Dicari: Khatib Sholat Jum’at

Sholat Jum’at di hotel Preanger tadi agak terlambat dimulai. Sudah terdengar adzan dari tempat lain tetapi di sini belum mulai. Saya menduga … khatib/imam yang direncanakan mungkin belum datang (tidak bisa hadir). Maka mulai resahlah pengelola setempat.

Akhirnya ada yang maju untuk menjadi khatib, seorang tamu (yang saya kenal tapi tidak perlu saya sebutkan namanya kan? – gak tahu dia baca blog ini atau tidak – yang saya tahu sedang di hotel karena melakukan meeting). Alhamdulillah, ada orang yang mau maju pada kondisi seperti ini. Mengapa sulit menemukan khatib ya?

Saya? Saya sendiri belum siap karena belum menemukan panduan menjadi khatib yang mudah (idiot’s guide to khatib?). Kebanyakan buku yang saya temui mengasumsikan pembaca sudah tahu ini dan itu sehingga isinya hanya isi khutbah. Padahal saya membutuhkan ilmu tentang syarat-syarat, rukun khutbah Jum’at, kemudian bacaan yang harus diberikan ini dan itu. (Saya sudah menuliskan ini sebelumnya dan sudah ada beberapa jawaban, tetapi mungkin karena otak ini belum klik dengan jawaban yang ada sehingga saya masih mencari.)

Enaknya kalau ada panduan seperti ini.

  1. Baca ini “…”
  2. Baca itu “…”
  3. Duduk di antara dua khutbah, baca ini “…”
  4. [pokoknya step by step lah]

Nampaknya kita harus siap untuk jadi khatib jika kondisi seperti ini muncul kembali. Siapkah Anda?

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

29 responses to “Dicari: Khatib Sholat Jum’at

  • juraganburger

    Kalau kondisi mendesak, saya pikir nggak ada salahnya yg paling tua yg maju (bukan tua umurnya lho, paling nggak yg sudah terbiasa ngomong) atawa yg dah terbiasa nge-blog- apalagi sampe punya blog di banyak tempat…..hehehe………

  • Mohammad

    Ikut saja kampussyariah.com pak Budi. Btw nyari di google dgn kata kunci “Rukun Khutbah Jumat” ada banyak tuh.

    Setahu saya duduk antara 2 khutbah itu doa bebas, sebab waktu antara 2 khutbah tsb adalah salah satu waktu utama di mana doa akan dikabulkan. CMIIMW.

  • fahmi

    Wah, kalo untuk jadi khotib saya jelas belum siap pak, masih belum bisa ikhlas, ini yang berat..

  • Budi Rahardjo

    mdamt, saya barusan lihat kampussyariah, bingung. he he he.

    sebenarnya saya sudah juga googling, tapi masih belum mantap dengan hasilnya. misalnya ini salah satu yang saya peroleh dari syariahonline.

    Rukun-rukun khutbah adalah (madzhab Syafi’i)

    1. Dimulai dengan Hamdalah,
    2. Sholawat kepada Nabi SAW
    3. Berwasiyat dengan taqwa
    4. Membaca Ayat dalam salah satu khutbah
    5. Berdoa untuk kaum muslimin

    Ada beberapa pertanyaan. Misalnya. Bisakah demikian;
    (1) berdiri
    (2) baca Hamdalah
    (3) baca Sholawat
    (4) Wasiat Taqwa
    (5) Baca satu ayat
    (6) … menutup sebelum duduk bacaannya apa?
    (7) duduk
    (8) berdiri lagi … kemudian baca apa untuk memulainya?
    apa baca Hamdalah dan Sholawat lagi? atau langsung
    boleh langsung ke (9)?
    (9) berdoa
    (10) selesai

    Apa bisa begitu?
    ps: pernah jadi khatib? bagi pengalaman dong.

  • daeng limpo

    contoh Khutbah Super SIngkat.
    Assalamu Alaikum Warahmatullahi wabarakatuh,
    hadirin sidang Jum’at yang berbahagia, dikarenakan oleh karena satu dan laen hal khatib Jumat tidak dapat hadir pada kesempatan kali ini, maka ijinkan saya untuk menjadi khatib pada Jumat kali ini. Apakah Bapak-Bapak setuju ?……(setuju………kata jamaah), ? baiklah agar tidak usah berpanjang lebar, maka kami akhiri khutbah kita kali ini dengan ucapan ..Alhamdulillahi Robbil Alamin.
    Assalamu Aalikum warahmatullahi wabarakatuh
    (….jamaah bengong)

  • mathematicse

    Harus siap jadi khatib Ooom.. :D

    Coba saja waktu senggang Oom Budi dipake buat membaca tentang tata cara menjadi khatib, contoh-contoh khutbah, dlsb. Jangan cuma dipake buat ngeblog doang dong , luangkan waktu untuk membeli buku-buku tentang tata cara khutbah, buku tentang contoh-contoh khutbah (banyak lho di toko-toko buku isalmi…)

    Saya yakin bakal bagus cara menyajikan khutbahnya. Bukankah Oom Budi presenter yang bagus (sering ngasih presentasi di mana-mana)?

    Nah, saatnya jadi presenter undangan Allah.. (jadi khatib..). Gemana? Harus siap!!!

    Ayooooo…..

    Saya ngomong gini karena sering lihat bapak saya di kampung dipercaya jadi khatib sekaligus imam Oom. Beliau mempersiapkannya dengan baik, senang sepertinya, seperti bukan kewajiban…(udah biasa kali ya…?)

    Waduh saya ngomong gini (saya pun harus siap nih… :D ) :D .

    Maaf Oom, ini buat memotivasi (khususnya diri sendiri nih…)

    Saya salut deh dengan postingan ini… memotivasi saya juga…

    Nah gini dunk postingannya… :D

  • mathematicse

    Harus siap jadi khatib Ooom..

    Coba saja waktu senggang Oom Budi dipake buat membaca dan belajar tentang tata cara menjadi khatib, contoh-contoh khutbah, dlsb. Jangan cuma dipake buat ngeblog doang dong, :D luangkan waktu untuk membeli buku-buku tentang tata cara khutbah, buku tentang contoh-contoh khutbah (banyak lho di toko-toko buku islami…). Bukankah bila ke toko, katanya hampir bisa dipastikan beli buku?

    Saya yakin bakal bagus cara menyajikan khutbahnya. Bukankah Oom Budi presenter yang bagus (sering ngasih presentasi di mana-mana)?

    Nah, saatnya jadi presenter undangan Allah.. (jadi khatib..). Gemana? Harus siap!!!

    Ayooooo…..

    Saya ngomong gini karena sering lihat bapak saya di kampung dipercaya jadi khatib sekaligus imam Oom. Beliau mempersiapkannya dengan baik, senang sepertinya, seperti bukan kewajiban…(udah biasa kali ya…?)

    Waduh saya ngomong gini (saya pun harus siap nih… )
    .

    Maaf Oom, ini buat memotivasi (khususnya diri sendiri nih…)

    Saya salut deh dengan postingan ini… memotivasi saya juga…

    Nah gini dunk postingannya…

  • hyorinmaru

    Pak… :-)
    IMHO, utk jadi khotib dan (biasanya serta mestinya) imam jum’atan tak cuma tau/hafal tata caranya. Belajar tata cara, rukun & bacaannya tu soal yg relatif mudah. Temukan buku yg tepat (ini mudah bagi bpk, jelas, saya gak percaya klo gbs nemuin) lalu kita pun siap jadi khotib n imam. Siap secara teknis…
    Butuh persiapan spiritual *tepat gak ya istilahnya*
    Mungkin seperti saat kita melakukan public speaking kali pertama; menguasai materi saja gak cukup khan? Masih grogi aja. Seiring dg makin seringnya dijalani, rasanya “makin siap”, walaupun diminta mendadak sekali pun.
    Menjadi khotib n imam mirip itu; hanya saja lebih berat lagi, IMHO. Bukan cuma “pembiasaan”, ttp “kebersihan hati”. Rasanya gak bs bicara di mimbar klo hari itu ada maksiat yg signifikan (saya rasa kita sulit sekali untuk “total bersih” walau sehari aja). Trs, rasanya hafalan ayat pun menguap entah kmn, mungkin gak ilang sama sekali, tp melemah. Sunnatullah sih, hal ini…
    Maka selain teknis, spiritual juga. Jangan maksiat; bo’ong, ngusilin temen, apalagi yg “besar” seperti korupsi…
    IMHO loh pak…
    *pengalaman pribadi; slama kuliah, saya salah 1 khotib n imam masjid kampus*

  • Budi Rahardjo

    Pasalnya, saya sering melihat di tengah hadirin ada yang jauh lebih bagus bacaannya dari saya, rajin baca Al Qur’an dan orangnya baik, tapi dia tidak mau maju jadi imam/khatib. (Bahkan saya perhatikan lebih dari satu orang yang seperti itu.) Jadinya semua saling menunggu. Padahal menurut saya mereka lebih layak jadi imam/khatib.

    Duluuu sekali, waktu saya masih di grad school, roomate saya adalah orang Mesir yang sangat baik. Setiap nganggur saya lihat dia baca Al Qur’an (pakai buku kecil meskipun saya tahu dia hafal). Kalau sholat bersama (berdua, misalnya) dia lebih sering mendorong-dorong saya menjadi imam. Lah? Gimana nih. hi hi hi. Wong bacaan dia jelas lebih bagus dari saya dan pengetahuan Islamnya lebih bagus. Saya jadi bingung, tapi ya ndak nolak soalnya kalau saling nolak bakalan gak jadi sholat berjamaah. he he he. Sesama brothers ya saling mengalah.

    Memang ini mendorong saya untuk lebih banyak belajar, tetapi rasanya berat sekali. Kok seperti sulit melekat di otak – di hati sudah, dilakukan sudah, tapi dihafal kok susah. (Kalau untuk urusan agama saya agak sungkan menulis di blog. Jadi kalau tidak saya tuliskan di sini bukan saya tidak melakukannya, tetapi saya rikuh / sungkan. It’s so private to me. Kadang saya tuliskan seperti ini kalau saya sudah mentok dan kesal. Agama merupakan satu hal yang tidak pernah saya anggap sebagai main-main.)

  • Cabe Rawit

    Krisis khotib ini jadi sorotan banyak fihak, termasup ane ama sohib-sohib. Salahsatu terobosan yang kita buat adalah menyelenggarakan Takhassus Kulliyyatul Muballighin (Kulaih Khusus Muballig) dan Tadribul Khuthobah (Pelatihan Praktis Khutbah/Public Sepaking). Sekarang sudah angkatan ke 15 dengan jumlah alumni kurang lebih 2000-an orang.

    Materi yang diberikan secara garis besar terbagi pada tiga bidang:
    1. Materi agama (Fashahah, tahfidz dan Tahsin al-Quran, Fikih dasar, dasar-dasar tauhid, wawasan keislaman)
    2. Komunikasi Praktis (dasar-dasar public speaking, dasar-dasar ilmu komunikasi)
    3. Praktikum dan simulasi

    Pelatihan ini terbuka untuk umum, dan sama sekali tidak dipungut biaya. Para peserta pelatihan yang mengikuti tes kelayakan khotib akan mendapatkan sertifikat khotib dari MUI dan Departemen Agama.

    Mudah-mudahan, kegiatan serupa bisa juga dilaksanakan di tempat/daerah laen. Sohib-sohib bisa ngobrol lebih panjang di YM ato kirim lewat email. Salam dari ane, Cabe Rawit.

  • Mohammad

    HEhehehe kampussyariah harus bayar dulu baru nanti login untuk belajar benerannya. Murah itu cuma 300 ribu.

    Mungkin rukun yg disebut BR di atas bisa digunakan dan bagi saya sudah mencukupi (saya sebut _bagi saya_, karena saya tidak berhak menentukan fatwa untuk khalayak:-). Kalau jumatan di tempat yang komunitas muslimnya beragam bisa kelihatan bahwa dalam jumatan juga banyak nuansa dan variasinya. Misalnya di masjid Pakistan di antara 2 khutbah ada yang sholat (bahkan ngobrol!), di masjid Turki sholat sunahnya 4 rakaat dan adzannya 2x, di masjid anu adzannya cuma sekali, dsb. Jadi menurut saya fleksibel saja asal syarat2nya terpenuhi (2 khutbah dan ada wasiat takwa)

  • lambaianhati

    Kalau boleh saya ikut nimbrung masalah jadi Khotib dan Imam kelihatannya orang itu sudah berawal dari ketaatannya di mengerjakan ibadah sholat baik itu sendiri atau berjamaah. Orang ini biasanya seringkali di daulat jadi Imam pada waktu sholat wajib. Memang sih g selamanya orang yang jadi Khotib dan Imam itu lebih baik dari jamaah yang ada pada waktu itu tapi hal itu sudah berjalan seperti mengalirnya air di sungai karena sedikit demi sedikit orang itu akan menjadi terbiasa menjadi Imam. Pada acara Tarawih atau acara pengajian biasanya orang-orang ini akan menonjol atau di daulat menjadi Imam Tarawih atau jaldi penceramah. Lambat laun ia akan terbiasa berada di mimbar dan masyarakat akan percaya bahwa ia pantas menjadi Khotib dan Imam Sholat Jum’at. Kayaknya para khotib dan Imam itu pilihan Allah lho karena dia tidak merasa beban dan terpaksa untuk melaksanakan hal itu. Bagi yang mau jadi Khotib dan Imam coba deh mengawali dengan ketekunan menjalankan ibadah sholat.

  • jendelahatiku

    Iya ya memang banyak kejadian pada waktu sholat Jum’at eh ternyata Khotib nya g datang wah yang paling repot itu pasti pengurus masjid nya, tengok kesana kemari cari siapa yang mau dan cocok jadi khotib Sholat Jumat. Nah sebetulnya pengurus masjid harus bisa tuh maju jadi khotib karena tentunya bisa belajar dari buku dan kalau situasi seperti itu kan para jamaah akan menerima kalau ada sedikit kurang lancar jadi khotib dan imamnya. Tapi ya itu pengurus harus sering baca contoh isi khutbah, kan banyak bukunya tuh.
    Bagi jamaah yang kebetulan ada ditempat itu dan sedikit mampu membaca satu atau dua ayat sebaiknya naik aja ke mimbar dan mengisi khutbah Jum’at dengan singkat sesuai rukun Jum’at yang ada. InsyaAllah akan diberikan keringanan ucapan oleh Allah Subhanahu Wataala.

  • admin

    Kalau butuh Khatib Jumat, silakan click http://ruslihasbi.com.

    Beliau bersedia menjadi khatib undangan apabila jadwal beliau pada hari tersebut belum teriisi.

    Cerita di atas bukan masalah mencari khatib, tentunya.

    http://ruslihasbi.com

    Nas

  • djunaedird

    Yang utama adalah percaya diri. Itu kuncinya. Walau sudah paham semua ilmu khatib, sudah baca semua tutorial soal khatib, walau sudah melanglang buana, tanpa PD, nggak bakalan pernah tampil. :P

  • dhany

    WAH SEHARUSNYA ANDA BERTANYA PADA ORANG YANG SDAH AHLI

  • doelha

    senang juga kalau ada khotib membahas blog dan persoalan ummat misalnya, atau internet dan dakwah, up to date gitu. terus terang saya sering jengkel dan akhirnya tertidur kalau khatib cuma membaca teks saja, tak memberikan oleh-oleh buat pendengar…

  • sapto

    Kalo untuk khotbah kebetulan belom pernah,
    paling disuruh tausiyah pada acara buka bersama :P
    jadi materinya juga ga berat2 cukup masalah sehari2
    saya juga orang awam, tp kebetulan jenggotan,
    jadi taunya cuma surat2 pendek yang ada di Juz Amma :P
    saya coba berbagi tentang ayat2 tsb.

    Al Ashr : saya kaitkan dengan memanfaatkan waktu
    Al’Alaq : tentang membaca / mencari ilmu
    Al Ma’un : tentang mengasihi anak yatim/orang miskin
    Al Zalzalah: tentang bencana (sebenernya tentang kejadian hari kiamat, tp kejadian sekarang2 ini koq kaya yg di surat ini).

    Bapak pasti bisa mengupas hal tsb dengan panjang lebar.

    Saya yakin pak Budi pasti bisa, bapak udah punya modal yg utama yaitu biasa ngomong di depan banyak orang.

    Ato kalo memang bapak yg sering nginep di hotel,
    yang memungkinkan kejadian tsb terulang lagi,
    bapak bisa siapkan satu materi khutbah (ambil dr buku misalnya).

  • Nazieb

    Saya makmum saja Pak.. :mrgreen:

  • Budi Rahardjo

    Saya juga …
    Lah, jadi siapa imam / khatibnya? :mrgreen:

  • network_pirates

    yang jadi imam, nabi muhammad saja…..

  • Andri

    emang lier pas jumatan tiba2 khotibnya gak ada, bakal gak sah neh jumatannya, palagi bakal diperparah kalo imamnya gak ada juga…wuiiih berabe kali…..tul gak om?

    seharusnya di masjid, kudu aya buku stepbystep ttg rukun2 islam yah biar gak mudeng kalo2 seniornya gak ada lagi…

  • faisol

    terima kasih sharing info/ilmunya…
    saya membuat tulisan tentang “Bagaimana Menjadi Khatib Efektif?”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/bagaimana-menjadi-khatib-efektif-1-of-2.html

    salam,
    achmad faisol

    http://achmadfaisol.blogspot.com/

  • faisol

    terima kasih sharing info/ilmunya…
    saya membuat tulisan tentang “Tidur Ketika Khutbah Jum‘at, Mengapa?!”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/hidup-ini-memang-penuh-kelucuan.html

    salam,
    achmad faisol

    http://achmadfaisol.blogspot.com/

  • adi

    Tata cara pelaksanaan shalat Jum’at, yaitu :
    1. Khatib naik ke atas mimbar setelah tergelincirnya matahari (waktu dzuhur), kemudian memberi salam dan duduk.
    2. Muadzin mengumandangkan adzan sebagaimana halnya adzan dzuhur.
    3. Khutbah pertama: Khatib berdiri untuk melaksanakan khutbah yang dimulai dengan hamdalah dan pujian kepada Allah SWT serta membaca shalawat kepada Rasulullah SAW. Kemudian memberikan nasehat kepada para jama’ah, mengingatkan mereka dengan suara yang lantang, menyampaikan perintah dan larangan Allah SWT dan RasulNya, mendorong mereka untuk berbuat kebajikan serta menakut-nakuti mereka dari berbuat keburukan, dan mengingatkan mereka dengan janji-janji kebaikan serta ancaman-ancaman Allah Subhannahu wa Ta’ala. Kemudian duduk sebentar
    4. Khutbah kedua: Khatib memulai khutbahnya yang kedua dengan hamdalah dan pujian kepadaNya. Kemudian melanjutkan khutbahnya dengan pelaksanaan yang sama dengan khutbah pertama sampai selesai
    5. Khatib kemudian turun dari mimbar. Selanjutnya muadzin melaksanakan iqamat untuk melaksanakan shalat. Kemudian memimpin shalat berjama’ah dua rakaat dengan mengeraskan bacaan.

    Adapun rukun khutbah Jumat paling tidak ada lima perkara.
    1. Rukun Pertama: Hamdalah

    Khutbah jumat itu wajib dimulai dengan hamdalah. Yaitu lafaz yang memuji Allah SWT. Misalnya lafaz alhamdulillah, atau innalhamda lillah, atau ahmadullah. Pendeknya, minimal ada kata alhamd dan lafaz Allah, baik di khutbah pertama atau khutbah kedua.

    Contoh bacaan:

    إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

    Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa mayyahdihillaahu falaa mudhillalahu wa mayyudhlilfalaa haadiyalahu

    2. Rukun Kedua: Shalawat kepada Nabi SAW
    Shalawat kepada nabi Muhammad SAW harus dilafadzkan dengan jelas, paling tidak ada kata shalawat. Misalnya ushalli ‘ala Muhammad, atau as-shalatu ‘ala Muhammad, atau ana mushallai ala Muhammad.

    Contoh bacaan:

    اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

    Allahumma sholli wa sallam ‘alaa muhammadin wa ‘alaa alihii wa ash haabihi wa man tabi’ahum bi ihsaani ilaa yaumiddiin.

    3. Rukun Ketiga: Washiyat untuk Taqwa
    Yang dimaksud dengan washiyat ini adalah perintah atau ajakan atau anjuran untuk bertakwa atau takut kepada Allah SWT. Dan menurut Az-Zayadi, washiyat ini adalah perintah untuk mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sedangkan menurut Ibnu Hajar, cukup dengan ajakan untuk mengerjakan perintah Allah. Sedangkan menurut Ar-Ramli, washiyat itu harus berbentuk seruan kepada ketaatan kepada Allah.
    Lafadznya sendiri bisa lebih bebas. Misalnya dalam bentuk kalimat: “takutlah kalian kepada Allah”. Atau kalimat: “marilah kita bertaqwa dan menjadi hamba yang taat”.

    Contoh bacaan:

    يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

    yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaqullaaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna ilaa wa antum muslimuun

    Ketiga rukun di atas harus terdapat dalam kedua khutbah Jumat itu.
    4. Rukun Keempat: Membaca ayat Al-Quran pada salah satunya
    Minimal satu kalimat dari ayat Al-Quran yang mengandung makna lengkap. Bukan sekedar potongan yang belum lengkap pengertiannya. Maka tidak dikatakan sebagai pembacaan Al-Quran bila sekedar mengucapkan lafadz: “tsumma nazhar”.
    Tentang tema ayatnya bebas saja, tidak ada ketentuan harus ayat tentang perintah atau larangan atau hukum. Boleh juga ayat Quran tentang kisah umat terdahulu dan lainnya.

    Contoh bacaan:

    فَاسْتبَقُِوا اْلخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونوُا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَمِيعًا إِنَّ اللهَ عَلىَ كُلِّ شَئٍ قَدِيرٌ

    Fastabiqul khairooti ayna maa takuunuu ya’ tinikumullahu jamii’an innallaaha ‘alaa kulli syaiin qodiiru (QS. Al-Baqarah, 2 : 148)

    أَمّا بَعْدُ

    ammaa ba’du..

    Selanjutnya berwasiat untuk diri sendiri dan jamaah agar selalu dan meningkatkan taqwa kepada Allah SWT, lalu mulai berkhutbah sesuai topiknya.
    Memanggil jamaah bisa dengan panggilan ayyuhal muslimun, atau ma’asyiral muslimin rahimakumullah, atau “sidang jum’at yang dirahmati Allah”.

    ……. isi khutbah pertama ………

    Setelah di itu menutup khutbah pertama dengan do’a untuk seluruh kaum muslimin dan muslimat.

    Contoh bacaan:

    بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

    barakallahu lii wa lakum fill qur’aanil azhiim wa nafa’nii wa iyyaakum bima fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qowlii hadzaa wa astaghfirullaaha lii wa lakum wa lisaa iril muslimiina min kulli danbin fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiimu.

    Lalu duduk sebentar untuk memberi kesempatan jamaah jum’at untuk beristighfar dan membaca shalawat secara perlahan.
    Setelah itu, khatib kembali naik mimbar untuk memulai khutbah kedua. Dilakukan dengan diawali dengan bacaaan hamdallah dan diikuti dengan shalawat.

    Contoh bacaan:

    إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَلِيُّ الصَّالِحِينَ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْْْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ., أَمَّابعد,

    Innal hamdalillahi robbal’aalamiin wa asyhadu an laa ilaaha illahllaahu wa liyyash shalihiina wa asyhadu anna muhammadan khaatamul anbiyaai wal mursaliina allahumma shalli ‘alaa muhammadan wa ‘alaa aali muhammadin kamaa shollayta ‘alaa ibroohiima wa ‘alaa alii ibroohiim, innaka hamiidum majiid.Wa barok ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammadin kamaa baarokta ‘alaa ibroohiima wa ‘alaa alii ibroohiim, innaka hamiidum majiid.
    Ammaa ba’ad..

    Selanjutnya di isi dengan khutbah baik berupa ringkasan, maupun hal-hal terkait dengan tema/isi khutbah pada khutbah pertama yang berupa washiyat taqwa.

    ……. isi khutbah kedua ………

    5. Rukun Kelima: Doa untuk umat Islam di khutbah kedua
    Pada bagian akhir, khatib harus mengucapkan lafaz yang doa yang intinya meminta kepada Allah kebaikan untuk umat Islam. Misalnya kalimat: Allahummaghfir lil muslimin wal muslimat . Atau kalimat Allahumma ajirna minannar .

    Contoh bacaan do’a penutup:

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
    رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
    رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.

    Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu’miniina wal mu’minaatil ahyaa’I minhum wal amwaati, innaka samii’un qoriibun muhiibud da’waati.
    Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho’naa. Robbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishron kamaa halamtahuu ‘alalladziina min qoblinaa.Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa’fua ‘annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa ‘alal qowmil kaafiriina.
    Robbana ‘aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.

    Selanjutnya khatib turun dari mimbar yang langsung diikuti dengan iqamat untuk memulai shalat jum’at. Shalat jum’at dapat dilakukan dengan membaca surat al a’laa dan al ghasyiyyah, atau surat bisa juga surat al jum’ah, al kahfi atau yang lainnya.

    Demikian bacaan khutbah semoga bermanfaat bagi kita semua.

  • Jaket kulit

    Salam kenal dan sukses selalu semoga tuhan selalu menjaga kita.AMMIIIIN

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.934 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: