Makan-makan lagi …
Kali ini kami makan-makan 2 keluarga saja. Dalam rangka apa ya? Ya, dalam rangka makan-makan saja. Kebetulan anak kami keesokan harinya harus kembali sekolah ke Singapore dan belum ketemu dengan sepupu-sepupunya. Jadi ini ajang ngobrol-ngobrol.
Tempat yang kami pilih adalah restoran Jepang Midori yang terletak di jalan Bahureksa (atau Gempol, lebih tepatnya), Bandung. Pertama kali kami kenal restoran ini karena tidak sengaja. Di atas restoran ini ada tempat refleksi. Nah, waktu ke tempat refleksi ini, kami melihat ada restoran Jepang yang berlabel halal. Langsung dicoba dan ternyata enak makannya. Maka kami datang kembali ke restoran ini.
Sambil menunggu, saya bermain-main dengan origami yang berada di atas meja. Di masing-masing orang ada satu origami. Saya kumpulkan. Mula-mula ada dua, kemudian ada banyak. Jadi saya mainkan ini seolah tentara-tentaraan. he he he. [Lihat gambar di bawah.]
Setelah menunggu tidak terlalu lama, keluarlah pesanan kami. Ada soba dingin (yang berwarna hijau), bento, udon, ramen, dan sushi. Berikut ini adalah foto-fotonya. Sayangnya yang sushi tidak sempat saya foto karena lupa asyik makan. hi hi hi.
Rasanya? Luar biasa enaknya. Saya sangat merekomendasikan tempat ini. Saya akan kembali ke sini. (Oh ya, semestinya di sini juga ada hotspot. Hanya … untuk apa browsing Intenet kalau lebih asyik makan ya?)
pertamaxxxxxxxxx…..
ada burgernya nggak ?
Wah enak kayaknya…
dimana pak tepat nya ?
pengen pak,,
daerah mana ya pak?
Kan sudah disebutkan, di Jalan Bahureksa, Bandung. Gak menyimak ya? he he he.
katanya mau batasin makan nih pak budi
tapi postingan belakangan, kok banyak tentang makanannya ya
hehehehe
midori,…
mungkin gambarnya ada, tapi rasa enaknya masih issue
Hoe… ngiler Pak. Ngiler…
Ini rasanya jadi pengusaha yah? Ndak peduli anggaran makan sudah cocok dengan gaji bulan ini, yang penting makan terus! Hehehehe
Sekalian dong Pak diulas tentang harganya, memang cuma milis jalan sutera aja yang bisa
Waaaa…. makan lagi… mau dong pak…
*ngitung duit… siapa tau diajakin lagi…
makanan Jepang lebih cenderung disajikan dalam konndisi masih segar [bahkan mentah],
mereka mampu memberikan rasa asli dari apa yang disajikan [tanpa merusak bahan pokok makanan dengan berbagai macam bumbu, sedikit minyak, bersih, pokoknya topppp dehhh...]. Koki Indonesia juga belajar dong mengolah makanan dengan memperhatikan unsur gizi, cara pengolahan yang praktis, pastinya fresh, dan gak merusak unsur asli pada makanan…..
[..]
Resto Jepang dengan cita rasa dan penyajian yang asli gitu tetapi 100% HALAL susah carinya. Suka taste experiment ya mas BR?
Salam kenal pak, Midori itu tepatnya di Jl. Gempol no 1
tempat favorit keluarga saya juga.
Restoran MIDORI ini bukan punya orang Jepang tetapi punya sobat saya Ir. Hariono, yang bosan kerja sebagai PNS di Pemda DKI. Lulusan Teknik Sipil ITB ini sukses berwirausaha restoran dan pijat sehatnya. Kiat kesuksesannya sering dipresentasikan dengan menggebu-gebu. Entah berapa kali ia tampil di ITB, satu diantaranya kebetulan tampil satu sesi dengan saya dan Pak Iman Taufik.
Salah satu strategi jitunya adalah habis Pilpres kemarin. Tunjukkan bekas tinta di jari tangan akan dapat gratis 3 jenis makanan ini itu. Orang jadi penasaran ingin yang gratisnya meskipun yang tidak gratisnya pasti lebih banyak dan mau tidak mau harus dipesan, apalagi kalau sama anak-anak dan keponakan. Apalagi pijat sehatnya tidak gratis tetapi orang cenderung dilanjut ke pijat sehat ……
Hebat banget you, Hariono!!!!