Saya perhatikan bahwa mahasiswa sekarang di kampus diajarkan bahasa pemrograman berorientasi obyek, seperti C++ dan Java. Bagaimana dengan bahasa pemrograman yang lain? Nampaknya mereka harus belajar sendiri.
Baru saja saya ngoprek program di Linux. Setelah saya cermati, source code dari aplikasi yang saya oprek menggunakan bahasa C. Kernel Linux juga masih menggunakan bahasa C. Nah lho. Artinya bahasa C masih merupakan bahasa yang dominan di level bawah ya?
Oh ya. Selain menggunakan bahasa C, saya ternyata masih menyukai bahasa perl. Baru saja saya gunakan perl untuk memproses berkas yang dihasilkan oleh tcpdump. Ceritanya saya ingin melihat protokol dari YM. Jadi saya capture sesi YM saya dengan menggunakan tcpdump kemudian saya buka datanya dengan menggunakan skrip perl buatan sendiri (pakai modul Net::TcpDumpLog). Sudah ketemu polanya, tapi nampaknya harus baca dokumen dulu supaya tidak terlalu menebak-nebak. (Ada yang tahu dokumen yang bagus untuk memahami protokol YM ini? Update: Nemu … Yahoo Coder’s Cookbook.)
Sebetulnya saya tidak harus menggunakan perl. Saya bisa menggunakan Ethereal (Wireshark) untuk melihat datanya, tapi biasa … kurang macho kalau nggak buat skrip sendiri. he he he.
Moral of the story? Nampaknya bagi Anda yang mau ngoprek, bahasa C masih penting. Mungkin juga perlu ditambahkan satu bahasa scripting lagi. Saya pilih perl, tapi Anda bisa pakai python, ruby, atau yang sejenis. (Eh, kalau untuk low-level operation, seperti baca berkas tcpdump, apakah python dan ruby juga asyik? Saya tertarik untuk belajar ruby, tapi belum sempat dan belum ada insentif untuk melakukannya.)


Oktober 6th, 2007 at 11:25 am
100% setuju, pak. C + 1 bahasa pemrograman yang lain [biasanya untuk interface saja] = great applications
Oktober 6th, 2007 at 12:26 pm
untuk dulu prokomku belajar C, hehehe
Oktober 6th, 2007 at 2:10 pm
Mas Bud kalo utk urusan ngolah tcpdump atua seperti diatas (bahkan utk sniffer dsb), bisa pakai Python. Cara tersimple dengan manfaatkan Scapy [http://www.secdev.org/projects/scapy/]. Pakai scapy bisa capture packet, jalankan scripting, dsb.
Untuk scripting disamping Python, LUA juga bisa ditoleh (banyak dipakai di game, dan juga di nmap dan fortress).
C banyak dipakai, sama dengan COBOL yang juga masih banyak dipakai, atau FORTRAN. Makanya 2 bahasa “dinosaurus” itu tetap diberikan ke mahasiswa saya di Jakarta.
Oktober 6th, 2007 at 2:50 pm
Bahasa C ini memang ‘sakti’ menurut saya. Soalnya orang2 yang main di level bawah, meskipun pada awalnya asyik dengan assembler, buntut2nya bikin library dalam C.
Trus untuk orang2 yang main di bahasa level yang lebih atas, misal Java, kalau nggak ngerti pointer ga ngerti tuh kok bisa ada “object” di memory-nya…
Oktober 6th, 2007 at 3:15 pm
Para professional elektronika (embedded system) masih menggunakan bahasa C di bidang otomotif, aeronautik, serta otomasi industri.
Kecuali ada bahasa lain yang memiliki translator (compiler) langsung ke level bawah, bahasa C akan tetap mendominasi.
Trend saat ini di tiga bidang tadi, UML digunakan untuk pemodelan software, sedangkan C-code dihasilkan secara otomatis (automatic code generation). Oleh karenanya, UML + C sangat cocok diajarkan kepada mahasiswa Elektronika untuk keperluan industri saat ini, disamping verilog/VHDL.
Oktober 6th, 2007 at 3:31 pm
Saat ini utk embedded yg bersifat kritis. C sudah ditinggalkan. Orang pakai high leve safe language (Ada, Scade dsb) yg akan mengkonversi ke kode mesin langsung secara aman.
Sudah banyak bahasa utk klas embedded yg memiliki translator, atau bisa juga via “Safe-C” dalam proses translasinya (sub class C yg aman).
Oktober 6th, 2007 at 5:05 pm
wah… saya mah nggak ngerti bahasa pemrograman pak! tapi seru baca posting sama diskusi komentarnya. memang hebat nih orang2 IT tuh… salut deh.
Oktober 6th, 2007 at 8:34 pm
Menurut saya semuanya tergantung tujuannya. Bahasa tertentu lebih baik untuk hal-hal tertentu. Untuk yang dekat dengan hardware (OS dan device driver) dan butuh performence tentu memakai C. Untuk aplikasi enterprise web-based mungkin J2EE atau .NET. Shell Scripting cocok dengan Perl. Python cocok untuk pemrograman cepat (prototyping).
Tetapi tentu saja itu tergantung orangnya juga. Kalau memang memiliki knowledge yang luas di Java, tidak akan produktif kalau disuruh pakai Perl.
Oktober 6th, 2007 at 9:00 pm
hey, interesting!
http:–search.cpan.org/search?query=tcpdump&mode=all
http:–rubyforge.org/search/?type_of_search=soft&words=tcpdump&Search=Search
http:–www.google.com/search?q=ruby%20tcpdump&sourceid=mozilla2&ie=utf-8&oe=utf-8
http:–groups.google.com/group/comp.lang.ruby/search?group=comp.lang.ruby&q=tcpdump&qt_g=Search+this+group
Oktober 6th, 2007 at 9:02 pm
Saya masih pake assembler dan C utk sistem embedded. Tapi bakal binun klo dah ditinggal berbulan-bulan ;p. Istimewanya binary yg dihasilkan sangat optimal sizenya
Oktober 6th, 2007 at 10:38 pm
memang sepertinya C masih dominan digunakan untuk urusan level bawah. tetapi yang namanya bahasa ya sebatas keyword, sintaks dan semantik. sementara sebagai pilihan untuk pengembangan aplikasi faktor cakupan pustaka sepertinya lebih berpengaruh dibanding keindahan bahasa.
Oktober 7th, 2007 at 12:02 am
Python, mnrt saya, masih lebih bagus dr Perl. Dulu sering program pake Perl, after 6 months or so, I realized that I couldn’t even recall what I was doing. Trus kmrn kerjaan musti pake Python, lebih elegant mnrt saya. Buat GUI bs pake Tk, sama kayak Perl. Di Python ada module Tkinter.
Mengenai kernel yg banyak pake C, instead of C++ for example, it karna si Linus sendiri emang demen pake C, dan dia pernah bilang C++ is a horrible language. http://thread.gmane.org/gmane.comp.version-control.git/57643/focus=57918
Selain itu ya karna C adalah bahasa yg paling deket ke hardware, setelah assembly.
Oktober 7th, 2007 at 3:54 am
@Imw:
Yup, ‘safe-C’ standar seperti MISRA-C membatasi penggunaan pola tertentu dalam bahasa C. Bukan berarti tidak boleh sama sekali digunakan, namun pembatasan diadakan karena ketidaktelitian programmer dalam menggunakan pola-pola kritis tersebut dapat menyebabkan sistem ‘crash’. (kasus terkenal meledaknya peluncur roket/satelit Arianne 5 gara-gara ‘arithmetic overflow’).
Asalkan bisa membatasi diri, mengetahui keterbatasan satu pola program, serta meyakinkan konsumen bahwa dengan penggunaan pola itu untuk sistem yang kita buat masih aman, satu atau aturan dari standar bolehlah tidak ditaati.
Yg jelas, semakin ‘safety critical’, kebutuhan untuk pengujian sistem semakin kompleks.
Btw, Matlab dgn dSpace-nya adalah alternatif lain automatic code generation untuk sistem kontrol.
Oktober 7th, 2007 at 4:55 am
Beres akhirnya. Jalur yang saya lalui akhirnya adalah tcpdump / snort, perl + Net::TcpDumpLog, skrip buatan sendiri. Jadilah sniffer yahoo messanger.
Kenapa pakai perl? Ya karena biasa saja dan masalah madzhab
Long live JAPH (Just Another Perl Hacker).
Oktober 7th, 2007 at 12:54 pm
kalau gemar C mungkin bapak bisa bisa nyicipin Yahoo Decoder di http://www.intellectualheaven.com. source codenya C dan bebas dipake………
Oktober 7th, 2007 at 1:18 pm
Wah Iman, saya lihat itu platformnya MS Windows ya. hik hik hik. Saya gak familier dengan coding networking di Windows. Jadi sementara ini belum dulu deh. Lihat-lihat code-nya sih masih mungkin.
Oktober 7th, 2007 at 2:59 pm
Bahasa kan cuman tools pak, saya sendiri tergantung environment dan duitnya
, kalau perlu pake C ya pake C, kalau perlu C++ ya C++, kalau Java ya Java, kalau Perl ya Perl, toh sintaksnya pada gak jauh2 amat, …..
Oktober 8th, 2007 at 5:35 am
untung sempat belajar bahasa c selama 1 tahun.
Oktober 8th, 2007 at 7:09 pm
jadi
iin g bisa apa-apa karena kebanyakan pakai bhs pemrograman
jadi tidak ada yang mendalam, bisanya dikit2
ajarin iin donk Pak Budi
Oktober 8th, 2007 at 9:37 pm
Salah satu penyebab C lebih banyak dipakai dibanding C++ pada pengembangan aplikasi opensource (termasuk kernel linux) adalah masalah optimasi. Kode yang dihasilkan compiler C++ “terlalu gemuk” bila dibandingkan dengan hasil dari compiler C.
Februari 19th, 2008 at 9:40 am
wah hebat…hebat temen-temin,kawan-kawanku semua,aku sebenarnya adalah peminat baru di bidang bahasa assembler tapi nda tau harus darimana mulai untuk belajarnya?, … kalo ada temen temen yang mau bantu aku untuk mempelajari bahasa assembler khususnya untuk pengmograman pada mikrokontroler dari dasar atao awal hingga bisa aku bertrimakasih banget, pokoknya kalo temen cewk bakal aku jadiin pacar tapi kalo cowok bakal aku jadiin sdr He..he..he( kayak sayembara aja) please bantu aku ya ini emailku adeslamet2003@yahoo.com, trimakasih banyak sebelumnya ya
Februari 29th, 2008 at 11:22 am
kalo sy seh pak baru belajar bahasa n baru knal ma yang nm-a bahasa C.membaca tulisan bapak ne…bt pengetahuan saya bertambah.thank’s
Maret 24th, 2008 at 8:37 pm
boz,,salam kenal..
eh ajarin gue bahasa c dunkk,,masih low level bangget nech,.
kalo bisa kirim referensinya via e-mail gue di vhiesayangkamu@gmail.com
hatur nuhun oceh..
April 30th, 2008 at 2:05 pm
mo tanya.. gmn cara posting kode2 bahasa c, coz sewaktu saya posting yg keluar hanya sbagian kode .. saya sudah menambah tanda petik tapi juga tidak bisa.. sbaiknya bagaiman,, makasih atas prhatian dan jwbannya,,, lihat blog saya di about-bahasa-c.blogspot.com..
e-mail licko_daisuke@yahoo.com
thx b4
Juni 26th, 2008 at 12:37 pm
emm….sebenernya….pgn bgt belajar bahasa c….tp g da yg ngajarin,,,,gmn ya buar lncar belajar programnya????pgn deh piter pemrograman….
Juni 26th, 2008 at 12:40 pm
emm…kykny emg harus belajar sendiri dl….gaptek bgt deh….y mungkin semangatnya kurang….:-) mohon bimbingannya ya….thQ
September 3rd, 2008 at 9:14 am
tolong ajarin saya donk bahasa c saya gak isa2
soalnya di kul ada materinya dan dosenya agak cuek
plissss kirimin tutorial yang mudah ke email ku :
b4yu_best@yahoo.com
Juli 26th, 2010 at 1:02 am
c programming language justru menurut saya,,,yang paling penting…hehe…..:)…terima kasih