Kalau dulu sekali sempat ada juga sandal yang terbuat dari bekas ban mobil, disebutnya juga Sandal ITB. ITB = Ieu Tilas Ban (Bahasa Sunda yang artinya, ini bekas ban). Ha ha ha. Pada masa itu banyak sekali aplikasi bekas ban. Selain sandal, ada juga ember.
Posting ini terinspirasi oleh ponsel Nokia terbaru.
Sandal ITB ini masih diteliti dan dikembangkan manfaatnya. Saat ini yang baru teridentifikasi adalah untuk digunakan sehari-hari (termasuk ke kakus), melempar anjing & kucing, serta ganjel pintu. Masih belum jelas aplikasi high-tech-nya. ho ho ho.
wah, haahahaa bener2, kreatip abis …. jangan2 nanti bisa jadi bantal, jadi ITB = ini teh bantal
) salut
udah dijual di Tokema kali ya?
hihihi.
-IT-
asli itu teh pak? beli dimana? bukan buatan cibaduyut kan? hehehe….
Wah itu gambar diambil beberapa tahun yang lalu. Setahu saya pak Kusmayanto Kadiman masih jadi Rektor ITB (karena logotype “o-iTB” itu populer di jaman pak KK masih jadi Rektor).
Saya gak tahu nemunya dimana itu gambar. Setahu saya salah seorang dosen nemu di sekitar kampus ITB(?). Jadi kalau sekarang kayaknya gak bakalan bisa nemu lagi tuh sandal. Atau … kita produksi sendiri yuk? he he he.
jadi pengen beli kikikiki,,,
ato ntar ada tukang teh botol pake merek ITB, “Icalan Teh Botol”. Sejak kapan yah istilah diatas mulai muncul ??
Saya jg punya foto sejenis yang saya ambil tahun lalu di semarang.
ada saya pasang di azki.wordpress.com/galeri