SMS dan email dari beberapa kawan hadir di hadapan saya. Mereka memohon maaf apabila ada kesalahan. Mereka akan melaksanakan ibadah haji.
Dalam hati saya ikut iri juga. Mereka sudah dapat memenuhi undangan Allah untuk menjadi tamu-tamuNya. Saya dan istri sebetulnya sudah mendaftar cukup lama, tetapi terkena quota tahun ini. Ada yang mengatakan ada “permainan” dan ada juga yang mengatakan “diurus” saja. Maksudnya adalah melakukan kasak kusuk (nyogok?) agar bisa berangkat haji tahun ini. Apakah ini benar-benar ada?
Saya tidak mengerti. Mengapa ibadah harus disertai hal-hal negatif seperti ini? Saya tidak mau ikutan. Tujuan tidak menghalalkan segala cara. Biarlah. Berpikir positif saja. Memang urutannya belum masuk saja. Allah mengetahui ini semua. Ini semua sudah ada Yang Mengatur. Mungkin ini belum waktunya bagi kami untuk menjadi tamu-tamuNya. Mungkin ilmu kami belum cukup, sehingga diberi waktu lagi untuk lebih banyak menuntut ilmu agama. Saatnya akan tiba. Saya percaya itu.
Selamat jalan kepada kawan-kawan. Semoga menjadi tamu-tamu yang baik di rumahNya (jangan nakal di sana ya) dan diberi kemudahan dalam melaksanakan ibadah haji ini. Mudah-mudahan nanti kalian kembali ke Indonesia menjadi orang yang lebih baik lagi, sehingga dapat memperbaiki Indonesia.
Kadang pengelola haji juga menyebalkan pak. Dengan alasan haji itu perlu keikhlasan dan kalau ada masalah dianggap sebagai cobaan, banyak kejadian mismanajemen yang diposisikan sebagai cobaan.
Misalnya tahun lalu, jemaah haji kelaparan, dianggap sebagai cobaan. Duh gusti…
Jadi ingat kasus menteri agama yg menghebohkanitu. Pakah masih seperti itu? Sampe urusan sama yg Kuasa aja masih di tilep. Kbangetan dah manusia
turut bersedih juga dengan 600 orang WNI yang ditangkap karena menggunakan paspor yang telah habis untuk berhaji, memang ibadah haji adalah ibadah yang timbul dari sanubari untuk mengerjakannya dan dibutuhkan tingkat kesabaran yang sangat-sangat tinggi
salam pak..saya dari malaysia..bagaimana saya boleh dapatkan buku biografi alm.pak samaun samadikun..saya juga terlibat dalam penyelidikan mikroelektronik di Universiti Kebangsaan Malaysia..puisi beliau tentang Petani Silikon terpampang di meja pintu masuk makmal kami..kami juga kagum dengan almarhum!!
mundarmandir … saya belum dapatkan bukunya. nanti kalau sudah saya dapatkan, boleh saya kirim. beri saya address anda.
saya dan keluarga baru daftar 3 hari sebelum pendaftaran ditutup, dan ternyata masuk, insyaallah kamis berangkat
doakan jadi haji yang mabrur
pamit dulu boss
selamat jalan, rendy … mudah-mudahan lancar ya.
menurut saya sendiri waktu tahun kemarin haji (maaf, bukan maksud tuk sombong) emang pendaftaran haji tuh sekarang saling berebutan kuota, dan kuota ini diperebutkan oleh seluruh Indonesia, saya mendaftar haji bulan Juli 2005 dan baru berangkat bulan desember 2006. karena kuota untuk desember 2005 sudah habis sejak satu tahun yang lalu. bahkan saya berangkat bersama nenek saya, saya mendaftar melalui bank dengan urutan 631 kemudian gantian selang beberapa menit (gak nyampe 5 menit) no urut nenek saya udah 685, jauh kan selisihnya.
salah jika kita mengartikan ibadah haji dengan sogok atau permaiann sejenis lainnya, ibadah haji tuh sakral banget, dan jangan pernah bermain secara kotor
terima kasih pak budi..
Alamat saya :
Mohd Faizal Aziz
Institute of Microengineering & Nanoelectronics, IMEN
Universiti Kebangsaan Malaysia, UKM
Bangi
43600, Kajang
Selangor
http://www.ukm.my/imen..
nanti ongkos penghantarannya ke alamat di atas, pak budi sertakan sekali..saya akan bayar!!
terima kasih!
@mundarmandir, nanti kalau sudah saya dapatkan bukunya ya.
Mas Budi,
Setelah niat, diperlukan Azzam (yaitu keinginan yang kuat) agar diundang olehNYA.
Semoga Allah memudahkan langkah menuju rumahNYA
Menunggu saatku tiba juga. Walau masih terasa mustahil, namun kuasa Allah siapa yang tahu?
Khusnudzun aja pak…mungkin belum bersatunya antara Niat, Mampu dan Sempat (http://sardjana.multiply.com/journal/item/62)
Semoga tahun depan dapat terlaksana ibadah hajinya….Amin
Hm, ibadah satu ini sih, kata orang lho pak, sifatnya “undangan”. Maksudnya, klo lum 4jii kehendaki, ya gmn jg lum bs. Banyak orang mampu dr segi finansial, tp mana? Mereka ga tergerak; sebaliknya, yg menurut “otak normal” kita tu ga bakal sanggup ngongkosin biayanya yg +25 jt itu, nyatanya bs berangkat…
So, tenang aja pak; klo dimainin ama pejabat terkait, itu khan urusan mereka. Berani betul…
Insya Allah Pak, semuanya ada waktunya. percaya aja Allah bakal ngasih yang terbaik (asal usaha dah maksimal loh Pak..). Amin.
Mohon maaf Pak budi kalau out of topic
Saya Juga sama berminatnya dengan Bpk Faiza Azis,
Mohon dikirim buku mengenai bapak Alm Samaun Samadikun ke Alamat saya di bawah ini:
Muhammad Aji Priyatna
Perum Sidomulyo Jl Gelatik Raya No 15 Pekanbaru
Riau 28294.
Biaya yang timbul akan saya bayar pak
Terimakasih sebelumnya
Wasalam
Wah … boleh-boleh. Anything for pak Samaun.
Saya sendiri belum dapat bukunya. Saya akan coba carikan ya. (Soalnya baru kemarin diluncurkannya.)
semoga segera terpanggil
[-o<
pak, itu bukunya keluar ke toko buku kan?, apa limited edition?, kalo limited yaaa terpaksa nitip juga
3 Hari lalu mengantarkan seorang kenalan yang mau berangkat ke tanah suci. Perjuangannya luar biasa, setiap hari menyisihkan uang dari hasil warungnya. Hingga beberapa tahun cukuplah uang itu untuk memenuhi panggilanNya.
Ia pernah bercerita beberapa bulan lalu, ia urus sendiri segala tetek bengek administrasi untuk bisa naik haji. Kisahnya lagi, ternyata ia bisa mengeluarkan ongkos yang lebih murah, hingga 5 jt lebih. Jadi, urusan naik haji itu sungguh tidak bisa steril dari korupsi.
Ade udah daftar, insya ALLAH tahun depan bisa berangkat bersama Ayah … gak boleh sama pacar juga ya mas BR?
-Ade-
benar..
saatnya akan tiba.
dimana kita akan merasa sangat membutuhkan agama.
saat semua hal di dunia sudah tidak mampu lagi menolong.
dan aku akan sangat merindukanMu Tuhanku..
Malah ada isunya klo mo kaya pulang dari Haji…
Caranya : Saat lempar jumroh… maka sisakan lah batunya dan bawa pulang…
duh kok malah mlenceng dari topik
Semoga segera jd Tamu Allah pak bud
Guwe udah haji belon ya..?
buat ade
pacarnya di nikahin ajah, abis itu bulan madu di bumi Allah …
(kampretlah kok gw ngasih komen romantis ginih)
saya doakan Pak, semoga tahun depan terlaksana.
Saya doakan mas budi segera menjadi tamu Allah. Lebih dari itu, kita bisa bertamu ketemu dengan Allah pada saat2 lain kita melakukan ibadah. Rasanya nikmat bertemu dan berkomunikasi dengan Allah Swt manakala betul2 kita kerjakan ibadah tersebut dengan khusu, tumaninah, penuh penghayatan, penuh kerendahan, penuh keikhlasan, penuh keridhoan. Apalagi saat2 malam disaat orang lain tertidur lelap, kita bertemu dengan penuh kerinduan yang hebat denganNya, Subhanallah, jagalah nikmatku bertemu denganmu saat2 ibadah, biar aku merasakan betapa luar biasanya kekuasaan-Nya, betapa tidak berdayanya diriku dihadapan-Nya, betapa sangat2 kecil diriku didepan-Mu, tiada lagi ada kekuatan yang dapat menolongku selain kekuatanMu, Ya Allah, jikalau tulisan ini adalah bagian dari doaku kepada-Mu, izinkanlan aku memohon kepada-Mu, agar Mas Budi diberikan jalan dan panggilan yang mudah, lancar untuk bertamu kepada-Mu di tanah suci. Ya Tuhanku, jikalau pun engkau tidak keberatan mengubah nasibku, dari kondisi saat ini, maka bukalah dan lancarkanlan pintu rezeki dariMu kepadaku, biar aku juga bisa menabung untuk berharap menjadi Tamu-Mu suatu saat kelak, aminnnnnn
[...] banyak orang yang merasa belum “mendapat panggilan” haji, sehingga walaupun secara finansial dia mampu tapi belum melaksanakan haji. dalam kutbah jum’at tadi, penceramah menegaskan bahwa: Allah sudah memanggil manusia untuk berhaji semenjak Al-Qur’an diturunkan. jadi tidak ada istilah bahwa “belum dapat panggilan”, yang ada adalah kaitannya dengan kemampuan finansial, yang kemudian didukung kemampuan fisik dan moral. dan juga tampaknya harus disertai pula dengan kesempatan. [...]
Haji itu katanya pemenuhan ramalan akan datangnya kerajaan Tuhan. Kerajaan Tuhan datang saat semua manusia setara derajatnya, sama dimata Tuhan. Dalam artian tidak ada perbedaan, kaya miskin, warna kulit, status, latar belakang, dll
Haji adalah panggilan universal, semua manusia dipanggil u/ datang ke “Kerajaan”Nya, baitullah Mekah al Mukaromah. Mau jawa, cina, presiden, petani, preman, kaya, miskin, anak halal, anak haram, dll jika sudah mendapat panggilan haji, maka segala atribut keduniawiannya akan ditanggalkan (ras, jabatan, latar blk, dan bahkan pakaian). yang ada hanyalah kekosongan, hubungan Tuhan dg makhlukNya.
Sangat mengharukan ketika kita disana bertemu dengan saudara sesama muslim dari seluruh penjuru dunia. dari berbagai latar belakang, golongan, warna kulit, kita tak saling mengenal namun memiliki ikatan yg luar biasa kuatnya. Semua perbedaan itu melebur menjadi satu, satu kesamaan yaitu bersujud pada Allah, Tuhan semesta alam. Takterbayangkan pengalaman yg sifatnya emosional dan spiritual yg didapat saat haji
Semoga jika diberi kesempatan umur panjang, kesehatan, finansial yg mencukupi, kita bisa datang kesana, setidaknya sekali seumur hidup. Amiin