Kata orang Barat, sarapan merupakan makan yang terpenting. Breakfast is the most important meal. Itulah sebabnya orang Barat sarapan dengan menu yang bergizi, misalnya cereal dan susu plus jus. Didukung dengan sarapan yang baik ini, pada pagi hari para pekerja bisa menjalankan tugasnya dengan sempurna. Layanan menjadi prima karena didukung dengan energi dan keceriaan.
Sebaliknya, orang Indonesia sarapan seadanya. Apa yang ada di meja, itulah yang dimakan. Seadanya. Ada juga yang sekedar minum kopi. Yang penting adalah perut terganjel. Toh nanti ada makan siang, yang serius adalah makan siang. Dengan modal energi yang minim, seadanya, mereka menuju tempat kerja. Sudah dapat kita bayangkan layanan yang akan kita terima.
Di siang hari, orang Barat makan secukupnya. Bisa jadi mereka hanya makan setangkap roti dan satu botol jus. Setelah makan siang yang cepat, mereka bisa kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan mereka.
Kita? Makan siang yang banyak dan kenyang karena tadi pagi hanya sarapan seadanya. Makan siang merupakan hal yang terpenting bagi orang Indonesia. Nasi dan lauk pauk yang komplit merupakan menu utama – tentunya dengan asumsi kita sanggup membelinya.
Makan siang yang komplit dan mengenyangkan ini membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk melakukannya. Setelah makan, timbul rasa ngantuk. Nampaknya seluruh jiwa dan raga dikerahkan untuk memproses makan siang itu. Oksigen digunakan mati-matian untuk membakar makanan, menyisakan sedikit untuk otak. Maka kondisi ini yang dibawa kembali ke kantor. Mau membayangkan layanan yang kita terima?


Desember 10th, 2007 at 6:59 pm
Hehehe… kalo orang Indonesia sarapan kayak makan siang… di kantor kadang-kadang ngantuk lagi
Desember 10th, 2007 at 7:23 pm
saya kadang mikir.. orang barat sana kok bisa kenyang hanya dengan makan setangkup roti ya.. klo disini yg namanya makan ya biasanya makan nasi
, sebelum makan nasi belum dinamakan makan
Desember 10th, 2007 at 7:55 pm
Walah, aku malah paling sering absen sarapan. Siang baru makan betulan kalau betul-betul ingat (kalo diingatin teman itu juga). Pola makanku berarti kacau banget. Perilaku terkaitnya gimana ya… :-S
Desember 10th, 2007 at 8:02 pm
Mas Bud ? Yg dimaksud orang Barat itu orang mana hehehehe, jangan semua bule dibilang barat ah. Model makan siang setangkep “sandwich” dg juice itu adalah model bawaan Inggris, jadi negara seperti Australia, USA, Kanada banyak yg bergaya seperti ini.
Kalau “barat” itu di Eropa daratan lain lagi. Di Jerman, makan siang lumayan besar (silahkan dicoba menu Mensa
misal di kampus saya . http://www.studentenwerk-bielefeld.de/cgi-bin/cgiwrap/stwerk/stw_bi/Week.pl?bielefeld_uhg
Nah makan malam baru pada kondisi simpel mereka makan roti saja (Abendbrot). Tapi tentu saja roti dan teman.teman.
Buat yg bingung kenapa orang “barat” makan setangkep roti kenyang, karena mereka ngemilnya makanan berenergi tinggi, misal “coklat”, dan lainnya yg manis-manis.
Jangan silau dg pola makan orang Barat, karena mereka sekarang malah pengen niru pola makan orang Asia. Jadinya rebutan deh beli tahu dan beras.
Desember 10th, 2007 at 8:26 pm
Wah saya jadi geli baca tulisan mas budi ini, ada benarnya juga sih.
Mungkin karena budaya orang Indonesia seperti itu kali ya?
Saya bekerja di PMA Jepang, menemukan perilaku yang sama seperti yang mas Budi bilang.
OK keep writing..
Desember 10th, 2007 at 8:54 pm
Waktu saya di Spain dan UAE, pola makan seperti di Indonesia. Pagi light, siang berat, malam berat. Mana ada tidur siang pula kalo di UAE.
Desember 10th, 2007 at 9:14 pm
Omong-omong soal makan, jadi ingat dulu Kartun Mat Karyo di Suara Karya:
Desember 10th, 2007 at 9:24 pm
#6, di Spanyol kan juga kebiasaan tidur siang ada (Siesta).
#7, kerja santai itu gayanya tapi belum tentu keseriusannya. Lha orang Indonesia kan terkenal hobyy ketawa-ketiwi. Jadi sering dikira tidak serius (termasuk saya sering dikira tidak serius bekerja karena kebanyakan ketawa). Tapi kini manajer Jerman harus banyak yg ngambil “kursus” ketawa dan humor.
Desember 10th, 2007 at 9:46 pm
@IMW: saya ngemil coklat tetap aja gak cepet ngerasa kenyang
Desember 10th, 2007 at 9:48 pm
orang indonesia makan berkeringat kalau kerja ga berkeringat hahahaha… kutip dari momon..
Desember 10th, 2007 at 9:50 pm
ralat dikit: maksudnya mencoba ngemil coklat.. masih jarang2 beli coklat sih
Desember 10th, 2007 at 11:03 pm
Iya benar Pak Budi. Makanan yang baik itu dilihat dari kualitas makanannya bukan kuantitas makanannya ( atau asal kenyang).
Sepengetahuan saya makan yang benar itu 6-8 kali sehari, hanya porsinya sedikit-sedikit (separo dari biasanya) serta benar. BENAR disini berarti yang dimakan harus diperhatikan asupan gizinya.
Misalnya :
Setelah bangun pagi, sarapan Sereal + Susu . 2 Jam kemudian memasukan lagi Roti dan Apel. 2 jam kemudian saat makan siang, nasi dan lauk pauk lainnya, begitu seterusnya, ingat porsinya separuh dari biasanya.
Dengan metode ini, insyaallah apa yang kita makan akan menjadi energi semua, tidak terbuang percuma atau menjadi lemak yang menumpuk.
Dan yang pasti, tidak menjadi ngantuk he he he
Desember 10th, 2007 at 11:34 pm
Kang Boing justru menurut saya, di Indon gak ada definisi sarapan,makan siang, makan malam. Coba liat saja setiap warung makan rame truus any time , mo jam 7 pagi kek, jam 9 AM, jam 16 sore dst. Jadi barangkali bukannya kita sarapan seadanya, tapi emang kapan saja boleh dan bisa makan (undefine meal time kali ya)
Desember 11th, 2007 at 12:03 am
Nggak salah tuh susu plus jus ?
saya pernah minum susu dan jus sekaligus pagi itu, akibatnya sakit perut, mules luar biasa
Desember 11th, 2007 at 12:27 am
Pak Budi, Setahu saya sarapan orang barat (Belanda) yang saya tahu juga berat kok. Mereka makan roti bisa 2 tangkup jam 8 pagi, lalu jam 10 2 tangkup lagi, jam 12 siang, 14, 16..trus jam enam teng makan malam. Plus ngopi 2 kali sehari (jam 10 dan 15). Trus kerjanya kapan? Apa karena di Belanda sistemnya dah mapan ya…jadinya kerja dikit tapi tetep hasilnya bisa bagus. Apa gitu??
Desember 11th, 2007 at 12:36 am
mau makan teratur kek gak teratur kek…..semua kembali ke manusia nya sebenernya……
Desember 11th, 2007 at 4:57 am
#10: yang benar begini: orang indonesia itu kalau makan berkeringat, kalau kerja berasap. Maklum, habis makan besar harus disempurnakan dengan setarik dua tarik asap rokok, sekalipun sambil bekerja.
#15: buat pekerja keras, orang belanda itu ngopinya lima kali sehari. Jam 8 sudah bawa kopi ke meja kerja. Jam 10.30 adalah waktu ngopi wajib ke coffee corner. Jam 13 ngopi habis makan siang di bawa ke meja. Jam 15.30 adalah kopi sore di koffie-hoek. Terakhir adalah jam 17.30 kalau orang sudah pulang, tinggallah kutu kerja berkumpul di pojok kopi, lumayan untuk nambah kafein untuk bekerja dua jam lagi.
Desember 11th, 2007 at 5:56 am
saya sudah sangat biasa brunch ( breakfast dan lunch dibarengin) jam 10 an .. dan baru makan lagi ntar malemnya
Desember 11th, 2007 at 6:14 am
Saya, tiga bersaudara, terbiasa dididik sarapan pagi, dan mau tak mau harus dilakukan, karena ibu (yang Kepala Sekolah Rakyat) tidak memberikan uang saku. Dan selalu berdengung-dengung nasehat bapak ibu, bahwa kalau mau pintar harus sarapan, agar di kelas bisa menyimak guru, tanpa merasa kelaparan.
Karena saya tinggal di kota yang pecelnya terkenal enak, maka rata-rata sarapan saya berupa nasi pecel, pake pincuk dari daun pisang dan daun jati. Lauknya…pecel, rempeyek, srundeng, dan kering tempe.
Saat anak-anak usia SD mulai susah disuruh sarapan, walau saya nggak memberi uang saku (SD nya masih di kompleks dekat rumah)…..untunglah suami menemukan artikel (kayaknya di Kompas), tentang apa kegunaan sarapan. Anak-anak saya sejak usia TK senang membaca, jadi kalau sulit diberitahu, saya dan suami mencarikan artikel yang mendukung. Sejak baca itu, anak-anak mau makan pagi dengan lahap.
Desember 11th, 2007 at 6:34 am
Di apt sehat-sehat, sarapannya bubur kacang hijau. Tapi itupun kalau waktu malamnya ada yang inisiatif masak
Desember 11th, 2007 at 7:04 am
kalo saya sarapannya banyak kok, makan siangnya juga banyak…apalagi makan malam..hehehe
Desember 11th, 2007 at 7:08 am
@fisto … kalau itu sih namanya nggragas alias rewog. ha ha ha. kacaw…
Desember 11th, 2007 at 7:55 am
iya nehh mas budi, nggak semua org barat yg makan roti … bos gue yg expat aja malah pingin sarapan pake sambel goreng tahu ….itu lo yg rasanya mak nyusssss pedesnya….weleh2 kan?nggak kebayang entar perutnya mulez apa nggak, kayaknya suka yg berbau bumbu indonesia nih!
Desember 11th, 2007 at 8:16 am
Tambahan atas tulisan diatas:
Menu sarapan:
- bubur ayam di belakang sekolah duta – pondok indah
- nasi goreng ibu khadijah di ampera – kemang
- lontong sayur padang di depan cineremall
- coffee/secangkir teh dan pastry di bean – citos
- aneka jajanan pasar di melawai
- dunkin donuts diujung lampu merah mampang
Ada yang mau menemani Ade?
-Ade-
Desember 11th, 2007 at 8:28 am
Ternyata ada yang lebih rewog, Mas… :-j
-DM-
Desember 11th, 2007 at 8:28 am
kalo mengatakan kerja gak berkeringat kalo makan berkeringat itu salah semua deh, coba liat kuli, bapak petani dan yang dilapangan kalo kerja keringatan semua kecuali yang dikantoran yang cuma duduk aja nunggu surat, ketik surat, tanda tangan diruang ber ac… mana berkeringat. Makan berkeringat ya wajar donk kebanyakan di indonesiakan pake bumbu rempah dan banyak cabe… ya pedas bgt ya minimal keringat di hidung keluar deh. jangan menjelekkan bangsa sendiri, diliat kerjanya apa, makan apa, apa isinya dan keadaannya. orang gaji pas pasan suruh makan roti terus mana cukup gajinya, beli beras aja sulit apalagi tuk lauk yang dibilang 4 sehat 5 sempurna. yang penting gak kelaparan dan kerja keras minimal untuk keluarganya kalo belum bisa memberi kontribusi kepada negara dan bangsa… peace
Desember 11th, 2007 at 8:59 am
@Ade,
ternyata ade nggragas juga ya…
wogh!
Gak ah.. bisa bangkrut neh… klo ditraktir sih lain lagi..
Desember 11th, 2007 at 8:59 am
lucu membaca para komentator
komentar saya:
Memang sebaiknya pagi itu kita sarapan, kalo saya nasi + lauk pauk, jam 10an kalo ada orang yang bisa dititipin, makan gorengan atau roti
Makan siang, paling mantab ke resto padang, gak usah nambah
makan malam, secukupnya saja.
Desember 11th, 2007 at 9:41 am
saya memang pernah baca, tapi lupa dimana. memang makanan sangat sangat berpengaruh bagi kinerja kita. misalnya orang yang makan jagung tentu beda dengan orangyang biasa makan sagu. beda lagi dengan yang makan beras atau gandum.
Desember 11th, 2007 at 10:33 am
wAH … KALO AKU SARAPAN PAGINYA ADALAH Menu Iklah Property di Hu Pikiran Rakyat, heeeeehhhhhhh
Desember 11th, 2007 at 10:35 am
Kalau lagi mbujang kayak gini, mana sempat mikir sarapan?
Desember 11th, 2007 at 11:06 am
kl pagi aku selalu sarapan, kl gak sarapan kerja gak konsentrasi,lemes, bisa2 pingsan hehee… makan siang secukupnya, makan malam jarang (kl malam malah ngemil ato jajan)
Desember 11th, 2007 at 1:36 pm
IMW
#6, di Spanyol kan juga kebiasaan tidur siang ada (Siesta).
=> Di China juga.
So, ini urusan makan bukan pengalaman pribadi Mas BR kan kekekeke… kalo ga ya ga valid jadi konklusi deduksi kebiasaan orang Indonesia.
Yang jelas orang Indonesia itu Makan Aja Diributin. Kerja Ga. Lah apa ini konklusi bener? Ga juga kan. Semoga
*ngacirrrr
Ada komen bagus dari Vicong di blog saya soal stereotipe orang Indonesia dari kacamata orang luar. Silahkan diliat sendiri. http://adinoto.org/?p=6
Ga berani nulis disini saya, soalnya tulisan saya sendiri pernah diposting di dua tempat malah saya dituduh plagiat! Plagiat tulisan sendiri? Halah kebanyakan makan kali yang nuduh
Desember 11th, 2007 at 2:27 pm
hehe… bener juga ya, pantesan siang saya sering ngantuk… Besok coba sarapan yang layak ah…
Desember 11th, 2007 at 3:11 pm
Bagi saya status makan siang, makan malam dan sarapan (dan atau supper juga) sama gedenya.. hehehe
Desember 11th, 2007 at 3:53 pm
merubah suatu budaya atau habit memang sulit sekali, bro
dari kecil kita sudah terbiasa mencari namanya nnaaaseee n temansnya ….dah gitu enak-enak menanti jam 04.00 atau 04.30….sore….lierrrr……euy….
kapan atuh bisa maju yang benar mengatakan bahwa waktu adalah uang….waktu adalaah kesempatan …..dan waktu adalah …waktu….he he he
Desember 11th, 2007 at 4:21 pm
yang butuh waktu lama untuk mencapai tempat kerjanya punya seni tersendiri untuk sarapan. tidak sedikit juga loh jumlahnya. ada yang sarapannya EKStra karena perlu stamina ekstra desek-desekan di kendaraan umum (apalagi kereta ekonomi). ada yang sarapan EKSpress karena ga ingin ketinggalan mobil jemputan. ada yang sarapan EKSlusif karena makannya di kendaraan.
Desember 11th, 2007 at 8:08 pm
Keluarga saya, abang saya, sepupu saya, adalah orang Indonesia yang mengganggap bahwa sarapan itu bukan seadanya. Sarapan itu penting untuk energi agar semangat belajar, agar ilmu terserap ke otak dengan baik, energi untuk kerja sebelum makan siang. Kalau kita sarapan di pagi hari, tidak usaha memikirkan makan dan kelaparan sebelum makan siang sehingga kita tidak konsentrasi untuk bekerja.
Sarapan itu adalah makan berat plus susu dan vitamin. Sarapan itu penting, sepenting makan siang dan makan malam.
Desember 11th, 2007 at 8:11 pm
#33. adinoto:
emang ada kasus gitu sampeyan dituduh plagiat tulisan sendiri?
gw baru denger neh..
hayaaah…, emang kebanyakan makan kali yang nuduh..
Desember 11th, 2007 at 8:16 pm
ada kasus waktu itu tulisan adinoto yang sama muncul di detik.com dan netsains.com. terus rame di milis. gak tahu yang salah siapa.
saya mah gak tahu karena gak baca detik.com lagi (kecuali kalau ada kasus2 tertentu). bacaanya sekarang hanya http://planet.terasi.net
Desember 11th, 2007 at 8:37 pm
menurut saya, mending makan sebelum subuh, sekalian niat puasa, terus makan lagi nyar malam, selain berhemat, juga dapat ibadahkan. kalau lemas dan ngantuk di waktu siang apalagi ampe “ketiduran” kanm dihitung ibadah, (Ha ha ha)
kalau non muslim
mending makan pagi tuh biasa aja, terus makan siang biasa pula, dan makan malamnya biasa sekali.
biasa disini adalah dapat diartikan sendiri sendiri menurut pandangan masing masing orang,
biasa makan banyak
biasa makan posi tukang
biasa makan gak ada berhentinya
biasa gak pernah makan dikit
dan biasa biasa yang lain………
Desember 11th, 2007 at 8:50 pm
#no.40, hehehe kalo ga tau kok sampe keluar pernyataan plagiat dari anda pak =)) semoga waktu itu lagi ga kebanyakan makan ya hahahahaa *ngacirrrr
Desember 11th, 2007 at 9:21 pm
#42 tulisan yg mana sih yg dibilang plagiat? malah jadi penasaran gw
Desember 11th, 2007 at 10:26 pm
hmmm, kalau saya mah jangankan detikom, http://planet.terasi.net aja udah ditinggalkan, ga mau baca lagi..
Desember 12th, 2007 at 5:06 am
@adinoto, makanya jangan submit dua artikel yang *plek sama* ke dua outlet yang beda. kalau mau submit artikel dengan topik yang sama, ya di-rewrite-lah. mosok artikel yang *persis sama* dikirim ke detik dan netsains (atau entah kemana lagi). ya jelas mereka (yang menerima artikel) akan marah dan merasa dikadalin.
Desember 12th, 2007 at 8:12 am
BR said:
ada kasus waktu itu tulisan adinoto yang sama muncul di detik.com dan netsains.com. terus rame di milis. gak tahu yang salah siapa.
“ga tau siapa yang salah”
di nomor #45:
“@adinoto, makanya jangan submit dua artikel yang *plek sama* ke dua outlet yang beda. kalau mau submit artikel dengan topik yang sama, ya di-rewrite-lah.”
ga konsisten nih.., berarti BR tau dong sapa yang salah..? halah
Desember 12th, 2007 at 8:16 am
belum tentu adinoto yang salah. bisa saja medianya memang tidak mensyaratkan bahwa artikel harus eksklusif, atau bisa juga media yang satu lama membalas sehingga penulis mengirimkan ke media yang lain, dan seterusnya. ada banyak skenario.
yang penting bukan tuding-tudingan. yang penting adalah kita belajar dari pengalaman ini.
Desember 12th, 2007 at 8:27 am
Pak Budi, coba baca bukunya Andang Gunawan, “Food Combining”. Kalau kita makan pagi dengan pola 4 sehat 5 sempuran berarti kita sedang menjalankan pola makan yang salah tuh…
Desember 12th, 2007 at 2:32 pm
[...] sekian makanan diatas, gue merasa sebagian besar ngga begitu menyehatkan ya? padahal yang namanya sarapan harusnya bergizi, bergizi tentunya [...]
Desember 15th, 2007 at 8:50 am
Kalo traning perusahaan pak budi kalo mengatur makannya bagaiman? Snack (pagi) – Nasi (siang) – Snack (Sore) atau Nasi-Snack-Snack ?
Februari 10th, 2008 at 11:10 am
Kalau saya……..sarapan wajib…….
Kalo’ ga sarapan jam 10an tu perut dah bunyi kriyat-kriyut kaya kursi tua…….Selain itu, kalo’ ga sarapan….saya ge bisa kerja.Jadi, kalo’ menurut saya Breakfast is a must! Tapi….sarapannya ga perlu makan berat. Nasi ga usah banyak-banyak….Oce!
Maret 26th, 2008 at 12:18 am
Kalo gak pernah sarapan gak pa-2 lo…
http://www.nirwana-com.blogspot.com