Kreatif tapi capek

Semalam ada banyak hal yang ingin saya kerjakan. Ingin menulis blog. Ingin memeriksa kerjaan mahasiswa. Ingin ini. Ingin itu. Pokoknya banyak ide. Kreatif. Sayangnya badan ini capeknya luar biasa dan ditambah pegel linux. Mau kerja tapi tidak bisa. Aduuuh! Bagaimana ini? Ini bikin frustasi. Akhirnya saya putuskan untuk tidur saja. Hilanglah ide itu. Habis bagaimana lagi?

Pernahkah Anda mengalami hal yang sama?

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

7 responses to “Kreatif tapi capek

  • Alex Budiyanto

    Semalaman, walaupun capek, saya malah ngak bisa tidur pak :-|

  • Budi Rahardjo

    Iya. Saya juga hampir nggak bisa tidur saking capeknya. Saya sampai terheran-heran. Kok capek malah gak bisa tidur ya? Apa kaitannya?

  • ranti

    Saya juga kalau terlalu capek malah tidak bisa tidur. Mungkin karena otaknya tidak bisa produksi enzim yang bikin kita ngantuk, soalnya udah kecapean duluan… ;-)

  • Budi Rahardjo

    wah teori dari mana itu mbak ranti? he he he :D

  • arul

    wah di depan kompi terus nih…langsung balas koment… :)

  • Arie Kusuma Atmaja

    Kalau saya gini pak budi, secapek2nya saya tapi kalau ada ide pasti akan saya coret di kertas (bukan diketik di laptop walau selalu bersama saya), sejujurnya tapi kalau ide kinclong justru keluar pas lagi mandi (gelombang otak ada pada alpha atau mungkin bahkan dibawah itu). Sebab kalau nggak dicoret/disalurkan secara tertulis… bisa sampai terbawa-bawa mimpi :(( Nah nah bangun tidurnya biasanya sering masi ingat, itu cepat2x deh saya coret lagi ke kertas (biasanya berupa brain mapping yg bagi sebagian orang sering terlihat abstrak/bukan tulisan berderet2x mendatar). Oo iya, nah nanti problem yg muncul selanjutnya adalah bagaimana memaintain banyak coretan2x tsb, biasanya saya suruh OB saya untuk scan kan dan minta dia tarohkan di flickr atau dimana gitu di internet yg bisa saya akses di kemudian hari. Ini triknya saya supaya ide saya jangan hilang. Karena kita tidak tau yg mana dari ide2x kita yg akan melejitkan+mewujudkan hidup+cita-cita kita. (kalimat terakhir mengutip dari buku yg sdh lama saya baca sampai2x skrg lupa judul2nya apa aja, tapi bbrp isinya masi ingat)

  • Ardiansyah

    Akhirnya memang tubuh kita punya limit indikator sendiri pak, kalo tubuh boleh ngomong pasti teriak “hei… saya juga punya hak untuk istirahat lho…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.741 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: