Pada sesi training Blogging tadi pagi ada banyak pertanyaan yang bagus-bagus. Salah satu pertanyaan datang dari seorang blogger wanita. Dia berkata bahwa saat ini dia sudah memiliki blog di multiply.com dan dia mendapat “intimidasi” untuk menulis ini dan itu dari pengunjungnya. Padahal dia ingin menulis yang lain. Bagaimana dia harus bersikap, itu pertanyaannya.
Ha ha ha. Saya ingin tertawa karena ternyata pertanyaannya relevan dengan yang dialami oleh saya (maupun blogger lain yang tidak perlu saya sebutkan namanya). Saya bisa memberikan contoh dengan apa yang saya alami tetapi saya rasa itu tidak etis. Mencari popularitas dengan pembenaran di tempat lain. Jadi saya tidak ceritakan tentang kasus saya. Biarlah dia menjadi artifak saja.
Jawaban saya terhadap pertanyaan mbak itu adalah, tulis apa yang ingin Anda (mbak) tulis. Mbak bukan ingin mencari popularitas kan? Kemudian terpaksa melakukannya. Jangan kerjakan sesuatu karena terpaksa dan tidak menggunakan hati (passion). Jadi kalau mbak mau nulis puisi, ya tulislah puisi meskipun orang mengharapkan mbak menulis tentang pendidikan, misalnya.
Manusia itu multi dimensi. Setidaknya, itu yang saya pikirkan mengenai diri saya. Mungkin sebagian orang tidak menyukai atau tidak paham tentang tulisan saya “Kilometer NOL”. Padahal bagian sebagian lain, tulisan tersebut sangat bermakna dalam. Banyak orang yang menginginkan saya terkurung dalam kerangkeng 1 dimensi saja, dimensi IT. Maaf, saya harus terus belajar. Saya tidak ingin statik di satu tempat.
(Don’t get me wrong, I am still as passionate on IT as I was few years ago. It’s just that I am leaving the stage to the younger generation. Give them the spotlight. Old crack like me should step aside, watch them, and guide them as needed. But, let them make mistakes. There are still old people who want to hold the stage for as long as they live.)
Dunia blog dahulunya didominasi oleh orang IT. Maklum, pengguna internet mulanya kan techie. Tentu saja tulisan tentang IT yang paling dicari. Sekarang sudah tidak lagi. Ada dimensi lain yang tidak kalah pentingnya.
Saya menyesal karena dulu-dulu tidak banyak membaca buku bertema budaya dan sosial sebagai penyeimbang buku teknis dan bisnis. Mata saya terbuka setelah membaca dan berdiskusi dengan budayawan. Sayangnya hal ini masih belum banyak dimengerti. Heck, saya juga dulu demikian. Momen pencerahan muncul setelah saya ketemu dengan mas Yockie. (Mas, you ignited a spark in my head and heart. For that, I thank you.) Sesekali bacalah blognya mas Yockie deh. Ah, tentu saja tidak semua orang bisa melihat value (ilmu) yang ditawarkan oleh mas Yockie. Apalagi kalau dia sudah mulai nulis yang berat dan detail. he he he. Saya mabok.
Demikianlah sedikit oleh-oleh dari training blogging tadi pagi. Seperti yang sudah-sudah, orang mengira bahwa pada acara seperti ini isinya adalah saya memberi (mengajari). Padahal pada kenyataannya, saya yang justru belajar. Terima kasih kepada mbak tadi (saya tidak tahu nama Anda – lho, kok seperti judul cerita yang saya tulis, hi hi hi) atas pertanyaannya. You made my day.


Februari 24th, 2008 at 3:34 pm
siang ini gue yg pertama kasih komentar
Februari 24th, 2008 at 3:35 pm
u just made my day to
Februari 24th, 2008 at 3:38 pm
Halo Pak,
Kalau ada training seperti ini lagi dan saya ada, saya akan ikutan (masuk yang melebihi kuota tea)..hehe. Dan saya akan memberi pertanyaan, bagaimana resep supaya kita bisa terus menulis? Bukannya apa pak, saya pernah berinisiatif memberikan pelatihan serupa (tapi pasti tak sama ya) di lingkungan saya, sampai saya instalasikan semua blog-engine (wordpress-based) di web server kami, tapi susah juga ya membuat orang lain menulis di blog mereka sendiri (termasuk saya).
Mungkin yang harus ngasih pelatihan itu …Bapak..hahaha agar semua bisa percaya…
Februari 24th, 2008 at 3:41 pm
@aswinindra, ini juga merupakan salah satu pertanyaan yang sering muncul (khususnya diarahkan ke saya):
(1) bagaimana mendapatkan ide tulisan?
(2) bagaimana menuliskannya dengan cepat?
Jawaban singkat saya adalah … dengan belajar
he he he. Nanti saya akan coba buat tulisan khusus tentang ini. (Tapi saya belum punya bahan latihan / exercise-nya untuk membuat ini menjadi lebih mudah.)
Februari 24th, 2008 at 3:49 pm
Pak Budi, suatu ketika saya membutuhkan teknik-teknik tertentu agar saya terus mempunyai mood yang baik untuk menulis. dan bagaimana agar saya terus bergairah dalam menulis. Jujur saja, ketika saya belajar menulis, dari satu paragraf ke paragraf lainnya kok seperti ada yang menghambat, seperti diantara:
1. Kebingungan untuk melanjutkan tulisan di paragraf berikutnya
2. Rasa cepat bosan dan malas
3. Perasaan udah puas dan cukup dengan pendapat di paragraf sebelumnya
3. Mudah jenuh
Yaaa , tiga hal utama itulah yang saat ini sering saya hadapi dalam menulis, tapi anehnya pak, jika saya menulis di tempat-tempat dimana saya harus bayar itu pakai komputer,kok saya justeru saya semangat, akan tetapi jika saya pakai komputer sendiri di rumah, rasanya kok malaaaaaass banget, kenapa ya?? adakah yang salah dengan desain rumah saya? adakah yang salah dengan suasana hati yang terjadi di rumah, atau bagaimana ya??? mohon dijawab, terima kasih.
Februari 24th, 2008 at 3:54 pm
Tertarik ama pembahasan ttg Blog ibarat tamaguchi, lebih penting mana disebuah blog, menulis isinya sesuai passion si pemilik blog, atau terhadap banyak koment yang diberikan pengunjung ke blog nya dia.
Adakah kriteria sebuah blog yang baik ?
Februari 24th, 2008 at 4:01 pm
betul sekali tulislah apa yang ingin ditulis
Februari 24th, 2008 at 4:02 pm
@Darmawan, … sayang sekali gak ikutan di acara daratnya ya. Di acara tadi, saya singgung sedikit tentang “bagaimana” atau cara saya menulis blog (dan sebenarnya terkait dengan kebiasaan saya belajar karena blog = belajar bagi saya).
Tadi ada pertanyaan tentang gonta-ganti template yang agak terkait juga. Kemudian juga ada pertanyaan tentang bagaimana menyelesaikan pekerjaan kalau sedang tidak mood (melebar dikit pertanyaannya boleh, karena masih terkait juga).
Begini. Cara orang belajar, menulis, itu ternyata beda-beda. Ambil contoh saya. Saya sering kesulitan bekerja dalam situasi yang sepi. Itulah sebabnya saya sering bekerja, membaca, menulis … di mall. ha ha ha. Kalau dulu waktu masih grad school di Kanada, kadang saya belajar di cafetaria. Atau … saya hajar dengan musik keras. Pada prinsipnya saya membutuhkan sedikit noise untuk bekerja. Ini jangan dilawan. Sesuaikan dengan dia.
Dulu ada kawan yang sering mengetik naskah (puisi, cerpen, tulisan) dengan kertas warna warni. Perlu diingat ini jaman dahulu dimana mesin ketik masih dominan. he he he. (Kebayang nggak tuanya saya. ha ha ha.) Nah, saya keheranan. Ngapain pakai kertas warna warni. Toh, yang penting adalah tulisannya? Memang benar. Ternyata kertas warna warni tersebut untuk membangkitkan mood yang sesuai.
Nah … kalau Anda lebih produktif di tempat berbayar, maka … apa boleh buat, di sanalah tempat Anda bekerja. Ya, Anda harus keluar uang untuk itu. Sama seperti saya harus keluar uang ke cafe (starbuks, dll.) agar bisa produktif.
Begitu jawaban saya. Mudah-mudahan sedikiiiit menjawab ya. Semoga sukses deh!
Februari 24th, 2008 at 4:06 pm
@Donald, … saya pilih lebih baik passion sang penulis. Keberadaan komentar kan hanya sebagai efek sampingan (meski pada kasus tertentu ini adalah tujuannya). Puyeng kan? he he he.
Kayaknya harus ngadain acara gini lagi ya di darat?
Ayo Gamais (atau kelompok mahasiswa lainnya). Diorganisir saja. Selama waktu saya pas, saya sih ok-ok saja.
Februari 24th, 2008 at 5:05 pm
@Donald..
aku lebih milih..menulis isinya sesuai passion si pemilik blog.
..
Mau ada yang komentar.. syukur..
Ga juga gpp..
Karena buat aku.. blog yang baik.. ga mesti yang paling banyak dikomentari
Soalnya dulu tuh pernah.. ikut Studium General ttg web-site yang baik itu seperti apa..
Dan ternyata.. bukan yang bling2..cling2 yang masuk kategori baik. Baik itu.. lebih ke konten & muatan informasi.. dengan tampilan yang ga bikin sakit mata (baik dari pewarnaan, layout, dll).
Kataku sih.. karena blog itu lebih ke private-area.. lebih susah ya menilainya.. termasuk kriteria baik atau tidaknya
*itu menurut aku loh..*
Kecuali.. kalo blog2 itu dikategorikan dulu.. untuk sarana belajar menulis sesuatu yang muatan-ilmunya sarat? untuk have-fun? atau apalah..
@ Pak Budi.. aku ikutan nimbrungin gpp ya, Pak?
Februari 24th, 2008 at 5:08 pm
Barangkali selain perlu diadakan training ngeblog, perlu pula diadakan training kirim komentar di blog
Februari 24th, 2008 at 5:17 pm
Tapi kalau dilihat-lihat, di blogsphere ini, lebih banyak blog yang isinya sampah ketimbang yang bermutu…
Kenapa ya?
Apa saya salah lihat. Lucunya yang sampah itu yang banyak komentatornya.
Atau ibarat makanan “sampah” = junk food yang banyak digemari ya?
Februari 24th, 2008 at 5:17 pm
Tapi kalau dilihat-lihat, di blogsphere ini, lebih banyak blog yang isinya sampah ketimbang yang bermutu…
Kenapa ya?
Apa saya salah lihat? Lucunya yang sampah itulah yang banyak komentatornya.
Atau ibarat makanan “sampah” = junk food yang banyak digemari ya?
Februari 24th, 2008 at 5:17 pm
@ Yahya..
setuju.. setuju..
Februari 24th, 2008 at 6:12 pm
tuk Yahya Kurniawan (jadi forum nih
) : kayaknya justru itu yg didahulukan. komentator bola aja lebih seru dari pertandingannya
.
Eh, pak budi saya juga ngajarin dan nyaranin beberapa orang untuk bikin blog, tapi kebanyakan tidak nerusin.
atau bikin blog campaign “hari gini nggak punya blog ??? Dasar ??bluog…
Atau, barangkali memang nggak semua orang harus jadi blogger ya??
Februari 24th, 2008 at 6:18 pm
@ Pak Budi, Kuke dan yang lain…
Misalnya begini, saya menulis blog ‘hanya’ merupakan dokumentasi pribadi atau jurnal saja. Mirip seperti album foto anak-anak dulu yang enak dibuka-buka lagi ketika kita sudah gede. Jadi menulis di blog adalah lebih kepada menulis kepada diri sendiri dulu (utamanya) atau sarana komunikasi orang-orang terdekat saja….lihat ‘blog aing, kumaha aing ™’..Tapi, ketika mulai ada komentar dll yg membuat/mendorong kualitas konten/kandungan informasi blog ‘harus’ lebih baik, ada(kah) kecenderungan ketidaknyamanan menulis blog karena harus melakukan cross-referencing, hyperlink, dll (aka citizen journalism) yang sudah tentu lebih rumit ketimbang langsung ngetik aja apa yang ada di kepala (dan hati) dan tekan publish?..hehehe
Kalau mood lagi enak, konten bisa bagus..tapi kalau tidak…apakah berarti (harusnya) jangan nulis?
Halah…panjang amat..maklum..lagi santai soalnya….
Februari 24th, 2008 at 6:26 pm
amin.. amin…
Senang kalau lihat blog isinya beragam, pak.
Februari 24th, 2008 at 6:35 pm
Depending The Classical Bloggerr Mind, since xxx
)
Februari 24th, 2008 at 6:59 pm
@ aswinindra:
Hehe.. aku jawab versi aku langsung di sini gpp ya?
Bikin blog, nulis di blog, setting awalnya ya.. tujuan-si-blog.
Kalo emang buat cerita2 sesenangnya sendiri.. ya sudah.. itulah..
*pilihan itu semestinya dihargai.. dan.. ga boleh lupa.. cara orang lain menghargai.. beda2.. *
Ketika dalam perjalanan.. terus ada yang mendorong untuk bikin sesuatu (baca: content) yang “katanya” lebih baik.. lebih mutu.. ya sudahh.. bikin satu blog lagi.. yang tujuannya terpisah dengan blog-buat-have-fun itu..
Ga perlu merasa ga nyaman dengan komentar2.. gimana2 juga kan yang punya blog yang tinggal milih.. mau ikutin kata orang.. atau mau ikutin kata hatinya sendiri
Ga perlu dibuat repot
Nahh kalo sudah memutuskan.. blog itu untuk sesuatu yang katanya lebih baik tadi.. ya harus rela.. cross-referencing, hyperlink, dll..

Ga boleh ga
Pertanggungjawabannya kan ga cuma ke diri sendiri
Dan.. kalo ga mood.. untuk blog-yang-katanya-bermutu itu.. ada pilihan kok selain “tidak-menulis”. Tinggal buat link ke artikel yang dimaksud..
Sederhana saja..
Februari 24th, 2008 at 7:04 pm
cara populer dengan intimidasi ngapain juga sih
Februari 24th, 2008 at 7:21 pm
Pak Budi, saya ingin “mengintimidasi” bapak utk selalu menulis warung2 Sate Kambing dan Sop Kambing yang maknyuss yg pernah bapak makan.. Relevan dengan hobi bapak juga khaan? Bagaimana pak ?
Februari 24th, 2008 at 7:30 pm
@rezayadi … boleh saja, selama Anda yang traktir! he he he
Soalnya kemarin dipanas-panasin Yan & Indra bahwa di dekat rumah saya ada tongseng dan sate kambing yang enak. Ntar … itu akan menjadi topik tersendiri. Kan sudah ada tag “makan-makan”.
Februari 24th, 2008 at 7:44 pm
Alhamdulillah saya tidak pernah mendapat intimidasi. Semoga dengan memberi comment ini tidak membuat orang untuk mengintimidasi saya.
Februari 24th, 2008 at 9:07 pm
Salam kenal, Mas!
Asyik baca postingan sampeyan!
Soal mau ngajar malah jadi belajar, ya biasa toh!
Sebagai guru aku juga belajar banyak dari siswaku.
Hidup itu tukar tambah, Mas!
Tukar ilmunya, tambah ilmunya!
Tabik!
Februari 24th, 2008 at 9:21 pm
@ Zulfaisal Putera
setuju!orang itu blom tentu dia tau segalanya
saya sendiri masih murid ini…
ato saya sendiri yang masih murid disini?
Februari 24th, 2008 at 9:47 pm
[...] blog-nya Pak Budi, mathematicse, seorang blogger yang jago matematika, menulis: Tapi kalau dilihat-lihat, di [...]
Februari 24th, 2008 at 11:37 pm
setuju, menulislah apa yang kita ingin tulis, bukan apa yang diinginkan orang lain untuk ditulis. gitu kan, om?
Februari 25th, 2008 at 12:06 am
menurut saya kegiatan blogging adalah satu wujud karya dari SENI menulis .. layaknya sebuah seni, kalau anda idealis silahkan anda tulis apa yang anda suka dari dalam di dalam hati, kalau anda pikir blogging adalah konsumsi industri/publik anda harus mempertimbangkan matang-matang apa yang akan anda tulis dan pastinya mengikuti apa yang diinginkan pembaca. Silahkan anda pilih berada di jalur mana anda?
tidak ada yang lebih baik diantaranya…
Februari 25th, 2008 at 12:35 am
Hihihi…
Om Budi mestinya ngeblog secara spesifik deh..
Aku kalo mau ngomel2, nulis ga jelas ke blog itu. kalo dpt yg keren2, masuk ke blog ini. Puisi masuk ke blog eta. kuis2 iseng masuk ke blog anu.
Jd orang2 masuk ke ke blog yg mana, terserah…
pake tag? huah… kdg2 ga efektif ah…
Februari 25th, 2008 at 12:42 am
weleh, nulis blog kok ada acara intimidasi ya…
Februari 25th, 2008 at 12:43 am
Pokoknya ngeblok terus. Mumpung sebelum dilarang. Apa aja. Pembaca biar milih sendiri yang disuka. Belajar kan nggak harus dari orang pintar. Gitu kaleee
Februari 25th, 2008 at 1:25 am
[...] yang tua yaa kayak gini, lebih jago ngeles..alasannya ’sudah tua’, halah. Baca blognya pak Budi tentang perubahan blognya ada benar juga tentang isi blog beliau yang sekarang ini tidak lagi IT [...]
Februari 25th, 2008 at 1:48 am
Yap. IT kan Information Technology. Itu suatu teknologi untuk menyampaikan informasi. Terserah apa saja informasinya, bisa tentang hukum, sains, sosial, ataupun tentang dunia IT itu sendiri. Jadi yang ada di blog seseorang nggak harus berkisar tentang IT. Terserah yang punya blog mo nulis apa.
Itu tadi menurut saya, yang menganggap blogsphere adalah sumber informasi. Dari sana saya bisa belajar lebih banyak. Minimal bisa dapat bahan pembicaraan di antara teman-teman. Bukan untuk sekedar mencari popularitas.
Itu menurut saya…
Februari 25th, 2008 at 1:59 am
Hmm jadi agak bingung dengan kata “intimidasi”. Kok saya lebih ngeliatnya sebagai “request” ya… Misal saya senang membaca tulisan dengan topik “A”, nah terus di blognya si penulis saya komen “Wah dah lama nih mas penulis nggak posting tentang “A”, posting lagi dong….” nah menurut saya itu sebuah apresiasi terhadap si penulis blog. Nah masalah penulisnya mau posting apa nggak tentang topik yang direquest, ya itu terserah sama penulis…..
Tentang blogsphere yang isinya “sampah”..hmmm menurut saya sih relatif itu….subyektif banget, karena selera orang berbeda2…Mungkin ada postingan yang menurut beberapa orang “sampah”, tapi menurut beberapa orang yang lain itu menarik, dsbdsb…
Bicara soal berubah hmmm…kalo kata Lothair I: “Tempora mutantur et nos mutamur in illis…” atau bahasa Jawanya “the times are changing, and we change in them”
*maafkan diriku yang sotoy ini—-piss dulu ah*
Februari 25th, 2008 at 4:15 am
mmm…
disclaimer kan sudah ada?
kategori kan sudah ada?
kalo blognya disetir pembaca… yah sama aja sama media2 konvensional juga kan, masa blog ngikutin selera pasar?
idealnya sih,, terserah yang punya, mau diisi apa, kalo g suka, yah tinggal klik tanda silang di pojok kiri atas kok repot..
justru kelebihan blog kan disisi freedom of make(sengaja g milih speech :p).
buat bloggers.. merdeka!!
hehehe
Februari 25th, 2008 at 4:16 am
uppss… salah ngetik.. maksudnya di pojok kanan atas..
sowry…
*jadi malu*
Februari 25th, 2008 at 6:04 am
lakukan apa yang akan anda inginkan, kalau anda ingin berkenalan dengan wanita cantik disamping anda didalam bus, segera buka percakapan jangan sampai momen itu terlewatkan dan anda hanya bisa menyesal.
Demikianlah menurut saya ilustrasi menulis di blog.
Tulislah apa yang anda ingin tulis bukan apa yang harus saya tulis, saya ingat tulisan Bang Ersis.
—->Truz menulis Pak BR…..Saya adalah supporter anda.
Februari 25th, 2008 at 6:21 am
sering bgt ngerasa tulisan2 ku di blog sangat2 tidak bermutu…:( jadi minder sendiri kalo baca2 blog orang yang isinya ekonomi, pendidikan, IT…
Februari 25th, 2008 at 9:43 am
Kemarin sempat melihat “Andrea Hirata” penulis buku laskar pelangi dan sang pemimpi… julukan untuk nya adalah: SENIMAN KATA-KATA. Ternyata dia menjadi seniman setelah berbagai intimidasi
dan multi dimensi disekitarnya.
Judul tulisan mas BR ini mengingatkan Ade pada si seniman kata-kata. ternyata selalu ada positivenya diantara sejuta kesalahan dan kekalahan ya mas. Seperti yang dialami Andrea selama masa lebih dari 5 tahun menulis.
-Ade-
Februari 25th, 2008 at 9:55 am
intimidasi???
kayak orba aja
Februari 25th, 2008 at 10:40 am
bagus bagus
sebelumnya saya belum membaca blog ini dan tanggapan bapak terhadap pertanyaan bloger wanita tersebut tapi saya telah menulis ini:
tentang anda:
http://satyasembiring.wordpress.com/2008/02/24/budi-rahardjo-dan-blognya/
thk
http://www.satyasembiring.co.cc
Februari 25th, 2008 at 12:49 pm
yah, jadi inget iklan “yang muda dipandang sebelah mata”, “yang muda yang tak dipercaya”….
terima kasih atas kepercayaannya kepada kaum muda….
(^_^)v
Februari 25th, 2008 at 2:38 pm
@diatas gw
Tanya kenapa?
Februari 25th, 2008 at 3:06 pm
ya emang blog aing kumaha aing khan pak? walaupun status di seleb yg buat blog seleb, maupun blogger yg jadi seleb ??
Februari 25th, 2008 at 4:27 pm
Kalau ada yg mau intim(-idasi) terima saja Pak. Asik kan…. Gitu aja kok repot!
Februari 25th, 2008 at 11:32 pm
[...] Intimidasi Blog dan Multi Dimensi [...]
Februari 26th, 2008 at 10:39 am
ayo pak maen musik lagi drpd ribut-ribut
Februari 26th, 2008 at 12:54 pm
Kalo menurut saya nulis blog itu berbagi! Jadi tulislah apa yang mau dibagi! Hehehe.. salam kenal, Pak.
Februari 26th, 2008 at 8:34 pm
@devry
Cutttt!!! Mana ekspresinya???
Februari 26th, 2008 at 11:43 pm
Tulisan tentang IT akan selalu diminati pak, karena akan selalu hadir generasi2 baru yg haus akan IT…Kalo menurut saya nge-blog itu mesti punya target pembaca-nya. Sesuaikan aja tulisan dan bahasa yg digunakan sesuai dg target pembaca yg hendak dicapai…
Maret 3rd, 2008 at 6:09 am
[...] Dua pertanyaan menarik di sesi diskusi dibahas secara khusus di blog Pak Budi, yakni masalah Intimidasi dalam ngeblog dan Draft yang tidak kunjung [...]
April 12th, 2008 at 10:38 pm
Bicara soal tulis menulis di blog wah hobby saya tuh. Hidup para blogger
Dari : http://www.sampara.
Juni 17th, 2008 at 10:15 pm
yaaaah gitu dehh…