Pembajakan Karya Mahasiswa Saya
14 Desember 2007 oleh Budi Rahardjo
Ali memberitahu saya melalui komentarnya, bahwa ada situs skripsi-tesis.com yang membajak beberapa karya ilmiah (tugas akhir, dll.) dari berbagai pihak termasuk dari koleksi karya mahasiswa saya. Sedih juga.
Saya memang meng-online-kan tugas-tugas mahasiswa saya. Di mata kuliah security yang saya ajarkan, mahasiswa harus membuat sebuah tugas akhir kelas dalam bentuk sebuah makalah (tech report). Makalah tersebut kemudian saya onlinekan di situs web saya (http://budi.insan.co.id - lihat bagian courses).
Tujuan saya melakukan ini adalah untuk berbagi ilmu. Sudah ada lebih dari 200 tugas mahasiswa saya yang tersedia online. Orang Indonesia (dan mungkin Malaysia) bisa menggunakan sumber ini untuk penelitiannya atau proses pembelajarannya. Mahasiswa bisa menggunakan referensi ini untuk belajar atau menjadi bacaan bagi penelitiannya. Dosen bisa menggunakannya untuk materi ajar. Semua (bahkan idealnya umat manusia) menjadi lebih baik.
Hal yang kami minta bukanlan imbalan uang akan tetapi acknowledgement. Itu saja. Tidak sukar. Tinggal disebutkan nama pengarang dari tulisan tersebut dan dari mana diperolehnya. Itu saja. Tidak sukar kan? Kebiasaan untuk memberikan acknowledgement ini ternya masih susah di Indonesia?
Banyak rekan yang menyarankan agar saya menggunakan format PDF saja agar tulisan-tulisan tidak dibajak. Saya keberatan. Tujuan utama dari saya untuk meng-onlinekan ini adalah untuk berbagi (sharing). Berbagi kok sedikit-sedikit atau dibatasi (digondeli, sak encrit sak encrit)? Berbagi itu harus sekalian semuanya, tanpa reservasi.
Toh format PDF juga bisa dikonversikan ke format lain. Tidak mudah memang, tetapi bisa. (Bisa di copy and paste, bisa ditangkap layarnya, di-scan, kemudian di-OCR, dan seterusnya.) Artinya kita membuat orang lain susah. Mungkin dibutuhkan waktu 1 menit atau 1 jam untuk melakukan konversi ini. Jika ada 1000 orang yang melakukan hal ini, maka sudah ada 1000 jam hilang percuma. Itu sama dengan 41 hari! Bayangkan, 41 hari dari kehidupan manusia yang kita boroskan hanya karena kita tidak ingin berbagi dengan tulus. Sudahlah kita bagi saja. Untuk itu saya akan tetap menggunakan format DOC, DOCX, ODT, PPT, dan format-format lain yang bisa diedit dengan mudah.
Saya tidak mempermasalahkan uang. Saya tidak iri kalau orang lain mendapatkan uang, meski dari karya saya sekalipun. Tujuan utama saya membuat karya tulisan dan juga meminta mahasiswa saya untuk membuat karya tulisan bukan untuk mendapatkan uang. Jadi mengapa mesti marah atau iri?
Yang kami minta hanyalah acknowledgement. Itu saja.
Hal yang biasa dalam bidang ilmu untuk menyebutkan sumber referensi. Itu tidak menurunkan derajat tulisan atau karya ilmiah kita. Bahkan semakin banyak kita menggunakan referensi, semakin menunjukkan bahwa kita melakukan eksplorasi dengan lebih serius. Mengapa terlihat berat untuk memberikan acknowledgment?
Jika kita membuat sebuah lukisan dan kemudian lukisan tersebut dibeli oleh orang lain. Orang tersebut tidak berhak mengubah nama pembuat lukisan ini meskipun dia sudah memilikinya. Ada hak ekonomi yang sudah dialihkan, tetapi hak moral tetap melekat kepada penciptanya. Jadi tidak boleh nama pelukisnya dihapus kemudian diganti dengan nama pemiliknya. Tidak sukarkan untuk memahami konsep ini?
Kembali ke uang. Sah-sah saja untuk meminta imbalan bagi layanan pencarian referensi, pengumpulan, pengiriman, dan seterusnya. Perpustakaan melakukan ini dengan legal. Jadi semestinya penyedia situs tersebut bisa melakukan hal ini secara lebih terbuka.
Mudah-mudahan pemilik situs skripsi-tesis.com bisa menangkap hal ini dan mengubah model bisnis mereka, sehingga bukan menjadi bisnis plagiat akan tetapi bisnis layanan pencarian referensi. Ini sebuah model bisnis yang baik dan bermanfaat. Kita ajarkan kepada khalayak bahwa plagiat itu buruk.
Sedih juga mendengar bahwa jual beli thesis atau skripsi ini lazim dilakukan. Ingat, kalau jadi mahasiswa saja sudah seperti itu bisa dibayangkan nanti kalau dia sudah lulus. Kita ajarkan kepada mahasiswa untuk mau sedikit bekerja keras untuk mendapatkan hasil. Tidak susah kok. (Yang susah memang S3.)
Semoga kejadian ini tidak mengecilkan hati rekan-rekan pengajar atau penulis yang ingin meng-online-kan karya mereka. Ini sebuah tantangan dan masa yang harus kita lalui untuk mencapai Indonesia yang lebih baik.
Menjaga dan menumbuhkan tradisi ilmiah. Ini penting, Pak! Cerita seperti ini sebenarnya sudah lama terjadi, bedanya dulu referensi-referensi tidak disediakan secara online. Label penyedia jasanya: Bimbingan skripsi dan tesis. Yg terjadi adalah: jual beli skripsi/tesis atau membayar sejumlah tertentu dan penyedia jasa akan mengerjakan skripsi/tesis secara total. Prihatin banget!
Note: kalau download ebook onlie gratisan gimana ya Pak? Apakah juga melanggar tradisi ilmiah? Atau hanya melanggar tradisi monopoli ilmu?
* sering malu2 saat download ebook gratisan*
Jaman saya kuliah dulu (2002) sudah ada blum ya situs itu? Coba kalau sudah ada, lebih cepet lulus neh ( just kidding, hehehehe.. jangankan beli skripsi, beli nasi bungkus saja kadang ngutang temen). Saya juga ikut prihatin seperti kata pak Budi. Kapan Indonesia maju neh kalau kayak gini?
@budi sulis, downlod ebook gratisan nggak apa-apa. Yang masalah itu kalau kita ganti nama pengarang di ebook itu dengan nama kita kemudian kita sebarkan kemana-mana “ebook kita” itu. Nah itu yang baru pelanggaran moral!
@andhi, … iya nDhi.
Tapi kalau waktu itu ada situs itu, TA kamu ketahuan sama saya nyonteknya. Ha ha ha. Lagian topik TA kamu itu mau nyontek kemana? he he he.
Saya juga dengar, bahkan ada “bisnis” skripsi/tesis dibuatkan, hingga power point presentasinya, kebangetan memang.
Salah satu akar permasalahan adalah “budaya” ingin cepat (dapat ijazah, tanpa susah-susah), krn bangsa ini masih menilai “harus punya gelar”, tidak terlalu peduli dari mana.
Mungkin semacam “UAN” di SMA bisa juga diterapkan untuk sarjana, sehingga tidak setiap PT “seenaknya” meluluskan mhs.
Meminta mahasiswa menuliskan ‘bibliography’ atau ‘reference’ di tulisan mereka juga sulit, pak.
Langsung ‘copy paste’ tanpa menuliskan dari mana sumbernya sudah menjadi kebiasaan mahasiswa juga.
Lucunya, universitas tempat saya mengajar menggunakan bahasa Inggris jadi kalau mahasiswa saya copy paste ‘kelihatan’ sekali karena tiba-tiba bahasanya jadi bahasa Inggris yang sangat ‘baik dan benar’ dibandingkan keseluruhan tulisan mereka hehehe. Jadi yang langsung ketahuan ‘copy paste’nya, tapi ya tetap saja tidak menuliskan referensi.
Padahal dengan menuliskan referensi itu menandakan bahwa mereka memang membaca artikel yang berhubungan dengan tulisan mereka, kenapa malu (atau malas) menuliskannya ya?
ya boy, seperti menangkap anak kecil yang nggak ngaku makan permen coklat padahal mulut dan tangannya belepotan coklat. he he he.
Mungkin belum ada pembahasan tentang Kode Etik dan HAKI dalam mata pelajaran TIK sewaktu sekolahnya Pak…
Sebelum di-online-kan, apakah sudah di-paten-kan pak?
@sakti: Bedakan antara paten dan hak cipta
Kalau kayak gitu terus, UTS/UAS dan Sidang TA dibuat ujian lisan aja pak
atau sekalian kayak ujian laboratorium CCIE
Agar kelihatan siapa sebenarnya yang ngerti dan yang nggak.
Hak paten bisa dilakukan, walaupun waktu ngurusnya itu yg agak sulit. Walaupun tidak ada hak paten namun “orisinalitas tulisan” yg dinilai, artinya bila ada seseorang yg ingin paten suatu tulisan, dia hrs membuktikan bahwa benar itu adalah tulisannya, bila dikemudian hari ada yg membawa bukti bahwa tulisannyalah yg lebih duluan di-online-kan…
Ini artinya bang Budi, ngak usah takut jika ada yg paten duluan karya jiplakannya krn dia tidak bisa membuktikan “proses” tulisannya.
Tapi sebaiknya kalau ada waktu dibuatkan paten dan hak cipta atas milik intelektual dari tulisan bang Budi, karena toh ini juga utk melindungi abang..
kalo saya sih pak, pake PDFtk, nanti dikasih password, taro watermark n permission to copy and printing is denied.
mudah2an bisa protect
situsnya di-review secara positif dan sarkastik di situ dot com disini :
http://www.disitu.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1719
Saya dulu berdasar penelitian, dan sebelum dilakukan peneiltian, ada presentasi untuk melakukan hipotesa awal, seperti apa kira-kira hasil penelitiannya. Pada kenyataannya, hasil dilapangan berbeda,….dan ini harus dicari referensinya, kemungkinan apa…jadi memang orang lain nggak bisa menyontek. Masalahnya thesis, Tugas Akhir yang didasarkan atas penelitian riil dilapangan biayanya sangat…sangat mahal.
Saya setuju dengan apa yang ditulis oleh pak Budi. sudah saatnya kita mulai menghargai hasil karya orang lain. walaupun tidak hanya dengan uang, tetapi dengan moral menjadi lebih berarti.
( n rasanya ga perlu di protek-protek lah, biar kita bisa sama-sama belajar, sekaligus mencerdaskan kehidupan bangsa)
Hmmm… kayaknya emang dokumen yang mau dipublikasikan, dalam format tertentu harus menggunakan Digital Signature. Dengan demikian bisa ditentukan orisinalnya karya yang dihasilkan ( semacam Copyright gitu! )
Akibat copy-paste kayak gini, termasuk blog2 yang oke turut dibajak ( emang pak Tani? )
Hasilnya… banyak “Sarjana Dodol” di negeri ini! Tanya Kenapa?
Iya yah, padahal hanya minta acknowledgement aja, kok susah bener ;))
tapi kalau saya sih biasanya senyum pedih kalau ada yang mbajak tulisan, senyum karena barangkali lewat sang pembajak, tulisan kita bisa lebih bermanfaat untuk orang lain. Bukankah itu tujuan sebuah tulisan? Meskipun nama kita nggak ada di sana…ini yang bikin pedihnya :))
Halo pak Budi, klo menurut saya akar masalahnya ada pada sistem kurikulum kita. Dulu saya bikin skripsi bertopik membandingkan kompetensi dari jurusan Ilmu Perpustakaan UI dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Salah satu temuannya, untuk mata kuliah skripsi, kemampuan yang disiapkan oleh jurusan supaya mahasiswa mampu meneliti dan menulis ilmiah memang terbatas. Lha wong gak pernah diajarkan bikin penelitian mini atau tugas menulis paper kok tiba2 langsung disuruh menui skripsi. Yoo banyak mahasiswa yang mencret toh Pak?…Akhirnya banyak mahasiswa yang lamaaaa banget bikin skripsi…atau malah DO.
Niat berbagi ilmu itu baik, bahkan alangkah indah bila membuat network penelitian kecilan-kecilan sehingga masing-masing ada sumbangannya. Tidak apa-apa pak semoga aja yang nyontek/ngejiplak tapi tak jujur nanti dibukakan aibnya. Kan malu tuh otaknya ngak ada isinya. Padahal ilmu disusun dari ilmu-ilmu penemuan dan penelitian orang lain, tidak mungkin sendirian. Kan pak
pembajakan karya ilmiah mang dah sering bangetz pak…
tanpa bermaksud men-generalisir biasanya sich dilakukan oleh lembaga yang sering mencantumkan tawaran “melayani konsultasi skripsi”. Padahal aslinya pembuatan skripsi yang ternyata mengambil karya orang lain.
Klo emang mahasiswanya bapak tau orang yang membajak, lebih baik dilaporkan silup aja! eh, maksudnya polisi. di Malang, pernah tuh digerebek oknum pembuat skripsi palsu. mahasiswa yg udah lulus pake ‘jasa’ mereka dianulir.. biar kapok!
Setuju pak. Setuju banget. Jangan tanggung2 kalo mau sharing. Keinget pak onno yg kalo seminar selalu membawa hardisknya yg bisa dicopy. Puluhan giga. Orang mpe gentian kalo mau copy. Gratis tis.
Sy saat ini sedang tugas akhir. Dan sebisa mungkin, sy mencantumkan berbagai referensi. Meskipun sy mereferensikanya dari cuplikan summarynya gartner. Kemudian,sebisa mungkin, menggunakan kata2 sy sendiri. Ga hanya copy paste. Sampe temen bilang ke saya saat mumet meracik kata2 dari berbagai jurnal, “udh den, copy paste aja”. Saya mah cuma senyum2 aja.
masalah pembajakan skripsi/ta itu bukan masalah baru lagi… bajak karya orang lain boleh dengan catatan mereka (pembajak) dapat memahami apa yang ada didalam itu… kan enak pas sidang nantiNya..
hihihihiiii………
-thE_hopkiins-
emosi sich boleh-boleh saja, namun selaku alumni ataupun masih menduduki status mahasiswa sebaiknya diikhlaskan saja. mungkin juga bisa disebut amal di dunia dan memetik keridho’an dari sang pencipta…. amin.
alumni Stisipol Raja Haji VII
perasaan ngopy paste dari pdf sama mudahny dengan ngedit di aplikasi office lainnya deh. dan penggunaan pdf juga akan memberikan kesan rapi pada saat ngebacanya.
bethul.. saya juga udah nyantumin daftar pustaka, ga sulit. coz pernah karya saya dpake orang, tp doi ga ngobrolngobrol ke saya atau nyantumin sumbernya..
Wah emang tuh banyak yang seperti itu Oom.. saya ikutan prihatin.
Bahkan tulisan di blog pun banyak yang ingin membajak. Mengcopy paste, tapi tidak menuliskan sumber/penulis aslinya (bahkan ada juga yang ngaku-ngaku…).
Kadang (bahkan sering kejadian) kalau nulis artikel di blog dengan sangat bagus (sepenuh hati), khawatir dibajak seenaknya … Kacau (makanya perlu sedikit kehati-hatian.. Tapi gemana ya.. ? .)
—————–
Setuju….
Kalau baginya sedikit, maka (sekalipun kita memiliki banyak ilmu) maka kemajuan yg kita peroleh juga ‘ncrit-’ncritan….
Tapi kalau baginya banyak (sekalipun ilmu kita sedikit) tapi kemajuan yang kita peroleh justru bUanyak banget….
Ga percaya…?
Tanya aja sama Pak Dosen
Budi Rahardjohehe…Wow, ini adalah komentar pertama yang keluar dari mulut saya, ternyata ada orang yang masih sepeduli Bapak. Memang harusnya demikian mental kita, yang penting kita percaya Tuhan tidak akan menukarkan hasil karya kita. Biar mereka yang mencuri karya orang lain so pasti tdk akan tenang pak hidupnya. Take it easy aja ….
[...] bila sang penulis merasa seperti ditusuk samurai panjang dari belakang tatkala mengetahui karya tulisnya dicuri orang. Lebih menjengkelkan lagi ketika mendapati sang pencuri berdalih seribu alasan untuk menutupi [...]
Kepada Bapak Budi Raharja yang saya hormati.
Melalui blog Bapak ini saya selaku pemilik situs skripsi-tesis.com memohon maaf kepada para mahasiswa yang karya ilmiahnya telah saya cantumkan tanpa “acknowlegement”. Untuk selanjutnya skripsi yang dimaksud tidak lagi saya tampilkan di situs. Dulu saya menampilkan tulisan mahasiswa tersebut di dalam situs karena menurut saya tulisannya bagus dan bisa menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa lain yang ingin menulis karya ilmiah sejenis. Sejujurnya saya sendiri tidak pernah mendapatkan keuntungan secara finansial dari publikasi karya-karya mahasiswa bapak tersebut. Demikian tanggapan dan permohonan maaf saya pada bapak dan mahasiswa bapak. Besar harapan saya bapak dan mahasiswa bapak mau memaafkan saya.
Wasalam.
Sebenarnya semua itu terjadi karena saya mendapatkan soft copy karya-karya tersebut tanpa ada nama penulisnya. Tulisan itu saya dapatkan dari salah satu komputer diwarnet beberapa bulan yang lalu sudah dalam keadaan tidak ada nama penulisnya mungkin itu hasil pencarian mahasiswa yang ingin menjadikan skripsi itu sebagai referensi sehingga saya tidak tau dari situs mana saya mendapatkan soft copy tulisan tersebut. Tapi yang pasti saya tidak mendapatkannya dari situs bapak, karena situs Bapak menyebutkan dengan jelas siapa penulis dan asal kampusnya.
Maaf saya salah tulis nama bapak, harusnya Budi Rahardjo.
Terima kasih.
@Skripsi-tesis.com, masih ingat saya?
Lalu bagaimana dengan tulisan teman saya yang saya telah telusuri yang ternyata hanya ada satu sumber digital dimana tulisan itu dimuat, dan masih terdapat identitas penulisnya. Sedangkan di situs anda tidak demikian?
ndak percaya?
http://pinguin.stttelkom.ac.id/jurnal/Latest/implementasi%20dan%20analisis%20serangan%20pada%20sistem%20honeypot%20menggunakan%20teknologi%20jaringan%20saraf%20tiruan/
bandingkan dengan,
http://www.skripsi-tesis.com/implementasi-dan-analisis-serangan-pada-sistem-honeypot-menggunakan-teknologi-jaringan-saraf-tiruan-analysis-and-implementation-of-attack-to-honeypot-system-using-artifical-neural-network/
@ali
idem
Saya cuma mo mengingatkan kepada diri saya sendiri dan teman2 untuk selalu membiasakan menjaga hati agar tetap rendah hati dan jauh dari sifat takabur… karena seringkali kita tidak merasa kalo kita mempunyai sifat takabur dan selalu terus melakukannya.
# Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali
# Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
# Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.
# Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.
# Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda.
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup
# Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat
# Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul
# Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal dijalanan
# Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan
# Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
# Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
Idih.. najong banget, kenapa bisa mereka yang memperjual belikan tuh? aku juga niat abis skripsi entar mau aku taro di blog.. Tapi kok jadi ragu.. Anyway saya akan membuat skripsi tentang “Budaya dalam blog” mas, kalo ada referensi atau rujukan, terimakasih sangat lho..