Tadi dalam diskusi workshop Wikinomics (dan Web 2.0) ada sedikit disinggung soal blog. Salah satunya adalah style saya dalam menulis blog yang berbeda dengan yang lain. Saya jelaskan bahwa style saya menulis adalah open-ended, tidak lengkap dan banyak bertanya. Mengapa demikian? Ini adalah merupakan cara saya belajar.
Saya ambilkan beberapa contoh. Misalnya ketika saya menuliskan tentang anak muda yang tidak dipercaya oleh orang yang lebih tua, saya ingat akan sebuah iklan rokok. Anda juga tahu kan iklan yang saya maksud, dimana salah satu slogannya adalah “yang muda yang tidak dipercaya”. Meskipun saya tahu tentang itu, dengan sadar, saya sengaja tidak menuliskan hal tersebut. Tujuannya adalah agar ada pembaca yang memberikan komentar persis itu (“eh, saya jadi ingat iklan …”)
Ada banyak manfaat yang diperoleh dengan style seperti ini, antara lain:
- saya jadi tidak keminter karena menuliskan semua yang komplit (dan malah berkesan sok tahu);
- memberi kesempatan kepada pembaca untuk terlibat (berpartisipasi) dan merefleksikan diri.
Hasilnya adalah blog yang lebih hidup dan lebih disenangi. (This is not a reference page, people!) Jadi memang banyak hal yang sengaja saya siapkan untuk itu. Hi hi hi. Sekarang Anda tahu salah satu rahasia blog saya.
Hal ini juga saya ajarkan kepada mahasiswa sebagai bagian dari teknik presentasi. Anda tidak bisa menerangkan semua karena ada batasan waktu dan atensi pendengar. Itulah sebabnya Anda sengaja harus menyisakan beberapa bagian agar ditanya. (Sesungguhnya Anda menyiapkan “pancingan” hi hi hi.) Jadi, Anda sudah siap dengan pertanyaan tersebut dan terkesan hebat dalam presentasi skripsi Anda (penguji berpikir kok dia bisa menjawab ya? ya iyalah… wong sudah dipersiapkan). hi hi hi.
Banyak yang masih belum bisa memahami style yang saya gunakan dan memang ini bergantung kepada kesukaan masing-masing.
Demikian salah satu oleh-oleh dari acara tadi siang.


Februari 21st, 2008 at 6:24 pm
salam kenal pak, tips nya akan sayah gunakan kalo ujian skripsi… semoga bisa sukses.. tengkyu.
Februari 21st, 2008 at 6:35 pm
wahhh… semua memang m’punyai bumbu rahasia dan punya cita rasa yg berbeda..ku tau yg kumau…*iklan lagi*
Februari 21st, 2008 at 6:35 pm
Saya tahu kok kalau “dipancing-pancing” dan itu memang yang saya butuhkan
Februari 21st, 2008 at 6:40 pm
saya sangat senang sekali membaca blognya pa Budi ini karena terasa ringan dan terlalu berat untuk berfikir juga mudah untuk dicerna
Februari 21st, 2008 at 6:40 pm
saya sangat senang sekali membaca blognya pa Budi ini karena terasa ringan dan tidak terlalu berat untuk berfikir juga mudah untuk dicerna
Februari 21st, 2008 at 6:51 pm
Hoe… makasih tipsnya, Pak.
Februari 21st, 2008 at 7:05 pm
Wah sip.. terima kasih ilmunya pak budi… ntar betul2 buat presentasi nih
Februari 21st, 2008 at 7:42 pm
Boss, tips selain blog donk, tapi yang Web 2.0 juga. Biar kita punya sesuatu untuk ditanyakan
Februari 21st, 2008 at 8:19 pm
dipancing pakai pancing gitu maksud e ??
Februari 21st, 2008 at 8:37 pm
“ilmu” atau kemampuan utk itu, karena diasah atau …. ???
Februari 21st, 2008 at 9:12 pm
Ilmu yang bermanfaat. Terimakasih ilmunya pak. Besok saya coba.
*bikin pancing…
Februari 21st, 2008 at 9:22 pm
Oleh oleh yang bagus pak
Februari 21st, 2008 at 10:36 pm
Blognya pak Budi ini memang produktif. Dan dengan gaya penulisan yang memancing komentar, tidak heran kalau termasuk blog yang populer.
Iseng2 buat statistik dari tgl 25 Jan – 21 Feb.
Post per hari.
Max: 7
Min: 1
Rata2: 4
Total: 113
Ranking post berdasarkan jumlah hari
3 post: 10 hari
4 post: 7 hari
5 post: 5 hari
7 post: 3 hari
Sisanya masing2 1 hari.
Ranking rata2 post berdasarkan hari
Senin: 5,50 post
Jumat: 4,75 post
Kamis: 4,50 post
Selasa: 4,25 post
Minggu: 4,00 post
Rabu: 2,75 post
Sabtu: 2,50 post
Silakan dianalisa sendiri.
Btw, rss feed multiply tidak bisa ditampilkan utuh satu artikel ya? Yang masuk ke email saya, hanya sebagian saja. Akibatnya, hanya yang benar2 menarik baru saya lihat selengkapnya di web.
Februari 21st, 2008 at 11:49 pm
[...] Artikel terkait : Style Menulis Blog oleh Budi Raharjo [...]
Februari 22nd, 2008 at 12:50 am
Hidup Pak Budi. Blom sempat diajar Bapak, tapi udah nyuri2 ilmu lewat Blog ini, hehe… makasi Pak, sukses selalu.
Februari 22nd, 2008 at 8:14 am
Hmm baru nyadar efek negatif membuat tulisan komplit, Terima kasih Pak!
Februari 22nd, 2008 at 8:57 am
ooo gituh pak, dapet ilmu lagi nih :d
Februari 22nd, 2008 at 9:05 am
Dan saya… paling suka dipancing.
Asal umpannya yang enak aja.
Saya dengan senang hati akan menerima pancingan anda.
hhe.hhe.. hhe..
Februari 22nd, 2008 at 9:48 am
Wah, bagaimana ya? saya menulis dg style spt itu malah dikomentari, klo saya cm omong tok, ga ngasih solusi. jadi gimana donk?
Februari 22nd, 2008 at 3:07 pm
…suatu pencerahan yang benar2 mencerahkan…
Februari 22nd, 2008 at 11:46 pm
wahh…bener juga yah…
klo dah lengkap, ngapain juga ngasih komen atau tanggapan.
palingan klo ada komen isinya cuma : “setuju…!!!”, “gw dah tau…”, dll…dll…
(baru sadar…)
Februari 24th, 2008 at 8:00 pm
Dengan segala hormat, kalau boleh saya minta materi presentasi tentang membuat blog yang baik pak. Email saya cuteanthy@yahoo.co.id
Terima kasih
Maret 7th, 2008 at 1:17 am
It is a good reference. Thank you Om.