Lama-lama kesel juga melihat perang tarif operator seluler di negeri kita ini. Bukannya tidak senang dengan harga murah, tetapi kok saya merasa dibohongi! Tagihan telepon saya tetap meledak. Ini bukan guyonan yang lucu lagi. Iklan-iklan Anda sudah tidak lucu lagi, sekarang malah condong ke menyebalkan.
Kemarin dapat SMS bahwa penggunaan saya bulan ini sudah mencapai 200 ribu sekian rupiah. Halah! Padahal ini baru tengah bulan. Tidak ada bukti bahwa harga telekomunikasi semakin murah. Saya merasa dibohongi.
Operator seluler ini dengan seenaknya membuat iklan promosi bahwa tarif mereka adalah 0,0…1 (dan seterusnya) rupiah. Masalahnya … adakah atau siapakah yang bisa membuktikan bahwa billing system mereka memang menerapkan itu? (Soalnya kebayang apa tidak repot kalau konfigurasi atau rules dari billing system harus diubah tiap hari? Apakah mereka memiliki catatan bahwa tagihan baris ke sekian itu menggunakan rules xyz yang berlaku tanggal 123, dan seterusnya? Saya kok tidak yakin.)
Saya mengusulkan agar BRTI dan YLKI melakukan audit terhadap billing system operator telekomunikasi seluler untuk memastikan bahwa mereka tidak bohong dan pelanggan mendapat layanan yang semestinya dengan tagihan yang mestinya. Kami sudah lelah dibohongi. Buktikan!


Maret 14th, 2008 at 6:15 am
Go BRTI, sekali2 kalibrasi perlu
Maret 14th, 2008 at 6:26 am
setuju pak!
mending pake operator yang paling gak banyak janji. at least biar mahal paling enggak konsisten lah
Maret 14th, 2008 at 7:18 am
lha perang tarif itu kan berlaku buat pra bayar pak :p
kita2 pelanggan pasca bayar tetep jadi anak tiri yg diperas duitnya, secara semena mena.
Maret 14th, 2008 at 7:19 am
itu kan buat prabayar mas budi…
)
mas budi kan pasca bayar….
nasib anak tiri mas….
*halah*
Maret 14th, 2008 at 7:19 am
bener sekali, pak dhe. mustinya tarif bisa lebih murah selama mereka kagak ngeruk untung dengan maruk.
(^_^)v
Maret 14th, 2008 at 7:21 am
padahal pasca bayar adalah pelanggan yang loyal ya? aneh negeri ini. harusnya pelanggan baik dilayani lebih baik. ini malah diperas … begitulah …
Maret 14th, 2008 at 7:33 am
iya
setubuhsetuju, kalo di luar negri pelanggan pascabayar yang dikasih fasilitas-fasilitas, kalo pake Plan tertentu ada jam2 telepon gratis, dapet HP gratis, etc etc. Kalo yang prabayar nggak ada fasilitas2 gitu….Maret 14th, 2008 at 7:46 am
Hmmm, saya yang tidak di Indonesia tahu lho kalo iklannya itu untuk prepaid plain (soalnya ada blog yang posting iklan iklan pakai wanita cantik itu….hehehe). Kalau anda sampai dikirimi usage report by SMS, itu berarti anda pakai postpaid plan.
Gak nyambung dong.
Maret 14th, 2008 at 7:50 am
Well, itulah – di sini para operator seluler lebih mementingkan mendapat pelanggan baru (prabayar) yang tidak loyal daripada pelanggan lama (pascabayar) yang loyal.
Aneh kan model bisnisnya?
Maret 14th, 2008 at 8:21 am
Mungkin…. mereka menilai kesuksesan dari banyaknya pengguna jasa mereka. Buktinya di iklan selalu ditampilkan “dengan …..jt pengguna”.
Pak Budi, gimana klo pak Budi bikin jajak pendapat (polling) tentang situasi ini. Biar lebih real dan kita semua ngerti keluhan2 pelanggan lain. Gimana?
Maret 14th, 2008 at 8:40 am
SETUJU Pak! Emang iklan mereka tuh ga transfaran euy. ‘Murah’ hanya sebuah kamuflase yang ditawarkan untuk menggaet pelanggan. Hi8x…
Maret 14th, 2008 at 9:13 am
Jangan yg pasca bayar, saya pake prabayar aja kadang bingung dg cara itung-itungannya. Saya pernah nanya ma CS operator seluler yg saya gunakan tentang billing system. Pengen dapet rekaman transaksi macam yang pasca bayar punya, jawabnya “maaf, untuk yg pra bayar ga ada fasilitas buat itu”… Ada yg ngerti hukum ma hak-hak konsumen gak ya?? saya pengen tau & dijelasin, kira-kira saya berhak tau hal-hal seperti itu.. bill statement atau apalah namanya?… paling gak bisa compare dan ada gambaran. Soal loyalitas saya punya pendapat sendiri, konsumen pasti milih yg murah, kalo tidak seperti itu gak bakalan ada kompitisi yang bikin ongkos komunikasi bisa lebih murah.
Maret 14th, 2008 at 9:21 am
@noval, justru yang pasca bayar umumnya adalah orang yang bukan milih berdasarkan biaya saja tetapi lebih ke arah servis. (Misalnya gak ada spim, dll.)
Maret 14th, 2008 at 9:45 am
saya pake explor tapi saya limit 100 ribu, biar gak jebol….
pra bayar—————-> males beli pulsa
Maret 14th, 2008 at 9:46 am
ini namanya subsidi silang
Maret 14th, 2008 at 10:09 am
@tomyzero: eh, limitnya bisa diminta diturunkan ya?
*mikir2 apa mau minta turun*
Maret 14th, 2008 at 10:12 am
Memang sudah waktunya kualitas yang diutamakan, bukan harga
Maret 14th, 2008 at 10:32 am
Endonesia ! Tanah Airku !
Maret 14th, 2008 at 10:53 am
Kemarin dapat SMS bahwa penggunaan saya bulan ini sudah mencapai 200 ribu sekian rupiah.
Sepertinya saya salah memilih provider. Saat ini saya pakai XL pascabayar, yang katanya termasuk paling murah. Tapi kenyataannya setiap bulan saya bisa kena sekitar 700 ribu.
Kalau boleh tahu pak Budi pakai provider apa ?
Dan oh ya, XL pascabayar sucks. Kualitas panggilan & SMS sekarang terjun bebas
Mosok sinyal full, tapi suaranya putus2 seperti kita sedang di dalam basement saja. Kadang telpon tidak masuk. SMS sering tidak terima, mengirim selalu gagal, musti resend berkali-kali.
Trims.
Maret 14th, 2008 at 11:37 am
Saya pakai XL explorer, pasca bayar. Saya *jarang* telepon, lebih sering ditelepon (dan ini juga jarang saya angkat karena biasanya saya ngajar, presentasi, di depan, dll. sehingga tidak memungkinkan untuk mengangkat telepon). Saya *banyak* SMS
Maret 14th, 2008 at 12:31 pm
Loh.., saya yg bbrp kali sebulan telp luar kota (no HP luarkota) kok cuman 200-an ribu ya tagihan pascabayar-nya. Pak Budi yg jarang nelpon, baru tengah bulan kok udah 200rb?? Wah.. kalo gitu kemahalan tuh pascabayarnya.
Maret 14th, 2008 at 12:39 pm
**waspada, ini iklan terselubung**
Saya masih setia dengan Telkomsel sejak 1996. Sampai pelosok Indonesia selama masih ada kantor Telkom buat nebeng BTS. Makanya dia masih nomor 1 walaupun pasarnya sudah jenuh pemain. Memang besar permintaan (tapi masih terkonsentrasi di kota besar). Tak sebanding dengan jumlah pemain jadi harus diukur apakah cukup tiga operator saja atau lebih. Majalah Investor minggu ini mengangkat khusus bisnis ini.
Ibarat kolam yang sudah kebanyakan ikan tapi kolamnya tak bertambah besar, pemainnya megap-megap cari udara. Jadi bisa dimaklumi mengapa advertisement mereka banyak yang menipu. (makanya juga saya tak mau pindah, karena takut ditipu)
**benar ‘kan terselubung
))**
Maret 14th, 2008 at 1:03 pm
Aku selalu suka cara “marah” atau kesal ala Mas BR. Kesal yang proporsional.
Maret 14th, 2008 at 1:25 pm
Pak, biasanya perang tarif itu hanya terjadi pada pilihan prabayar, sementara yang pasca bayar biasanya tidak dimanjakan. Mungkin dipikirnya, tidak dimanjakanpun tetap mau jadi customer setia. Dan memang prakteknya itu benar karena kita terjebak oleh nomor kita yang sudah dikenal orang.
Jadi kalo Pak Budi mau murah, tiap minggu ganti nomor, pilih layanan yang paling menarik minggu ini. Buat pak Budi, ganti nomor tidak masalah kan? Tingga diumumkan di BLOG, seluruh Indonesia langsung tahu. Ha-ha-ha…..
Sebagai customer, saya pernah diundang Indosat untuk dengar pendapat tentang layanan mereka. Keluhan semua orang senada, semua merasa terjebak dan tidak dimanjakan, sementara yang prabayar banyak dimanjakan.
Salam,
Arry Akhmad Arman
http://kupalima.wordpress.com
Maret 14th, 2008 at 1:32 pm
Ah iya XL adalah pasca bayar yang aneh, masa abis bayar, selang beberapa hari lagi muncul lagi tagihan…
Saya pake XL karena ada paketan internet yang mayan lah buat sayah
Maret 14th, 2008 at 1:32 pm
wah kayanya postingan pak budi yang satu ini bakal rame nih.
buat rekan2 yang gawe di operator telekomunikasi…nih dengerin suara konsumen anda
Maret 14th, 2008 at 1:58 pm
Di Indonesia 95% pelanggan adalah Prepaid user, tentu saja ini yang dimanjakan. Di luar negeri kebalikannya, 90% adalah postpaid user.
Mungkin tarif harus ditetapkan oleh pemerintah… atau yang paling benar adalah: Nomor telepon adalah dimiliki oleh pemerintah. Masyarakat menggunakan saja, cellular operator hanya menyalurkan.
Jadi jika ada operator yang tarifnya mahal, tinggal pindah ke operator lain tanpa merubah nomor telpon.
Maret 14th, 2008 at 2:04 pm
bener banget tu bos…..
perang tarif tapi pelayanan tidak memuaskan….
sungguh menyebalkan…..
Maret 14th, 2008 at 2:12 pm
Aku kok per bulan gak habis seratus ribu ya??? Padahal pake kartu yang termasuk dalam jajaran bertarif mahal… Tarif murah terkadang malah menjebak orang untuk lebih sering melakukan telepon dan SMS untuk sesuatu yang kadang tidak diperlkukan.
Pak BR tidak cuman mengusulak lewat blog ini kan? Sudah mengusulkan langsung ke pak Herry Sutadi, YLKI maupun mengajak media-media untuk memanas-manasi keadaan kan?
Kelihatannya Pak BR juga berminat deh untuk menjadi ketua auditnya
Maret 14th, 2008 at 2:15 pm
Ya kalau melanggar hak konsumen Pak Dirut kita suruh kawin sama monyet saja :p
Maret 14th, 2008 at 2:57 pm
Yang perang tarif itu di pra bayar. Jadi yang pasca bayar jangan-jangan skarang lebih mahal daripada pra bayar.
Maret 14th, 2008 at 3:13 pm
lha punyaku malah si matrex, stiyap di ruwangan kantor yg agak tertutup sinyalnya megap-megap, tagihan juga masih mahal juga, pemakean setandar jarang inlok kok bisa 200 – 400 sebulannya, untuuung kantor masih mau nanggung
Maret 14th, 2008 at 3:18 pm
saya juga bingung atau tepatnya kesel dengan iklan2 yang meng kleim paling murah. padahal semuanya terselubung dengan *syarat dan ketentuan yang berlaku*
coba kalau berani mainkan tarif flat/detik dan saling berlomba2 turun besarannya… tapi rasanya gak mungkin.
Maret 14th, 2008 at 4:16 pm
iklan operator = pembohongan publik
huh…
Maret 14th, 2008 at 4:18 pm
Berhubung Pak Budi.. Seringnya SMS… G ngaruh lah pak… Mereka mau perang tarif kayak gimana… Kan ngaruhnya kalo nelp pak…
Maret 14th, 2008 at 4:24 pm
Semenjak 0,…..1 itu, setiap habis magrib sering eror. GPRS termurah tapi lelet bukan main. Lalu apa untungnya ? Yang 6..Sampe puas itu sering putus-putus. terserah mau pilih yang mana sama aja. Saya udah make yang GPRSnya murah itu semenjak 2004. Baru sekarang ngeluh.
Maret 14th, 2008 at 4:43 pm
ikut komen dong…
kesal lihat iklan perang tarif di berbagai media massa, ini semua membuat pelanggan bingung dan terjebak dan merasa dibohongi.
Masyarakat merasa dibohongi dengan tarif itu karena kurangnya informasi yang transparan dan benar di TV, radio, poster.
Hanya orang yang mengunjungi web masing-masing provider saja yang tahu prosedur dan skema tarif yang sebenarnya.
Selain itu promo juga membuat orang yang seharusnya tak perlu kirim ratusan sms jadi suka smsan ga penting (syukur-syukur kalau penting, alhamdulillah)
Tadinya, ada yang berkomitmen cukup 1 kartu ga mau gonta-ganti, setelah ada promo sms dan nelpon murah bangets kita semua dibikin suka gonta-ganti perdana karena paket perdana harganya relatif lebih murah bila dibandingkan dengan isi ulang. Jadinya, fenomena pakai kartu sekali pakai buang, masih ada sampai sekarang saya lihat. Jadi, kita itu kesannya plin-plan ga teguh memegang prinsip.
Sebetulnya kami cukup menyambut tarif murah ini dengan suka cita karena komunikasi dengan teman-teman, keluarga dan kenalan lebih terjaga dan jalin silaturahimpun semakin erat karena bisa ngobrol sepuasnya.
dalam hal ini kita dituntut untuk cerdas dan bijak memilih. Tapi yang benar-benar konsisten tarifnya, itu masih terbilang paling mahal.
itu tanggal 1 April ada kebijakan apa to dari Pemerintah…???
Kami berharap perang tarif ini segera berakhir. Kasihan pelanggan.
Maret 14th, 2008 at 5:26 pm
Setuju pak,
Maret 14th, 2008 at 6:00 pm
Pulsa saya paling irit. HP-nya suka mati kalau dirumah. Jadi kalau dirumah, HP sering mati. Kalaupun dicall, suka ngga nyambung. Iritnya pol tenan
.
Maret 14th, 2008 at 6:00 pm
softwer billing telco udah canggih kali pak . berbagai macam skema tarif bisa mereka create dgn mudah..
di tsel saja ada promosi per-subscriber bicara x menit ke sesama pelanggan tsel pada hari n . jadi sedemikian pelik..per-subscriber pulak
tob markotob yg bikin sofwernya
Maret 14th, 2008 at 10:42 pm
syaratnya nelpon 90 detik dulu baru dapat tarif 0.0000000..1 atau 0.5 . ehhhh sialnya setiap kali nelpon baru 80 detik mati deh. tut tut tuuuut tutttt..tulalit tulalit.. kan mesti nelpon ulang
. nelpon ulang baru 89 detik mati lagi……….
itu yang bikin capek.
Maret 15th, 2008 at 12:31 am
saya barusan nyoba simpati pede. nelpon temen saya (pakai telkomsel juga) yang di surabaya (saya di jakarta), 40 menit habis sekitar 1000 rupiah saja. saya nggak tahu cara ngitungnya gimana. tapi menurut saya lumayan murah sih..
Maret 15th, 2008 at 12:34 am
[...] mengklaim diri sebagai yang termurah dalam memungut ongkos bicara melalui ponsel. Tapi Budi Rahardjo dan Vavai mempersoalkan apa yang disebut murah dan untuk siapa saja tarif murah [...]
Maret 15th, 2008 at 12:51 am
Pak, kalau lelah dibohongi pindah aja ke operator yang nggak suka boong. Kalau semua operator tukang bohong tinggalkan aja semuanya dan nggak usah pake HP. Gampang toh. Salah sendiri sudah tahu dibohongi masih bela-belain pake kartu selular dari operator yang tukang bohong. Ya jadinya capek dibohongin terus dong pak.
Kita kayaknya kok sudah tergantung sekali sama yang namanya HP itu ya? Kalo HP ketinggalan di rumah aja, kayak separo nyawa kita berkurang. Apa hebatnya sih HP itu? Dulu orang-orang pada nggak punya HP bisa juga hidup dan berkomunikasi kok. Malahan semenjak adanya HP tak ada lagi privacy. Kemana-mana kita bisa dilacak. HP sama dengan itu penjara maya. Apalagi kalau ada yang mau selingkuh, jadi susah semenjak ada HP. Ha…ha…ha.
Maret 15th, 2008 at 3:40 am
SETUJUUUU SEEEKKKAAALLLEEEE
Saya make operator ukuran besar, dan Es**
sempet kemakan sama iklan kawin kambing tapi pas di itung2 tetep ajah es** paling murah (bukan mo bagus2sin si es** yah…enak aja bagus2sin mending dikasi pulsa geratis hehehe) tapi cuman satu yang bikin donkol yaitu pelayanannya…oke lah mo murah ko macem2
beberapa hal yang sering saya jumpai sama operator Es**:
1.aktifasi G*G* sangat sulit sekali, harus telp ke CS, itu juga gak langsung bisa…alasan yang paling sering diucapin
maap pak kami sedang ada pengembangan jaringan..
Aji gile…kenapa tuh pengembangan jaringan selalu pas saya mo pake tuh layanan yah….apes amet yah…
2.Karena sering eror aktifasi G*G* ehh chip sim card kena korban ikut eror..terpaksa ganti no pake chip baru, males ke gerainya…
3. Ada yg ganjil dengan chip baru, setiap dipasang dan hp ke goyang sedikit kok muncul insert sim card….padahal klo sim lain gk masalah…Selidik punya selidik Aji gileee tuh ukuran sim card kok lebih langsing yah dari yang
dulu…terpaksa deh di lapisin lakban…hmm mungkin buat penghematan kaleee yahh
4. Sering Putus ditengah2 (Tapi ini sih kayaknya semua operator juga begitu…mana saling jelek jelekin lagi di iklan padahal masing masing kan juga begitu…beteee)
Mungkin itu sih suka duka pake Es**…layanan buruk harga hmm oke lah buat saya yang sering tilipunan sama yayank
Maret 15th, 2008 at 6:19 am
Setuju Bos, gue juga ngerasa ada yang g beres tuh di tarif operator, ngebohongin semua…. kecuali operator CDMA yang jauh lebih murah.
SFC1
http://sriwijayafc1.wordpress.com
Maret 15th, 2008 at 6:38 am
sebenarnya kalau pelayanannya memuaskan tarifnya nggak murah-murah amat juga nggak apa2. ono rego ono rupa. tapi dah bayarnya mahal eh….pelayanannya juga menyebalkan.
operator perang tarif untuk kartu pra bayar agar bisa membanggakan diri penggunanya sudah sekian juta orang. dan itu sangat merugikan pelanggan pasca bayar yang loyal dan membayar lebih mahal.
sering rasanya ingin membanting HP karena sekarang setelah maghrib tidak bisa telpon. sms juga susah. kata teman saya, itu karena program yang ditulis CK tadi. huh…
Maret 15th, 2008 at 6:54 am
Bukannya pake XL pascabayar harus abodemen 200rebu ?? Saya juga pernah ditipu ama salesgirlnya dulu… Dia gak bilang kalo ini ada abodemennya.
Saya sekarang pake pascabayar HALO… biarpun mahal, tapi gapapa. Kan tagihannya juga masuk ke rekening ortu
Maret 15th, 2008 at 7:18 am
semau itu cuma menipu..
sedih deh tau ada iklan yg kerjanya cuma nepu
Maret 15th, 2008 at 7:38 am
sayangnya kenapa Mentari jarang ada yang seperti itu..
huhu… tetap saja mahal
Maret 15th, 2008 at 9:09 am
[...] Operator Telekomunikasi Seluler Harus Diaudit [...]
Maret 15th, 2008 at 5:27 pm
konsumen yg “nggak peduli dengan tarif asal kualitas bagus” akhirnya juga jadi korban pak. gara2 tarif yang gila2an itu, traffic meningkat, dan jaringan sering sibuk. akibatnya, susah melakukan panggilan.
harusnya dibuatkan semacam jalur tersendiri untuk mereka2 yang mau ngejar yang murah2. supaya yang berani bayar mahal nggak harus merasakan dampak negatifnya.
Maret 15th, 2008 at 5:28 pm
eh iya, lupa.
salam kenal
Maret 15th, 2008 at 6:12 pm
Salam kenal Mas
Dalam bahasa manajemennya, gaya perang tarif seperti itu disebut MANAJEMEN NGIBUL
Dan itulah memang tipikal manajemen ala Indonesia, tidak hanya diterapkan dalam dunia bisnis, dalam bidang lainnya pun sama saja
Maret 15th, 2008 at 6:30 pm
tetap setia dengan nomer lama.
kapan ya bisa diijinkan pindah operator tanpa ganti nomer. sayang nomer lama.
Maret 15th, 2008 at 10:19 pm
kalo audit nggak juga dilakukan, pak BR pimpin DEMO aja sama operator, biar mereka tahu rasa, dengan cara:
TIDAK USAH MENGGUNAKAN TELEPON SELULER….!!!
gimana, hayo…?
Maret 15th, 2008 at 11:01 pm
justru saya setuju tarif telkomunikasi dinaikkan… untuk menaikkan kesejahteraan karyawannya hehehe
Maret 15th, 2008 at 11:39 pm
@ Sonny : saya agak kurang setuju, kalo tarif telekomunikasi di naikan karena hal ini memberatkan pelanggan, saya juga tidak setuju dimurahkan semurah-murahnya karena dengan biaya semurah-murahnya tentu saja hal ini akan ber-impact pada service / layanan serta kualitas dari network dari operator2 seluler (hal ini tentu saja merugikan pelanggan) selain itu biaya maintanance perangkat telekomunikasi dari end to end buatan vendor luar negeri : nokia (finlandia),siemens (jerman),ericsson (swedia),serta vendor lain tidaklah murah, ditambah lagi pemerintah yang juga menarik pajak yang tidak murah untuk pendapatan negara. Menurut pendapat saya, ada baiknya pemerintah sebagai regulator memberikan win-win solution dalam menetapkan tarif operator telekomunikasi sehingga menurut konsumen, tarif tersebut tidak mahal dan juga menurut operator penyedia layanan telekomunikasi tidak terlalu murah, sehingga operator dapat memberikan kesejahteraan pada karyawannnya serta dapat memberikan service yang optimal kepada pelanggan. Saya rasa buat apa harga murah, tapi kualitasnya sering drop call, kemresek,GPRS lemot … ya buat apa ?
saya sependapat dengan rekan martisol (dikomentar point 47) : “sebenarnya kalau pelayanannya memuaskan tarifnya nggak murah-murah amat juga nggak apa2. ono rego ono rupa. tapi dah bayarnya mahal eh….pelayanannya juga menyebalkan.”…selain itu mungkin sedikit kritik dari saya utuk para operator telekomunikasi, skema tarif untuk pelanggan pascabayar dan prabayar ya mbok di bedain….pascabayar adalah pelanggan yang loyal … maka jaga keloyalanya pada anda
salam
PPU
Maret 16th, 2008 at 10:24 am
Karyawan warung voucher buka suara:
Sonny
justru saya setuju tarif telkomunikasi dinaikkan… untuk menaikkan kesejahteraan karyawannya hehehe
Huawaa ha ha ha lol….
Maret 16th, 2008 at 10:28 am
[...] Sumber http://rahard.wordpress.com [...]
Maret 16th, 2008 at 10:08 pm
[...] setuju banget dengan pak dosen ini bahwa perusahaan telekomunikasi harus diaudit oleh publik auditor mengenai tarif dan layanan yang [...]
Maret 17th, 2008 at 5:06 am
Marketingnya pada lupa jurus penjualan kali, Pak? STP- Segmenting, Targeting, Positioning.
Murah itu memang menggiurkan. Tapi konsumen juga ngga bodoh-bodoh amat. Ada saatnya kita nyadar kalau kita lebih butuh layanan yang bagus daripada sekedar ngasih tarif setengah harga.
Karena semua latah pakek jurus yang sama ya akhirnya malah marketing tipu-tipu!
Maret 17th, 2008 at 7:56 pm
Istri saya pakai Simpati Pede; Nelpon orang tua dan saudara di Sukabumi, Yogya, Denpasar, dan Atambua NTT murah tenan .. setiap nelpon sejam habisnya sesuai iklan lho. Biar tidak kebohongan, setiap abis telepon kami selalu cek pulsa akhir.
Saya sendiri pakai Simpati bebas sms/pulsa, sebulan paling ga sampe 100rebu; paling banyak untuk balas sms dan nerima telpon dan telpon beberapa kali. Saya lebih seneng email dalam berkomunikasi, soalnya membaca dan menulis bisa panjang lebar, nyaman ngetiknya karena pake keyboard dan puas karena layarnya 15″/17″. Terlebih gratis ‘pulsa’nya.
Audit operator … harus itu Pak.
Maret 19th, 2008 at 10:40 am
whuaaaah… koment kalau di gabung semuana bisa nyaingin postingan pak BR.
Maret 19th, 2008 at 11:43 am
pak budi banyak sms, kalau begitu :
1. pakai xl bebas xtra pra bayar lah. karena dapat jatah 100 sms gratis tiap hari untuk sms ke sesama nomer xl –> kalau beli pulsanya 100 rb
2. pakai xl blackberry unlimited. kan langganannya cuman 199 rb. jadi kirimnya dalam bentuk email aja sekalian.
Maret 19th, 2008 at 2:42 pm
@PPU
Badalah …. nongol jg
Kapan tarif kartu halo murah?? Padahal pelanggan setia.
Maret 19th, 2008 at 4:41 pm
hmm emang aneh sih berubah2 terus, tp utk Operator XL sptnya perubahan billing ga jd masalah utk mereka.. krn mrk menggunakan billing system Amdocs -> http://www.amdocs.com
yang paling mudah di customize utk prose chargenya
tp klo di merah dan si kuning msh make geneva -> http://www.genevasoftware.com
hehehe yg msh ribet ngatur2 skema pentarifan
btw utk di eropa2 amdocs uda banyak dipake dan udah punya reputasi yg lumayan
gw tau info ini krn dulu gw pernah jd System Integratornya XL
n Tsel
makanya jd tau
Maret 19th, 2008 at 5:24 pm
@adzie … saya belum pernah lihat billing system yang bisa charge … Rp.. 0,00000000000000001. Emang ada uang di bawah 1 sen rupiah! Saya gak yakin!
Maret 19th, 2008 at 6:05 pm
makin pusing harus pilih KArtu apa..???
Maret 20th, 2008 at 10:23 pm
Pak Budi, menurut saya memang tidak ada uang di bawah 1 sen. Charge Rp 0,000000000..1 itu sebenarnya merupakan trik promosi untuk menarik perhatian target iklan.
Sebenarnya operator tersebut yang dalam hal ini adalah IM3 (bukannya Pro XL) memberikan free of charge kepada pelanggannya setelah pemakain detik ke 90. Jadi karena sudah terlalu banyak operator yang memberikan kata gratis, maka menurut saya IM3 memakai cara lain, supaya tampil beda.
Logikanya, walaupun kita menelpon 1.000 jam (dan hal ini tidak mungkin), itu belumlah mencukupi untuk jadi Rp 1. So, ini cuma cara lain untuk mengatakan ‘gratis setelah 90 detik’. Namun, perlu diingat skema ini tidak sama jika pelanggan IM3 menelpon ke lain operator. Ini cuma berlaku hanya untuk menelpon ke sesama pelanggan Indosat. Orang yang gak tahu menganggap promo ini berlaku untuk menelpon ke semua operator. Hati-hati. Awas kebohongan terselubung.
Maret 20th, 2008 at 11:47 pm
Itulah sebabnya saya INGIN MELIHAT dan MEMBUKTIKAN apakah BILLING SYSTEM mereka mampu menangani Rp. 0,000000000…1. (Ingin lihat struktur database mereka!) Jangan bohongi kami!
Maret 24th, 2008 at 2:56 pm
Kalau untuk saya yg jadi masalah adalah tidak diterapkannya segmentasi kualitas layanan dan pembedaan prioritas dalam aksesibilitas layanan jaringan antara pra bayar dan paska bayar. Bukan bermaksud memanifestasikan kesenjangan sosial dalam dunia telekomunikasi, tetapi saya rasa hal ini pemberian kualitas layanan sesuai tarif sudah perlu diterapkan mengingat sudah terlalu jauhnya gap tarif antara pra bayar dan paska bayar. Tujuannya adalah agar konsumen memiliki kebebasan untuk memilih layanan yg sesuai dengan requirement dan budgetnya. Sebagai contoh seorang pelanggan paska bayar dan pelanggan pra bayar yg melakukan call attempt pada saat yg bersamaan akan memperoleh probabilitas mendapat hak akses kanal yg sama meskipun biaya yg dibebankan ke mereka jika mendapat kanal tersebut tidak sama. Padahal secara teknologi penerapan prioritas dalam pemberian akses secara pre emptive sudah bisa dilakukan tapi sayangnya tidak diterapkan.
(Praktisi Telekomunikasi yang Prihatin Sering Membaca Tulisan Network Busy di Layar Telepon Selulernya)
Maret 24th, 2008 at 5:30 pm
Abang and Mpok…kalau gak mau di bohongi mendingan gak usah pake Hp…gitu aja kok report!!!!, siapa suruh pake HP?…makanya kalau jadi konsumen harus jeli memilih provider, ibarat kata pepatah nih…BURUK RUPA CERMIN DI BELAH…
Ingat lain kali lebih jeli YAAHHHH…mau di Audit..audit dulu tuh BRTI & POSTEL…????
Maret 27th, 2008 at 1:24 am
katanya sih mereka bukan lg perang tarif..
tpi lagu perang marketing..
intinya dodol jg lah tarif murah.
April 5th, 2008 at 4:44 pm
Saya sampai saat ini ga pernah tertarik atau setidaknya belum tertarik sama iklan perang tarif jor-joran (atau gila-gilaan!) antara operator lama seperti XL, Indosat, ato TSel, setidaknya sampai saat ini saya sdh nyaman pakai Three. Bayangin nelpon keluar kota (msh sesama 3 sih), ampir sejam, cuman kena 33 perak! Saya sampai heran apa ini benar? Sampe saya cek berkali-kali status pulsa saya, tp emang bener! Trus yg abis tuh pulsa bonus sesama 3 lagi, sedangkan pulsa utama utuh. Belum lagi tiap isi ulang 30rb dapet bonus. Maaf, ini bkn promosi terselubung yah (buat apa juga, saya beli pulsa selalu duit sendiri hehehe), cuman saya puas aja sama operator baru ini. Kalo diinget-inget sih kayaknya udah ampir 5 bulan saya pake nih.
Cuman, sayangnya yah itu, coverage area nya msh blm terlalu luas, seringkali ketika melakukan perjalanan antar kota di P. Jawa ini saya msh sering menemukan tulisan Emergency Call Only di layar hp saya. Tapi yah saya sih masih maklum, toh saya msh ingat ketika dulu IM3 (ketika gambar di kotak perdananya msh gambar bunga mawar merah) baru keluar juga sinyalnya sama aja dodol, sampe batere hape cepet abis gara2 nyari sinyal mulu.
Kalo soal GPRS, saya hanya menggunakan GPRS kalo mau YM/MSN-nan, sedangkan ketika ingin browsing ya pake CDMA Sutarwan Jagoan (maklum hape gsm saya msh 2G hehehe) yg paket ngorbit bulanan, itung2 sama aja tarifnya (malah kadang lebih murah) drpd kita hrs ke warnet. Maklum mahasiwa nih
April 14th, 2008 at 1:04 am
Buat anda semua anak bangsa yg peduli dgn kemajuan komunikasi indonesia,percuma saja kita berteriak2 klu hny di forum ini saja,provider di indnsia mrk sdh menggunakan kulit badak muka tembok,dan mentuli kan diri.Org awan sy ykn pasti tdk membaca keluhan kita ini,byk bangsa kita yg msh buta dgn hal2 forum on line spt ini, kita SEMUA hrs “serang ” di media massa kpd operator2 yg cm tau mengeruk keuntungan tnp mmkirkan kemajuan bangsa.Kasian rakyat kita,sdh miskin malah di bodohi,
mana gigi mu YLKI?dan pemerintah sbg regulator apakabar?
Sy tunggu komentar2 anda sekalian di media lokal dan nasional,supaya yg awam bs mengerti apa yg sdg terjadi dgn dunia telekomunikasi indsia,yg katanya murah tapi mahal.
Mei 22nd, 2008 at 12:47 am
aneh kita yang loyal, tp kita yang di anak tirikan,……………………. tolong dong berfikir rasional,…………… mending mana “konsumen yang loyal ato yang abis pulsa ganti kartu”, tp setiap keluhan2 saya pun yang dari dl pelanggan telkomsel g pernah di gubris malah saya termasuk kedalam nasabah telkomsel prioriti, boro boro tarif murah, minta pelayanan baik saja susahnya minta ampun,……………. payah……………..tidak profesional,…………………… banyak janji,…………………….. mungkin uang kita kita pada di korup tuh ama meeka2, ………………….. untuk kpk ato lembaga sejenis………………….. perikisa dong provider2 yang ada, YLBI kok melempem,……………….mana kerjanya,……………….kok nyantai aja,……………….KAMI KONSUMEN SEMUA KECEWA !!!
………………..COBA NICH DIDENGERIN GA KELUHAN KITA KITA PELANGGAN PASCA BAYAR,………………
Mei 22nd, 2008 at 12:53 am
TEMEN GW AJA BOKAPNYA KERJA DI TELKOM,…………………. EDAN MIBILNYA AJA BANYAK, RUMAH MEWAH SEMUA,……………… POKOKNYA EDAN……………………….SEMUA MEWAH,………………….. KALO DI ITUNG ITUNG GA ADA YANG MASUK AKAL,………………… MAU MAJU GMANA BANGSA INI KALO KAUPTONYA AJA MASIH MERAJA LELA,……………………. GMANA NICH KNAPA DIBIARIN, KANAPA G DITANGKAP, TAKUT,……………………. ATO YANG MO NANGKAPNYA UDAH DISOGOK DULUAN,……………………………. AYO BANGKIT INDONESIA,………………………. KALO BISA BUNUH SMUA KORUPTOR,………………………. BIAR RAKYAT KECIL BISA HIDUP NYAMAN,……………………………
Juni 14th, 2008 at 11:15 pm
Saya rasa mutu terbaik tetap telkomsel tapi termahal, apalagi tarif gprs lebih mahal dari emas. Tarif gprs termurah adalah im3 tapi macet terussssssssss
Cape deh……gak ada yg betul
Agustus 13th, 2008 at 11:15 am
mau tlp sama sms murah..? pergi aja tidur, klo dah melek pake tarif yang wajar2 aja. kita pake tarif dasar aja. ok
September 6th, 2008 at 9:37 am
hehehe, padahal gak kemakan iklan tapi kok ya masih tertipu. sabar pak ya, ya memang begitu.
saat ini saya hanya menggunakan cdma untuk berkomunikasi, karena masih saya rasa paling murah, gsm hanya untuk momen-momen penting.
saya setuju usulannya pak.