Beberapa kali saya mendapat pertanyaan yang kira-kira isinya sama;
bagaimana caranya agar populer (lewat blog)?
Pertanyaan ini diajukan karena melihat blog saya duduk di ranking teratas blog of the day (botd)-nya wordpress ini. Jawaban teknis sudah saya jawab dengan sebuah opini; tulis yang banyak, kuantitas baru kualitas.
Setelah itu, saya yang bertanya
kalau sudah populer, terus mau apa?
jawabannya … bingung. ha ha ha. Coba deh. Tanya kepada diri sendiri; kalau Anda populer, apa yang ingin Anda lakukan?
Sebenarnya untuk apa populer? Saya sendiri tidak tahu jawabannya. Yang pasti, kadang diketahui orang itu malah menyulitkan diri. Mau ngaco, nakal, berbuat seenaknya, dilihat orang. he he he.
Ada yang menduga bahwa saya senang dengan status blog seleb (atau seleb blog? atau apalah), atau bahkan mencari status itu. Padahal saya tidak terlalu suka dan bukan ketenaran yang saya cari. Memang kebanyakan pengunjung blog ini baru mengetahui saya dari dunia blog, belum dari dunia nyata sebelumnya (dunia IT khususnya). Meskipun tidak pada level selebriti, saya sudah cukup populer lah. (Meski saya masih sering menolak hal ini, at denial stage.) Sehingga yang muncul adalah kesan mencari ketenaran. he he he.
Yang enak itu seperti film seri Hannah Montana, yaitu kita punya dua kehidupan. Ada kehidupan normal kita dan ada kehidupan sebagai orang populer. Adanya pemisahan ini membuat kita bisa hidup normal. Tapi kayaknya nggak mungkin seperti Hannah Montana itu. Namanya juga film. hik hik hik.
Kembali ke pertanyaan awal, untuk apa popularitas ya?
you can be famous, or you can be right
Ada yang tahu rumusnya BOTD-nya wordpress ?
biasanya orang memanfaatkan kepopuleran untuk yg lainnya..mis..dapet cewek/cowok cakep…dapet job lebih bnyk…dlll
Sebenarnya popular bisa dikategorikan dalam 2 bag, karena kebaikan dan keburukan. Kalau kita memiliki jiwa visioner (akherat oriented) maka populer dalam kebaikan akan berbuah keteladanan (uswatun hasanah). Pak Budi kemarin bernasehat, tuk mengusir kesepian dapat ditempuh dgn menuju bhakti (beramal bagi masyarakat).
So pasti ada konskuensi diantaranya jaim (jaga image), walah2
. Itulah peranan sebuah furqon (pembeda), apa pantes seorang yg popular berbuat demikian (memalukan:red). Ilmu akan menjaga diri kita melalui berbagai jalan.
Saya cukupkan sekian aja khotbah pagi ini =))
Ntar tanggapannya terlalu panjang. Wislah, berani terima tantangan utk populer?
There are two things people want more than sex and money: recognition and praise…
Jadi seleb blog pasti asli nggak enak. Pak Priyadi dan Pak BR sudah curhat dengan postingan Kemerdekaan Menulis dan To Adinoto dan Eep yang sensasional itu….
Setelah Populer? Setelah ngetop terus apa?
http://agoyyoga.wordpress.com/2008/02/11/after-top/
bukan promosi lho
Setelah populer mau apa? Mungkin ada dua pilihan..
1. ingin lebih populer lagi (..lagi..lagi dan lagi..)
2. ingin kembali tidak populer
haha
Sah-sah saja untuk populer pak, selama kepopuleran memberikan banyak manfaat ke orang lain seperti saat Aa Gym terkenal dulu
Not all beautiful people bisa menjadi famous
*ndak nyambung
Setelah popoler terus mau opoyo…. pertanyaan ini wajib di jawab sebelum populer. Kalo sudah populer baru mau mencari jawabnya, bisa-bisa kepopulerannya keburu abis, dan jawaban yang tepat belum ditemuken,
untuk apa popularitas? ya untuk dipertahankan kalau bisa ditingkatkan. soalnya kalau udah sempat populer trus jadi gak populer pasti sedih deh…dijamin:)
Menurut saya kalau sudah populer itu susah pak. Harus mempertahankan konsistensi, rutinitas dan kualitas blog. Nah itu yang saya belum bisa.
“Not all beautiful people bisa menjadi famous”
- Cinta Laura
Kata populer itu seperti ayat-ayat cinta….
Yang pasti, ada satu sisi negatif populer di dunia maya. Banyak “manusia maya” yang tidak jelas identitas sebenarnya dan berkomentar seenaknya. Di dunia nyata, orang tidak mudah mempublikasikan keburukan orang tanpa yang bersangkutan menyebut identitasnya. Mau membuat surat kaleng ke banyak pihak? Akan besar costnya.
Di Internet? Buat account gratis yang disamarkan, lalu bicara sesukanya! Anda harus siap dengan yang satu ini.
Salam
Arry Akhmad Arman
http://kupalima.wordpress.com
biar di kenal,gitu aja kok repot
Biar dapat Job Manggung ….., ditraktir makan-makan ….., hehehe,
mm… bingung saya juga, tapi jadi populer berat euy, banyak mata melirik… salah dikit banyak yang kritik… mendingan jadi blogger biasa aja lah :p
setelah populer, ya tinggal nunggu nggak populer.
tinggal nunggu saatnya turun diganti dengan populer yang lainnya
setelah populer pasang iklan di blognys dunk kan bisa ngasilin uang kekekekekekek
Kalau sudah populer, banyak hal-hal yang bisa dilakukan seseorang yang belum bisa dilakukannya sebelum orang itu populer.
Misalnya dalam hal berbicara. Orang populer perkataannya lebih diperhatikan ketimbang orang yang biasa-biasa saja. Dan dengan demikian, orang itu bisa menjadi orang yang cukup berpengaruh. Waktu itu saya cuma sedang menyindir orang-orang yang mencari popularitas secara instant kok.
[...] saja baca tulisan Pak Budi ini dan mendapatkan komentar yang menarik [...]
Kata orang :
Remember to be nice to the people you meet in your way to the top, because you will meet them in your way down … yg saya pikir berlaku utk karir maupun popularitas.
Betul kata Mas StreetPunk. Popularitas itu banyak gunanya (terutama untuk saat ini di Indonesia). Di Indonesia sebagian besar orang akan cenderug melihat siapa yg mengatakan dulu sebelum mendengarkan apa yg dikatakan.
Kalau menulis dengan mendahulukan kuantitas, sulit juga. Soalnya nantinya ada resiko tulisan kita jadi tidak berisi.
Dulu pernah mengusung teori itu tapi malah saya tinggalkan, soalnya saya tidak bakat dan kurang produktif.
Iya pak.. kadang pengen rasanya blog muncul di BOTD. Tapi kalo dipikir.. habis itu apa ? Itu yang bikin mikir “iya ya… terus apa ?”
Iya nih.. hampir tiap hari buat posting untuk merebut singgasananya Pak Budi, mentok terus di rank 5.. heee
wah kayaknya kalo saya yang masih awam harus mengusung semboyan pak BR… soalnya kalo nunggu berkualitas susah mau nulisnya.. hehehe
mudah-mudahan dengan banyak nulis juga bisa jadi populer kayak pak BR.. tapi jangan-jangan saya bakal populer dengan sebutan bloger gak mutu.. hehehe… tapi maklum baru beberapa bulan ngeblog.
regards, edo.
Iya nih, kok blog sy ga populer ya?
Gemana dong Ooooooooooooooooooom…
Iya juga ya, kalau pun populer buat apa? Apa untungnya yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa? Wakakakakakakakak…
Yang penting, isi blognya bermanfaat buat orang banyak. Ngapain juga populer kalau cuma isinya sampah…
populer……tujuankah…..?
signature di gmail saya :
>>> ini bukan narsis, ini mencari popularitas
pengen di caci maki pak….
Salam Sejahtera
Saya ingin mendalami bahasa Pemograman Java. Saya telah telah membeli Buku yang Bapak tulis bersama rekan-rekan berjudul Mudah Belajar Java. Buku tersebut sangat bagus cara penyampaiannya sehingga sangat membantu saya dalam belajar bahasa java. Oleh Karenanya sangat berharap Bapak mau melanjutkan materi buku tersebut dengan membuat jilid ke-dua dan seterusnya. Dibanndingkan buku yang lainnya buku hasil tulisan Bapak adalah yang terbaik.
sudah populer berarti anda sukses menjadi bloger handal
susah memang..
bagi yg percaya bahwa akan ada kehidupan setelah mati
sungguh tdk ada guna menjadi populer di dunia ini
@abdulsomad
setiap kita populer kan? setidaknya gitu di kalangan malaikat..
terutama yg banyak dosa
popularitas? setiap orang pasti ada yg me-inginkannya, tapi ada juga yang tidak..klo polularitas itu tidak di sengaja gimana ya? mungkin terima aja deh.. sudah menjadi jalannya gitu.. hehehe
dibagi-bagi mungkin pak BR popularitasnya he3x :lol
Saya jg mau tuh Pak Budi ….
Maklum pak wong ndeso.. lg belajar ikutan blogers..
Baru bisa ikutan komentar doankz… he.he.he..ilies/icon_biggrin.gif
Setelah populer maka saya mau jualan…he he he
wah saya pernah mampir di posisi dua tapi gak lewat lewat dari pak BR. pernah pak BR di posisi dua malah saya turun ke tiga. semoga terus bersanding. jadi gak top top hehehehe
saya gak perlu terkenal tapi di hormati aja dah cukup
biasanya setelah populer mau kembali menjadi orang biasa, terfikirkah bapak seperti itu?
Popularitas yang terjadi karena nilai-nilai baik atau kwalitas pribadi yang diterima orang banyak adalah kebanggaan. Seorang menjadi terhormat, dihormati atau tidak,-tergantung nilai-nilai yang membuat seorang dikenal luas. Lalu Om Budi karena menjadi ngetop di global dashboard Word boleh senang. Tetapi kalau hanya karena urutan teratas di Wordlpress Dashboard hati-hati. Juta klik untuk porno blog tertera jelas di Dashboard Globalnya Worldpress.
Saya kunjungi blok Om Budi ketika ada di kebun Salak. Urusan buah salak terutama kawin mawinnya kembang salak dipahami sangat. Suka ngintip kali.. apa jadi penghulu ngawini kembang salak?? He..hee..
Saya Blogger pemula. Referensi saya Global Dashboard dan saya lihat Om Budi disana dan menuju link-link lainnya. Terima kasih pada bloggers. We are the world…..
mungkin kepopuleran di blog ini bisa meningkatkan value diri ya pak?!
@deteksi : akhirnya si kucing deteksi, keliatan juga disini
ada 3 pengunjung ke blog saya berasal dari postingan ini di hari kemaren, cukup memberikan efek hmm hmmm
[...] • Cth: Orang berlomba-lomba ingin masuk toplist, tapi pak Budi rahardjo menulis Setelah Populer, lantas ? [...]
Dalam hal tetap berjuang “after” atau “before” terkenal saya tetap setuju Pak.
Penjelajah, penjajah, pesohor Barat jaman dulu mengenal istilah 3G = “Gold, Gospel dan Glory”.
Saya kira untuk kita-kita “Bloggers” ya cukuplah membuat orang 3C = “Corious, Captiving the message dan Caring about the message”
Selamat deh pak, terusin bahasa-bahasa anda yang mengalir itu…
setelah popouler :
1. Sukses
2. menikmati kepopuleran
3. Kembali Sukses di Dunia
4. Sukses di Akherat
Pak Bud emang punya segalanya tuk terkenal. Jadi, mending numpang komen biar ikut terkenal. Setelah terkenal? Tetep nginjek bumi dan “bikin puisi”. Kenapa begitu? Ayolah cari tahu. Klo Pak Bud sih pasti dah tahu.