<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Komentar di: Electronic &#38; Mobile Micro Payment in Indonesia 2008</title>
	<atom:link href="http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/</link>
	<description>belajar untuk menjadi manusia ...</description>
	<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 08:41:47 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
		<item>
		<title>Oleh: dalang</title>
		<link>http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-40402</link>
		<dc:creator>dalang</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 14:39:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-40402</guid>
		<description>*merenung mode

Manusia, seperti mahluk hidup yang lain, memiliki fitrah untuk mempertahankan hidupnya, berkembang biak, dan merasakan kesenangan. Untuk itu manusia senatiasa berusaha untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, dan tempat untuk berlindung dari cuaca buruk agar dia beserta keturunannya terhindar dari penyakit, tetap hidup, dan terus berkembang biak. Bila seluruh kebutuhan itu terpenuhi dan tidak ada yang berkurang di lingkungan sekitar manusia, maka tidak ada perubahan apapun yang akan terjadi. Namun pada kenyataannya, alam ini senantiasa berubah, jumlah manusia terus bertambah, dan sumber-sumber pemenuhan kebutuhan dasar itupun tidak selalu tersedia manakala dibutuhkan. Keinginan manusia juga senantiasa berubah-ubah. Ada saatnya manusia memiliki keinginan berlebihan dan ada juga saatnya manusia tidak memiliki keinginan apapun dan bahkan ada yang sudah merindukan kematian karena tidak yakin bahwa hari esok akan lebih baik.

Realitas mengajarkan kita untuk selalu beradaptasi menghadapi keadaan disekitar kita. Ada saatnya kita harus menahan diri, ada saatnya kita terpaksa mengumpulkan lebih dari yang sebenarnya kita butuhkan. Baik sebagai satu individu maupun sebagai sebuah kelompok dalam ikatan sosial yang  menyatukan banyak manusia, kita selalu berusaha agar proses pemenuhan kebutuhan itu selalu tercapai. Ditengah lingkungan sosialnya manusia menjadi mahluk ekonomi yang senantiasa mencari suatu kelebihan atas usaha yang dilakukannya, dan ini disepakati menjadi hak asasi setiap manusia. Karena kondisi fisik ada keterbatasannya maka manusia menggunakan akalnya. Dalam rentang evolusi yang panjang, manusia menjadi mahluk hidup yang paling rasional dan memiliki rasio tertinggi antara volume otak dibanding dengan volume seluruh bagian tubuh lainnya. 

Rasionalitas membenarkan manusia untuk terus menambah apa yang dimilikinya, dan ternyata bukan hanya harta, tahta dan kuasa. Ketika lemari es belum ditemukan, dan manusia belum bisa menyimpan hasil buruannya untuk jangka yang lama, ternak dan hasil tani menjadi sarana untuk menambah kepemilikan itu. Pengetahuan bercocok tanam dan menggembala diturunkan dari ayah kepada putranya secara turun temurun untuk menjaga kelangsungan hidup keluarga. Para raja raja pemilik tanah memberi sekeping kulit kerang atau logam kusam bergambar wajahnya kepada setiap warga untuk ditukar seekor lembu atau sekarung beras demi memberi makan istri-istri, anak cucu, dan sepasukan prajurit yang menjaga mereka sebagai harta. 

Ketika deru mesin menggiring jutaan manusia meninggalkan ladang dan menjadi buruh pabrik di kota-kota, para pemilik modal dan pengurus partai berbagai aliran sibuk mendidik kaumnya sendiri untuk menjadi penghisap sumber daya dari belahan manapun di dunia agar kepemilikannya senantiasa lebih dari saingannya. Dan para birokrat dijaman itupun sibuk mencetak uang kertas bergambar penggagas ideologi mereka lalu memungut pajak tinggi untuk membiayai mesin mesin perang yang diarahkan kepada siapapun yang berbeda keyakinannya. 

Maka, ketika kini pengetahuan menjadi komoditas yang tersedia bagi semua orang hanya dengan menekan beberapa tombol komputer saja, manusia sedunia ramai ramai memasang foto dirinya diatas selembar kartu plastik berlogo suatu MNC, dan jadilah uangnya sendiri. Tanpa sepetak tanah, tanpa sepucuk senjata, kini kaum High Net Worth yang tidak jelas lagi kebangsaannya, pemilik MNC,  bisa memungut “pajak” atas suatu transaksi dibelahan manapun di dunia ini. Mesin perang mereka bukan lagi tank ataupun bom, tetapi media. Kemanapun mata memandang, kemanapun telinga mendengar, manusia dijejali dengan realitas semu media konsumerisme yang semakin lama semakin menyesakkan nafas dan memanaskan temperatur bumi. 

Ternyata rasionalitas manusia itu belum mampu melepaskan dirinya sendiri dari ketidak rasionalan perasaan dan berbagai macam emosi yang menyertainya. Ternyata, adalah fitrah manusia juga untuk senantiasa mendengar suara bathin betapapun dalamnya perasaan dan rasionalitas itu tertimbun angan-angan memiliki berkarung-karung kulit kerang, berpeti-peti batangan emas, berbrankas-brankas kertas bergambar wajah pahlawan, ataupun jutaan rangkaian kombinasi angka 0 dan 1 dalam sekeping silicon chip. Inilah anugerah terbesar yang diberikan Sang Maha Pencipta agar manusia bisa memilih jalan untuk kembali kepada Nya karena pada akhirnya nanti, kita semua akan menjadi bagian dari alam dimana uang kerap menjadi utang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>*merenung mode</p>
<p>Manusia, seperti mahluk hidup yang lain, memiliki fitrah untuk mempertahankan hidupnya, berkembang biak, dan merasakan kesenangan. Untuk itu manusia senatiasa berusaha untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, dan tempat untuk berlindung dari cuaca buruk agar dia beserta keturunannya terhindar dari penyakit, tetap hidup, dan terus berkembang biak. Bila seluruh kebutuhan itu terpenuhi dan tidak ada yang berkurang di lingkungan sekitar manusia, maka tidak ada perubahan apapun yang akan terjadi. Namun pada kenyataannya, alam ini senantiasa berubah, jumlah manusia terus bertambah, dan sumber-sumber pemenuhan kebutuhan dasar itupun tidak selalu tersedia manakala dibutuhkan. Keinginan manusia juga senantiasa berubah-ubah. Ada saatnya manusia memiliki keinginan berlebihan dan ada juga saatnya manusia tidak memiliki keinginan apapun dan bahkan ada yang sudah merindukan kematian karena tidak yakin bahwa hari esok akan lebih baik.</p>
<p>Realitas mengajarkan kita untuk selalu beradaptasi menghadapi keadaan disekitar kita. Ada saatnya kita harus menahan diri, ada saatnya kita terpaksa mengumpulkan lebih dari yang sebenarnya kita butuhkan. Baik sebagai satu individu maupun sebagai sebuah kelompok dalam ikatan sosial yang  menyatukan banyak manusia, kita selalu berusaha agar proses pemenuhan kebutuhan itu selalu tercapai. Ditengah lingkungan sosialnya manusia menjadi mahluk ekonomi yang senantiasa mencari suatu kelebihan atas usaha yang dilakukannya, dan ini disepakati menjadi hak asasi setiap manusia. Karena kondisi fisik ada keterbatasannya maka manusia menggunakan akalnya. Dalam rentang evolusi yang panjang, manusia menjadi mahluk hidup yang paling rasional dan memiliki rasio tertinggi antara volume otak dibanding dengan volume seluruh bagian tubuh lainnya. </p>
<p>Rasionalitas membenarkan manusia untuk terus menambah apa yang dimilikinya, dan ternyata bukan hanya harta, tahta dan kuasa. Ketika lemari es belum ditemukan, dan manusia belum bisa menyimpan hasil buruannya untuk jangka yang lama, ternak dan hasil tani menjadi sarana untuk menambah kepemilikan itu. Pengetahuan bercocok tanam dan menggembala diturunkan dari ayah kepada putranya secara turun temurun untuk menjaga kelangsungan hidup keluarga. Para raja raja pemilik tanah memberi sekeping kulit kerang atau logam kusam bergambar wajahnya kepada setiap warga untuk ditukar seekor lembu atau sekarung beras demi memberi makan istri-istri, anak cucu, dan sepasukan prajurit yang menjaga mereka sebagai harta. </p>
<p>Ketika deru mesin menggiring jutaan manusia meninggalkan ladang dan menjadi buruh pabrik di kota-kota, para pemilik modal dan pengurus partai berbagai aliran sibuk mendidik kaumnya sendiri untuk menjadi penghisap sumber daya dari belahan manapun di dunia agar kepemilikannya senantiasa lebih dari saingannya. Dan para birokrat dijaman itupun sibuk mencetak uang kertas bergambar penggagas ideologi mereka lalu memungut pajak tinggi untuk membiayai mesin mesin perang yang diarahkan kepada siapapun yang berbeda keyakinannya. </p>
<p>Maka, ketika kini pengetahuan menjadi komoditas yang tersedia bagi semua orang hanya dengan menekan beberapa tombol komputer saja, manusia sedunia ramai ramai memasang foto dirinya diatas selembar kartu plastik berlogo suatu MNC, dan jadilah uangnya sendiri. Tanpa sepetak tanah, tanpa sepucuk senjata, kini kaum High Net Worth yang tidak jelas lagi kebangsaannya, pemilik MNC,  bisa memungut “pajak” atas suatu transaksi dibelahan manapun di dunia ini. Mesin perang mereka bukan lagi tank ataupun bom, tetapi media. Kemanapun mata memandang, kemanapun telinga mendengar, manusia dijejali dengan realitas semu media konsumerisme yang semakin lama semakin menyesakkan nafas dan memanaskan temperatur bumi. </p>
<p>Ternyata rasionalitas manusia itu belum mampu melepaskan dirinya sendiri dari ketidak rasionalan perasaan dan berbagai macam emosi yang menyertainya. Ternyata, adalah fitrah manusia juga untuk senantiasa mendengar suara bathin betapapun dalamnya perasaan dan rasionalitas itu tertimbun angan-angan memiliki berkarung-karung kulit kerang, berpeti-peti batangan emas, berbrankas-brankas kertas bergambar wajah pahlawan, ataupun jutaan rangkaian kombinasi angka 0 dan 1 dalam sekeping silicon chip. Inilah anugerah terbesar yang diberikan Sang Maha Pencipta agar manusia bisa memilih jalan untuk kembali kepada Nya karena pada akhirnya nanti, kita semua akan menjadi bagian dari alam dimana uang kerap menjadi utang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Renita Sambesy</title>
		<link>http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-38459</link>
		<dc:creator>Renita Sambesy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 19:14:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-38459</guid>
		<description>pernah nyoba hipokuku.com? 
situs isi ulang pulsa HP via web, setahu saya yang pertama ada.

hipokuku.com menerima pembayaran menggunakan dompet internet payglobalone.com, ditunggu review mengenai ini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pernah nyoba hipokuku.com?<br />
situs isi ulang pulsa HP via web, setahu saya yang pertama ada.</p>
<p>hipokuku.com menerima pembayaran menggunakan dompet internet payglobalone.com, ditunggu review mengenai ini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Saiful Adi</title>
		<link>http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-36062</link>
		<dc:creator>Saiful Adi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 09:41:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-36062</guid>
		<description>yang aman n mudah digunakan apa se apa se pak budi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang aman n mudah digunakan apa se apa se pak budi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: alfaroby</title>
		<link>http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-35636</link>
		<dc:creator>alfaroby</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2008 09:25:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-35636</guid>
		<description>Presentasi ini akan berisi tentang trend global pembayaran secara elektronik..

pemikiran yang menarik sekali pak.... akan tetapi yang mesti diingat bahwa dalam hal yang berhubungan dengan koneksi internet... sangat rawan untuk masalah hacker</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Presentasi ini akan berisi tentang trend global pembayaran secara elektronik..</p>
<p>pemikiran yang menarik sekali pak&#8230;. akan tetapi yang mesti diingat bahwa dalam hal yang berhubungan dengan koneksi internet&#8230; sangat rawan untuk masalah hacker</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Wahyu Wijanarko &#187; Mulainya Micropayment di Indonesia</title>
		<link>http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-35003</link>
		<dc:creator>Wahyu Wijanarko &#187; Mulainya Micropayment di Indonesia</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2008 23:27:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-35003</guid>
		<description>[...] just prediction, apa yang dikatakan Pak Budi mengenai masa depan micropayment di Indonesia sepertinya sudah mulai terlihat, dengan mulainya [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] just prediction, apa yang dikatakan Pak Budi mengenai masa depan micropayment di Indonesia sepertinya sudah mulai terlihat, dengan mulainya [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rocky</title>
		<link>http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-34216</link>
		<dc:creator>rocky</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 10:57:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-34216</guid>
		<description>telkomsel luncurkan t-cash... telkom akan keluarkan flexi cash, sebelumnya sudah ada ivas.. teknologi satu hal... budaya hal yang lain... know how... tetep aja import...he...he..he
seminar = talk show</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>telkomsel luncurkan t-cash&#8230; telkom akan keluarkan flexi cash, sebelumnya sudah ada ivas.. teknologi satu hal&#8230; budaya hal yang lain&#8230; know how&#8230; tetep aja import&#8230;he&#8230;he..he<br />
seminar = talk show</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jualhome</title>
		<link>http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-34111</link>
		<dc:creator>jualhome</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 02:41:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-34111</guid>
		<description>saya dukung terus demi kemajuan kehidupan kita sebagai anak negeri</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya dukung terus demi kemajuan kehidupan kita sebagai anak negeri</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ridhocyber</title>
		<link>http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-34082</link>
		<dc:creator>ridhocyber</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 14:06:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-34082</guid>
		<description>materi presentasinya di publikasikan dong om, biar kita juga jadi lebih tau...

lam kenal ya om raharjo</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>materi presentasinya di publikasikan dong om, biar kita juga jadi lebih tau&#8230;</p>
<p>lam kenal ya om raharjo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Gandhi</title>
		<link>http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-34077</link>
		<dc:creator>Gandhi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 11:56:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-34077</guid>
		<description>hm, gmn pak? suxes? whuaaah sepertinya ada sdikit senyum disna.. Berhasil2x.. (bc kya dora,hi8x)

nitip pesen bwt ade: sy dh bkin blog di WP agand.wordpress.com (msh ksong) trs bwt ngakses blog ade gmn? :d</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hm, gmn pak? suxes? whuaaah sepertinya ada sdikit senyum disna.. Berhasil2x.. (bc kya dora,hi8x)</p>
<p>nitip pesen bwt ade: sy dh bkin blog di WP agand.wordpress.com (msh ksong) trs bwt ngakses blog ade gmn? :d</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lahapasi</title>
		<link>http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-34076</link>
		<dc:creator>lahapasi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 11:45:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rahard.wordpress.com/2008/01/24/electronic-mobile-micro-payment-in-indonesia-2008/#comment-34076</guid>
		<description>wah,tahukah anda kalau nge-BLOG itu HARAM?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah,tahukah anda kalau nge-BLOG itu HARAM?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
