“Oii coba lihat ke luar. Ada cincin matahari aneh. Seperti mata kucing“, demikian SMS yang saya terima dari mas Pudjo. Pas saya istirahat dari memberikan presentasi Sharing Vision di hotel Preanger Bandung. Saya langsung keluar dan melihat ke matahari. Nekad saya foto saja dengan menggunakan handphone. (Mudah-mudahan kamera handphonenya tidak rusak.) Ini dia hasilnya.
Luar biasa. Allah maha suci dan maha kuasa.
Katanya ini efek “halo”. Halo-halo Bandung? hi hi hi.
Ada seorang bapak-bapak di sebelah saya yang berkata, “Saya dulu pernah lihat seperti ini. Terus tidak lama kemudian ada peristiwa G30S PKI. Saya jadi takut.” Wah, saya jadi takut juga. Pertanda apa ini. (Setelah sampai di rumah, istri bilang, 30 September kan 3 hari lagi. Halah!)
Link terkait: tulisan di blog Indra, tulisan di blog Rendy.



jangan-jangan itu siklus setiap mendekati tanggal 30 september pak
takut ah….selem. mudah2an gak ada peristiwa mengerikan lagi.
subhanallah…
GESTAPU PAKKKKKKKKKK
Ini fenomena alam biasa yg disebut “sun halo” atau “sun dog”. Ringkasnya, ini adalah gejala optik di atmosfer dimana cahaya matahari direfraksikan (dibiaskan) oleh kristal2 es berbentuk heksagonal pada awan cirrus atau cirrostratus.
Penjelasan yg lebih rinci bisa dilihat di Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Sundogs
wah..apakah gerangan tanda itu? apakah akan pertanda buruk lagi bangsa ini..mudah-mudahan dijauhkan lah..aminnn
kurang lebih seperti dikatakan bung dani… pembiasan cahaya matahari menjadi warna2 pembentuknya: pelangi.
bisa juga terjadi di sekeliling bulan. (saya pernah melihatnya, soalnya).
Subhanallah… terjadi di Bulan Ramadhan.. and semoga aja pade dapet Lailatur Qadr.. http://www.puthzel.com, amin…:)
Wih..Wih.Wih..
KErrn betol tuh..
Allah menunjukkan kebesaranNya
Sepertinya ini hanya sebuah fenomena alam biasa. Tidak ada hubungannya dengan pertanda macam2.
Kita sudah maju dalam bidang science, jangan lagi mau terkebelakang seperti masyarakat bangsa Maya yang mengira gerhana matahari berarti ada roh yang marah ( lihat film “Apocalypto”)
semoga Pak Budi sebagai salah satu tokoh intelektual terkemuka di Indonesia membantu mendidik masyarakat kita untuk lebih cerdas dan tidak terlalu percaya pada “takhayul”
Saya juga lihat ini di depan gedung kampus… Subhanallah yah… Mataharinya bisa begitu… Kereeennn…
kalau menurut saya, fenomena menariknya adalah hal biasa seperti ini saja menjadi topik hangat di blogsfer (setidaknya saya sudah membaca 4 posting blog untuk peristiwa yang sama). Padahal menurut saya fenomena halo ini lumayan sering terjadi pak. Mungkin zaman sekarang orang sudah jarang memperhatikan alam sekitar.
Bukankah ini hal yang biasa, dan cukup sering terjadi. Kok komentar di atas banyak yang aneh2 ya? Pengetahuan sudah makin maju, kok malah masih suka dengan “pertanda-pertanda”. Heran. Jangan2 jadi kasus seperti Indonesia Raya 3 stanza
ini perasaan baru-baru kemaren belakangan kejadian juga tepatnya tanggal 4 maret, tp gak seheboh ini, saya sempet foto ini fotonya http://picasaweb.google.com/amadarum/BlogsImages/photo#5041722448248553538
Sereeeem…
( ** kenceng berdoa ** )
hhihihi, wong lawas, percaya tahayuulll