Tahun 2007 yang lalu, saya berusaha sekuat tenaga untuk menghindari kemunculan di publik. Saya menolak banyak tawaran untuk menjadi pembicara di sana sini. Undangan dari berbagai Departemen, Kementrian, dan berbagai institusi yang lain saya tolak dengan tidak hadir. he he he. Saya juga menolak untuk terlibat dalam kepengurusan organisasi, yayasan, perusahaan, sekolahan ini dan itu. Saya juga menghindar dari wawancara. (Maaf untuk kawan-kawan jurnalis. Saya harus melakukan itu. Untuk beberapa kawan, saya tidak bisa menolak.) Jadi juri di sana sini juga saya kurangi (kecuali yang sudah rutin). Intinya apa? Saya ingin “mundur”, “bersembunyi” (atau apa istilah yang pas untuk retreat in a hideout).
Tentu saja tidak selamanya usaha saya itu berhasil. Ada beberapa artikel dengan nama saya di sana sini. Bahkan ada foto dan tulisan muncul di majalah. Belum lagi ada “pancingan” baru, yaitu main musik (atau makan-makan) … nongol deh di sana. Namun setidaknya banyak berkuranglah kegiatan saya sebagai selebriti.

[kaget juga lihat ada foto 1/2 halaman di sebuah majalah! anak saya sampai tertawa terpingkal-pingkal.]

[yang ini bikin orang tercengang. ada komputer, gitar, IT ...]
Bagaimana dengan tahun 2008 ini? Saya masih belum mengambil keputusan apakah tetap akan seperti tahun 2007 atau akan muncul lebih banyak lagi. Masalahnya, untuk muncul itu membutuhkan waktu, tenaga, dan atensi. Padahal saya ingin hal-hal tersebut (khususnya atensi) difokuskan kepada hal lain. Kita lihat lah …
ada sangat banyak orang yang habis-habisan ingin dikenal sebagai seleb. sebaliknya ada sangat sedikit orang yang tidak ingin menjadi seleb.
pak Budi sih udah kadung jadi seleb, so gimana lagi?
tapi paling enak mungkin jadi seleb blog ya, Pak?
ikuti kata hati ajah lah pak, atau gini ajah pak, ikuti kegiatan yang kira2 membawa nama blog makin berkibar dan ajak beberapa next generation yang bisa dimunculkan agar tidak lost generation (ngomong opo … he he ) intinya segera siapkan budi rahardjo lain …
Mendingan istirahat aja Pak….
atau….
Mau bantuin korban banjir, hehe….? ยป sibuk lagi deh….
Kang Budi,
Ditengah upaya Akang untuk menghindari publisitas, saya mesti mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan Kang Budi menjadi tamu ‘Berbincang Jalan’ dengan host mas Riza Primadi. Acara ini ditayangkan pada channel Astro Awani sejak beberapa bulan lalu.
Saya yang mengusulkan nama Kang Budi untuk jadi tamu. Sudah sejak di TransTV saya ingin mewawancarai Akang, terutama untuk bicara soal teknologi, termasuk tentang gagasan ‘Bandung Silicon Valley’, tapi baru saat saya pindah ke Astro gagasan ini bisa dieksekusi.
Kang Budi tidak ketemu saya saat shooting, karena yang pergi ke Bandung hanya produser saya Ari Harisman, production assistant Meinyana Lubis serta cameraman (kalau tidak salah) Sinar Baskoro. Di kantor, saya yang bertanggungjawab atas pekerjaan mereka.
Nuhun ya Kang.. Sampai ketemu kapan-kapan.
Sukses selalu.
Klimax, eh, Kelimaxx!
Mas Tomi, tengkyu mas. Bincang-bincang sambil jalan itu banyak ditonton orang. Suatu waktu ada saudara (om, tante, bude, …) bilang lihat saya di TV. Demikian pula ada beberapa orang yang mengatakan saya ada di TV. Bingung saya karena seingat saya sudah disiarkan di Astro lama sekali. Ternyata disiarkan lagi di JakTV. Ooo.
Di Inggris saya dengar lagi ada acara yang serupa, yaitu wawancara sambil jalan, tetapi lebih informal take nya. Misalnya ada salah satu penyanyi opera yang sedang diwawancara … eh hujan. Sang penyanyi itu malah kemudian menyanyi di bawa tetesan air hujan. Tidak direncanakan. Tapi jadi seru dan … hidup.
Sekarang sedang ngapain mas? Buat karya yang kreatif lagi yuk? Buat film gitu? hi hi hi.
Iya mas … sampai ketemu (entah dimana ya?).
Pengen lihat Pak Budi di acara Empat Mata atau Kick Andy, mungkin temanya tentang e-lifestyle, pasti seru …
wahh,.. pak budi ngutang yah,..!? sampe ngumpet begitu,… hehehehe,..
pikir-pikir … mungkin ada benarnya ya? nggak ada bedanya dengan ngutang. he he he. ketika ditagih, bilangnya … ntar, tar, tar … terus. kayak senapan saja.
Ade setuju … TIDAK perlu menjadi terkenal untuk menjadi manusia yang baik. Dan proses ini mengajarkan Ade.
-Ade-
intinya jangan mengurangi eksistensi di blog ajahh…
keep writing.
Kalau dilihat sekilas sepak terjang mas Budi tahun 2007, mungkin mas Budi perlu mempertimbangkan untuk meniti karir menjadi selebriti di dunia musik …hehehe
mas Romi ada-ada saja… tapi ini bukan suatu hal yang tidak mungkin lho. Maksudnya lebih banyak bermusik. Eh, … sssttt … jangan bilang siapa-siapa ya, sebenarnya itu yang menjadi pertimbangan saya tahun 2008 ini. he he he. Saya ingin punya studio musik lengkap supaya bisa menghabiskan waktu di studio, berkarya. Tapi gak usah jadi selebritinya. Pokoknya musik lah. Pengen jadi David Foster atau Jay Graydon gitu.
BTW, kemarin bongkar-bongkar foto di hardisk. Nemu foto kita bertiga (dengan Edo) waktu di NCISC. Lagi mikir mau dipasang dengan tema apa ya? Pendekar Jepang di Indonesia? Naruto? he he he.
[...] penuh percaya diri Budi bercerita betapa dirinya malas menjadi pusat perhatian. Bersembunyi dan berusaha menyelami betapa pentingnya dia bagi kehidupan orang lain. Sepertinya [...]
# Mas Budi: Hehehe lihat foto-foto mas Budi kalau pegang gitar, kayaknya menghayati banget. Kalau beneran jadi icon selebriti musik. bisa jadi contoh bahwa otak kiri dan kanan bisa imbang mas
Wah 2006 itu yah … hihihi pasang mas, aku malah pingin lihat dulu sekurus apa …hehehe
mas Romi ada-ada saja. Ntar fotonya mau diupload. “Sekurus” apa? hi hi hi … No comment ah.