Nah lho. Kasus lagi. Kali ini katanya lagu “Rasa Sayange” yang diperebutkan. Busyet dah. Mana bukti bahwa lagu itu merupakan karya orang Indonesia? Betul juga ya.
Itulah. Salah sendiri kita tidak rajin mendokumentasikan yang kita miliki. Semestinya kita rajin menulis (buku, blog?) untuk menunjukkan apa-apa yang telah kita miliki. Sebentar lagi wayang dan seterusnya. Lama kelamaan Indonesia dikatakan tidak memiliki karya. Ho ho ho.
Hak Kekayaan Intelektual (HKI atau HaKI) atau Intellectual Property Rights ternyata bikin sakit kepala. Hal seperti ini ternyata harus diurusi. Ataukah ini hanya smoke screen sehingga kita sibuk mengurusi hal-hal semacam ini tetapi kerjaan sesungguhnya, real work, malah tidak dikerjakan. Di satu sisi memang penghargaan terhadap karya intelektual itu penting, di sisi lain yang lebih penting adalah menghasilkan karyanya. Bagi-bagi tugas yuk. Ada yang menghasilkan karya dan ada yang mendokumentasikan (menulis buku, mendaftarkan HaKI-nya, dan seterusnya).
Siap? Atau mau jadi penonton saja? Boleh, tapi nanti jangan dongkol ya kalau disebut bangsa penyamun, perompak, pembajak.


Oktober 5th, 2007 at 8:56 am
Pak, ada usulan yang menarik di detikForum untuk membuat web tentang kekayaan seni dan budaya di negeri kita. Web itu menginventaris semua seni dan budaya yang berkembang di Indonesia, sebisa mungkin desertakan bukti keberadaannya.
Oktober 5th, 2007 at 10:52 am
kalau kantor HAKI ada di Indonesia, apa bikin kita jadi rajin daftar ya?
btw, kemarin nemu sayur lodeh di singapur, karya kuliner bisa dibajak gak ya?
Oktober 5th, 2007 at 12:35 pm
hem… malaysia lagi, malaysia lagi …..
Sampan Indonesia tidak dipencundangi lagi oleh malaysia, perebutan pulau, TKI …
Apakah indonesia gak ada taring lagi???
Oktober 5th, 2007 at 1:39 pm
indonesia dan malaysia memang benar kayak kakak adik yang selalu rebutan kue yang dibawa oleh ayah dari warung kopi…cocok banget…
Oktober 5th, 2007 at 1:48 pm
Pak,
cek blog saya deh….
udah ada jawaban buat pertanyaan datuk dari Malaysia itu lho
Oktober 5th, 2007 at 2:08 pm
Yayayaya… sebenarnya ini berita udah rada lama…. ada yang BERITA BARU nieh… yaitu situs Malaysia yang menampilkan lagu tersebut kena HACK… baca di http://puthzel.com/gunakan-lagu-indonesia-situs-malaysia-dihack.html
Oktober 5th, 2007 at 3:09 pm
heheh … jujur saja, tulisan bapak membuat saya tertawa kecil dan membuat saya tambah semangat. inilah ciri khas tulisan pak budi yang saya salut, (*sok muji)
Oktober 5th, 2007 at 4:02 pm
Ide Roi bagus juga.
Kita usulkan ke Malaysia untuk mengganti lagu kebangsaannya dengan “Indonesia Raya” saja. Nggak akan dituntut. Suwer deh.
(terus langsung masukkan ke daftar provinsi yang … hmm … keberapa ya? halah? kok nggak tahu? jangan-jangan anak Malaysia lebih tahu?)
Oktober 5th, 2007 at 5:26 pm
Negeri kita memang “lumbung padi” yah, Pa….
Kalau kita setuju dengan kalimat di atas, berarti negeri kita sebenarnya kaya kan??? Lalu dimana salahnya yah???
waduh… jangan-jangan anak-anak Malaysia yang baca blog bapak ketawa-ketiwi nih….
Izin :
Blog Bapak saya masukkan ke menu LINKs Blog saya…. (soalnya blog favorit saya)… thx
Oktober 5th, 2007 at 10:53 pm
Setelah pulau direbut, lagu direbut, terus apa lagi yang akan direbut?
Oktober 5th, 2007 at 11:57 pm
Malaysia Klaim Wayang Kulit
Satu lagi klaim Malaysia tentang kekayaan budaya Indonesia yaitu Wayang Kulit. Menteri Kebudayaan mereka Dr Rais Yatim mengungkapkan bahwa wayang kulit, yang sering dipentaskan di Malaysia, tak ada urusannya dengan Indonesia karena kesenian itu berasal…
Oktober 6th, 2007 at 1:26 am
Eh, Pak emang pemerintah Malaysia juga punya bukti otentik kalo lagu itu punya merek? Lagian definisi “bukti otentik” yg mereka minta itu seperti apa?
Saya taunya alasan mereka cuma karena lagu itu biasa dinyanyikan penduduk Malaysia di daerah xxx (lupa).
Kalau bukti seperti ini bisa enggak :
Di jaman saya belum sekolah (sekitar tahun 1991), saya punya buku lagu2 daerah indonesia (terbitan tahun 80-an). Didalamnya ada lagu rasa sayange. Berarti tahun 80-an Indonesia udah mencatat lagu itu sebagai lagu daerah Indonesia.
Bisa Pak?
Oktober 6th, 2007 at 5:48 am
kalo berharap pemerintah akan bertindak lebih jauh keliatannya susah mas….soalnya mereka sibuk mikirin THR biar keluarganya bisa lebaran.
menurut saya yach mas…..pemakaian lagu rasa sayange untuk promosi wisata malaysia adalah sebuah trik promosi malaysia untuk membentuk opini publik dunia dengan melibatkan bangsa indonesia. soalnya mereka tahu kalo kita ntu gampang dibuat marah…pas ramai didebatkan oleh indonesia dan malaysia secara otomatis, publik dunia akan penasaran dengan lagu rasa sayange versi malaysia, minimal kita harus buka situs dinas wisata mereka. iya tidak mas…??
.pandangan saya soal masalah ini dilihat dari sisi trik picik malaysia bisa di baca lengkap di blog saya. http://www.blogwarno.blogspot.com
thanks.
Oktober 6th, 2007 at 11:38 am
Kenapa gak bikin website semacam http://www.malingsiah.com
Isinya, ya daftar pencurian-pencurian yang dilakukan Malaysia (khususnya terhadap asset2 indonesia).
Tentunya harus di-backup fakta2 penunjang. Harus dalam bahasa internasional, inggris, biar bisa diakses masyarakat global. Dan harus dibuat supaya page-rank-nya di google tinggi, untuk pencarian: malaysia, malaysia tourism, malaysia culture, malaysia business, etc. Tugas SEO nerds tuh
Isinya bukan hanya soal pencurian senibudaya, tapi juga hal-hal seperti kayu illegal, ataupun praktek2 culas / korupsi bisnis malaysia yang beroperasi di Indonesia, etc.
Jadi…, ya…, media dibales media aja (tentunya upaya2 proteksi HAKI juga perlu ditingkatkan, biar gak kecolongan lagi…).
Oktober 7th, 2007 at 8:40 am
Usul buat mengganti lagu kebangsaan mereka jadi Indonesia Raya menarik sekali
) toh menteri pariwisatanya (si Adnan yang nikahi Enny Beatrice itu) juga sudah ngaku kalau Malaysia itu bagian dari Nusantara.
Oktober 7th, 2007 at 9:01 am
kita harus introspeksi ni…
Oktober 7th, 2007 at 12:00 pm
Setuju, Mas Anang. Kesimpulan saya pun begitu. Di samping kita juga harus mulai menyadari bahwa walaupun serumpun, ternyata Indonesia dan Malaysia tetap punya perbedaan dalam cara berpikir. Jadi kita harus mempelajari dan memahami cara berpikir mereka untuk mengantisipasi pergera’an-pergera’an mereka selanjutnya.
Oktober 7th, 2007 at 12:26 pm
Pak Budi,
Kebetulan saya sedang kerja di Kuala Lumpur dan beberapa hari yang lalu ada acara makan malam bersama dari kantor. Acaranya bertempat di Mandarin Hotel, alangkah terkejutnya saya, ternyata lagu penghibur tamu adalah lagu gamelan sunda! tapi tentu saja pakaian pemusik adalah baju melayu tulen. Hal ini bukan kali ini saja, karena saya juga melihat toko cenderamata di KLCC, memutar lagu-lagu seruling sunda di tokonya. Jadi, Malaysia sedang memposisikan negaranya sebagai Indonesia yang Multi-cultured pot dari seluruh gugusan Nusantara. Aneh bin ajaib Malaysia ini. Apa maunya? Caplok BHTV?
Oktober 7th, 2007 at 2:11 pm
Pak,
Kalau mau menelusuri artikel-artikel yang berkaitan dengan Mikroelektronika dan industrinya di Indonesia, dimana bisa saya dapatkan? Saya sangat tertarik dengan bidang ini, semoga cita-cita saya untuk mendirikan perusahaan desain IC terlaksana.
Oktober 8th, 2007 at 5:17 am
http://bolehnation.com/index.php?option=com_seyret&task=videodirectlink&id=346
Oktober 8th, 2007 at 6:36 am
Halo Putra Sunda, salah semangat.
Untuk pencaplokan oleh Malaysia, tidak usah marah deh. Saya akan membuat tulisan yang lebih positif.
Untuk Mikroelektronika dan desain IC, coba lihat http://www.paume.itb.ac.id dan juga mungkin ada tulisan saya di web saya (http://budi.insan.co.id).
Untuk perusahaan IC Design di Indonesia, coba lihat profil perusahaannya pak Trio (Versatile Silicon) di http://www.vsilicon.com
Mudah-mudahan bisa sukses.
Oktober 8th, 2007 at 12:35 pm
Mari kita caplok Siti Nurhaliza.
(** Halah OOT banget… **)
Oktober 9th, 2007 at 9:03 am
Atau mungkin karena banyak orang Malaysia sekarang sebenarnya berasal dari orang Indonesia juga ( Ayah / Ibu / Kakek / Nenek ) hijrah ke sana pada jaman dulu , sehingga secara turun temurun lagu tersebut dikenal oleh orang Malaysia.Sebagai contoh lagu keroncong di Johor dinyatakan sebagai warisan Johor yang memang banyak orang Johor berasal dari Jawa.Dan Kalau tidak salah Sultan Johor adalah keturunan Bugis juga.Jadi sebenarnya semua yang mereka claim itu adalah milik orang Indonesia yang hijrah ke sana dan mewariskannya kepada anak cucu mereka di Malaysia.Jadi sungguh tidak lucu kalau mengclaim itu product Malaysia
Oktober 9th, 2007 at 10:55 am
sekarang mah kita lihat aja reaksi dari pemerintah, apakah akan tegas mengambil sikap atau hanya dalam batasan yang tidak jelas alias abu-abu….saran sich janganlah alasan satu rumpun kita selalu mengalah dan sabar….emangnya kita mau dibilang rumpun bambu….
Oktober 9th, 2007 at 2:03 pm
Aah dasar malaysia, emang sih bangsa yang merdekanya dikasih ama penjajahnya, biasanya punya sifat yang ga jauh beda ama penjajahnya juga. doyan comot hak orang lain….dan bangsa yang kelamaan dijajah kadang-kadang suka ga nyadar kalo dia dijajah…abis udah biasa seeeh.
Oktober 11th, 2007 at 8:55 pm
menurut bocoran, deplu si malay itu kebanyakan orang sumatera atau keturunan sumatera. Jadi mereka sudah tahu karakter kita
Oktober 12th, 2007 at 12:11 pm
yang dipasang di kedutaan Malaysia di Jakarta, banyak juga yang keturunan Indonesia.
Oktober 12th, 2007 at 6:27 pm
MELIHAT MALAYSIA DARI KACA MATA PARIWISATA
Pandailah negara tetangga kita Malaysia yang hendak membuat sebuah negara yang menjadi miniatur Asia Tenggara.
Sehingga nyata semboyannya adalah; Malaysia adalah Asia Tenggara Sesungguhnya.
Jadi kalau anda punya waktu singkat untuk berlibur ke Asia Tenggara anda tidak perlu repot-repot ke Indonesia atau ke Singapura atau Filipina karena di Malaysia semua budaya dan kehidupan Asia Tenggara ada dan terwakili disana. Anda mau Sate ada, anda hendak melihat kain sarong ada, anda mau mendengar gamelan jawa ada, anda mau lihat kerajinan batik juga ada disana. Bahkan sekarang mau dengar lagu lagu melayu pun bisa seperti lagu Rasa Sayange.
Kalau anda seorang penjudi yang punya uang banyak tapi bingung mau main dimana dan dihabiskan dimana anda bisa ke Genting Island, silakan habiskan disana, dananya dapat digunakan untuk membangun kejayaan Malaysia. Meskipun Malaysia adalah negara muslim dan judi itu dosa, biarlah para penjudi itu berurusan dengan Sang Pencipta. Yang penting
Anda seorang pendaki gunung, anda tidak perlu khwatir Gunung kinabalu meski tinggi tapi nyaman dan mudah untuk didaki. Ditambah dengan Park dan Hutan lindungnya yang indah dan terjaga dengan bersih dan indah.
Dengan cara ini Malaysia meningkatkan pariwisatanya secara luar biasa dan menghasilkan devisa bagi negaranya.
Meskipun untuk yang terakhir harus bersinggungan dengan Indonesia karena rebutan lagu Rasa Sayange
Kalau tidak diambil oleh Malaysia maka lagu Rasa Sayange tetap lagu rakyat biasa yang tiada orang Indonesia yang perduli.
Oktober 15th, 2007 at 5:23 am
Malaysia pintar dengan pariwisatanya karena yang ditarget adalah mahasiswa asing yang tentunya akan berdiam tahunan di Malaysia, mereka tentu akan menyewa rumah, belanja keperluan hidup, menutup kekurangan biaya operasional Universitas karena mereka membayar lebih mahal. Dan tiap tahun, tentu keluarganya akan berlibur mengunjungi mereka, lalu tentu mereka juga akan berwisata di seluruh Malaysia. Coba dibandingkan dengan Indonesia yang hanya mengandalkan backpackers yang juga tidak banyak duit, tinggal di losmen yang termurah dan hanya tinggal dalam hitungan mingguan di Indonesia. Padahal dalam soal keramahtamahan dan keanekaragaman Indonesia jauh lebih baik dibanding Malaysia.
Oktober 28th, 2007 at 11:09 pm
USUL
Prosedur pembuatan hak cipta gimana sih sebenarnya? ada yang tahu gak? serta berapa lama masa berlakunya dan daerah cakupannya???
ada yang tahu?? saya tidak tahu.. kesalahan siapa ini???
November 3rd, 2007 at 1:42 pm
gw dah liat iklan pariwisata malaysia yang pake lagu rasa sayange..miris hati kuw…tapi satu hal yang gw liat di malaysia..objek wisata di malaysia itu bullshit semua ga se indah negara kita,,,,
November 26th, 2007 at 1:12 pm
malaysia tu negara mana ya? yang disebelah? aq kenalnya Malingsia
Hajar Bleer…….ganyang Malingsia
dah deh tu orang2 males nyanyi juga cempreng suaranya. emangnya mereka bisa apa?, nyuri, ama mlengah – mlengoh kayak sapi ompong iya.
Desember 28th, 2007 at 8:31 pm
setelah menjelek2an Malaysia, ternyata saya sadar bahwa bangsa kita masih loser, ini semua karena korupsi dan kepengecutan kita, saya ambil waktu 2 tahun, karena saya merasa cara Pakistan untuk menghukum politisi-politisi busuknya sangat ampuh. Lagipula, saya masih perlu kaya dulu untuk bisa bantu orang lain.
Ayo Indonesia, mari kita ngungsi ke negara lain…. apa masih mau makan hati?
Januari 25th, 2008 at 10:03 am
Memang benar, 20% rakyat malaysia berketurunan Indonesia dan moyang kami turut membawa bersama kebudayaannya. Jadi usah kita ributkan perkara ini.
Permusuhan tidak membawa keuntungan malah menguntungkan musuh bersama yang sentiasa ingin melihat bangsa serumpun ini berkelahi. Kalian perlu belajar dan bukan main sentimen emosional aja. Negara kami terdiri dari pelbagai budaya dari Melayu, Indonesia, Cina, India, Arab, Inggeris, dan kami eksploits kesemuanya asal saja positif dan membawa kemajuan dan untungan komersial.
Contohnya, mobil buatan malaysia. Dahulu hanya component dipasang di Malaysia kerana component penting seperti engine adalah dibikin dari Japan. Kini dengan kekuatan ekonomi kami membeli `LOTUS FACTORY & TECHNOLOGY’ dari UK dan kami telah bisa bikin engine sendiri dari teknologY Lotus Car. Terkini kami hantar Austranaut ke ISS dengan kerjasama dari Rusian dan kami menubuhkan Aerospace Center di KL dan Rusia. This is our vision for future development. Sebenarnya Indonesia & Malaysia perlu bersatu dan melupakan persolan kecil seperti lagu rasa sayange. Indonesia sebenarnya negara besar dan kaya dan boleh bekerjasama atas semangat persaudaraan untuk maju. Moyang kami dari Aceh, Jawa, Tanah Minag, Sulawesi, Selatan Thailand and Campuchea telah bersatu membangunkan Malaysia. Renungilah saudaraku…………seagama dan sebangsa
Oktober 24th, 2008 at 7:28 am
mmm….untung ga semuanya di caplok sama malasyia (KOK Masih Ada UNtungnya). Itulah peribahasa yang sering di ucapkan hampir rata-rata orang di INdonesia.
Coba Klo dagang VErsi Cina…Pastinya klo ga dapat untung, Balik Modal atau Untungnya dikit.
hehhe…………Cahyo Indonesia
Agustus 30th, 2009 at 3:04 am
lagu rasa sayange, pendet, wayang, lagi terang bulan jangan dianggap persoalan kecil. itu harga diri bangsa kami bung. kalau kalian anggap itu persoalan kecil, lebih baik kalian cari identitas bangsa kalian saja.
kami memang belum sanggup buat mobil, tapi kami tidak menjadi bangsa pencuri. bukannya kalian banyak mencuri dari kami. mencuri kayu dan kebudayaan kami.
orang malaysia jika merasa beradab, perhatikan perasaan bangsa lain.