Saya baru dengar selentingan kabar bahwa hutan Lebak Siliwangi mau dijadikan mall, Parijs van Java versi 2.0 katanya. Gedubrak! Ada yang bisa memberikan konfirmasi formal tentang hal ini?
Ini bukan hal untuk main-main.
Saya sangat tidak setuju!
Mari kita lakukan sesuatu untuk mencegah agar ini tidak sampai terjadi. This madness, of turning everything into a mall, has got to stop! Kalau perlu kita turun ke jalan?
Eh, apakah kita bisa menggunakan media internet (termasuk penggunaan blog) untuk mencegah rencana ini? Mungkin ada yang bisa bikin banner, button, dan sejenisnya. Kemudian mungkin ada yang buat situs dengan informasi yang lengkap. Saat ini kan kita masih berbasis kepada “katanya”. Ayo dong, yang punya informasi, kita-kita dibagi.
Harus kita selamatkan kota Bandung yang tercinta.
Wah, bahaya itu mas Budi, ayo share kan isu ini ke taman-teman yang lain, kalo perlu kita demo tentang habis-habisan hal itu.
huasyeemmmm……….
hutan lebak siliwangi mana ni, Pak?
sebelah Kampus?
waduh,.. dimana pun itu lokasi nya ndak setuju saya…
Udah kurang kacaw apa tu Bandung,… miris liat kota itu makin “menangis”…
bukan isu lagi itu pak.
kalo dikalangan yang “aktifis” lingkungan isunya sudah dari 3 bulan lalu
@sawung, … saya boleh minta detailnya? yuk share …
Walaupun saya di Surabaya. Saya mendukung kalo ada tindakan mencegah pembangunan yang menghilangkan hutan.
Di Surabaya ada itu pembangunan mall yang memakai lahan serapan air yang luas
. Gpp kalo hasil akhir pembangunan akhirnya masih menyediakan lahan serapan air yang cukup.
Tata ruang kota udah berantakan banget… eh, pembangunan “bodoh” masih aja dilakukan.
This madness, of turning everything into a mall, has got to stop!
Setuju pak !
Kalo bener2 jadi, massa ITB bisa dikerahkan untuk boikot jalur menuju kesana. Ayo gagalkan proyek ini. Sudah bukan saatnya lagi penguasa dan pengusaha semena-mena membangun seenaknya.
Tapi … saya dengar ITB (entah siapa? konsultan apa?) ikut mendukung ini? Busyet dah. Sebagai warga ITB, saya malu.
Ikut kaget, saya baru denger hari ini juga. Saya sangat menentang rencana itu. Bisa2 Bandung jadi kota tidak beridentitas yg jenuh dengan mall. Cukup, lah. Beri kota padat ini paru2 utk bernapas!
- Tita (yg esduren di Multiply itu lho Pak Budi
)
@tita esduren … buatin kartunnya dong!
Mau banget Pak, kalau sudah jelas duduk-perkaranya. Sekarang saya sedang ngartun ttg makin terkikisnya Pasir Pawon dan terancamnya Gua Pawon akibat penambangan kapur. Terkesan sekali setelah mengalami sendiri nikmatnya hiking di sana akhir pekan lalu.
Isu penting jangan dipasang di blog. Sumpah: pejabat sekota Bandung dan seprovinsi Jawa Barat nggak tahu apa itu blog. Internet di mata mereka itu itu email buat orang dewasa, Friendster untuk ABG, dan sisanya adalah “dampak negatif.”
Bikin petisi beneran (bukan petisi online). Cari pengusaha di belakangnya. Buka ke media. Turun ke jalan.
Mm, saya selalu terkesan lihat foto Foucault dan Sartre dalam demo mahasiswa. Duh, mereka itu, tak menara gading sekali.
duuuh… masa kurang banyak si mall di bandung?
(
Wah Bandung bakal makin macet dan makain banjir nih…. bikin susah aja…
Bisa-bisa Bandung tengelam jadi danau nih…
Tidak setuju 100%….Bandung Beuki Heurin ku Tantung….
http://sardjana.multiply.com/journal/item/25/Bandung_Heurin_Ku_Tangtung
sangat tidak setuju…, beneran tuh, membunuh n mengusir orang bandung secara perlahan…..
Wah, pak…Kayanya kasus ini bukan baru atau yang pertama kalinya…
Waktu saya observasi untuk presentasi soal masalah lingkungan, saya ambil permasalahannya di hutan babakan siliwangi deket ITB tahun 2003. Dan ternyata, waktu itu memang ahli lingkungan, komunitas Sanggar olah seni (SOS) yang bermukim di babakan siliwangi, artis Acil bimbo, dll melayangkan pernyataan keras tentang konservasi hutan siliwangi ini. Karena pihak pemkot sendiri spertinya mendukung pembangunan kondominium yang terdiri dari 2400 kamar ini. Dan tenyata telah disetujui juga oleh RT/RW setempat dan warga. Knp? Karena bisa jadi lahan mata pencaharian mereka.
Waktu itu saya memberanikan mewawancara komunitas SOS di hutan siliwangi yang berdiri tahun 50-an. Ternyata banyak dampak yang akan diakibatkan dengam membangun kondominium tersebut. Seperti mengurangi daerah resapan air, kemiringan tanah yang curam bisa mengakibatkan longsor, bentuk kawasan hutan siliwangi yang spt tapal kuda U akan mengakibatkan terperangkapnya polusi yang dikelurakan kendaraan bermotor, dll. Untungnya usaha mereka membangun kondominium gagal, walaupun disinyalir telah diacc pemkot.
Bandung ini klo ga ditangani dengan baik maka tunggulah kehancurannya…huehehehe….
*just kidding*
baru denger cerita-ceritanya saja.
saya belum “mencuri” dukumennya pak.
masih konsentrasi sama yang gedebage itu.
dapet infonya dari teman-teman yang ikut bantu di gedebage.
konsultannya orang itb juga, lupa namanya kemarin sempat disinggung-singgung.
SETUJU!
Nak-anak nanti di tahon 2020 kalo mau mengisap O2 yang masih segar bisa mampir ke rumah Mbok Juliach. Nanti mbok ajak nak-anak piknik makan siang di taman yang ada hutan kecil dan kebon binatang (gratis lagi) yang jaraknya hanya 500m dr appartement simbok.
oh TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKK!!!!
Bandungku JANGAN MAKIN BOTAK!!!
Whalah..petir di siang bolong !!! (sambil menutupi muka karena malu..pasti deh ada rekan arsitek di belakang ini…)
Dulu kami pernah saresehan kecil dengan beberapa seniman dan ahli geologi di situ waktu ‘kebakaran’ di tahun (2004? 2005?), bahkan ada Kang Marco (pengamat kota). Kami buat poster-poster yg intinya, Biarkan Lebak Siliwangi Begini Adanya!!. (Masih ada nggak ya.. posternya..? A1 beberapa biji), bahkan ada penanaman beberapa pohon..bayangkan karena ‘kebakaran’, beberapa pohon hangus.
Ternyata waktu dulu seniman sudah pada protes..
(Mungkin) karena ada protes..laju pembangunan di-pending dulu…Nah sekarang muncul lagi..
Kalaupun ada demo lagi, sebaiknya munculkan ide alternatif. Tapi sekali lagi memang susah, kalau ide idealis akan dikonfrontasikan dengan kapitalis yang orientasinya adalah uang per m2.
Kenapa tidak membiarkan saja jadi hutan ?, tiap Minggu kadang-kadang ada ‘adu domba’ (beneran) karena ada sunatan..hehe kan bagus..jadi atraksi, atau jadi tempat kumpulnya para seniman (ketemuan antara yang baru lulus dengan maestro..). Kita (Bandung) tidak akan punya lagi Dago Tea House yang lain…
Saya ikut prihatin. Yang kita butuhkan bukan mall lagi.. tapi hutan kecil, taman kota, air bersih, udara segar, jalan yang gak macet, listrik yang lancar dan ketenangan hidup….
Semoga isu ini hanya “katanya”…
*menunggu yang punya info lebih banyak ngasih input disini. *
pemda jabar buruk prestasi. wajar saja banten memisahkan diri. semoga cirebon, pelabuhan ratu dan daerah selatan jawabarat memisahkan diri secepatnya menjadi provinsi
ada info baru nih
mall yang akan dibangun itu akan bernama ‘baksil’ singkatan dari babakan siliwangi.
milik, siapa lagi kalo bukan punya istana grup.( yang punya istana plasa, bec, ibcc, dll)
dan kabarnya ini semacam ‘tukar guling’ dari pihak istana grup ke pihak pemkot bandung. pihak istana akan dapat ijin mendirikan mall tersebut dengan syarat istana grup akan mensuport pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah, soalnya biaya untukmembuat pembangkit listrik tenaga sampah itu ngak murah,.. kira kira 150 milliar (duit tuh.. bukan jumlah lembar daun)
sialnya lagi.. semua itu sepertinya lancar, dan gossipnya pembangunan akan mulai tahun ini.
so.. kapan kita bergerak?
ini berita udah lama kang, tapi udah lama juga gak ada kelanjutannya. Nanti tiba-tiba udah ada banyak alat berat aja di hutan siliwangi heuehueheueh
gelo….!
pohon di bandung udah makin dikit, load jalan tanpa mall pun sudah begitu riweuhnya, mau parkir dimana pula. lieur…
mas Budi, sudah ada kabar kalo IMB u/ Lebak Siliwangi sudah keluar..
sangat disayangkan karena Mr. D2 kembali menduduki jabatan walikota.
sudah ada gambar rencana, bahkan lapangan tenis yang ada di SABUGA akan dijadikan gedung parkir 4 lantai.
saya rasa sudah saatnya masyarakat bertindak,
bukan hanya mengejar kesalahan dalam peruntukan lahan tapi juga kebiasaan ‘money politic’ di balik semua project-project jahat semacam ini…
mungkin ada saran?
jujur saja saya sudah bega dengan kondisi ini….
mau dibawa kemana coba kota ini?
Hallo Pak Budi. Beberapa teman beserta jaringan aktifis dan komunitas pemerhati lingkungan sedang melakukaan serangkaian pertemuan untuk mengantisipasi rencana pembangunan di Babakan Siliwangi. Kemarin saya baru bikin blog untuk kampanye penyelamatan Babakan Siliwangi. Alamatnya bisa diakses di http://savebabakansiliwangi.wordpress.com/. Informasi mengenai rencana teman-teman akan diupdate terus lewat blog ini. Mohon dukungan teman-teman.
Salam kenal Kang Budi…
ijin link postingan ini di blog saya
Hatur nuhun
[...] Kang Budi Rahardjo, Hutan Lebak Siliwangi Mau Dijadikan Mall PVJ part 2 [...]
[...] Kang Budi Rahardjo, Hutan Lebak Siliwangi Mau Dijadikan Mall PVJ part 2 [...]
[...] Babakan Siliwangi 7. Kang Radix Hidayat : Selamatkan Babakan Siliwangi! 8. Kang Budi Rahardjo : Hutan Lebat Siliwangi Mau Dijadikan Mall(PvJ Part 2)? 9. Teh Lia : Selamatkan Babakan Siliwangi 10. Kang Septian Setyoko : Selamatkan Baksil Kita!!! [...]
Salut atas perjuangan dan kontrol teman – teman terhadap Babakan Siliwangi. Tapi tolong bagaimana caranya agar penataan itu jangan sampai berlarut – larut. Kasian nasib lebak babakan Siliwangi yang sudah lama merana tidak dirawat
Serius babakan Siliwangi mau dijadikan Mall? aq koq gak pernah denger. Yang aq tahu kabarnya mau dibangun rumah makan. Mana yang bener tuh? Mudah – mudahan itu bukan fitnah karena selain akan merugikan yang dituding juga penudingnya akan menanggung semua dosa orang yang dituding, Jangan nyampe dech !
Gw setuju ma pendapat asep, bahwa penataan baksil jangan berlarut-larut. Ayo cepet qt bikin BAKSIL lebih hijau lagi!!! Mulai pikirkan caranya. Jangan cuma OMDO… talk less do more dwooonk…!!!
Setiap hari lewat ke baksil tp seolah tak pernah ada yang berubah. Tetap suram tak terawat padahal katanya ada komunitas peduli baksil. Apa arti semua ini wahai para mujahidin lingkungan hidup ?
Gw usul nih, kalo emang ada kelompok peduli BAKSIL, bikin piket mingguan dwooonk!!!! Bersihin, hijaukan dan rawat tuh kawasan lebak BAKSIL…. kalo g bisa, udah diem aja jangan banyak omong! malu ma rumput yg bergoyang tuuuh!!!
Aduuuuh gimana sih reccoook aja yang dipentingin………… berbuat dong. Sebenarnya udah pada pernah nengokin Babakan Siliwangi blon? Kasian kan jangan sampai nunggu lebih rusak lagi
Perhatian buat PT. EGI!! kalau mau sukses bisnis di Baksil ikuti peraturan!!! kalo tidak, sama saja dengan merepotkan diri sendiri. sekali lagi, harap tidak main-main lagi dengan Baksil.