Tadi siang saya memberikan presentasi dengan judul “Zen of Crypto” di acara seminar yang diselenggarakan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara di Lembaga Sandi Negara. Materi presentasi akan saya simpan di web saya, tapi tunggu sekitar 2 mingguan ya. (Lagi sibuk nih.)
Inti yang ingin saya sampaikan pada presentasi itu adalah kriptografi semakin kompleks sehingga susah dipahami. Akibatnya, ada banyak penggunaan kriptografi yang salah. Tentu saja penggunaan yang salah ini tidak membuat sistem lebih aman, malahan mungkin memperkeruh suasana. Seharusnya bisa dicari cara untuk menyederhanakan kriptografi, sehingga judulnya adalah “zen” dari kriptografi.
Poin kedua adalah cerita tentang kompleksitas dari brute force cracking, yaitu memcahkan kode dengan cara mencoba semua kombinasi. Cara ini membutuhkan sumber daya (waktu, komputasi, orang) yang sangat besar. Apakah ada teori, tools, dan ide dari bidang ilmu lain yang bisa “dipinjam”? Saya mengambil contoh dari VLSI Testing and Verification.
Pengujian rangkaian digital dengan jumlah input yang sedikit sangat mudah dilakukan. Untuk menguji sebuah AND gate dengan 2-input hanya membutuhkan 4 kombinasi (yaitu dari 2 pangkat 2). Bagaimana pengujian prosesor 64 bit? Ada 2 pangkat 64 kombinasi! Ini sebuah kompleksitas yang sangat besar. Belum lagi jika kita berbicara rangkaian sekuensial. Nah, sudah ada beberapa teori dan tools untuk melakukan VLSI testing & verification. (Kebetulan S3 saya adalah dalam bidang VLSI verification.) Dalam presentasi tersebut saya memberikan beberapa contoh.
Setelah selesai, langsung kembali ke Bandung. Rasanya ada banyak yang memotret (dan ada foto bersama siswa STSN), tapi saya tidak punya hasil potretnya. Kalau ada yang punya, bagi-bagi ya.
Ditunggu detail ceritanya Pak. Semoga setelah istirahat ada semangat baru untuk meneruskan ceritanya.
Salam
Kripton? ada superman juga ya Pak?
Kriptografi memang topik yang menarik, ditunggu file-nya Pak ^_*
Model brute force attack sudah sangat tidak relevan hari ini untuk tingkat enkripsi yang mencapai 128-bit. Karena sifatnya yang exponential maka dua pangkat 128-bit akan jauh lebih kompleks ketimbang enkripsi 40-bit atau 64-bit. Kalo 40-bit equal to 2 pangkat 40 = 00001010 01101001 10011110 00011100 01010101 maka 128-bit punya tambahan 88 key kombinasi sebesar 309,485,009,821,345,068,724,781,056 Secara brute force agak mustahil mengdekrip kombinasi sebanyak itu dengan komputer sekarang, bisa mabok tuh komputer, dan kalo pake cluster pun sangat tidak feasible *mo ngecrack kok pake bawa2 server
*butuh superkomputer gmana
berapa tahun dicracknya? Buktinya tapi enkripsi 128-bit juga masih bisa dicrack dengan gampang oleh pakarnya. Caranya dengan membuat algoritma dekripsinya tentunya. Mau tau caranya? Hare gene main IT?
Belajar kryptografi rumit amat, ya, Pak! Mumpung menjelang 17-an, Salam dan Pekik “Merdeka” saja, Pak, Kebebasan Ngeblog untuk Kita Bersama, he3X
Pak…. kapan negara kita termasuk menjadi Reliable Defender? tidak jadi attacker terus?
Thanks infonya pak. ditunggu aplot presentasinya. kalau bisa sich jangan sampai dua minggu.
presentasinya .ppt ato .keynote ?
Dear pak budi yg terus semangat ..
Selalu menarik memang pembawaan bapak tiap presentasi …
untuk foto kegiatan, bisa dilihat di situs MASPI di http://www.ina-ciss.org >> galeri, but beberapa poto diambil pada bagian belakang, so keliatan sepi orang, padahal ya juga hehe2 .. kayaknya nih adek2 STSN kurang sosialisasinya
Demikian dan sukses selalu …
Salam IT dan Security-nya
blajar enkripsi susah gak pak? sebanding gak antara susahnya dgn sumbangsihnya thdp negeri ini? hmmmm bisa kaya gak pak kalo lulus dari sana? ditunggu up-load nya pak … udah gak sabar nih. thanx.
ohhh pak br terus ke bandung ya ?
)
tau gitu kan bisa bareng saya …
insyaAllah lain kali saya tawari pulang bareng ya pak … saya yang nyetir … pak br yang bayari toll