Sejak dulu sampai sekarang nggak pernah berhasil menulis novel. Saya ingin buat novel untuk diri sendiri, tidak untuk orang lain. Kalau orang lain mau ikutan menikmati sih boleh saja, tapi tujuan saya memang bukan untuk mencari ketenaran atau popularitas.
Soal usaha, saya sudah berusaha keras. Beberapa buku sudah dibaca. Menulis sudah mencoba. Hasilnya setengah matang, bahkan cenderung mentah. Malu membacanya.
Nah, bulan November ini merupakan bulan latihan menulis lagi. Saya ikutan “National Novel Writing Month” (web di nanowrimo.org). Idenya adalah selama satu bulan penuh kami berusaha menuliskan tulisan (novel) secepat-cepatnya dan sebanyak-banyaknya kata yang bisa ditulis. Targetnya adalah banyaknya kata. Kuantintas lebih penting dari kualitas. Lho? Serius. Beneran. Saya tidak berbohong. Memang begitu. Coba deh ikutan.
Ini tahun kedua (eh apa ketiga ya?) saya ikutan. Tahun lalu sangat mengecewakan bagi saya karena saya hanya bisa menulis 150 kata. Sisa waktu yang ada saya terlalu sibuk dengan pekerjaan. Tentu saja pekerjaan masih lebih utama dari upaya menulis novel ini, tetapi setidaknya saya bisa menulis lebih dari 150 kata. Bah, kucing saja mungkin bisa nulis lebih banyak. he he he.
Tahun ini saya tidak berani membuat sebuah target, tetapi saya tetap mau ikutan. Ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan dan semuanya membutuhkan waktu saya untuk membaca, berpikir, dan menulis. Agak susah juga membuat waktu untuk mencoba menulis novel. Tapi, saya mau nekad. Kalau tidak dipaksa begini kreatifitas tidka muncul.
Hmmm…. mau nulis tentang topik apa? Maybe a science fiction story? Sebentar, mau nonton Heroes dulu ah. (Mencari alasan pembenaran untuk nonton Heroes. he he he.)
tentang 0-day pak ?
hihihihi…
bikin judul, “novel tanpa kata”
Bener Pak Budi, quantity over quality. Enggak buruk kok. Soalnya, biarpun novel itu nanti akan diniatkan serius, pastinya akan mengalami revisi lagi dan lagi.
Jadi, pada awalnya tulis aja dulu yang banyak, toh baru draft awal. Nanti juga bakal dapet banyak ide buat dipoles biar lebih bagus
Selamat menulis Pak Budi!
Tahun lalu cuma sanggup sampai setengah target. Tahun ini maunya bisa sampai selesai, pak..
susah nulis yang fiktif apa non fiktif?
-IT-
Judulnya novel 150 kata.
Maksud saya, judul novelnya “150 kata”
sorry pak budi
plizzz buka block bapak yang http://rahard.wordpress.com/2006/03/07/dicari-bandartispenyanyi-indie/#comment-21562
disitu banyak orang yg menantikan balasan comment dr bapak (“trmasuk saya pak”he5X)thanks !!!!
Menulis novel lagi? Atau lagi menulis novel?
[...] gua tahu tentang NaNoWriMo dari blognya Pak BR. (Biar masuk trackback, [...]
pak..salam kenal..saya ingin membuat novel..novelnya sedang saya buat..(dalam tahap permbuatan)..saya minta tolong kepada bapak untuk membantu saya untuk mengedarkan novel tersebut..saya minta tolong yach pa..
trima kasih yang sangat besar..
yaaah… harusnya mah kalo emang mau jadi penulis novel hebat, yang namanya nulis udah sejalan ama napas. hehehe. nulis nggak mikirin apa-apa lagi 9apalagi honor). suseh yee…
salam kenal.
nulis novel??? Udah lama tuch sejak tulisan pertama saya buat disebuah buku tulis dan dibaca oleh temen-temen sekelas. Sekitar 15 thn yang lalu…
nulis surat yang isinya seperti novel??? (Abis, berlembar-lembar sih..). Itu juga udah lama bgt. Terakhir tulis surat spt itu thn 2000.
sekarang, nulis lagi yuk….
nulis novel itu mengasikkan sekaligus rumit kalo kita gak ngerti apa yang kita tulis…
bagus tuh, coba aja dimulai sekarang
please, visit my site
need advise