Ok-ok, saya sudah janji akan menulis tentang lanjutan cerita “Aku Tak Tahu Namamu” (ATTN) tanggal 22 Februari kemarin. (I know some of you are keeping tracks! D@mn you! hi hi hi.)
Saya terpaksa tidak bisa menepati janji ini.
Bukan, bukan saya tidak mau, tetapi saya masih belum berhasil menemukan alur yang pas. Saat ini sudah ada dua alur ceritanya. Yang satu dia lurus, konsisten, lengkap, … tetapi membosankan. Mungkin ini cocok untuk acara sinetron di TV karena bisa memperpanjang seri, tapi sayanya jadi bosan.
Satu alur cerita lain baru datang tadi malam. (yeah, things usually arrive at unexpected time and situation.) Ada “ledakan” kecil di sana, tetapi cerita jadi liar tidak terkendali. (Ala BR-style gitu.) Nah, saya khawatir liarnya ini. Ceritanya jadi tidak konsisten. Nah, saya masih ingin menghaluskan alur yang ini. Setidaknya supaya konsisten dulu ceritanya.
Jadi … (nggak berani janji lagi, hi hi hi). Mungkin saya hanya bisa bilang sabar. Saya sendiri juga menunggu ceritanya. Gimana sih diri! Mana ceritanya? Ayo dong! Saya sudah tidak sabar mendengar cerita dari saya. Sungguh! Hah? Rekursif?
[menjitak diri sendiri]
pertamaxxxx……..weksss..
pertamax
tERLAMABATS……
sHOLAT ISTIKHAROH AJA pAK
iya de pokokny ditunggu, sambil dagdigdug he3
dgn demikian kita bs terlibat beneran …
Iya nih Oooom cerita ATTN-nya sudah lama ditunggu kok ga muncul-muncul…
Eh, iya sih bikin cerita tuh ga gampang, harus konsisten, dan juga menarik. Jangan kayak yang kemarin2,…
Manna ekspressinyaaa ??? (seperti iklan rokok, yg mana? jangan2 Pak Budi juga nggak tahu …)
ikutan menunggu pa
sumpah saya tertarik dengan judulnya ATTN, kirain satu istilah di networking, IT or somthing like that lah..
ternyata cerita toh..
Kirain istilah dunia IT … (sama kecelenya ama mas Eep) …
Hehehe … ditunggulah ceritanya …
Pak minta kerjaan dong .. (bidang IT tentunya) …
Hehehe ….
Salam,
masih tetep nunggu…
@math … iya math, karena kritikan Anda yang lalu itu maka saya sekarang ingin lebih cermat. sabar ya …
@Budi Rahardjo: Kirain udah lupa…
Iya nih, serius saya tungguin… Saya seneng baca cerita nih… , udah ga sabar nunggu cerita berikutnya…
Akhirnya… aku sama kayak wenny… “tetap menunggu”