Kegagalan Ujian Bukan Aib

Bagaimana menghadapi kegagalan, khususnya kegagalan ujian? Ujian Nasional baru saja berlangsung. Bagaimana menghadapinya? Bagaimana jika gagal? Bagaimana dengan ujian lainnya?

Kebanyakan dari kita menganggap bahwa gagal (dalam ujian formal atau dalam kehidupan sehari-hari) itu sama dengan memalukan. Aib! Kemudian kita tangani aib itu dengan melarikan diri. Hah??? Ngapain.

Tidak pernah gagal itu justru berbahaya. Bagi Anda yang pernah naik sepeda mungkin pernah mengalami jatuh dari sepeda, dan bangun kembali. Kalau kita tidak pernah jatuh, bagaimana kita bisa bangkit kembali? Kita tidak tahu bagaimana caranya.

Jatuh atau gagal juga penting untuk mengingat kita agar bisa lebih baik. Kalau kita pernah jatuh naik sepeda, maka kita lebih berhati-hati dalam menaiki sepeda. Kita tahu betapa sakitnya jatuh. Baret-baret pula. Kita akan berani ngebut sesuai dengan kemampuan kita. Salah-salah, jatuh dan sakit. Kalau kita tidak pernah jatuh, mungkin kita akan ngebut naik sepeda 80 km/jam dan berbahaya. Jadi gagal itu penting.

Eh, ini bukan berarti pembenaran bahwa gagal itu harus dibiarkan. Bukan itu. Maksudnya hadapi gagal itu dengan tangan terbuka. Tidak usah melarikan diri. Hadapi saja.

Pernahkah saya gagal dalam ujian? Gak usah diceritain. Itu aib. ha ha ha. Guyon saja. Ya pernah dong. Namanya juga manusia. Jadi, siap untuk menghadapi kegagalan?

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

14 responses to “Kegagalan Ujian Bukan Aib

  • Adham Somantrie

    Tapi tekanan psikologis-nya beda, Pak.

    Soalnya saya dulu pernah menghadapi ujian khusus, dimana saya terancam D.O. di kampus saya karena salah satu mata kuliah tingkat 1 mendapat nilai E hingga semester 4 (TPB), sehingga diberikan ujian terakhir, yakni ujian khusus tadi.

    walaupun saya lulus pada akhirnya, hari-hari menjelang ujian khusus itu menjadi beban mental tersendiri.

  • Luthfi

    pernah nyontek gak Pak?

    *kaleum*

  • .\Goio

    Belajar dari pengalaman yang menyakitkan itu bagus, tapi lebih bagus lagi kalo belajar dari pengalaman yang menyakitkan milik orang lain…

    Tidak perlu jatuh untuk tahu bahwa jatuh itu sakit, tidak perlu merasakannya sendiri. Namun, apabila memang harus jatuh dulu, semoga bisa bangun lagi …

    Anyway, yah.. aku juga pernah jatuh-bangun… hal itu yang membentuk aku seperti sekarang ini.

    Itu kah inti dari posting-an ini, Pak BR? Jatuhlah ketika harus, dan segeralah bangun =)

  • awaloeddin devie

    hidup yang singkat ini ndak bakal cukup kalo dipake mencoba semua kesalahan dan kegagalan.

  • pedhet

    hahah.. pak budi nih bisa aja. oiya kalau soal gagal nembak cewek alias nembak cewek trus nggak diterima itu aib bukan yah pak? :) jadi ingat soal nembak cewek trus di tolak cewek nih, tapi yah.. tetep dapat cewek setelah sekian kali di tolak cewek :P

  • Budi Rahardjo

    untuk luthfi, saya belum pernah nyontek.
    pernah pengen nyontek (lupa kapan? smp?), tapi pas mau nyontek malah panas dingin. terus kepikirian … lha yang dicontek aja belum tentu bener, mendingan ngarang sendiri saja. ahirnya … mengarang. ha ha ha. lolos juga (meskipun pas-pasan). jadi, nggak kepikiran lagi untuk nyontek. alhamdulillah sampai sekarang ok-ok saja.

  • Suharjono

    Salut mas,… belum pernah nyontek ya…ckckckck.
    Saya dulu nyontek nggak sengaja dulu pas SMP. Waktu itu ujian di kelas, kebetulan saya pas di depan meja guru. Jaman dulu blm ada scanner bwt periksa soal PG jadi kunci jawaban dibuat pk kertas dibolong2in. Dan ternyata kunci jawabannya ditinggal di depan saya dan keliatan deh beberapa nomer. Mau berusaha nggak ngeliat juga nggak bisa. Tapi pas ngerjain nomer2 itu saya berusaha “mikir” juga. Tapi gimana lagi memang jawabannya itu. Kalo kejadiannya kayak gitu gimana dong….?

  • bank al

    Teman saya bilang kegagalan itu adalah awal dari kegagalan-kegagalan selanjutnya.

  • Kadang kita harus berani Gagal « Namaku Bank Al

    […] yang memang menghindari kegagalan dan hanya ingin merasakan keberhasilan. Ada yang mengatakan bahwa hidup ini tidak akan cukup jika dipakai untuk mencoba semua kesalahan dan kegagalan. Aku juga sebetulnya sependapat bahwa kita tidak harus mencoba semua kesalahan dan kegagalan. Namun […]

  • Bali SEO

    saya pernah dapat E satu matakuliah bahkan 2 kali dan kesempatan terakhir hanya D .. hikss .. :)

  • SYAVIDA BALQISYA..

    saya asal dari malaysia. student ipt kat perlis.. kalo nak cite pasal gagal pada saye itu lumrah dan adat nak hidup saye penah gagal dalam midterm dapat dlm D skg saye bangkit tuk berjaye dlm final insyaallah…

  • Budi Rahardjo

    Semoga Syavida mendapatkan kejayaan! Salam dari Indonesia.

  • andrian

    mas saya baru aj menghadapi kegagalan saya sidang tugas akhir hr ini ga2l dan di kasi waktu 2 minggu lagi untuk sidang gmana caranya kegagalan itu tidak menjadi beban untuk kita

  • mianhae

    saya biasanya selalu berhasil dalam pelajaran di sekolah.
    tapi akhir2 ini, nilai saya ada yang gagal dan saya AWALNYA menghadapi dengan jerit2 gak jelas kek kesurupan.
    saya sadar semua ini gak ada gunanya.
    langsung saya belajar lebih giat lagi dan minta pencerahan pada Allah SWT.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.903 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: