Tadinya saya berpikir bahwa tidak ada lagu baru yang bagus seperti lagu-lagu dahulu. Kebetulan saya penggemar musik progressive rock, yang mana lagu-lagunya bernuansa tahun 70-an. Band-band yang terkenal pada masa itu adalah Genesis, Yes, Pink Floyd, dan sejenisnya. (Atau bahkan kita bisa mundur ke King Crimson dan kawan-kawannya.)
Ternyata saya salah besar.
Seorang kawan (babequ aka diunk – thank you man!) menunjukkan kepada saya betapa salahnya salah. Dia berikan informasi mengenai band yang bernama Jadis, Arena dan band-band lainnya yang ternyata menggugah hati saya. Sebetulnya ini bukan band baru. Mereka sudah terbentuk di tahun 90an, tetapi memang tidak begitu dikenal. Sampai sekarang mereka masih aktif.
Yang membuat saya heran adalah not lagu kan hanya itu-itu saja; do, re, mi, fa, sol, la, si, do (dan yang berada di sela-selanya). Ternyata kombinasi dari hanya not yang jumlahnya terbatas bisa demikian besarnya. Kalau hanya sekedar kombinasi saja sih memang mungkin besar jumlahnya, tetapi kombinasi yang enak didengar. Nah itu dia. Bagaimana bisa? Ternyata tetap masih besar juga rentang kombinasinya. Wah ini harus dilihat state space-nya. (the engineer within me is awaken…)
Saya merasa bodoh seperti bodohnya seorang patent officer yang mengatakan bahwa semua yang harus ditemukan (dan dipatenkan) sudah ditemukan. Halah.
Di sisi lain, ini membuat saya lebih bersemangat untuk bangun dan hidup. Untuk menyambut lagu-lagu baru …
[mengikuti kata mas gatot totty; mbrebes mili aku rek!]
Pak Budi, lagu tentu saja tak hanya tergantung pada not. Misalnya ada juga tempo. Sementara tempo juga tak hanya pelan, cepat atau sedang. Bisa juga dari pelan menjadi cepat, dst. Terus ada lagi aransemen. Lagu yang sama notnya, dengan aransemen berbeda, tentu rasa dihasilkannya juga berbeda. Lalu ada lagi alat musik. Haha, maaf saya jadi berceramah gini
Sudah punya CD nya “best of Genesis” mas? lumayan buat ngeband
Pindah aliran ke jazz aja mas, lebih banyak lagu bisa kita ciptakan.
-Ade-
Kalau lagu-nya Genesis, udah komplit De. Mulai dari awal sampai yang akhir. Biasanya memang saya (dengan the doctors) mainin lagu Genesis.
Jazz? Sebenernya suka juga tapi tertentu saja. (Meskipun koleksi lagu jazz saya juga cukup banyak lho.) Saya penggemar berat Bob James dan Lee Ritenour – dan kolaborasinya. Dulu sempat nonton Chick Corea segala. Bahkan memperkenalkan musik itu ke seorang kawan, yang sekarang dia menjadi jagoan main jazz. Kadang saya mendengarkan jazz malam untuk menemain kerjaan.
Kawan main musik saya banyak yang sebetulnya beraliran jazz. Ada yang main pianonya seperti Bill Evans. Pak Dim. Terus ada yang bassnya ngejazz, si Adi. Dan kemarin Yugo juga malah udah main di Jakjazz.
Hanya saja … saya memang lebih suka progressive rock, De.
Kalau buat lagu, jadinya malah pop mellow. Jadi saya buang! hi hi hi … Kurang garang gitu. Kalau lagunya rock, bisa kelihatan garang, padahal mellow. ha ha ha.
Ironisnya, Mas BR, meski aku suka band-band itu, selalu dibilang selera jadoel, hahaha!
ARENA udah lama pak saya tahu udah lama,munkin panjenengan hrs dengerin
flower king
spock beard
shadow gallery
matur nuwun pak,kapan saya bisa sowan panjenengan untuk diskusi musik
panjenengan udah dengerin King crimson…??? ato
Gentle Giant …?
Genesis——————> my favorit “Selling England by the
The Pound”
jazzz————————> pat metheny,Ripping tone and
Weather report….!!!!!!!
pop——————————> Kangen band,,,,,hahhahahahaha
@mas tomy, the flower kings (TFK) jelas sudah dengar dong. wong Roine Stolt, gitarisnya, adalah gitaris favorit saya. spock’s beard juga sudah dengar karena keyboard playernya (Neal Morse). sementara shadow gallery belum pernah dengar.
sekarang saya sedang kesengsem sama Jadis (bukan Gadis lho he he he)
King Crimson jelas sudah dengar. Tapi saya suka Wetton-nya saja. Gentle Giant dengar (waktu SMP he he he) tapi gak berapa suka.
oiya pak, selain slank saya suka jazz juga, cuman koleksinya nggak punya …
Kalau saya suka banget sama musik akustiknya Accoustic Alchemy dech! Bikin pikiran jadi in the mood
Btw kalau ada yang koleksi lengkap, sharing ke saya dunk! He he he
*salam kenal*
Genesis….saya amat sangat suka. Dulu pernah koleksi kasetnya, dari album “From Genesis To Revelation” sampe “The Way We Walk” Album para personelnya dari Peter Gabriel, Phil collins, Tony Banks Mike rutherford (mike on the mechanich) dan Stave Hacket (GTR) juga pernah kukoleksi. Cuman sayangnya semuanya hilang pada waktu aku ikut pendidikan Taruna. (*sedih*). Klo dengerin lagu “firth of fifth, The knife dan In the Cage” versi live-nya….bikin hidup jadi lebih hidup Pak. Pernah denger Dave Matthews Band Pak?
Salam kenal pak Bud,
Saya baru mulai nge-blog nih … better late than never
ABG-nya di tahun 70-an apa gimana pak?
Biarpun ABG saya pasca 70-an, tapi saya tetep nikmati musik rock era itu (ex. Deep Purple). Btw juga kemaruk ama Iron Maiden n Dream Theater. Hehe !!!
Saya sempet download E-Book “Classic Rock” anda. Meskipun dah setahun lalu. Dan tanpa “ijin” anda, E-Book itu saya jadikan materi siaran di radio, tapi tetep dengan menyebut sumber lo. Saya menghargai karya cipta orang laen !
Kalo anda keberatan … ntar saya cancel siarannya pak
Keep on Rockin’ …
@bima, ABG-nya saya sebetulnya di tahun 80-an
Tapi selera musiknya memang sempat mandheg. Sekarang sudah mulai berkembang lagi.
Soal buku, silahkan. Terima kasih telah memanfaatkannya. Saya belum sempat update lagi euy. Terlalu sibuk (dengan apa ya?)
Bung Budi Rahardjo, punya album/lagu-lagu Shark Move, C’Blues, Rollies “Setangkai Bunga” dan Freedom Of Rhapsodia. Thank’s.