Hari Kamis kemarin dan hari Jum’at ini saya akan berada di acara Sharing Vision, yaitu diskusi dengan topik Sistem Pembayaran Mikro (micropayment). Topik yang dibahas adalah seputar kesempatan (opportunity), regulasi, teknologi, dan aspek keamanan.
Pembayaran mikro adalah pembayaran dengan nominal kecil, katakanlah di bawah US$2 atau Rp 20.000,-. Ada banyak pembayaran yang nominalnya kecil, antara lain pembayaran jalan tol, angkutan umum (bis, taksi), parkir, dan konten digital. (Pikir-pikir kencing di toilet juga termasuk ini ya? he he he.) Pembayaran dengan nominal kecil ini tidak bisa dilakukan dengan kartu kredit karena di bawah batas minimal. Untuk pembayaran dengan kartu debit pun kurang disukai karena biaya operasionalnya lebih mahal daripada nilai transaksinya. Umumnya pembayaran mikro di Indonesia dilakukan dengan uang tunai (cash).
Pembayaran dengan uang tunai ini memiliki banyak masalah. Prosesnya menjadi lambat. (Bayar tol dengan uang tunai lambat karena adanya kembalian itu.) Ada masalah keamanan dengan hilangnya uang, pencurian, dan biaya untuk membuat uang receh ini ternyata tidak murah juga. Mungkin biaya untuk membuat uang seribuan lebih dari seribu rupiah.
Di luar negeri sudah banyak sistem pembayaran mikro. Contoh yang paling dekat adalah penggunaan ez-link di Singapura untuk naik MRT, (beberapa) taksi, dan bahkan juga ez-link ini bisa digunakan di Mc Donald. Di Malaysia ada Touch and Go untuk membayar tol. Di Hongkong ada Octopus. Masih banyak contoh lainnya.
Nah, bagaimana di Indonesia? Ternyata sudah ada beberapa yang mencoba meluncurkan sistem pembayaran mikro ini. Namun umumnya skala mereka masih kecil, tidak seperti yang ada di luar negeri. Masalah interoperability juga menjadi bahan diskusi. Ternyata sebagian besar mengharapkan adanya standar yang dipandu oleh Bank Indonesia.
Dari sisi perijinan, Bank Indonesia baru menerbitkan tiga (3) ijin; dua untuk bank dan satu untuk non-bank. Pak Arief Budi Santoso (dari DASP BI) kemarin menjelaskan beberapa prinsip yang harus diketahui oleh calon issuer dari pembayaran mikro dan juga meminta masukan dari komunitas (regulasi seperti apa yang diinginkan).
Pembayaran mikro ini sebenarnya merupakan bagian kecil (subset) dari sistem pembayaran elektronik dan juga bagian kecil dari e-money. Dari platformnya sebetulnya ada tiga jenis: berbasis kartu (smartcard), internet, dan ponsel. Kali ini yang berbasis internet tidak kami diskusikan dahulu. (Paypal dan sejenisnya belum menjadi pembahasan.)
Saya sendiri membutuhkan pembayaran mikro ini untuk jual beli musik digital saya (Digital Beat Store) dan juga untuk donasi ke blog ini.
Itulah yang menjadi topik diskusi kami. Detailnya? Wah … sudah kepanjangan. Lain kali saja saya tuliskan. (Alasan! Padahal agak malas menuliskan yang panjang di blog. ha ha ha.)
wahh asyik juga tuh kalo udah diberlakukan. bayar tiket nonton persib, parkir dsb jadi lebih cepat kan pak?
kalo di jepang, micropayment dgn smart card sudah teraplikasi luas. yang sulit ditiru, mungkin, biaya infrastructurnya karena amat mahal untuk memulai secara nasional. ide saya, diintegrasikan aja dengan hp – pulsa bisa diuangkan. tp yang terbaik, ya pake smartcard RFID memang. bikin company baru, membagi gratis infrastructurnya dan ambil konsesinya aja untuk menutup modal. perlu venture kapital yang besar memang…
tapi kalo di jakarta aja terlaksana, udah hebat kok. entah ya – masa si sulit bikin sendiri RFID card dan receivernya?
Secara teknologi/ide bagus. Sip poko’e.
Manusia…manusia memang tidak pernah puas. Semua dijadikan masalah, masalah dicarikan solusi, entah sampai kapan…..
Salam Hangat,
Usamah
BCA kemarin baru meluncurkan BCA-flashCard, sementara baru digunakan di alfamart(ato indomaret, ya). Bank Mandiri beberapa waktu juga buat flashcard buat dipake di pom bensin. Bank DKI denger denger juga sedang bersiap untuk membuat model pembayaran untuk busway.
flashcard ini termasuk tidak, pak?
Iya neh pak Budi sekarang lagi cape nulis panjang ya pak. Saya amati (tidak sengaja) malah sering “one liner”
.
Dengar micropayment saya langsung senang. Ternyata untuk versi internetnya masih lama. Tapi ya gk masalah, yang penting fondasinya dulu. Internet kan “sekedar” add on
Go go pak Budi go!!
untuk pembayaran dari ponsel sudah ada dari ericsson namanya IPX (internet payment exchange).
saya tidak tahu apa ini termasuk dalam micropayment.
ya mudah-mudahan.. semakin banyak aja model-model micropayment yang lainnya.
Ikut mendukung Pak, terutama ide donasi-nya
. Bisa juga dimanfaatkan teman-teman pembuat freeware biar ada sarana yang semoga lebih mudah dalam hal penerimaan donasi, seperti paypal di luar sono.
Saya sempat mencoba menanyakan ke salah satu content provider untuk pemanfaatan SMS Premium untuk program donasi software/web. Tapi hitungan kasar yang diberikan, dari SMS potong 1000 dapetnya 170, dan potong 2000 dapetnya 380. Kecil sekali, mungkin lebih efektif dengan cara Pak Budi, kirim pulsa.
wah, bener juga nih
tadinya saya kira microcredit.
saya ikut mendukung pak…
[...] terkait di rahard.wordpress.com/2007/08/31/pembayaran-mikro-di-indonesia/ (Budi Rahardjo [...]
yang penting murah, mudah, dan massal. oke ?
-IT-
hmm.. salah satu alternatif TA saya nih.. hehe
pak bud,
sy rijal dr indosat….
Pak Budi says : “Saya sendiri membutuhkan pembayaran mikro ini untuk jual beli musik digital saya (Digital Beat Store) dan juga untuk donasi ke blog ini” >>>>
rijal’s comment : “pak sy bisa bantu create mikro paymentnya….” ada no. hp atau direct phone yang bisa sy hubungi pak ?”….Tx
Salam,
Rijal Mukhlis
085880386185
rijalmukhlis@yahoo.com
http://spidercomnet.com
Mendukung untuk memperluas isue dan pembahasan tentang micro payment, krn konsumen sering di rugikan dengan uang kembalian, diganti permen lah, souvenir , dlsb. Beberapa memang sudah mulai di Ujicoba seperti pombensin, ticket KA, beberapa Kartu universitas spertinya sudah siap hanya implementasinya tidak jalan katanya terbentur peraturan BI (???). Telkomsel dan Indomaret baru coba dengan mobile micropayment (??) tapi jadi rancu dengan batasan micronya krn blm tahu nih batasnya pembelanjan berapa?, klu diatas 100rb apa masih micro yah….
Maaf ya pa Budi aku mau promosi sedikit ….
Saat ini compress band berada di peringkat #1 chart musik Indie se Indonesia. penasaran dengerin lagunya???
langsung aja klik http://music.dondandon.com/compress band
Silahkan dengerin dan download lagunya. Tenang aja gratiss kok teman2…
terima kasih y mas atas ruangan promonya pa Budi.
salam,
Arie-compress band