Bagi penggemar cerita “Aku Tak Tahu Namamu”, harap sabar dulu ya. Saya sedang berusaha keras untuk membuat nomor 6-nya, tetapi masih mengalami kesulitan. Saya sudah membayangkan apa yang saya mau, tetapi masih kesulitan dalam mencari kata yang pas, memilih kalimat yang pas, ya … singkatnya kesulitan menulis aja. hi(k) hi(k) hi(k).
Kebetulan saya sedang membaca bukunya Gorys Keraf tentang diksi. Nampaknya salah satu kelemahan yang saya hadapi adalah perpustakaan kosa kata saya masih terbatas. Ini saya sadari betul dan saya belum tahu cara memperbaikinya. (Apa bisa pinjam kata dari perpustakaan kosa kata mana ya? he he he. Can I buy a word?)
Akibat dari kelemahan ini, tulisan yang sekarang ada bentuknya masih seperti data. Datar dan kering, seperti beberapa daerah di Indonesia di musim kemarau. Saya baca ulang tulisan itu. Ha! Ini cerpen atau laporan praktikum Fisika?
Jadi, sabar ya. Beri saya waktu 2 minggu untuk memperbaikinya. Mudah-mudahan sih bisa lebih cepat dari itu, tetapi saya tidak yakin karena minggu ini ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan.
[masih belajar menulis ...]
wah sekaliber pak budi kok masih belajar menulis…lha saya ini berarti apa ya?…belum mulai sama sekali ya…hehehe
Apa lagi saya…
Saya senasib dengan bapak ….
ada kursus menulis nda ya ? kayanya saya musti ambil tuh.
kalo tulisan bpk kering, nah sy? gersang dan ga ada khdpan sm skali x ya? hiks..
kalo tulisan bpk kering, nah sy? gersang dan ga ada khdpan sm skali x ya? hiks..
sedih.. wakakaka..
*nah lho? nangis apa ktawa?*
kabuuuur..
kita belajar bersama aja sambil diceritakan proses belajarnya. jadi kita sama – sama belajar menulis baik dengan sastra maupun dengan data . yang penting asyiiik
Saya mau comment, tapi susah milih kata2 juga :p. Ngopi aja aaaaah. (Jam 22:21 — red)
kalo belum bisa diposting karena kesulitan menulis, boleh deh Pak dibisikin ke saya dulu, ga kesulitan utk bisik2 kan
btw busway saya nge-link blog Bapak ini ya…
@koen, baca tulisan saya setelah ini (wisata kuliner ke prefere 72). Maag saya kambuh lagi euy, gara-gara ngopi. (Anda gimana? Belum kambuh lagi kan?)
Kapan-kapan ngopi lagi yuk?
Pa Budi, menulis itu keterampilan berbahasa “tingkat tinggi”, setelah menyimak, berbicara, mebaca, kemudian menulis. Menulis adalah bahasa hati. Saya pikir Pa Budi dalam kosa kata atau memilih kosa kata (diksi) sudah bagus. Ya selamat mempelajari bukunya Gorys Keraf. Menurut saya gaya bahasa Pa Budi enak dibaca, dan pilihan katanya juga bagus.
[...] beberapa hari saya merasa kesulitan untuk menulis, saya coba untuk menulis tentang kereta api. Sebagai seorang penggemar kereta api, sebenarnya saya [...]
Pak Budi……….coba ngblog tentang kuliner aja pak…..di seputar bandung – jakarta, ataw kalo perlu nge blog pengalaman masak sendiri…
marik kita sruput kopi kita, dan melupakan segala macam penyakit …, setidaknya untuk sementara.
Hidup kopi !!
Repolusi datang dari setjangkir kopi
12, setuju! saya tunggu review pak budi tentang kuliner di Bdg.
terutama saya blas ndak bisa nulis ini aja kebetulan