Hujan besar mengguyur kota Bandung. Namun, kami nekad juga pergi ke tempat pertemuan bulanan Bandung High Tech Valley – BHTV. Seperti biasa, beberapa air solokan melimpah ke jalan sehingga menyebabkan kemacetan di beberapa tempat. Pertemuan BHTV ini tetap banyak yang datang. Hujan bukan alasan untuk tidak datang! Kali ini pertemuan kembali diadakan di IZI, jalan Ambon. Setelah makan malam, acara dimulai.
Acara pertama adalah presentasi dari Zaki Akhmad mengenai “Panduan Penelitian Open Source Software”. Mengapa perlu ada panduan penelitian OSS? Bukankah OSS itu bebas-bebas saja? Tentu saja bebas untuk meneliti OSS, akan tetapi jika pendanaanya berasal dari sumber yang terbatas – misalnya dari Pemerintah – kita harus pandai-pandai memilah topiknya dan bersinergi (agar tidak terjadi penelitian yang sama diulang).
[Foto Zaki memberikan presentasi.]
Dokumen mengenai Panduan Penelitian OSS ini dapat diambil di beberapa tempat, seperti misalnya di budi.insan.co.id/docs
Pembicara kedua adalah Anton, yang mempresentasikan penelitian “Virtual Office”-nya sebagai bagian dari penelitian yang dilakukannya di ITB.
[Foto Anton memberikan presentasi]
Virtual officenya belum selesai, namun beberapa fitur sudah ditampilkan. Nampaknya pendengar banyak yang tertarik untuk menggunakan software ini. Anton, kapan kita bisa coba?
Pembicara ketiga adalah pak T.A. Sanny. Pak Sanny bercerita mengenai hasil kunjungannya terakhir ke Bangkok (Thailand), Bangalore (India), dan Tokyo (Jepang).
[Foto T.A. Sanny menceritakan perjalannnya ke beberapa technopark.]
Cerita yang menariknya adalah tentang Bangalore. Pak Sanny menunjukkan “pasport Bangalore”, yaitu buku kecil tentang Bangalore yang berbentuk sebuah paspor. Di dalamnya ada banyak statistik tentang Bangalore yang membuat kita terkagum-kagum, sekaligus bertanya-tanya dapatkah Bandung menjadi seperti Bangalore. Nanti saya cuplikkan statistiknya di sini.
Pembicara keempat adalah pak Dimitri Mahayana. Dia bercerita mengenai kunjungannya ke Korea, khususnya untuk mencari game technology. Ada beberapa statistik yang juga membuka mata kita.
Di sana ada 80 perguruan tinggi yang menggelar program studi games. Ada tiga pilihan, game plan (untuk membuat ceritanya), game programming (yang membuat kodenya), game graphic design. Kelulusan mahasiswa ditentukan dengan proyek akhirnya yang berupa games.
Banyak games yang bagus-bagus dan dikira oleh pak Dimitri dibuat oleh satu tim yang terdiri dari 20 atau 30 orang. Ternyata, satu games dibuat oleh sebuah perusahaan yang hanya berisi 4 orang. Bisakah kita?
Pembicara terakhir adalah Jhony. (Sayangnya saya lupa mengambil foto.) Diskusinya adalah tentang fiber optic Jakarta Bandung. Jika kita menggelar fiber optic dari Jakarta ke Bandung, apakah ada bisnisnya? Apa? Siapa kira-kira pelanggan atau potensi pasarnya? Kami masih belum tahu jawabannya dan akan melakukan brain storming (via email?).
Pak Sanny mengusulkan agar kita membuat sebuah acara yang cukup besar di bulan Desember ini. Semuanya bersemangat.
Acara ditutup pukul 21, kurang sedikit, seperti janji saya. Acara pertemuan seperti ini sangat saya sukai karena kita bisa bertukar ide, cerita, dan membuat kita tetap bersemangat untuk menggarap teknologi di kota Bandung ini. Jadi ingat “homebrew computer club” di Stanford pada awal tahun 70-an, yang kemudian menghasilkan PC industri – setidaknya Apple
Lain-lain: daftar hadir ada di Zaki(?), Yudhi seharusnya membuat minutes of meeting, Amal kontribusi cerita dan foto, dan Yan mendokumentasi makanan. he he he. Terima kasih kepada pak Hunain (IZI) yang menyediakan tempat dan pak Dimitri untuk makanannya. Tentu saja terima kasih kepada rekan-rekan yang datang dan membuat acara ini menjadi seru!
Hidup Bandung High Tech Valley!
Aku nggak baca post pak budi yang tanggal 8, jadi nggak tahu kepastian acara ini
Padahal jumat malam saya tidak jauh dari IZI.
Sukses buat BHTV…kita pasti bisa…
Haha, laporannya keduluan sama saya pak…:p
Pak, kalo ada diskusi Quantum Computer, mohon adinda dilibatkan …
Agung@Keio
[...] terkait juga bisa dilihat di blognya pak Budi, dan [...]
Terima kasih atas link dari Donnyreza, IndraKH, dan Yan (yang ini soal makanan – he he he). Ayo komentar yang lain mana? Amal?
Pak Budi.
Bagaimana kalau acaranya diadakan hari sabtu?….maklum banyak orang Bandung yang “ngumbara” ke Jakarta seperti saya…
[...] presentasi saya bisa disimak di blog Pak Budi Rahardjo, Mang Indra KH atau di Donny [...]
wah, sy baru tau ada yg beginian.. menarik. apa BHTV komunitas terbuka?
saya tertarik pernyataan Dimitri yg konon satu games dibuat oleh sebuah perusahaan yg hanya berisi 4 orang.
Ada yg tau ga ya…, berapa lama satu games selesai dibuat oleh perusahaan dg 4 orang tsb?
Jenis games apa aj yg bisa dibuat oleh perusahaan dg 4 orang tsb? Games kartu, catur, congklak atau jenis apa ya??
Sebagai gambaran, satu games WII Music aj yg sudah didemokan sejak 2005 Tokyo Game Show, sampe sekarang 2007 belum direlease (setidaknya saya belum temukan di Mangdu
Mungkin games WII Music ini di-subkan ke perusahaan korea dg 4 orang tsb, ya pantesan lluammma…..
Thengs
Senang baca laporan ini. Terima kasih, mas. Saya duku secara virtual dulu.
(yech! Maksudnya “dukung”.)
Mas, apa bisa kasih kita (majalah Teknopreneur) press release ttg kegiatan2 mengenai BHTV ? Kalau boleh, kita mau buat satu kolom khusus ttg BHTV, hitung2 bentuk dukungan dr majalah Teknopreneur…
Apa teman2 di BHTV jg senang membahas topik ttg venture capital? kita berencana utk mengadakan satu diskusi ttg venture yg benar2 venture dlm waktu dekat…
Adie, tentu saja boleh majalah Teknopreneur melansir kegiatan-kegiatan kita. Kapan mau ikutan temu daratnya?
wah.. acara seperti ini tuh sangat bangus sekali pak…
usul pak… bagaimana jika acara tersebut sesekali diadakan di luar bandung….
ex yogyakarta