Tentang Konser Musik Rock Itu
18 Februari 2008 oleh Budi Rahardjo
Saya tidak ingin menulis panjang lebar tentang tragedi konser musik di Bandung yang menelan korban jiwa. Saya sarankan agar Anda membaca ke sini saja (biar satu tempat):
http://gwmusic.wordpress.com/2008/02/11/cerita-pendek-tragedi-berdarah-konser-beside/
Saya hanya ingin meluruskan bahwa musik rock itu tidak harus terkait dengan kerusuhan atau keburukan. Coba simak tulisan mas Yockie S. Prayogo tentang asal muasal musik rock itu. (Nanti saya carikan URL-nya. Atau kalau mas Yockie berkenan memberitahukan URL-nya. he he he. Habis, tulisan mas Yockie banyak juga. he he he.) Ini supaya kita bisa lebih belajar dan mengerti.
yah, konser musik slow aja yang mati banyak, masak konser underground gak ada, gak mau kalah dungks..
Mas Budi,
Terima kasih banyak. Ya, kita harus kembalikan citra musik rock yang tidak harus dikonotasikan dengan minuman keras …
Keep on rockin’ mas!
Salam,
G
“Saya hanya ingin meluruskan bahwa musik rock itu tidak harus terkait dengan kerusuhan atau keburukan”
Yup…setuju Pak. Sebenarnya asal gak ada yg “ngonsumsi mirasan-tika (banget)” sebelum masuk tempat konser musik maka semuanya akan aman2 aja.
Semua tindakan “bodoh” seperti konser musik di bandung tempo hari itu, berasal dari barang2 haram itu dan gak ada hubungannya dgn jenis musik yg di-konser-kan.
Intinya tertib kali ya, Pak? Kaya mas Serdadu bilang itu, kalau ndak berbuat aneh-aneh harusnya ga perlu ada korban. Wong musik apapun ga ada yang diciptain buat gagah-gagahan. Ini kayanya malah lebih keren yang nonton daripada yang konser.
Halah.. saya paling benci stempel generalisasi.
Setuju bos…
Silakan baca di igoysim.wordpress.com
Hellow people….dari artikel yang dilampirkan, jelas2 kesalahan ada di pihak panita, aparat, dan “anak metal palsu”. Panitia menjual tiket yang melebihi kapasitas gedung sehingga mengurangi ruang bernafas yg bikin penonton mabok bukan karena minuman, tapi karena kurang nafas!
Aparat juga bukannya “mengayomi” malah menyulut kerusuhan dengan memaksa penonton keluar padahal pintu masih padat antrian. Mereka juga cuek dg kelakuan anak metal palsu yang mencoba menerobos masuk. Akhirnya, penonton metal sejati, yang datang untuk musiknya menjadi korban.
Tolong jangan termakan media yang gak tau apa2 tentang musik underground. Metro TV dengan sok tau menyebut itu konser Punk, yg seharusnya Metal. Lalu disebutkan panitia membagikan minuman keras, padahal cuma personil Beside yang membagikan bbrp bir buat penonton yang kehausan.
Melarang konser musik underground akibat kejadian ini adalah tindakan bodoh. Dengan sikon yg sama (penonton yg melebihi kapasitas gedung + aparat yg tolol), konser musik klasik pun bisa memakan korban!
ieu panitia na nu baledog…udah gitu magh, konser na gretongan deui… ari barudak teu ngerti nanaoan, hayu we ngiring…terjadilah…
Aneh sebenarnya kalo hanya kejadian ini konser metal ga boleh ada. Coba kita renungkan baik-baik. Sebenarnya siapa yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini ?? Udah jelas kapasitas udah penuh, masih aja bole masuk. Belom lagi aparat keamanan yang brengsek. Aparat itu memang seharusnya dibubarin aja. ANARCHY !!!
salam kenal
http://www.anarchy-rocknroll.com
emang bener bukan musik rocknya yang diasosiasikan dengan kerusuhan.. musiknya kagak tau ape-ape.. ^^ seharusnya kapasitas gedung harus disesuaikan dengan penjualan tiket, en keamanan pun harus diperketat, jgn sampe ada yang masuk sembarang n akhirnya tambah bludak..ntar orang-orang pada kayak sarden!
mampir nii ^^
hidup underground
musik underground memang musik yang keras, dari liriknya aja jauh dari kata indah, tapi dibalik itu semua terjalin solidaritas antar undergrounder, mungkin yang membuat kerusuhan itu orang yang gak ngerti apa-apa sudah ngaku-ngaku undergrounder…
kalau musik underground itu dilarang, yang melarang itu yang harus dilarang, bungkam aja mulutnya…