Tidak Tahukah Kau (2)

Kembali di sebuah kantin, menyambung cerita ini.

Cewek: Oh iya. Jek, salammu sudah aku sampaikan.
Cowok (berbinar-binar): Oh ya? Terus dia bilang apa?
Cewek: Terima kasih.
Cowok: Itu aja?
Cewek: Habis mau apa lagi?
Cowok: Gak nanyain soal aku, misalnya.
Cewek menggeleng.
Cowok (masih penasaran): Dia kenal aku nggak ya?
Cewek (dalam hati): mana aku tahu?

Cowok: Sar, tolong cari tahu dong apa dia kenal aku.
Cewek (ketus):  Gak mau ah!
Cowok (agak terkejut): Lho kok nggak mau?
Cewek: Tanya aja sendiri. Kan udah gede! Udah ah ngomongin yang lain aja.
Cowok terheran melihat sikap temannya.
Cewek (… masih dalam hati …) tidak tahukah kamu bahwa untuk menyampaikan salammu saja aku hampir tidak sanggup. Air mata, bertahanlah. Janganlah engkau muncul…

[Seri tidak tahukah kau: 18, 171615141312, 1110987654321]

About these ads

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

13 Tanggapan to “Tidak Tahukah Kau (2)”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.127 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: