Setelah presentasi pekerjaan di sebuah klien di Jakarta, kami berlima – saya, Yan, Rully, Rois, Udin – buka di seafood Bendungan Hilir. Tidak tahu nama tempatnya, pokoknya di pinggir jalan aja / bukan restoran. (Gambar makanan sebelum disikat ada di blognya Rully.) “Top marktop, gud marsogud, sip markisip“™.
Berikut ini adalah foto sisa-sisanya.
Kelihatannya Rois dan Udin yang paling banyak makannya? Ini adalah bukti, bukan hasil rekayasa Photoshop seperti yang dilakuan oleh Lofriman. Silahkan dibuktikan keaslian foto ini.
Hajar bleh! Rois tidak peduli dengan pirings sudah bertumpuks.
Setelah itu bekel pulang teh tarek di restoran sampingnya. (Iya, tulisannya di restorannya memang begitu, bukan teh tarik.) Teh dibawa pulang, dibekali dengan kayu manis untuk mengaduknya. Wah, sayang sekali dimasukkan ke dalam gelas plastik. Coba kalau dinikmati dalam gelas, panas-panas, serupuuuttt …
Batal gak ya puasa posting makanan kayak gini? hi hi hi. Yang pasti, kepengen lagi. hi hi hi. gruuuk… gruuuk… gruuuk… kata perut saya. Halah … cepat-cepat pindah halaman. Tidak mau lihat gambar ini.



Hm … foto-fotonya asli 68%. (sok serius = mode ON).
pak warung sate pak casmadi yang katanya enak itu sebelah mana kalau dari arah gedung cyber? Pingin mampir neh.
keluar dari gedung cyber, jalan (kaki) ke kiri. setelah masjid, tetapi di sisi lainnya/sebelahnya. lumayan rame kok.
Om, masak bulan puasa dikasih lihat terus makanan-makanan yang enak-enak. Mulai dari makanan yang ada di Singapore sampai dengan di Jakarta. Jadi ngak tahan nih.
Pak Budi.
Saya sering kesana karena kantor dan tempat kost memang dekat.
Bahkan pada saat Ultah pernikahan kami yang 15 beberapa waktu lalu (http://sardjana.multiply.com/journal/item/39), “The Side Road Seafood Cafe” (a.k.a Warung Seafood Pinggir Jalan) menjadi tujuan utama kami karena istri sengaja datang dari Bandung untuk makan Hot-Plate Kangkung Cumi dan Bawal Bakar-nya. Sayang saat itu tidak sempat mencicipi Rajungan Asam Manis-nyaaaaa………
Aduch bisa batal nich…………………………….
*glurb* (lagi puasa pas baca blog ini)
“cuman bisa ngiler
eh jangan ketang lagi puasa, hehehe”
“Top marktop, gud marsogud, sip markisip“
satu lagi: jos markojos!
Loh kok bapak bisa tidak tau nama tempatnya? di foto kedua diatas, jelas sekali terlihat di kaos pelayannya.
Ahhh.. andai saya tahu ada bapak disitu, kebetulan kantor saya di benhil, saya pasti ke sana, minta foto bareng sama selebritiss….
hmmm … paling banyak nih makannya…
maklum
kepitingnya ngajak berantem mulu, jadi sikat ajah terus
Pak, itu url blog-nya Udin keliru.
Fixed!
kenapa bulan puasa banyak blog yang bahas makanan?
ati-ati kolesterol, om. eh, tapi jangan lupa ikut Pesta Blogger ya, om. thanks!
Artikel2 nya di blog ini bagus sekali. Sayang tidak di publikasikan lebih luas di Http://www.lintasberita.com secara gratis.
Santiga Seafod tuh, kan ada di kaos pelayannya.
Tapi hati hati, kadang dia tutup, nah kalo tutup, si kios sebelah yang jualan sea food juga, memperlebar daerah ke areanya Santiga (sedikit), jadinya kadang orang ketipu.
muantabbbh, buanggeud
*jadi malu, keliatan ‘rewog-nya’*
[...] 20th, 2007 Daily , Foods and Drinks Laporan dan pandangan mata sudah disampaikan oleh Pak Budi dan Rully [...]
Hihihihi… Roisz lahap banget..
edun….santapannya…
crewnya pak budi galak-galak juga ya…..(bang roiz maksudnya)
atau mungkin ini pemanasan… untuk halal bihal yang taun dulu pake kambing….
ur ur ur
(saran)
[...] tentang menu tajil dan lokasi tempat makan untuk berbuka belakangan ini, seperti ditunjukkan Pak Budi, Om Rully, Mas Ryosaeba dan yang lainnya turut menggerakkan saya untuk menulis hal yang [...]
[...] dan NGAMbul ini pun memiliki banyak turunan dan variasinya. Salah satu derevatif dari NGAMuk adalah NGAMuk Seafood ala Pak Budi. Sedangkan NGAMbul sering dilakukan oleh Paman Tyo seperti ceramahnya di [...]