak ingin solusi dari masalah kesenjangan digital ini hanya dengan menjadikan orang Indonesia ke-barat-baratan (westernized). Kita tidak ingin orang Indonesia menjadi orang Barat. Nilai-nilai spiritual yang ada di Indonesia ini harus tetap terjaga. Spiritual computing? (Saya sebetulnya ingin melakukan elaborasi yang lebih dalam, tapi karena terbatasnya ruangan, saya tunda dulu. Selain itu saya belum menemukan cara yang elegan untuk menuliskannya.)

Apakah solusi digital divide adalah hanya dengan memberikan komputer dan akses internet saja? Itu saja? Mestinya lebih dari itu. Kehidupan masyarakat kita harusnya bisa lebih baik dengan adanya teknologi informasi. Jika ternyata kualitas hidup makin buruk, mengapa kita harus jebloskan masyarakat dengan mengatasnamakan digital divide.

Kalau kita memberikan sebuah handphone, sebaiknya tidak hanya manual penggunaan handphone saja yang diberikan akan tetapi juga petunjuk tentang (bisnis) apa saja yang bisa dilakukan dengan handphone. (Model seperti Gramin Bank.) Kita ajari masyarakat untuk menghasilkan sesuatu (produk, layanan) dengan perangkat tersebut sehingga mereka tidak konsumtif saja. Kita tidak ingin Indonesia hanya menjadi pasar bagi produk IT semata, tetapi juga menjadi produser juga.

Di India, Sonia Gandhi mengajak orang-orang IT untuk lebih memperhatikan bagaimana mensejahterakan masyarakat India melalui IT, bukan sekedar melayani negara Barat dengan produk-produk IT. (Produk IT India kan banyaknya dikonsumsi di luar negeri, bukan di India sendiri.) Di sini kita bisa melihat, Sonia Gandhi lebih India dari orang India ya.

Indonesia sebagai sebuah emerging market, merupakan sasaran yang empuk bagi negara penghasil teknologi di luar Indonesia. Mereka akan mencoba memasarkan produk mereka sesuai dengan visi mereka, padahal mereka tidak tahu kondisi Indonesia. Apakah terbayang oleh mereka adanya wartel atau ojek? Ha ha ha. Ini Indonesia banget. Hal semacam ini hanya bisa dimengerti oleh kita-kita.

Kita ingin agar perusahaan besar melakukan investasi penelitian di Indonesia untuk hal-hal semacam itu. Penelitian teknologi dan produk yang khas seperti di atas tidak dapat dilakukan di negara mereka. Ternyata mereka memang siap untuk melakukan itu (melakukan investasi). Masalahnya, siapkah kita (menerima investasi tersebut)?

iGADD ini nanti akan bekerjasama dengan pemerintah, perusahaan (multi national), investor (dari luar negeri) dan masyarakat Indonesia untuk memikirkan cara yang tebaik untuk meningkatkan kualitas hidup orang Indonesia dengan teknologi informasi. iGADD bisa menjadi hub bagi banyak pihak. Di sisi lain kita mencoba membuat sebuah prototip untuk emerging market lainnya (negara lain yang mirip Indonesia).

Ketika sebuah perusahaan atau institusi mengatakan mereka ikut menjembatani kesenjangan digital, kami mempertanyakan: apa yang telah Anda lakukan untuk itu? (What are you going to do about it?)

Maaf, tulisan ini masih belum terstruktur. Campur aduk. Ada banyak lagi yang ingin saya ceritakan, tapi untuk sementara ini dulu. Saya terlalu bersemangat (excited) mengenai ide iGADD ini. Cerita singkat ini mudah-mudahan bisa menjadi pemicu ide-ide lain. Nanti akan banyak berita lain mengenai iGADD ini.

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

12 responses to “iGADD: Indonesian Group Against Digital Divide

  • Obyektif

    In other news, “India To Offer Free Broadband by 2009″

    http://it.slashdot.org/it/07/04/27/1329211.shtml

    Singkat kata, ide-nya bagus, cuma jangan terlalu lama berembuk :) Negara lain sudah melaju dengan sangat cepat.

  • andana

    Iya, pak… Saya rasa ini saat yang tepat untuk maju bersama. Dan saya juga setuju dengan pendapat Bapak. Kita adalah orang Indonesia, jangan sampai kita menjadi orang ‘lain’.
    Spiritual computing yang Bapak singgung itu bagaimana sih maksudnya? Apakah penggunaan komputer untuk meningkatkan spiritualitas manusia? Ataukah content yang bernuansa spiritual? Bisa dijelaskan lebih lanjut?

  • andriyan

    Punteun, “K” di “PPTIK” –kalau blm ada SK Rektor yang baru, adalah kependekan dari “Komunikasi” pak –

  • DASMR

    Sepertinya dibutuhkan banyak Muhammad Yunus (Grameen Bank) dan Idham Quadir (Grameen Phone/Telecom)….Kata kuncinya adalah Leadership (Kepemimpinan) dan Role Model (Keteladanan). Mudah-mudahan Pak Budi dan rekans dapat menjadi “prime mover” untuk gerakan ini. Sebetulnya saya tertarik ikut dalam komunitas ini (apa boleh…??) karena sesuai dengan “want and need” pribadi. Kebetulan Tesis saya juga membahas Usaha-usaha Grameen Telecom dalam menghadapi masalah kesenjangan digital (digital divide). Kalau sempat dan berminat bisa mampir di http://sardjana.multiply.com.

  • ryo

    sorry, gak penting mode on nih.

    kalo gak salah “i” nya iGADD tuh “investor”. So iGADD = Investor Group Against Digital Divide.

    Lihat taut yang ini : http://www.digitaldivide.org/dd/indonesia.html

  • Budi Rahardjo

    he he he … saking excitednya, nulis singkatan banyak yang salah. Untungnya sudah dikoreksi oleh rekan-rekan di sini. Jadi, biarlah koreksi itu muncul di sini dulu. Nanti (setelah beberapa hari, setelah berita ini basi?) saya akan perbaiki tulisan aslinya. Terima kasih untuk koreksi dari rekan-rekan.

  • Wibisono Sastrodiwiryo

    Apakah produk cms gratisan yang banyak dipakai programer kita itu juga bisa katagorikan sebagai usaha mengentaskan kesenjangan digital?

    Katakanlah semacam Joomla, Drupal dan juga WordPress? Kalau memang begitu mari kita beramai ramai bikin produk serupa supaya rakyat kecil bisa ikut menikmati IT.

    Tapi bandwidth dibikin murah lagi doong… kata Om Craig bandwidth itu hak asasi manusia.. saya tidak bisa lebih setuju lagi dari itu.

  • Perkembangan iGADD « Budi Rahardjo

    [...] tulisan lain saya pernah bercerita mengenai iGADD ini. Tidak perlu diulang, kan? (Pada tulisan terdahulu itu [...]

  • sikancil

    Seandainya saya ingin ikut tim penelitian IT Indonesiawi kemana saya harus menghubungi ?

  • pnsgila

    Dikit ralat, pak. IGADD yang huruf I-nya itu klo gak salah Investor, bukan Indonesia

  • Adie Marzuki

    SEKILAS IGADD
    IGADD adalah organisasi lembaga non-pemerintah yang memfasilitasi aliansi investor guna menghapus kesenjangan digital. Posisi IGADD adalah penghapusan kesenjangan digital yang membawa revolusi pasar bagi masyarakat berpendapatan rendah di negara berkembang. Langkah pertama IGADD adalah memformulasikan broadband yang terjangkau. Selanjutnya mengembangkan aplikasi yang berguna untuk para pengguna broadband, Strategi ini disebut “Meaningful Broadband”
    Pada saat pemerintah merencanakan untuk menghapus kesenjangan digital, IGADD membuat perangkat yang memberdayakan kekuatan pasar, yang akan membantu pemerintah mencapai tujuan dengan menggunakan dana seminimal mungkin. IGADD yakin bahwa dari seluruh pasar-pasar di negara berkembang, Indonesia memiliki kondisi yang paling optimal untuk menghapuskan kesenjangan digital, dan berpotensi untuk menjadi inspirasi inovasi bagi negara-negara lain.
    Konsep pembentukkan IGADD dibuat oleh Profesor Craig Warren Smith yang memimpin koalisi akademis Harvard University / MIT untuk mengembangkan kerangka kerja IGADD, dan kemudian merintis pendirian IGADD oleh tiga organisasi, The Habibie Center, ITB, Digital Divide Org. Bersama dengan Dr. Ilham A. Habibie, Profesor Smith, memimpin IGADD di Indonesia. IGADD telah menjalin kerjasama strategis dengan Departemen Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, yang mengarahkan IGADD ke langkah selanjutnya, yaitu mengundang institusi-institusi investor untuk menjadi anggota, sehingga dapat bekerja bersama-sama untuk memformulasikan strategi dan membagi biaya serta resiko dalam mengembangkan model bisnis yang baru serta aplikasi-aplikasinya.
    Rencana utama IGADD untuk tahun 2008 antara lain:
    1) KEBIJAKAN INVESTASI: Membuat kajian yang mengarah kepada kebijakan pemerintah Indonesia dalam mengatur arus investasi yang dibutuhkan untuk menyebar-luaskan “meaningful broadband” untuk 20% masyarakat Indonesia.
    2) SOSIALISASI: IGADD akan mensosialisasikan “20 by 12” broadband melalui penggalangan dukungan masyarakat dan keterlibatan segenap stakeholder. Kampanye tersebut akan meliputi aspek-aspek sebagai berikut:
    Melibatkan Universitas (Asosiasi Alumni dan Forum Rektor) dalam rencana untuk merangkum keahlian dalam bidang Teknologi Informasi (IT) pelajar-pelajar Indonesia dan Alumni Indonesia dari Universitas-universitas asing yang ternama melalui portal web 2.0 (Digitaldivide.org/Indonesia)
    Aktifitas marketing
    – Tur kuliah ke universitas-universitas dalam negeri dan luar negeri
    – Kampanye mediadan melalui pertemuan-pertemuan editorial

    3) MENGGALANG INVESTOR.
    o Menggalang kerjasama segenap jajaran pemerintahan dan antar pemerintah
    o Misi-misi IGADD untuk Negara-negara asing dan regional
    o Memfasilitasi kemitraan publik dan swasta
    o Memfasilitasi aliansi investor

  • estananto

    Ini masih jalan nggak pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.785 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: