Data Center merupakan tempat meletakkan perangkat server (tempat berjalannya aplikasi) dan perangkat jaringan lainnya. Ruangan untuk data center harus didesain secara khusus karena perangkat ini membutuhkan lingkungan yang spesifik (rentang temperatur 18 – 23 derajat Celsius, kelembaban tertentu, dan tekanan tertentu).
Beratnya perangkat yang ada membuat lantai data center harus mampu menanggung beban yang cukup berat. Sebagai contoh, ruang perkantoran biasanya didesain untuk sanggup menanggung beban 250kg/m2. Sementara itu perangkat bisa menghasilkan beban mendekati 500kg/m2. Bisa jebol itu gedung.
Ini semua membuat pengelolaan data center menjadi pekerjaan yang tidak mudah. Kemarin dan hari ini saya ikut memberikan workshop dan diskusi tentang pengelolaan data center di hotel preanger. Ternyata banyak permasalahan lain yang detail dan sangat praktis tetapi masih belum ditemukan solusi yang elegan. Soal menggelar kabel agar tidak terjadi “mie” di lantai (atau di bawah raised floor) saja sudah merupakan pekerjaan yang sulit. Ada pekerjaan lain yang juga tidak mudah, yaitu membersihkan data center. Ternyata ada requirement khusus sehingga saya tidak yakin ada cleaning service yang mampu melakukannya dengan requirement seperti itu.
Ah … belajar lagi …
First comment
Pak BR hasil belajarnya didokumentasikan…… bahasannya bagus nih, klo gak dibikin jurnal dari studi kasus di hotel preanger yang bapak tangani sekarang
Kayaknya bukan hanya instansi perhotelan saja yang harus mengetahui manajemen data center, perencana IT di instansi pemerintah atau swasta lainnya perlu memperhatikan hal ini juga…..
wuiiih mulai berat neh postingan babeh …
*gelar tiker*
Ternyata walaupun tidak janjian, dan kemarin kita tidak manggung sama-sama di Preanger, pagi ini kita menuliskan satu hal yang berhubungan. Saya menulis tentang “Identifikasi Ancaman dalam Disaster Recovery Jangan Terfokus Hanya Pada Bencana Alam”.
DRC adalah lokasi alternatif yang menduplikasi sebagian IT resources yang ada di Data Center yang dibicarakan Pak BR.
Mudah-mudahan bisa saling melengkapi!
Jelasnya, diruangan datacenter, sedapat mungkin tidak terdapat Kasur, bayangkan aja dah dingin, terus admin yang kerja harusnya monitoring malah ngantuk akhirnya numpang tidur dah…Jadi males remote. kekeke
Kalau bicara masalah data center tentu bicara asset vital pd sebuah perusahaan. Utk Perusahaan tertentu, disamping prasyarat kontruksi bangunan, sumber daya listrik, dll maka ada satu yang bikin saya kagum yaitu masalah sekuriti termasuk masalah social -reengineering. Tidak semudah mengakses langsung, harus melewati beberapa pintu dgn fitur fingerprint so pasti tempatnya lebih rahasia sehingga dpt dihindari jikalau dibom, atau disabotase. Hmmm…. perfect
Kenapa foto tdk fokus kepada model (Pak BR) sih? Kostum nampak gelap, pdhal sinar lcd projector dari belakang layar. Posisi terlalu dekat dgn layar, jd tak terkesan membaca tulisan di layar just narsis. He he he….
“mie”? maksudnya spaghetti ya, Pak?
Em.. standar & best practice yang digunakan untuk DCM kan.. kiblat-nya dari luar Indonesia semua, Pak.
Jadi.. kalo ada apa2 yang sekiranya pasti ga akan mudah dilakukan di sini.. itu sudah lumayan terduga
Misalnya soal harus terjaganya kebersihan DC..
Cleaning service yang dirasa ga akan mampu memenuhi kebutuhan yang ditetapkan oleh standar2/best-practice yang dipakai.. ga sepenuhnya bisa disalahkan lagi..
Soalnya.. pengunjung2 (tetap/tamu) kadang2 juga masih lebih suka ga mengikuti aturan..
Masih banyak yang lain sih sebenarnya.. dari tiap kebutuhan DC yang semestinya (menurut bbrp standar & best-pratice).. yang kalo diterapin di Indonesia.. pasti mengundang komentar..
- “Mahal amat ya? Buat apa juga sih?”
- “Ribet.. memangnya kalo ga begitu ga bisa ya?”
- “Ahh.. sudahlah.. sama saja kan kalo ga harus segitu2 juga.. spek-nya..”
salam DCM, Pak…
(mo bikin posting ahhh)
Adakah standar khusus untuk tinggi ruangan yang dibutuhkan?
@yoga
Ada…
@ gustri
Hihi, media komunikasi antar ruangan didatacenter itu pake apa ya, media kabel telpon PABX kah ?
Kalau dapat jangan dikasih akses ke PSTN hehe, ntar kerjaan staff ngerumpi via telpon, trus orang luar bisa main social reengineering, mampus dah,
Hmm.. ada contoh terapan datacenter yang ideal di Indonesia ?. Me ingat filemnya Ocean Thirteen. Datacenter untuk lokasi Casino pake Greeco. Canggih emang, tp tetap aja ada kelemahannya, down karena Gempa buatan. kekekeke
Loh koq beda ya? Saya pernah ngeposting di blog saya, kalau data center lebih mengacu kepada datanya, tetapi Pak BR lebih ke arah perangkatnya … Tolong pencerahannya donk pak …. Kalau memang begitu saya harus merevisi nih …
@Hari Jonathan
Wah, bisa saling melengkapi donk dengan bos BR
Kalo gw cuma tahunya Database saja. Kalo Data center kayaknya lebih luas kali ya?
Bener tuch pak.. kabel itu masalah yang kayaknya simple, tapi bikin emosi kalo udah ruwet
Hmm… ini tentang audit sistem informasi ya ?
itb sudah punya data center?
saya cuma mau komen, hal yang paling mendasar, yaitu power, adakah datacenter di indonesia yang menggunakan redudansi power source ( power diversity ) ? jadi jika sumber power di paiton kolaps bisa di cover oleh sumber listrik ( plta/pltu ) yang lain? is there ? no, there isnt.
inilah masalah mendasar, but most people still dont understand about this risk mitigation, when everything is not design with security in mind…uppss, sorry gue bukan dosen security/infrasructure…
@tehtarik, menurut statistik memang sumber daya listrik merupakan *problem utama* dari masalah pengelolaan data center. Kita lihat data center di luar pulau Jawa deh. Jangankan kita berharap untuk dapat 2 sumber daya, untuk mendapatkan 1 sumber daya yang bisa konstan (tanpa mati-mati) dalam satu hari saja sudah hebat. Ini adalah cerita dari salah satu peserta Sharing Vision kemarin.
[...] artikel dari sini dari Blog Budi [...]
wuih..datacenter..? server? yang memuat seluruh data – data yang bisa di access oleh client dari server tsb.. asik tuh.. saya sudah pernah mempelajari nya.. di unix server freebsd.. apik.. easy
Pak Budi …
Boleh dong cari waktu kita diskusi bareng pak Arry Akhmad dan temen2 lain terutama yang sudah punya pengalaman soal DC dan DRC bukan dari sekedar baca teori dan best practise yang ada di internet …
Kebetulan sebelum tugas belajar ke STEI-ITB saya dikantor masih sempat ikut jadi kulinya utk ikutan redesign data center di Direktorat Jenderal saya bernaung. Alhamdulillah saya dipercaya untuk mendesign layout ruangan data center yang baru (diextend dari yg lama).
Untuk pekerjaan “sipil”nya (kami menyebutnya begitu) serta durusan konfigurasi server dan peralatan komunikasi data serta peralatan lainnya kami bekerja sama dengan pihak ketiga. Semuanya didasarkan atas segala hitungan, mulai titik beban per meter perseginya, tinggi ruang, tinggi raised floor, jumlah pemadam, jumlah springkle, trunking utk pengkabelan listrik dan kabel datanya, sampai keamanan fisik dan keamanan jaringan komunikasi data dari/ke DC dan DRC, itu semua ada “itungannya”.
Yang jadi pertanyaan saya (mungkin bisa jadi bahan diskusi juga nantinya) adalah:
1. Bagaimana mengukur pekerjaan pembangunan DC atau DRC yang telah dilakukan pihak ketiga terkait dengan standar pembangunan DC/DRC?
2. Adakah standar nasioanal/internasional utk pembuatan data center yang bisa dipercaya menjadi pegangan semua pihak yg ingin membuat data center dan DRC?
3. Adakah sertifkasi untuk standar nasional/internasional baik utk hasil pekerjaan pembuatan data center/DRC maupun sertifikasi utk perusahaan pemborong pekerjaan data center /DRC tsb?
Terimakasih pak. Saya sangat berharap bisa berdiskusi soal ini bersama bapak dan pak Arry Akhmad Arman dan temen2 lain yang berpengalaman.
Salam kompak
Rgds
kalau untuk data center, KEY PERFORMANCE INDICATOR-nya apa saja ya…?
ada yang bisa memberikan penjelasan…?
Pak BR kalu di data center management parameter /key succes factornya apa aja.
KPI nya apa aja buat si pengelolanya
Trima kasih
pramulyana
halo sekedar mau komen aja salam u semua
waaahhh … bagi2 slidenya donk pak
*semoga masih ada*
salah satu aspek yang perlu diperhatikan mungkin juga faktor kebersihan..karena rata2 server jg berdebu, mungkin dianggap ‘ngurus’ PC desktop kali ya..hehe
btw tadi sempet browsing2, ada seminar bagus tentang ISO 27001, mungkin termasuk didalamnya ada standar ideal pengelolaan data center..bener gak ya? tapi lumayan mahal harganya, mungkin faktor pembicara yang bakal ngisi acara nya..infonya di http://www.lemtiui.com
waduh kalau dikantor aku sederhana saja tapi cukup asik pak Budi cuma alagi mikir set isi dalamnya supaya bisa traceable data dan berguna ..masih cari solusinya nih hehee
kebanyakan moto ..hahaha mau tanya tanya kapan yah