Tidak Tahukah Kau

Dua orang sahabat sedang makan siang di sebuah kantin. Sekelebat lewat seorang gadis bersama kawan-kawannya, menuju sisi lain dari kantin.

Cewek: Jek, naksir dia ya?
Cowok: Iya. (Memandang gadis di pojok lain itu sebentar, kemudian menundukkan kepalanya sambil memainkan sendok di atas nasi goreng.)
Cewek: Dia cantik ya?
Cowok (mengangguk sambil terus memainkan sendoknya)

Cowok: Sar, kamu kenal dia?
Cewek (tersedak!): Umm… iya (nyaris tak terdengar)
Cowok (agak sedikit kaget): Bener? Kenal dia? (excited!)
Cewek: Aku dulu sekelas sama dia waktu SMP.

Cowok: Sar, boleh titip salam untuk dia?
Cewek (menganggukkan kepalanya)
Cewek: Bentar ya Jek, aku mau ke toilet dulu

Di sebuah toilet terdengar sebuah isak tangisan kecil. Ah, tidak tahukah kau bahwa aku menginginkanmu? Haruskah kusampaikan salammu untuknya? Menyeka air mata. Berkaca sebentar. Menggigit bibir. Keluar dengan sebuah senyuman.

Soundtrack: Heart – There’s the girl

Lanjutan cerita: (2).

[Seri tidak tahukah kau: 18, 171615141312, 1110987654321]

About these ads

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

28 Tanggapan to “Tidak Tahukah Kau”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.081 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: