Bingung nyari judul. Tadinya mau pakai judul “bits and pieces“, tapi kok terlalu ke-barat-baratan. Akhirnya saya pilih judul “sempalan kehidupan”.
Isi tulisan ini adalah campur aduk, apa-apa yang saya temukan dan ingin saya tuliskan tetapi kalau dituliskan isinya terlalu pendek dan dangkal (serta tidak menarik) atau masih belum tahu mau ditulis apanya. Ok. Kita mulai saja.
Bacaan. Ada banyak bacaan yang harus diselesaikan membacanya. Masih bingung antara materi untuk kerjaan (banyak dokumen-dokumen yang harus dibaca), manual dan referensi tentang snort (sebetulnya untuk kerjaan juga), harvard business review (tentang leadership), IEEE magazines, dan buku-buku agama (kan bulan Puasa). Aduuuh. Kebanyakan mikirnya. Padahal ambil salah satu saja dan langsung baca. Bingungnya adalah menentukan prioritas.
Musik. Tadi habis memberikan presentasi Sharing Vision (tentang Disaster Recovery Center) di Hotel Preanger, saya pergi ke Roemah Moesik Tiga Negeri yang ada di jalan Soka. Saya lagi mau cari USB-to-MIDI controller. Soalnya saya sudah tidak punya perangkat MIDI lagi. Padahal ingin coba membuat musik lagi (dengan MIDI). Ada keyboard pinjaman dari Adi Indrayanto yang bisa dipakai. Lihat di sana ada yang saya maksud, dari Roland, harganya sekitar Rp 535 ribu. Wah, lumayan mahal, tapi belum punya pembanding sih. Dia bisa digunakan di Mac OS juga. Ini yang saya butuhkan karena notebook saya adanya Mac OS. Ok lah. Nanti lihat dulu apakah ada yang lebih murah. Nanti pas ke Singapura mau lihat di Sim Lim. Rasanya saya pernah lihat di sana.
Setelah itu saya naik ke atas melihat koleksi gitarnya. Ada satu gitar yang menarik perhatian saya, yaitu gitar merek Sheckter (spell?). Katanya ini gitar bariton. Wah saya tidak mengerti apa maksudnya “gitar bariton” itu. Katanya dia distem B bukan E. Baru saja saya lihat di Google, ternyata gitar bariton ini merupakan kombinasi gitar dan bass. Maksudnya suaranya bisa rendah sehingga bisa dijadikan bas juga. Saya coba memang uenak tenan pegangannya. Asyik, euy. Pengen. Harganya Rp 2,1 juta. Wah … Nabung dulu nih.
Ngoprek. Saya lagi ingin ngoprek Linux lagi. Setelah memasang Debian di notebook IGOS, menggantikan Ubuntu (maaf kepada Ubuntu fans, saya sudah “kembali ke jalan yang benar” yaitu ke Debian – he he he) saya mau nyoba compile kernel. Compile berhasil, tetapi tidak mau boot. Ketika boot ada pesan bahwa dia tidak menemukan “devfs”. Apa pula itu? Wah sudah tidak mengikuti Linux ini. Banyak yang harus dipelajari kembali. (Terpaksa membaca-baca tentang devfs.) Apakah saya membuang-buang waktu dengan belajar Linux lagi? Entahlah. Atau ini bisa dilihat sebagai investasi?
Sebetulnya saya mainan Linux (Debian) ini untuk bermain-main dengan snort. Tujuannya itu. Tapi ternyata distracted ke compile macam-macam. Inilah masalah saya dengan Linux. Terlalu banyak mainan sehingga saya tidak bisa fokus kerja. Kalau dengan Mac OS, saya bisa produktif kerja (membuat dokumen, baca dokumen) dan tidak “main-main”. Tapi enaknya Linux itu memang … ya main-mainnya itu. Tinker around.
Cyberlife. Ada banyak email yang harus saya jawab, tetapi untuk menjawab email tersebut membutuhkan pemikiran yang dalam. Satu email mungkin membutuhkan 30 menit untuk menjawabnya. Aduh! Ditunda lagi dulu saja.
Belum lagi ada banyak blog yang harus dihidupi, seperti tamagotchi.


September 28th, 2007 at 10:51 pm
kata bimbo, “berbuat baik jangan lah ditunda-tunda”
September 29th, 2007 at 7:05 am
Wah, kalau saya sebaliknya pak.. di MacOS malah banyak ngoprek..compile dan install ini itu.. Hehehe..
September 29th, 2007 at 10:34 am
Schecter ini ya pak? http://www.schecterguitars.com emang keren-keren modelnya, tapi harganya.., bukan kelas saya
, di situsnya beberapa item ada wiring diagramnya lho, kali-kali aja ada niat bikin gitar custom.
September 29th, 2007 at 11:26 am
wah ramadhan kan tinggal 12 hari lagi. mending dahulukan buku agama, karena momen-nya sebentar lagi lewat.
September 29th, 2007 at 1:33 pm
Kebanyakan blog sih.., jadi repot ya?