Blog ini merupakan sebuah karunia yang tak ternilai harganya. Salah satu hal yang saya sukai adalah berjalan-jalan atau lebih tepatnya terbang ke sana kemari (blogflying) di dunia blog, membaca tulisan-tulisan dari anak muda.
Dahulu, suara mereka yang muda ini tidak terdengar, tersisih. Media konvensional menganggap rendah mereka. Suara mereka hanya muncul dalam media untuk anak muda juga.
Kamu terlalu muda untuk bicara serius!
Sekarang? Wah, mereka bisa menyuarakan apa saja. Banyak memang yang isinya tentang keceriaan anak muda. Namun, tidak jarang juga saya temukan suara kesedihan hati mereka. Kadang pertanyaan mereka sukar dijawab karena merupakan pertanyaan yang dalam (filosofis?), yang saya sendiri tidak tahu jawabannya.
Seperti sudah saya tuliskan di halamannya Sarah, saya teringat lagu dari The Pursuit of Happines yang berjudul She’s So Young. Ini potongannya:
She’s so young
She’s got the answers
She doesn’t need to question herself like I doShe’s so young
She’s got the answers
She doesn’t need to question the world like I do
Kadang saya ikut berkontribusi (entah memberi pencerahan atau malah memperkeruh situasi?) dan kadang saya hanya duduk termanggu tidak sanggup menuliskan kata (dan berdoa agar mereka dapat melalui masa susah ini dengan baik). Kadang tulisan saya buat agar mereka dapat belajar dari kesalahan yang pernah saya lakukan dan kesuksesan yang saya raih. Lucunya, justru saya yang belajar dari mereka. Ha!
Melihat anak-anak kecil pergi ke sekolah dengan seragamnya dan mata berbinar membuat hati ini tenteram. Masih ada harapan di ujung sana.
Selamat berjuang anak muda! Jangan terlalu bersedih! Dunia berada di tangan kalian.
Wuih…bisa pertamax…
Assalaamu ‘alaekum pak… selamat pagi, selamat beraktifitas. Ane mungkin termasup anak muda yang kebangetan serius. Nulis juga ngupas yang berat-berat. Padahal ane juga kepengen bisa sedikit nyantai pak…
Sebage anak muda, ane yang belajr dari para orangtua dan senior. Mangkanye, blognya bapak sering ane tengokin gitu…
ke dua…
Siyal… keduluan rany!!!
Ane tadinya udah optimis bisa kahiji’s!
Pagi pak… Bisa membaca pikiran saya?
Eh…ada yg keduluan ya… :p
Jadi ingat iklan yang baru muncul kemaren di TV.
Yang slogannya :
“Siapa Muda, dipandang sebelah mata”
*kalo ngga salah*
Jujur ngakak abis bas liat iklan itu muncul (perdana)
Tapi….
Kayaknya itu realita deh.
Setidaknya itu yang saya alami.
ketika tahun 1998 lalu, ditandai dengan kejatuhan Soeharto sebagai presiden RI kedua ketika itu, ada rasa bangga dan haru pada anak-anak muda (terutama mahasiswa, red). Mereka adalah kaum yang gerah dengan kekuasaan diktator Orde Baru selama 32 tahun. Mereka mempelopori berubahan Indonesia menjadi negara demokratis untuk masa mendatang.
anak muda sekarang semakin cerdas. bahkan boleh dibilang semakin terbuka akses informasi dari mana pun, mulai dari internet, koran, tabloid, majalah dan masih banyak lagi lainnya, semakin membuat mereka jadi kreatif dalam menciptakan sesuatu yang baru.
tapi, saya sayangkan tidak semua anak-anak muda itu berada pada nasib menuju kesuksesan dengan segala kecerdasan dan keahlian di berbagai bidang. mungkin di luar sana masih banyak yang belum tersentuh pendidikan yang seharusnya mereka dapatkan.
mungkin melihat kisah Soe Hok Gie ketika masih muda dan dengan keterbatasan yang sangat pada zaman itu, bisa jadi perjalanan hidup yang menarik diikuti. jauh dari materialistis, konsumerisme, dan gaya muda anak-anak pergi ke mall seperti zaman sekarang. ah iya, zaman sekarang berbeda dengan zaman dulu. zaman yang semakin banyak tantangan menghadapi globalisasi yang semakin ketat dan berat.
Ada saja saya hidup di zaman Soe Hok Gie.
Andai saja saya hidup di zaman Soe Hok Gie (itu maksudnya)
Oom Br jahat,, hikz!! padahal susah payah aku bikin link ke header temporer,, ehh,, malah dihapus,, uhhh,, *bt mode ON*
namanya juga temporer,, tapi aku kan udah susah payah buatnya,, hikz!!
Sori ratu tebu. Kan saya udah *janji* mau saya hapus. Padahal tulisan itu jadi BOTD. (Gak ngarti saya.) he he he. Rasanya ketika mau menghapuskan link itu … berat juga. Tapi biarin! Supaya ada pengalaman (menebas halaman blog of the day). Puas, puas, puas.
Emang linknya isinya apa? Ntar saya buatin tulisan lagi aja. ha ha ha.
Tanyaken apa?
anak muda, dipandang sebelah mata
*mengutip iklan a-mild*
kata SLANK:
muda foya2, tua kaya raya, mati masuk surga..
“She doesn’t need to question herself like I do”
aku hanya bisa tersenyum
@eriek: serius bgt lu riek*disiram air kolam pancuran unila*:D
btw pak, paragraf terakhir sangat memotivasi.
Batasan “muda” itu sampai usia berapa ya mas? Jawabannya bisa sangat bervariasi. Tapi ada yg bisa kasih info, pendapat terbanyak usia muda itu sampai berapa.
Oh ya saya tambahkan menurut buku The Logic of Life, semua performa di sistem tubuh manusia mencapai puncaknya umur 35 (by average), setelahnya akan menurun sedikit demi sedikit. Apakah definisi ‘muda” juga demikian???
Katanya Den Xiaoping kan, masa muda masa yang tak berguna. Harus segera dipotong, cepat2 dewasa.
tak ada yang bisa membaca pikiran kita kecuali atas izin Allah SWT
Ingat iklan “Belum tua belum boleh bicara”
Hmm…. semoga saya dan para orang muda lainnya bisa terus lebih baik pak
wah, gw masih muda banget nih(ya iyalah, masih 15 tahun). salam kenal ya…
wah..Pak Budi tergoda sama Sa*** juga ya?
ayaelectro bener baru 15 taon??
tiba-tiba saya merasa tua…
tapi saya kurang sreg sama anak muda yang bisanya cuma demo tapi giliran disuruh membuktikan kompetensinya malah gak bisa, pak…
semangat mereka salah tempat menurut saya
@khusen, … tulisan Sarah bagus. Bikin berpikir. Jauuuhhh lebih bagus dari tulisan Dian Sastro. Yang terakhir ini (maaf) bosen membacanya. Punten ah untuk mbak Dian ini.
Blog-blog yang lain juga saya baca. Terutama yang kasih komentar di sini.
Jadi, rajin komentarlah di blog ini kalau mau saya kunjungi. Kadang saya lupa lagi blog Anda. Begitu melihat komentar Anda, saya balik ke sana.
Saya jalan ke blog Anda-Anda. Baca-baca. Hanya … tulisannya seringkali kurang menarik gitu. Datar. Yang seringkali lebih menarik adalah … komen-komennya! Bikin ketawa (atau sebaliknya). Itu yang saya sukai.
Wah saya jadi lebih semangat nih, saya juga lagi giat2nya berjuang ni pak, babat alas Sumatra. Serius.
Mampir ya pak kerumah saya ntar tak kasih kopi susu, tp masih agak berantakan lho n tukeran link kalau boleh.
^ditunggu^
Haha, kalau gitu Pak Budi ga boleh cepat-cepat jadi tua. Nanti tenggelam sama yang muda-muda gimana?
Tapi yang pasti yang muda itu suka ceroboh Pak. Bikin sensasi tapi suka ga dipikirin akibatnya. Ah..termasuk saya juga sih. :whoops:
Kalau begini Pak?
Emancipate yourselves from mental slavery;
None but ourselves can free our mind.
Wo! Have no fear for atomic energy,
‘Cause none of them-a can-a stop-a the time.
……
Tebak.. tebak… lagu siapakah?
Waduh, saya masih termasuk tanggung nih. Muda nggak, tua juga belum. Jadi tambah ga didenger kali ya.
*dengerin tua-muda ngomong…