Ada orang yang bertanya mengapa saya menulis blog? Jawaban saya adalah untuk belajar. Orang mengira kalau saya menulis sesuatu berarti saya sudah mengerti. he he he. Justru sebaliknya. Saya menulis untuk lebih mengerti. Sering ada komentar yang memberikan pencerahan (misalnya memberikan URL, referensi tentang topik tersebut).
Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah artikel yang ditulis oleh Peter Drucker, “Managing Oneself” (1999), di koleksi artikel Harvard Business Review yang digabung dalam bundel “Leadership Fundamentals: Chart Your Course to Great Leaership“. Ternyata orang memiliki cara yang berbeda dalam belajar. Nah, saya ini termasuk yang menuliskan sesuatu untuk belajar, meskipun tulisan itu kemudian tidak dibaca lagi! Tadinya saya pikir saya sendiri yang seperti ini – membuat catatan, tapi tidak pernah dibaca. Ternyata banyak orang lain yang seperti itu juga. Wah, ternyata normal juga. ha ha ha.
Nah tulisan di blog ini pun demikian. Dia merupakan salah satu mekanisme belajar saya. Yang keinget ditulis (lagaknya mau dibaca lain kali, he he he), tapi kemudian nggak dibaca lagi. Ternyata ini memang proses belajar saya. Ooo gitu toh.
Yang menarik, ada orang yang proses belajarnya adalah dengan bicara. Jadi dia kumpulkan anak buahnya (para managernya) kemudian dia ngomong sendiri – ngacapruk. Setelah itu anak buahnya dibubarkan (sambil bengong? ngapain tadi dikumpulkan?). He he he. Ternyata itu adalah proses belajar dia, yaitu harus ngomong. Wah kalau yang gini ngambil kuliah bisa repot. Semuanya ngacapruk sendiri-sendiri. Wong edan. hi hi hi. Jadi gimana dong? Ya, selamat menderita untuk mereka. ha ha ha. Untung saya hanya perlu nulis.


Oktober 3rd, 2007 at 12:26 pm
Tentu cara belajar yang paling efektif adalah dengan langsung mencobanya. Malah, menulis itu bukan buat belajar kalau menurut saya, tapi untuk mengikat ilmu apa saja yang sudah kita pelajari. IMHO.
Oktober 3rd, 2007 at 12:42 pm
wah kalo saya mau menguasai sesuatu misalnya tentang routing protocol ya saya ajarin ke temen2 kuliah saya karena dengan demikian saya dapat menguasainya dibanding saya belajar sendiri
ikut rame aja pak
Oktober 3rd, 2007 at 1:09 pm
yang paling enak itu, belajar sambil tamasya…
Oktober 3rd, 2007 at 3:06 pm
menurut saya sih, menulis tu lebih sebagai bagian dari proses belajar.. awalnya membaca untuk belajar, kemudian jadi pengen nulis tentang apa yang dipelajari.. kadang2 waktu nulis ada pertanyaan yang muncul, trus mau gak mau harus baca lagi.. nulis lagi.. baca lagi.. siklus deh.. ^_^
Oktober 3rd, 2007 at 3:47 pm
Ya, belajar bisa dilakukan dengan berbagai jalan dan cara
Oktober 3rd, 2007 at 4:44 pm
Kalau nulis gak pake belajar gimana ya? Hehehe.. Belajar terus nulis deh..
Oktober 3rd, 2007 at 5:56 pm
Hati-hati pak, kebanyakan nulis blog malah bisa mengurangi jatah waktu sosialisasi sebenarnya…
==============================
Kunjungi Blog Sepakbola #1 Di Indonesia:
http://www.bolanova.com
==============================
Oktober 3rd, 2007 at 6:08 pm
Sepakat …!
Nulis emang mak nyus buat belajar. Hehehe …
Oktober 3rd, 2007 at 6:32 pm
iyah… benar banget pak.. banyak referensi yang diberikan sama pembaca juga..
Oktober 3rd, 2007 at 8:51 pm
ngacapruk euy…
Oktober 3rd, 2007 at 9:04 pm
yang menarik, proses belajar ternyata bisa berubah. sejak kecil (SD hingga kuliah) saya terbiasa belajar sambil menggumam (berbicara), namun sesudah bekerja saya terbiasa untuk belajar sambil menuliskan apa yang saya pelajari, lalu kemudian digumamkan.
halah, kok jadi dobel ya?
Oktober 3rd, 2007 at 10:59 pm
iya juga siy…
belajar dengan cara menulis apa yang ada di pikiran kita, ‘n apa yg kita tangkep memang enak juga ternyata..
baru ngerasain akhir2 ini neh….
Oktober 3rd, 2007 at 11:46 pm
ya nge-blog seperti sambil belajar, minum air kan???
setuju itu, karena semakin banyak kita ngebagi sesuatu akan semakin banyak juga hal baru yang bakalan kita temuin
Oktober 4th, 2007 at 4:56 am
kandungan belajarnya lebih besar mana, antara menulis dan membaca itu ? Memang membaca lebih pasif dari pada menulis sih.
@ Tukang Ketik,
mungkin dengan ngeblog, justru menambah waktu sosial lho Bos …
Oktober 4th, 2007 at 6:09 am
Yup kadang di blog saya lebih bagus isi komentarnya daripada tulisan saya..
Oktober 4th, 2007 at 2:21 pm
Dulu guru matematika saya pernah bilang : otak Anda bukan di kepala, tapi di tangan, jadi kalau mau belajar matematika, ya sering2 berlatihlah, supaya ngerti.
Pesan itu manjur buat saya, dan ternyata ga hanya di matematika, dalam belajar apapun, menulis itu ternyata cara yang manjur biar cepat ngerti.
Oktober 9th, 2007 at 11:10 am
Satu hal yang paling seneng buat saya adalah ketika saya nulis, saya bisa simpan itu selamanya, untuk di edit atau di jadikan kumpulan sesuatu yang aku anggap menyenangkan. Dulu saya menulis di Diary, tapi dengan berkembangnya iptek, saya pikir saya bisa lebih belajar lewat baca tulisan orang-orang di sekitar saya yang terkadang saya sendiri ga kenal. Blog saya baru berumur 1 minggu,tapi saya sudah seperti satu tahun karena tiap hari banyak tulisan yang aku tumpahkan, aku set up ke dalam tulisanku.Walaupun aku tidak berorientasi untuk menerbitkan tulisanku, karena ilmu ku masih Cekak banget. Walaupun aku tau bahwa lewat menulis dunia sosialku menjadi berkurang, tapi aku menikmatinya. Menulis merupakan sebuah proses pembelajaran yang menyenagkan, menyenangkan sekali, coba aja,…karena tiap manusia selalu mempunya ide yang muncu,dan itu bisa di tuangkan dalam tiap kata yang teruntai dalam kalimat, mau coba silahkan.
Oktober 9th, 2007 at 1:46 pm
saya setuju 101% kalo kita menulis (whatever, blog, coret2an, dlsb) bila ada yang ngga ngerti, justru kita semakin giat belajar… apa yang kurang gitu…
enaknya lagi, blog kan bisa diupdate… jadi kesalahan sebelumnya masih sempat diperbaiki…
keep bloggin’ terus pak…
Oktober 14th, 2007 at 12:23 pm
u r what u write…., hehhehhehe…maksa yah
nice blog,mas
Desember 18th, 2007 at 9:35 am
[...] kenarsisan diri sendiri? Pengganti buku diary untuk bercerita tentang diriku yang kesepian? Belajar menulis dan menuangkan ide? Menuliskan suatu cerita tentang hari yang sangat tidak penting? Mencari komentar dan mencari [...]
Januari 6th, 2008 at 1:45 pm
Tipologi manusia adalah chalenge and response. Mencoba menulis seperti mencoba mencicipi gula yang katanya asin. Tetapi setelah dicoba weeh…ternyata manis banget
MENULIS menjadikan sesuatu yang abstrak menjadi eksak. Mo menulis, menulis aja. Kita gak akan pernah bisa belajar bila tidak mencoba untuk menuliskannya. Komentar adalah pilihan bagi kita tuk memperbaiki diri.
nice to u
Februari 5th, 2008 at 4:55 pm
Dear…
Menulis juga banyak manfaatnya, jika berguna bagi orang lain maka tentu tambahan amal bagi kita. Jangan lupa juga, tambahan pemasukan untuk kantong kita saat tulisan kita dipublikasian oleh media hehehehe..ayo menulis
Salam
Sinyo