Agregat Blog Dan Fungsinya
26 Februari 2008 oleh Budi Rahardjo
Dahulu pemahamana saya adalah agregat blog itu untuk mempermudah pembaca, tetapi sekarang nampaknya agregat blog ini digunakan oleh pemilik blog untuk generate traffic ke blognya. Jadi kalau dahulu fokusnya adalah layanan kepada pembaca, sekarang diabuse untuk layanan ke penulis blog. Halah…
Kayaknya ini sama seperti nama domain. Dahulu dia digunakan untuk sekedar mempermudah akses. Siapa sih yang bisa menghafalkan nomor IP yang banyak? Kalau nomor IP server kita atau tempat yang sering kita akses sih biasanya kita masih ingat, tapi kalau IPnya orang lain (berapa IP google hayo?) untuk apa diingat-ingat juga ya? Lebih mudah kita menggunakan nama domain. Hanya komputer itu bodoh karena dia hanya bisa bekerja dengan angka (kebalikan dari manusia). Itulah sebabnya ada DNS.
Namun kemudian fungsi nama domain berubah menjadi sentral pada tahun 2000-an, jaman dotcom. Nama domain menjadi rebutan. Fungsi teknis berubah menjadi fungsi bisnis. Rebutan nama domain kemudian menjadikan dia bahan diskusi di dunia ilmu hukum. Saya banyak terlibat di sini karena ngurusi domain .ID pada masa itu sehingga mengetahui beberapa kasus perebutan nama domain. (Internet governance is still a problem these days.) Padahal nama domain kan sekedar mapping dari nama ke nomor IP. Sesederhana itu. Sungguh.
Tapi memang nama “Jalan Sudirman” lebih keren daripada “Gang Suka Senang”. he he he. Padahal fungsinya sama, yaitu agar surat dapat diantar pak pos dengan selamat.
Nampaknya agregator juga sudah berubah fungsi, dari fungsi teknis menjadi fungsi “bisnis?”. Mungkin bukan bisnis ya, tapi pokoknya bukan fungsi teknis lah. Jadi banyak orang yang ingin blognya dicantumkan di agregator agar ngetop.
Agregator blog bagi saya adalah tempat untuk memudahkan pembaca untuk mengetahui adanya sebuah update (ada tulisan baru). Bayangkan, blog saya kan lebih dari selusin (silahkan lihat Planet GBT - planetGBT.priyadi.net yang snapshot blogrollnya bisa dilihat di samping ini, itu belum ditambahkan yang blogdetik dan dagdigdug) ha ha ha. Kebayang kalau pembaca saya harus loncat dari satu blog ke blog yang lainnya. Tidak jelas blog mana yang baru diupdate dan mana yang sudah setahun terkapar. It’s a service to users. Not the other way around.
Itulah sebabnya jika blogs saya dianggap mengganggu pembaca di agregator planet terasi, maka tentu saja saya tidak keberatan jika blogs saya tersebut dikeluarkan dari daftar di sana. Toh, tujuannya adalah untuk memudahkan pengguna.
Sebetulnya ada cara lain untuk membaca berbagai blog yaitu dengan menggunakan browser (Firefox, Flock) yang bisa menerima RSS feed. Kita tinggal pilih-pilih blog yang ingin kita pantau. Namun nampaknya ini kurang populer ya. Fungsi agregator nampaknya masih digemari pengguna. (Mungkin karena ada yang ngurusi feed-nya?)
Seperti halnya dengan DNS, saya tidak bisa memaksakan komunitas untuk kembali ke domain teknis dari agregator dan mengabaikan fungsi barunya. Oh well…
Masih sakit hati to pak?
hi hi hi … buat apa sakit hati, juragan. hidup ini tidak perlu dipersulit. mendingan kita pagi-pagi sarapan burger saja. ya nggak? ah, nggak ah. mosok pagi-pagi udah makan daging.
Burger tempe ada juga.
pagi-pagi enaknya ngopi +rokok pak budi, kayak biasa yg dilakukan di rumahnya pak musisi edan itu hehehehehe
whoa mbah sangkil, saya pengen juga ke rumah mas musisi edan itu. ajakin saya dong. saya pengen kongkow-kongkow ngalor ngidul ngetan ngulon, membicarakan budaya. maksudnya sih saya mau berguru ke beliaunya … he he he. soal ngrokoknya sih saya pass saja. ngopinya sih ok.
Wah sekarang, tulisannya tentang IT ya Ooom? Bagus!!! NAmbah pengetahuan saya yang awam ini.
agregat blog itu untuk seru2an aja,
biar makin kompak antar sesama blogger..
memudahkan pembaca,
dan menyenangkan si pemilik blog..
ganbatte pak
hehehe,,
yg kuheran, setelah ribut2 beberapa hari ini, si empunya planet terasi kok gak nongol2 yah, apa saya yg gak tau, secara dia adalah yg punya, kok malah yg lain yg ribut
Masih berlanjut nih. Gpp lah jadi kontroversi di dunia blogger, mungkin ada manfaatnya.
BTW,
Dalam setiap komunitas, tentu ada varians. Mungkin ada yang berpikir begitu, mungkin juga tidak. Toh selama ini di Planet Terasi ada banyak penulis yang menunjukkan sikapnya dengan cara dia memperlakukan blog yang diaggregasi.
Contohnya, mas Harry Sufehmi misalnya. Cara mas Harry mengatur aggregasi blog yang difeeds oleh komunitas Muslim Blogger dan Planet Terasi (yang secara konteks tentu jauh berbeda isinya) bisa menjadi contoh yang baik saya kira, meski saya pribadi belum seperti dia
menurut saia, sebetulnya sudah natural sih, berbagai hal
dialih fungsikanditambahfungsikan (halah) sbg fungsi bisnis, ndak ada yg salah ya toh ?ngomong2 soal RSS, menelusuri RSS feeds…. pake google reader, MANTABS
#2; nah bener tuh pak pagi-pagi mending sarapan, ngopi dan merokok, siapa tau hari ini jadi hari yang panjang.
jangan sampe sakit ati pagi-pagi, kalau masih sakit nge-blognya pindah ke 127.0.0.1
enakkan di sini adem
heheheheheheh
ada lagi fungsi feed yang lebih ngeselin. nyedot feed, pasang adsense, jadi duit deh. hihihi…
aggregator = tempat sarapannya pak budi kan?
wah masih sakit ati tho pak? Kalau ndak, musti dibuktikan pake acara ganti topik pak, maksud saya nerusin soal cerita2 cinta yang pendek namun bikin orang penasaran itu, kekekekeke,…
Yang soal2 diatas gak usah dibahas lagi pak, gak seru..
@ 6 mathematicse
Sepertinya diam-diam pak BR terpengaruh dan perhatian juga ama komentar penggemarnya, yang sedan rame-ramenya, hahaha, good lah.
Biasanya bacaan jadi pemikiran, trus kebawa mimpi.
mood ternyata terpengaruh apa yang dibaca. semalam (entah kenapa) saya membaca IEEE spectrum (dan tadinya mau setumpuk IEEE Computer), plus dapat sodoran ACM dari seseorang. tadinya mau complain dengan fonts yang digunakan IEEE spectrum … terlalu kecil (atau saya yang terlalu tua?).
jadi moodnya techie … apa lagi hari ini urusannya techie. pagi ini ngajar security, meskipun diselingi dengan cinta laura. ha ha ha. akan cerita tentang ini dalam 2 minggu.
soal cerita pendek, akan ada dalam 2 minggu. lebih susah nulis cerpen dari pada nulis teknis. maka itu saya masih belajar.
Kebanyakan domain bukan cuma bikin user bingung Pak.. Yang punya sendiri juga pusing untuk update
kenapa tidak di daftarkan saja di Planet terasi itu untuk feed yang bekategori teknologi,..?
saya pikir itu jalan keluar yang memang sudah diterapkankan oleh kasus sejenis, dah banyak diterapkan dimana2…
buat Blog bapak kan tinggal ini aja : http://rahard.wordpress.com/category/teknologi-informasi/feed/
jah malah ngajarin dosen nya IT …
*kabyurrr….
mmm… saya mah lebih setuju usul leksa, tapi yah tergantung mereka …
Pak BR,
Chincha Lawra pak , bukan cinta laura :p
ilmu baru nih,,
thx anyway ya pak,,
Saya hampir nggak pernah memanfaatkan agregrator untuk membaca blog orang pak, cukup dengan feed reader aja deh.
ya wajar lah agregator blog makin banyak. kan tren dunia web kedepan itu ke arah social network web
setuju Pak… agregator cuman buat ngechek update pa gak… saya baca langsung di blog ybs.. bukan di agregator
Jadi kalau dahulu fokusnya adalah layanan kepada pembaca, sekarang diabuse untuk layanan ke penulis blog. Halah…
…..
wow! berarti ada korban kekejaman nih.
Ikut berduka buat anda Pak.
[...] Agregat Blog dan Fungsinya [...]
Mending maem sate dulu, Pak.
pak … dari dulu yang namanya form follow function vs function follow form ga pernah selesai-selesai dibahas mulai bangku kuliah sampai bangku di warnet … yang jelas … form bisa ada walaupun gak punya function (ini yang bikin sebel orang teknis) sedangkan function … biasanya mengambil sebuah form untuk bisa digunakan.
Saya menggunakan RSS untuk menampilkan update terakhir mengenai RSS website jurnal penelitian pak. Karena kompetensi blog saya untuk pendidikan dokter, maka saya pampangkan 9 RSS jurnal yang relevan dengan blog saya. Sebenarnya sih saya mau pasang banyak tapi wordpress gratis ngizinin hanya 9. Lumayan untuk inspirasi. Pak tuh ada yang mendamprat kegunaan blog lagi.
http://zulharman79.wordpress.com/2008/02/29/blog-bukan-tong-sampah-bukan-pula-gudang-ilmu-tapi-dia-dapat-menjadi-bank-ilmu-yang-berharga/
wha.. Pak Budi, saya setuju tentang bergesernya fungsi agregator.
Memang peluang utak atik selalu ada.
Menurut saya, Puk Budi memang sangat cerdas dan bijak menyikapi masalah itu.
Sebagai seorang blogger yang sudah berpengalaman tentunya pak budi pun juga tahu, bahwa siapapun yang hanya iseng, maka yang didapat hanya keisengan.
Orang yang fokus, tekun dan ulet, serta bersabar dalam menjalani semua proses kehidupannya, pasti akan menemukan puncak dari setiap impiannya.
Namun, kadangkala saya jadi ikut mikir juga, jangan-jangan semua itu hanyalah sensasi untuk lebih meramaikan blog. Untuk hal itu, bagaimanapun juga planet terasi telah berhasil.
Saya pun jadi ikut-ikutan ingin mengomentari. Iya to Pak?
Dunia memang selalu berubah, kalau dulu mobil hanya untuk transportasi sekarang untuk gengsi, juga yang lainnya.
Saya orang baru di dunia blog, tujuan sebelumnya untuk aktualisasi, sekarang, jadi ingin ikut-ikutan promosi. Saya pun berubah, pardagma blog saya pun ikut-ikut berubah.
Tetapi saya percaya, bahwa hanya orang yang memiliki prinsip yang mampu membuat perbedaan dan manfaat untuk orang lain.
Thanks Pak Budi. Saya dapat ilmu baru hari ini