Baru saja saya selesai membaca tumpukan makalah mahasiswa. Ada beberapa masalah yang saya temui. Salah satu yang paling menonjol adalah mahasiswa belum paham cara menggunakan referensi. Berikut ini beberapa kasus yang saya temui.
- Ada kutipan dari sebuah referensi (makalah) tetapi tidak disebutkan sumber referensinya. Ini bisa fatal karena bisa dianggap sebagai plagiat. (Mengapa kita kok susah memberikan acknowledgement kepada kontribusi orang lain? Apakah kalau mengutip itu menjadi lebih rendah? Rasanya kok tidak juga. Harus dibiasakan nih menghargai orang lain.)
- Penyusunan daftar referensi masih kacau balau. Kebanyakan nampaknya belum terbiasa membaca makalah sehingga belum dapat ilmu cara menuliskan referensi. Ada banyak standar yang tinggal dipakai (saya usulkan pakai IEEE, karena ini yang cocok dengan bidang saya). Pengurutan referensi juga belum benar.
- Ada daftar referensi / daftar pustakan yang digunakan akan tetapi tidak jelas dimana dia digunakan. Di dalam tulisannya tidak ada rujukan ke referensi tersebut. Ada kesan referensi ditambahkan hanya untuk memenuhi daftar saja. (Untuk legitimasi?)
- Apa lagi ya? Sebetulnya ada lagi, tapi sudahlah. Ini dulu saja. [Lagian saya sudah mual mendengar kata "makalah". he he he. Padahal masih akan ada makalah susulan karena ternyata baru setengah kelas yang menyerahkan tugasnya ke saya. gedubrak!]
Perkiraan saya, 80% dari makalah yang saya nilai kemarin memiliki (satu atau lebih) masalah di atas. Padahal di kelas sudah saya berikan contoh dari makalah yang bagus (yang mendapat nilai A). Nampaknya saya harus lebih eksplisit lagi dalam memberikan contoh tentang tata cara penggunaan referensi ini. [catat]
Kalo penulisan referensi waktu jaman lagi menyusun Tugas Akhir S1 dulu sich, hapal dan ngerti, saya tata caranya
Btw, sekarang dah lupa lagi… Mungkin kalo nanti ngambil S2, nkali ya, supaya tahu dan ngerti lagi…. He he he…
lagi nyusun, eh ngepas-ngepasin daftar referensi nih
ha ha ha …. begini biar pak budi tidak cape, suruh setiap mahasiswa yang koreksi punya teman lainnya.
maaf ya pa. saya tidak akan mengulanginya lagi.
saya akan berubah.
kalo ingat ….
ngutip wikipedia masuk memberi referensi yang baik dan benar ga pak? hihihihihihihi.
(jadi ingat dulu suka ngambil referensi sembarangan, nulisnya juga ngga bener. sekarang berusaha tobat).
Ternyata main bersih waktu bikin karangan ilmiah susah ya! T_T
Yang saya tau, teknik penyusunan referensi di tiap perguruan tinggi itu beda-beda. Tapi sebenarnya intinya sama, yaitu sebagai bentuk ‘pertanggungjawaban ilmiah’ dari hasil karya ilmiah yang kita ambil atau kutip sebagian.
Benar juga. Waktu SMA tugas saya pernah ditolak 3-4 kali karena cara menulis referensi yang (katanya) nggak baku. Juga ada referensi yang dibuat-buat
Biar menerap, baiknya penggunaan referensi ini dijadikan suatu nilai tambah yang dimasukkan kedalam total penilaian keseluruhan.
Walah, Karya Ilmiah enggak bisa pakai trackback sih..
Btw, mahasiswa yang diajarnya ini S1 atau S2?
wah baru tau saya mengenai point 3.
thank you
kalau untuk materi presentasi/pengajaran apakah perlu dicantumkan referensi juga pak??.
contohnya link ini pak.
kok seperti tulisan pak budi yah.
*kompor mode : on*
pak, ada referensi untuk belajar bikin refrensi yang benar nda ?
sy mo belajar lagi nih
trims
@ipans, memang benar … ITU PRESENTASI BUATAN SAYA. he he he. Kok tiba-tiba nama pengarangnya diubah ya? Isinya tidak ada perubahan sama sekali. hi hi hi. Yah, gimana ya? Ngelus dada.
Pak Budi, bisa nggak ya blog itu dijadikan bahan referensi karya Ilmiah. makasih
@wazeen, prinsipnya boleh.
yang penting bahwa referensi itu bisa ditelusuri ulang (dan dicek ulang) oleh pembaca yang ingin mendalami apa yang kita utarakan dalam karya ilmiah. Jadi pembaca bisa mengikuti jejak kita, recheck eksperimen, dan seterusnya.
Namun tetap harus mengikuti aturan yang baku, misalnya ada nama pengarangnya, judulnya, jenis referensi tersebut, dan kalau web ada URL & tanggal dikunjunginya.
Repotnya adalah web itu sering berubah-ubah.
Yang berikutnya adalah masalah otentikasi dan otoritas dari sang pengarangnya. Apakah memang sang pengarang tersebut merupakan ahli di bidangnya? Ataukah hanya sekedar orang ngomong? Nah ini juga penting. Jadi web juga harus web yang terpercaya.
Di dunia hukum, menulis tanpa memberikan kredit dengan sepantasnya adalah bunuh diri. Referensi catatan kaki bisa dilihat di: http://www.competition-law.ox.ac.uk
Di Indonesia emang kurang ditegakkan kredit-mengkredit ini. Saya juga suka lihat makalah adik kelas pemberian catatan kakinya tidak baik. Mungkin perlu mata kuliah khususnya, Pak. Saya kebetulan ‘terpaksa’ ingat cara pakenya karena mengikuti kompetisi.
Kalau catatan kaki dari sumber web, pertama-tama mesti dilihat dari mana webnya, kalau wikipedia jangan pernah dipakai! Pakai wikipedia untuk mencari sumber lain yang lebih terpercaya.
Kalau format yang saya pelajari:
Nama pengarang (dalam format nama depan terlebih dahulu), judul, tanggal penerbitan, alamat website, tanggal terakhir diakses.
Kalau di daftar pustaka, untuk referensi yang tidak dikutip biasanya disebut “passim”. Di lomba yang saya ikuti soalnya hampir setiap artikel/buku yang ada di daftar pustaka, disebutkan di halaman mana artikel/buku tersebut dipakai.
Perlu ada software khusus biar bisa referensinya otomatis. Jadi ga ribet. Kalo ga salah kata dosen saya yg kuliah di luar negeri, di sono udah pake software dengan format referensi yg ditetapkan. Bagaimana dengan Indonesia ?
kalo saya menyenangi MLA Citation Style…
kecuali untuk beberapa tugas, misalnya tugas akhir, yang sudah ditentukan tata tulisnya dari departemen…
Waduh… di jurusan saya ga ada contoh makalah/laporan yang baku ya ? Seringnya buat laporan tapi format bebas…
*elus dada*, btw, gimana kalau misalkan ditulis, presentasi ini dibuat oleh : BR, dan dipresentasikan oleh : xxx , tapi tanpa ijin pak BR?
Pak, udah pernah ketemu google.com di daftar referensi belum? Hahahah…. gimana caranya nerangin ke mahasiswa ya soal itu?
Padahal membuat makalah yang benar akan selalu diperlukan, terutama bila bekerja nantinya. Untuk jabatan manager ke atas, persyaratannya selain harus melalui pendidikan dan persyaratan lainnya, membuat makalah adalah wajib.
Makalah tadi harus ilmiah,ada referensinya (konsep dan teorinya harus jelas), serta harus dapat diaplikasikan dilapangan. Para calon manajer ini juga harus dapat memberikan solusinya untuk beberapa pemasalahan dilapangan.
hihi,,
pak budi ternyata tidak pelit nilai yah.
mungkin kuliah metode penulisan karya ilmiah harus diberikan di semester awal, Pak! jangan udah deket penelitian (tingkat akhir). Gimana bisa nulis referensi, orang makalahnya kopipes punya kakak kelas……..
Wah pak kalo pake IEEE kan bayar masuk ke sononya. Kami mahasiswa ndak sanggup masuk ke sana, atau Bapak mau bagi2 account gratis? (he he he) –tersenyum2 penuh maksud
Sudah satu tahun saya berhenti berlangganan IEEE karena mahal
Tapi kalau bener-bener butuh paper yang tidak dishare secara free, tinggal datang ke Pak Budi atau dosen yang lain punten didownloadkan .. he he .. Gampang kan, dan ngga perlu pake biaya
ada aturan menulis footnote sbb:
nama pengarang (koma)(spasi) judul buku (cetak miring/ garis bawah) (titik) jumlah edisi (buka kurung) tempat diterbitkan (titik dua) penerbit (titik dua) tahun terbit (tutup kurung)(koma)(spasi)Halaman yang dikutip(cetak miring)
pertanyaan:
kalau buku tersebut bukan buku yang diterbitkan..misal buku pelatihan..gimana cara menulis foot note nya..
trima kasih..
[...] masih banyak lagi sih hal kecil yang kadang luput. Kaya daftar pustaka / referensi atau hal yang lainnya. Terakhir saya ucapakan gudlak buat yang ngerjain skripsi Sphere: Related [...]
@ dedy99
udah ada software khusus untuk membuat daftar pustaka yang dapat terintegrasi dengan MS Word. yaitu EndNote. Saya biasa pake untuk ngerjakan laporan, silahkan aja minta bantuan mas google.com untuk mencarinya
[...] Silahkan baca artikel sekaligus komentar-komentarnya: http://rahard.wordpress.com/2008/01/21/penggunaan-referensi-dalam-karya-ilmiah/ [...]
aaaaaaaaaah pusiiiiiiiiiiiiiiiiiing
ga ngerti blas aku