Bingung mau menulis judulnya. Saya mau cerita tentang kegiatan saya yang berulang terus, yaitu sibuk. he he he.
Kemarin hari saya dimulai dengan memberikan presentasi di sebuah perusahaan BUMN. Pagi itu Jakarta hujan (mungkin dari semalam, tetapi saya tidak tahu karena semalam saya tertidur nyenyak). Akibat hujan yang panjang ini, saya sulit mendapatkan taksi. Saya harus menunggu sekitar 45 menit untuk mendapatkannya. Sesampainya di tempat presentasi, acara sudah mulai meskipun sesi saya masih nanti jam 10:30.
Presentasi saya – tentang security – berjalan dengan mulus. Setelah presentasi, ada banyak foto yang diambil. (Nanti kalau saya diberikan fotonya akan saya tampilkan di sini.) Memang nampaknya saya harus bawa juru foto sendiri, ya? ha ha ha. Memangnya demikian hebatnya sehingga bawa juru foto sendiri?
Acara siang dilanjutkan dengan presentasi pekerjaan di salah satu klien kami. Yang ini juga berjalan mulus. Lepas dari itu kami pulang ke markas dan merencanakan untuk makan malam. Berempat – saya, yan, rois, indra – kami mencari malam.
Makan malam … atau lebih tepatnya ngamuk, he he he, di bendungan hilir. Tentu saja yang dibidik adalah seafood. Hajar bleh. (Mau lihat fotonya? Lebih baik lihat di halamannya Indra. Di sana ada cerita yang lebih lengkap dan foto ngamuknya. he he he. Waduh, ada foto saya juga di sana. ha ha ha.)
Jam 8-an kami ke Plasa Semanggi. Saya ada janji wawancara di sana. Kasihan juga kepada para pewawancara ini karena kegiatan ini merupakan kegiatan yang tertunda, karena sebelumnya acara saya selalu berubah dan mereka akan kesulitan kalau harus mewawancara mulai dari jam 10 malam. Wawancara, atau lebih tepatnya survey, tentang industri telekomunikasi berlangsung dengan baik.
Begitulah contoh kegiatan saya yang berulang; presentasi, presentasi, presentasi / wawancara, ngamuk makan. Repeatable (bad) habit?
mesin yang terus bergerak…tanpa bisa dikendalikan mungkin?
Sibuknya kayak gitu pantes aja ranking universitas di indonesia turun terus, dosennya diluar terus/ngobyek terus, lah kapan ngurusin universitasnya…. hi hi hi
open source … tidak perlu mengulangi pekerjaan (riset) yang telah dilakukan orang lain…
outsource … tidak perlu mengerjakan pekerjaan orang lain (profesional/spesialis)…
jadi kita kerja apa dong? hehehhe
Foto menyusul biasanya menjadi “kata ampuh” di berbagai blog, tapi biasanya fotonya gak jadi diupload2 karena berbagai macam kesibukan
Wah…kita punya kegiatan yang sama pak budi.Saya pagi kuliah, ikuti lab, diskusi, pulang sampe rumah buat tugas, baca buku, terus tidur. Besoknya gitu lagi kecuali hari libur.
Salam kenal dengan Pak Budi Rahardjo, saya Dimas di Medan sering ngunjungi blog ini.
http://dimas05.wordpress.com
Yang penting Pak Budi menikmati pengulangannya ini ..
Malah mungkin sudah masuk ke level nemuin ‘flow’ aktifitas kerja .. Kalau kita kerja dan sudah masuk ke ‘flow’ ini … hmmm .. selama apapun kerja ya ndak masalah … Bgtu thoo
Sibuknya kayak gitu pantes aja ranking universitas di indonesia turun terus, dosennya diluar terus/ngobyek terus, lah kapan ngurusin universitasnya….
_____________________________________________________________________
Kesibukan seorang dosen tak harus langsung dikaitkan dengan ngobyek, dosen punya Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang antara lain juga harus mencerdaskan masyarakat. Apalagi jika tugas memberi seminar tsb untuk dan atas nama PTN dimana ybs menjadi dosen, maka tentu saja hal ini akan menambah ilmu bagi masyarakat. Seperti halnya di UI, mengapa ada LM FEUI…agar lulusan terbaiknya tak perlu kerja diluar, tapi bisa tetap menjadi dosen, menerapkan ilmu, namun penghasilan mencukupi. Hasil dana yang dikumpulkan digunakan untuk kebaikan PTN tsb, apalagi sekarang udah BHMN, jadi PTN harus mandiri.
Keuntungannya, jika dosen dapat bekerja menerapkan ilmunya diluar mengajar, dan mengaplikasikan ilmunya di dunia praktek, akan semakin meningkatkan ilmu di PTN tsb, sehingga PTN tak hanya sekedar menara gading.
Untuk setiap pengulangan, apakah kenikmatannya selalu bertambah atau tidak, ya Pak? Jika bertambah, menurut saya, Bapak sudah mengikuti hukum alam yg positif. Seperti bumi yang selalu berputar dengan cara yang sama, namun darinya, setiap saat tumbuh kehidupan yang semakin kaya. Kalau itu yang terjadi, saya juga ingin sibuk seperti Bapak
Kadang memang pengulangan itu membosankan. Jadi saya harus melihat hal-hal yang baru, sudut pandang baru, pertanyaan baru, lingkungan baru, dan seterusnya sehingga tidak membosankan. Oh ya, yang baru itu belum tentu selalu menyenangkan. :p he he he.
Anyway, sementara ini masih okey …