Ini hanya sekedar opini dari seseorang yang telah mengarungi dunia internet cukup lama. Seperti kata mas Yockie, pengalaman ini sebetulnya bisa menjadi cermin. Tapi, apalah saya? hi hi hi.
Supaya jangan lupa saja. Pemblokiran yang dilakukan saat ini BUKAN KARENA ISU PORNOGRAFI, tetapi karena film Fitna itu yaitu topik SARA. Mungkin para pembaca kurang menyimak hal ini. Kalau dilihat dari jejak alasan pemblokiran
- Pornografi
- SARA
- Menimbulkan keresahan di masyarakat (politik)
- Alat pemerintah?
- …
Ketika sedang rame-ramenya diskusi soal pemblokiran karena isu pornografi, saya sudah bilang bahwa nantinya akan merembet ke masalah SARA, dan seterusnya. Sebagain besar gak percaya. Sekarang Anda percaya gak? hi hi hi. I told you.
Sekarang kita di nomor (2). Sebentar lagi – mengingat pemilu 2009 akan datang – pemblokiran akan dilakukan untuk urusan politik, dengan alasan menumbulkan keresahan (atau kerusuhan) di masyarakat (atau sejenisnya). Gak percaya? hi hi hi. Situs-situs yang mengkritik partai politik akan diberangus karena nanti akan terjadi keributan antar pendukung partai. ha ha ha.
Sementara itu saya memblokir keresahan diri saya pribadi.
Kita, rakyat, tidak usah mikir. Kita ini bodoh. Pemerintah kan lebih tahu apa yang diinginkan rakyatnya. Untuk itulah masyarakat harus diatur sampai pakai sepatu pun harus diatur. ha ha ha. (Atau seharusnya hik hik hik?)
You want to know the trigger? Fitna – FPI mau serang warnet karena bisa akses Fitna dengan mudah. Padahal APJII sudah bilang di-flag saja biar diblokir oleh Youtube. Sementara Menkominfo menyurati Google sbg owner dari Youtube dan dapat respons tidak memuaskan. Secara FPI sudah kebakaran jenggot (alias mau minta uang ke warnet di daerah-daerah dengan alasan agama) makanya ada yang lebih kebakaran jenggot. Akhirnya bola liar yang terjadi. Ada paranoid dicampur segala macam pihak bertindak bahkan APJII pun tak luput dari lobi-lobi tak penting. Halah… panjang. Sudahlah, Youtube sudah bisa diakses lagi sore ini dan sudah flag posting Fitna, selesai buat APJII? Tidak juga… Multiply tempat ibu-ibu dagang sajadah buatan tangan atau kue kering untuk penghasilan tambahan terlupakan.
Welech- welech, mau komentar bigung, mau melangkah bigung.
yang penting ngak bigung, pake sepatu sendiri.
kita tunggu blokir-blokir selanjutnya.
TRUST INTERNET. Karena saya adalah orang yang percaya bahwa konsep “bottoms up hiearchy” ada di internet, ada keteraturan di sini. Sudah tidak jalam lagi “top down” macam surat Menkominfo. Jangan lupa juga pemerintah suka urus gak penting lalu lupa urus perut rakyat sehingga yang terjadi premanisme di mana-mana. Kalau negara aman, profesi satpam itu hilang, sebuah profesi “mati duluan” kalau ada maling atau bom. Halah… makanya jangan paranoid dulu Pak. Ini cuma divert dari isu pornografi yang kurang greget untuk 2009.
Siapa juga sih Geertz? Politisi… main kotor, tapi tetap politisi biar ratingnya naik,
mas, yang bodoh itu kita masyarakat ya mas, kok gua ng tau selama ini, kemana aja yak gua….bruakakakakakakakka
Iya, Pak. Saya jadi paham mengapa p BR sangat menentang segala bentuk pemblokiran internet.
Semua orang merasa benar semua, merasa lebih tahu masalah, merasa lebih jago….tanpa memberikan solusi KONKRIT!!
Saya fikir koq membuat UUD ITE itu gak sehari 2 hari sih…. k,koq orang paranoid semua sih??
Apakah karena pak BR yang jago dan lama menggeluti internet ini merasa terabaikan pendapatnya??? sehingga berlarut2 mempermasalahkannya?? Tanpa mau berfikir lebih panjang lagi?
@bukan sok tahu … ehmm… memang UU ITE tidak dibuat sehari dua hari. mungkin boleh dicek sejarahnya. setahu saya, pak BR ikutan dari awaaaaalll sekali. (tahunan?) mestinya sih dia gak goblok-goblok amat dan paham mengapa pasal ini muncul, mengapa seperti itu.
pendapat BR gak penting amat. boleh diabaikan. hanya sayang saja, mosok gak ada yang bisa dimanfaatkan dari pengalaman belasan (bahkan sekarang menginjak lebih dari 20 tahun). he he he.
Saya bisa dituntut 8 tahun ga, Pak dengan tulisan ini?
http://hariadhi.wordpress.com/2008/04/09/beginilah-cara-kami-membungkammu-jendral/
Kalau ya, saya ikhlas.
#1: youtube sudah menghapus video bahkan account yg upload video tersebut jauh sebelum ISP-ISP diancam dicabut izinnya. blogs dan situs2 anti Islam sudah banyak yg ngata2in youtube sbg coward. coba anda search situs2 semacam ini di google. jangan lupa content youtube itu user-generated.
cerita tentang internet indonesia selanjutnya ada di http://kukuhtw.blogdetik.com/2008/04/09/indonesian-almanac-2008-2050/
mas budi ,
*ketawa dulu ah… biar gak stress*
Anda sih pake2 ngeramal-ngeramal segala ..(setan lewat tuh..) hahaha..
Rakyat = udah dimiskinkan – dibodohkan … begitu protes masih disebut “nggak tau persoalan / mau menangnya sendiri / tak memberikan solusi konkrit bahkan paranoid .. hahahaha
edann…edann.. bukankah kalau perfomance/kinerja pemerintah selama ini baik .. pasti juga akan menghasilkan sesuatu yang baik dan ujung-ujungnya kehidupan rakyatnya juga akan jadi lebih baik kan..?
as simple as that kan? koq mbulet ya..
#11. soalnya orang pinternya sibuk cari proyek bung JSOP, makanya rakyat tetap bodoh. Eh siapa tahu ada proyek jadi tim pakar revisi aturan.
Proyek blue print ini dan itu (tinggal ganti kop, dan nama kabupaten), proyek Perda ini dan itu (tinggal ganti kop dan nama kabupaten). Abis itu tinggal orang pintarnya nyalahin pemerintah deh.
Wis mbuka catering aja, mumpung mau Pemilu siapa tahu nerima proyek catering pas kampanye nanti.
Di”blokir” ? Belajar donk dari seniman hi hi hi hi. BENTO !! (saya masih dendam batal nonton Kantata waktu itu).
Pak BR, kalau saya amati beberapa hari ini kebanyakkan postingan Bapak masih seputar pembelaan kepada postingan sebelumnya, yaitu tentang pendapat Bapak yang tidak setuju dengan pemblokiran situs porno. Menurut saya postingan-postingan terbaru di blog ini bisa disimpulkan dalam satu kalimat: “Kemarin gua bilang juga apa”. Tanpa solusi konkrit. Solusi yang Bapak tawarkan hanya berupa merubah nasi yang sudah jadi bubur untuk kembali menjadi nasi.
Hari ini Youtube sudah bisa kembali di akses. Dan film Fitna sudah tidak ada di sana. Salut buat pemerintah Indonesia. Saya bangga jadi warga Indonesia (ini kritikkan untuk postingan Bapak yang malu jadi warga internet Indonesia).
Apakah kebebasan berpendapat dan berdemokrasi itu hanya bisa dilakukan dengan kritik pada penguasa?
Mohon luruskan jika saya salah.
tanya sama konsultan teknis uu ITE aja siapa tau dia tau jawabannya.
kalau tanya saya….jawabannya liuer euy…..
emang pemrintah sekarang ini mencari cara untuk mengalihkan perhatian…. lihat saja pasti para peblogger jadi lupa LPG di rumah hehehhehe
topik SARAH???!!! *lirik buanadara*
ah, si SARAH memang selalu enak buat diomongin..
Setiap orang memiliki tingkat keresahan (gelisah) yang berbeda-beda. Jika semua poit diatas plus yang muncul pada diri sendiri, Alangkah baiknya pasang firewall pada individual masing-masing. Jika masih pusing mendingan pergi kedaerah bebas sinyal ponsel, tinggalkan notebook anda hingga mencari ketenangan daerah yang tidak terjamah orang orang. Sehingga keresahan itu “mungkin” tidak akan muncul lagi..
Oooo gitu ya? Ini urusan politik ternyata? Bukan hanya sekedar blokir film fitna (buatan poliTIKUS penjajah Belanda, si Geert WILDers)…
Jadi, pemerintah ceritanya lagi tebar pesona biar didukung oleh masyarakat ya? (Bener ga Ooom?
)
#12 hmm.. perlu dipertimbangkan masak-masak tuh sarannya.
buka catering menjelang pemilu ? sapa takut ..hahahaha
Hayo..komunitas IT , BR , IMW siapa lagi tuh…lain2nya yang rambutnya dah mulai mau rontok mikirin pendidikan ..bikin catering aja yook… saya yang bagian kasirnya ..
*sapa tau bisa ngentit.. dikit2*
Korupsi kalo masih puluhan ribu mah.. wajar dong.. namanya juga manungsia indonesia.. huahahaha
#19, catering plus sablonan gitu ? ditambah organ tunggal. Ah masih repot, enakan tinggal “search/replace” nama kabupatennya aja.
Kenapa banyak yg ngentit, soalnya diajarin di kampusnya, lha proyek penelitian juga banyak yang “search/replace”. Dana penelitian A, ganti judul, dana penelitian B, ganti judul. Makanya jarang kampus yang nekat mengonlinekan hasil penelitiannya. Takut ketahuan mungkin “entit-an”-nya.
Eh nggak nyambung ya saya ama topik utama, maaf sodara-sodara… Namanya juga manungsia Indonesia kan orangnya lucu-lucu kata Trio Kwik Kwak Kwek
#20Makanya jarang kampus yang nekat mengonlinekan hasil penelitiannya. Takut ketahuan mungkin “entit-an”-nya.
hahaha.. napa gak ganti aja nama kampusnya sekalian “Kampus ngentit jaya”
Mumpung malem2 nih yang punya rumah pasti dah tewas .. jadi nggak nyambung juga nggak apa2 .. namanya juga manungsia indonesia .
#18 Jadi, pemerintah ceritanya lagi tebar pesona biar didukung oleh masyarakat ya? (Bener ga Ooom? )
sssstt.. awas di blokir kalau ngomong sembarangan lho..
[maaf mas bud , tangan lagi gatel ... gak bisa tidur lagi
pelampiasan... judul pelemnya .]
gak papa itu , bagus kok….. cina juga pernah blok blokan, tp adem ayem aja…
@rafki … hi hi hi. kalau anda mau memperhatikan posting saya sebelum-sebelumnya, saya sudah menawarkan beberapa ide; seperti misalnya program untuk membuat “proxy sehat”. (jadi inget roadshownya donny bu; internet sehat.) terus ada lagi upaya untuk menbuat content positif yang lebih banyaaaaakkk. opendns anybody? he he he. adalah yang dikerjakan oleh saya dan teman-teman. tapi gak perlu woro-woro kan?
saya sebenernya tipe orang yang lebih senang bekerja daripada “ngoceh”. namun ternyata ada kalanya saya terpaksa harus ngoceh karena dibutuhkan. (saya menghindar dari banyaaaaakkk media. dari 5 media yang minta komentar, mungkin hanya 1 yang saya bersedia. ya karena itu … pada prinsipnya saya bukan orang yang senang ngomong / protes. he he he.)
@IMW, … untung saya gak banyak ikut proyek2 penelitian di kampus. ha ha ha. untung kebanyakan proyek penelitian saya di industri dan/atau didanai sendiri. (mosok mau ngemplang terhadap diri sendiri. hi hi hi.)
ps: saya gak tahu maksud postingan anda itu mau nyindir saya atau nyindir siapa? gak jelas siapa peniliti di kampus yang dimaksud. IMW memang lebih baik dari para peneliti yang disindirnya itu. hi hi hi. (saya gak berani menyindir mereka karena sadar bahwa mereka masih lebih baik dari saya. he he he.)
#25, nyindir yg “mudah-mudahan” merasa tersindir. Toh yang baca blog ini bukan Anda aja kan he he he he. Kalau Anda tidak merasa tersindir, karena tidak melakukan ya bagus (dan saya seneng mendengarnya). Kira-kira siapa mungkin kita tidak perlu pura-pura dalam perahu, pura-pura jual tahu.
BTW, kalau nyindir menteri/pemerintah whoever berani, kenapa nyindir mereka ndak berani boss ?
Intinya kalau kita memang mengatakan bebaskan pemblokiran dan mulai dari pendidikan. Benahi dulu tuh pendidikan
Jangan lembaga pendidikan malah mengajarkan pengentitan, siapapun (atau apapun) lembaga pendidikan itu.
Begitu boss, saya mau jualan tahu keliling dulu, mumpung masih anget. Mudah-mudahan ndak ketangkep Tibum. Kalau toh nanti ketangkep Tibum, tinggal saya bilang ke Tibum “Ngapain ente berani-beranian nangkep saya, emangnya ente lebih tertib dari saya ?”
@IMW … karena kasihan para peneliti itu. Saya melihat beberapa peneliti yang uang penelitiaannya belum sampai tetapi mereka harus tetap melakukan penelitian. Sudah sampai pun, uangnya dipotong (nggak jelas!). Acknowledgement terhadap mereka masih rendah. Lihat saja, yang dianggap lebih penting adalah mengajar. Peneliti itu masih second class citizen di negara ini.
Tentu saja peneliti yang ngawur juga tidak sedikit. (Jangan salah, saya juga kritik lewat jalur internal lho. hi hi hi.)
Yes, Made, saya masih ikut aktif dalam membereskan pendidikan (baik formal maupun informal). Mungkin gak banyak orang yang tahu bahwa saya cukup vokal untuk urusan ini. Bahkan dianggap ngrusuhi (enemy #1?). Banyak hal di pendidikan yang sekarang ditukar dengan uang dan komponen administrartif lah yang dianggap lebih penting, bukan esensis pendidikan itu sendiri. Kalau saya cerita banyak soal ini, nanti pada nangis semua.
Tapi nanti lah. Di topik lain ya.
Untuk Pak Budi, Apakah sampeyan yakin hal-hal seperti itu akan terjadi?, apakah anda ngga melihat sedikitpun ada niat baik dari pemerintah kita?. Sampeyan mungkin banyak teman di pemerintahan, ceritakan di blog sampeyan, mungkin ada omongan atau desas-desus hal seperti itu akan dilakukan pemerintah kita.
Hehehe buat tes juga, apa blog sampeyan aka diblokir
*maaf pak, asal omong*
Moga-moga ada teman dari komunitas blog yang mau mencalonkan diri sebagai capres independen.
Kampanyenya gak usah muluk-muluk deh..asal janji bisa melakukan pemblokiran dengan cerdas, transparan dan bertanggung jawab.
jika dirasa meresahkan, UU ITE-nya yang justru di blokir,hehe.
hehe,jadi ingat komedian betawi, blokir..ups..itu Bokir dink!
@mas yanto, namanya juga opini. kalau yang pasti sih hanya Allah yang maha tahu. opini saya boleh dicuekin kok. gak papa. kalau kata alm. prof. Samaun, as usual … i always wrong.
niat baik dari pemerintah kita? jelas! mosok yang dilakukan itu niat jahat? rasanya gak lah. itu jelas niat baik. tetapi, niat baik itu belum cukup kalau salah caranya.
misalnya … niat baik mau sholat di awal waktu, tetapi kemudian buru-buru naik motornya sehingga ngebut dan nyaris menabrak penyeberang jalan (membahayakan pengguna jalan lainnya). atau nyerobot orang lain yang sudah antri untuk ambil wudhu.
contoh lain? niat baik mau membangun masjid. kemudian minta-minta sumbangan di tengah jalan raya. (1) membahayakan ybs. dan (2) mengganggu lalu lintas (bikin macet).
Ya..ya..ya.. Kita sih cuma rakyat bodo
semuanya harus pemerintah yang ngatur. Karena pemerintah pinter…
Enak ya jadi pemerintah, cukup tinggal menggerakan jari maka tertutuplah youtube, rapidshare, dan situs lainnya
#27: Dengan kondisi seperti itu (lha institusi Mas BR kan lembaga pendidikan top), apakah masih bisa kita bilang “pendidikan kita di Indonesia” sudah cukup untuk memecahkan masalah, sehingga tidak perlu ada mekanisme kontrol (bentuk mekanisme kontrol ini yang masih debatable). Coba aja lihat traffic kampus, lha Internet yg “katanya” dibayar utk fungsi pendidikan/penelitian apa bersih dari traffic/traffic dari situs yg seru-seru-saru ? Duit siapa tuh yg di”entit” utk traffic yg seru-seru-saru
Begitu boss, menurut saya yang newbie ini, blocking-blockingan ini kan harus dilihat dg kacamata pendidikan komunitas secara lebih luas
Memang blokir tidak perlu kalau edukasi pengguna/masyarakat telah mencukupi (ini saya setuju banget), Tapi kenyataannya ? Untuk menjawab itu dibutuhkan kejujuran, bukan rasa “tinggi hati” orang yang beruntung mendapat pendidikan tinggi.
Edukasi pengguna yang saya maksud bukan hanya yg memakai Internetnya, tapi juga orang disekitarnya, alias edukasi komunitas.
Soal peneliti tidak dapat reward, itu salah lembaga pendidikannya
Salahnya ndak bisa ngelola dananya, ntar ada yg bilang lagi gitu mo ngurusin negara ke ke ke ke ke
Maafkan saya kalo kebanyakan sental-sentil-sentul. Mumpung main ke rumah orang jadi bikin sampah aja sekalian.
@IMW … ha ha ha. Bolehkah saya tertawa? Ya kita beda opini saja. Silahkan saja memojokkan mereka. Anda kan selalu benar dan mereka (termasuk insititusinya) lebih bodoh dari Anda. ha ha ha.
kacau neh posting!!!
barangkali ada yang (mas BR) bisa dilakukan, meskipun ketjil?
@Budi Rahardjo,
Pornografi, SARA, Menimbulkan keresahan di masyarakat (politik), Alat pemerintah?
-Pornografi :
itu sesuatu yang memang harus diberantas kan pak?
-SARA:
di sepakbola internasional aja sudah ada aturan yang keras masalah ini
-Menimbulkan keresahan di masyarakat:
Misal sampeyan menulis: ” besok akan ada ledakkan bom di kota-kota besar di Indonesia secara serentak”, apakah ini ngga meresahkan masyarakat?
*kalau sampeyan tambahi politik, itu berarti pemerintah menggunakan alasan ini untuk melindungi kekuasaannya (hehehe kalo ini niat jahat)
-Alat pemerintah? hehehe aku kurang paham
Jadi seharusnya hal-hal seperti diatas memang harus diblokir kan pak? Jadi ngga usah resah pak, kita awasi aja pemerintah yang jadi eksekutor
*maaf pak, aku asal omong*
@mas yanto mau awasi pemerintah? hi hi hi. selamat bertugas mas. ngeledek dikit boleh kan mas? bukan, bukan maksudnya meremehkan mas yanto. tapi mas yanto bisa lihat sendiri kan kondisi saat ini.
memang kita beda pendapat. ya, mungkin opini saya gak pas dengan selera mas. ya gak papa. mas yanto nulis deh di blog tentang dukungan mas yanto dan komitmen mas yanto untuk mengawasi pemerintah yang jadi eksekutor. ayo dong mas. supaya di dunia blog ada sisi yang pro pemerintah gitu. mudah-mudahan diskusinya bisa lebih positif.
Jika Saya Menkominfo, saya tak akan memblokir youtube.
Saya akan memerangi youtube. Youtube jangan diblokir, karena banyak juga video-video bermanfaat disana.
Yang saya lakukan adalah menyerang channel youtube yang memuat film “fitna”. Untuk itu, saya akan memberikan uang ke universitas-universitas di Indonesia, seperti ITB, UI dan UGM, untuk membongkar keamanan youtube dan bagaimana menghancurkan channel-channel tertentu yang cukup mengganggu kepentingan Indonesia.
Kalau perlu dibuat sayembara berhadiah, untuk memfasilitasi hacker-hacker bangsa ini yang berbakat; bahwa siapa saja diantara mereka yang mampu meluluhlantakkan sebuah channel di youtube, terutama channel yang memuat film “fitna”, akan diberi hadiah besar.
===> PILIHLAH SAYA JADI MENKOMINPO <===
XXXD
http://trisetyarso.wordpress.com/
-pornografi dan meresahkan=masih debatable.
Mbok yao parameternya tu dirumuskan dulu. Hingga saat ini belum ada batasan yang jelas to…
Jangan-jangan situs pengetahuan anatomi tubuh diblokir gara-gara memuat gambar tubuh telanjang. Atau justru situs porno kelak akan berkedok sex education.
Kalau yang meresahkan masyarakat, aku setuju deh.Tapi parameternya juga sangat sulit. Jangan-jangan yang di blokir justru yang meresahkan pemerintah,hehehe.
@16 yayayaya…
sebelum ada film fitna pun, dunia blogger pejantan sudah dihebohkan dengan topik “sara…h”
@..
apalagi kalo niat baik itu dikonsultasikan ama pakar gadungan.. berbahaya sekali efek nya..
Kita semua harus menerima kenyataan. Tapi menerima
kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu
lagi berkembang. Karena manusia juga bisa membikin
kenyataan-kenyataan baru. Kalau tak ada orang mau
membikin kenyataan-kenyataan baru, maka “kemajuan”
sebagai kata dan makna sepatutnya dihapuskan dari
kamus umat manusia…
@ Rafki RS
hehehe… rupanya anda masih belum mengerti inti permasalahannya. Baiklah, saya memberanikan diri mewakili pak BR memberikan solusinya, hanya satu dan dijamin lsg menghentikan semua reaksi2 penentangan ini.
Ini usulannya :
Semoga anda bisa mencerna nasi yg sudah saya ulek jadi bubur ini
Wah Pak Budi kenapa nggak ikut pertemuan antara Pak Nuh dengan para blogger dll. Kan waktu itu Pak Nuh minta saran tentang cara pemblokiran yang lebih efektif sehingga tidak seluruh website di blok. Mungkin aja saran Bapak diatas bisa jadi pertimbangan.
Serem juga baca artikel Bapak yang ini. Mudah2an aja tidak seperti yang diprediksi….
Opini dari sudut pandang kebudayaan :
““Bangsa kita tak mampu bersanding dengan peradaban bangsa-bangsa lain secara setara”
Dan bahasa adalah salah satu alat tolak ukur kualitas peradaban manusianya.
Kebudayaan Bahasa Indonesia “MACET” miskin kosa kata hingga terbentur dan kesulitan mencari / menemukan kalimat untuk mendefinisikan makna dan fakta-fakta barunya. (unt. hal ini pemerintah perlu melahirkan Yos Badudu Yos Badudu penerus berikutnya)
Undang-undang Dasar adalah salah satu korban dari kalimat yang multi interprestasi , tak mengherankan pelaksanaan hukumnya juga membingungkan semua pihak yang dilindungi .
Sepertinya kita sedang di “adu domba” , oleh kualitas peradaban kita sendiri .
hehehe… saya jd ingat pada tahun 98, ketika ada situs situs parpol yang banyak di isi komentar komentar tak sedap dan tentunya pahit, malah komentar itu bukan dijadikan sebagai kritik membangun, kritik-kritik itu di hapus dan nggak diperhatikan sama sekali. lalu apa gunanya situs atau website tersebut? kalau mereka tutup kuping dan mata, apa yah salah kalau masyarakat juga tutup kuping dan mata?
Hmm.. memang orang pintar adalah orang yg selalu merasa dirinya belum pintar.. yg selalu sadar “as usual.. I always wrong”..
Sabar ya pak..
hanya satu permasalahan yaitu moral kita saja sehingga saringan hati jauh lebih kuat, bukannya malah memblokade dan rasanya terlambat sekali kalau teknologi yang lebih banyak manfaatnya malah diblokir…
Sebagai seorang akademisi saya sangat terusik dengan kebijakan pemerintah yang tidak bijak dan terlalu mengeneralisasikan, bukan benahi dulu masalah indosat yang dilegokan atau urus dulu kebijakan dibidang komunikasi yang semaraut malah…ngurusin isu sara yang sebenarnya sudah sunatullah…mudah-mudahan dikemudian hari pemerintah kita semakin bijak kalau teknologi cyber tidak bisa dikontrol seperti itu…cari jalan tengah yang tidak menelikung para akademisi yang sangat membutuhkan..
http://elqorni.wordpress.com
pak BR,
misalnya daripada blokir2an mending duitnya buat yang kayak gini gimana tuh pak?
[...] hari ini aku baca punya Bupati MP, Pak Budi yg geram dengan blokir, juga Ndoro Kakung, dan satu kalimat yang mnurut Ndoro perkataan Pak Menteri yang menggangguku : [...]
Iya, penting bisa mencukupi kebutuhan sendiri dan bahagia dunia akhirat. Terlalu banyak berdebat malah lupa ibadah. Semoga pemerintah memberi yang terbaik untuk kita.
http://ardianeko.wordpress.com
sebelum di blokir pemerintah, gmn klo blokir diri sendiri dari pemerintah ?
#33, mas BR, saya tidak pernah menyatakan bahwa saya yang benar atau lebih baik dari yang saya kritik (baca komentar saya di atasnya ttg Tibum). Saya cuma mengungkapkan kenyataan yang ada di sekeliling kita. Apakah yang saya ungkapkan itu tidak terjadi, toh Anda sendiri mengiyakan.
BTW kenapa sih mas BR sangat sensitif akhir-akhir ini
Tenang mas, jangan suka nuduh orang yg tidak-tidak hanya karena orang itu berbeda pendapat, atau sedikit nyentil. Katanya ndak apa-apa beda pendapat. Kejadian di atas kan bukan sekali saja ke saya, bisa dilihat di arsip milis toh.
Mudah-mudahan abis ini saya ndak dapat “surat cinta” dari mas BR.
@pbasari
“barangkali ada yang (mas BR) bisa dilakukan, meskipun ketjil?”
hahahaha pak BR di panggil mas …
mas … mas …. sini dong …. kekekeke (sori lo pak bukan saya menyebut pak BR tua)
btw saya pernah bikin gambar propaganda juga loh
Kenapa ga sekalian saja pemerintah meutup sekolah Teknologi informasi
biar lebih mantap
biar semua rakyat indonesia GAPTEK
_________________________________________________
Apa Rakyat disuruh belajar jadi koruptor ya :-/
#52, masak dipanggil mbak atau tante ? Emangnya kite cowok apaan.
*sibuk baca comment2 diatas..* mulai terpikir menjadikan kaka SLANK menkominfo
Karena blokir sana blokir sini, akhirnya tembak satelit aja dech! Dor…
Kembali ke jaman batu lagi dech!
Tanya kenapa?
wah… luar biasa komennya, “membanjir”. Menurut saya semoga saja dibalik ini semua nantinya banyak pelajaran yang bisa kita ambil.
“Yang baik bagimu belum tentu baik di sisi Allah swt. Begitupun sebaliknya, yang buruk bagimu belum tentu buruk di sisi Allah swt. ”
wassalam
http://febiharyadi.wordpress.com
Pak Budi, saya kok meragukan rangkaian kejadian itu merupakan suatu proses. Kalaupun UUITE tidak disahkan, dan tidak ada isu pornografi maka YouTube tetap akan di blok karena isu SARA.
Jadi itu bukan suatu proses, tidak ada sebab yang saling terkait satu sama lain. Kalau analisa itu diyakini maka akan menjadi prasangka jadinya.
do pak..
ya..yutup di tutup sih..
cuma , yang namanya situs porni porno masih bisa aja toh..
huehehe
..sengaja ga ditutup dulu kali ya..
soalnya sex gak masuk konteks yang sensitif
kan sara cuma singkatan dari suku bangsa, agama, bangsa dan antargolongan..g ada kata seks nya
Punten Pa Budi, ikut nimbrung lagih yah…
(postingan di padepokan bapak ini bikin sayah ketagihan ngintip…)
“Sekarang kita di nomor (2). Sebentar lagi – mengingat pemilu 2009 akan datang – pemblokiran akan dilakukan untuk urusan politik, dengan alasan menumbulkan keresahan (atau kerusuhan) di masyarakat (atau sejenisnya)”.
Sayah kira sangat mungkin, kita kan ga mau kalah ama negri jiran yang udah duluan melakukan hal itu atas dasar alasan itu… dah biasa kan kita suka membanding2kan: tuh di negri ntu juga begitu … (duh maksudnya apa inih bingung sendiri…).
*permioss dulu ah … jalan-jalan lagih…
@37 Budi Rahardjo
“memang kita beda pendapat. ya, mungkin opini saya gak pas dengan selera mas. ya gak papa. mas yanto nulis deh di blog tentang dukungan mas yanto dan komitmen mas yanto untuk mengawasi pemerintah yang jadi eksekutor. ayo dong mas. supaya di dunia blog ada sisi yang pro pemerintah gitu.”
hehehe, ngusir secara halus ya pak?, maaf pak kalau aku membuat keindahan blog-nya Bapak jadi terganggu.
Oke pak…… ngaciiiiiiiiiiiiiiiiiiiirrrrrrrrrrrr wusssssssssssss…..
sudah terlihat dari pemerintah yang mulai anti kritik
@yanto, bukan ngusir … saya hanya heran saja, kebanyakan orang kok gak mau menuliskan opininya di blognya. ayo dong. buat statement gitu. nanti giliran saya yang kasih komentar di sana.
Untuk Pak Budi, aku perlu menjelaskan, aku bukan pro pemerintah. Cuma buruh di toko komputer kecil di Surabaya, kerjaku bukan ngremote server, coding atau maintenance database, aku cuma tukang ngrakit PC, yang sempat mangkel, sedih, dan hehehe kecewa, karena polisi (bagian dari pemerintah) menyita pheriperal komputer yg ada RF-nya (pernah komen di postingan sampeyan tentang AXIS).
Tapi aku rasa kita ngga bisa melihat pemerintah hitam-putih, seperti sinetron-sinetron Raam Punjabi, yg tokoh antagonis-nya ngga pernah bener, sampe sinetronnya bubar
Untuk kasus pemblokiran ini aku melihat ada benarnya, mungkin hanya caranya yang salah.
Kenapa kalangan IT tidak memberi solusi yang baik, kok hanya menghujat (ada yg halus, ada yg kasar) dan dunia seakan-akan kiamat karena ada pemblokiran ini.
*maaf pak, asal omong*
@yanto: “kenapa kalangan IT tidak memberi solusi yang baik”.
Lho? Bukankah saya sudah membuat sebuah usulan? Selain saya masih banyak effort lain, seperti Internet Sehatnya Donny BU dkk. Pak Onno roadshow memberitahukan cara melakukan filtering untuk level unit keluarga, organisasi, dll. (dan sekalian cara menembusnya… pak Onno emang bandel he he he). Dan seterusnya…
Mosok ama mas Yanto hal-hal itu didiskon sebagai tidak memberi solusi? hik hik hik. Nangis aku rek!
rapid dah bisa diakses lagi kan om
hikz.
Pak Budi, pak IMW dan Kawan2 Yth,
Bagaimana kalau kawan2 membuat Film Fitna II di youtube.com yang isinya malah meng-counter Film Fitna I. Ada yang sudah membuatnya, lihat di URL:
http://masif.wordpress.com
Semoga bermanfaat.
Iya deh mas BR, kita rakyat memang goblog kok. Saking goblognya begitu youtube diblokir pemerintah dengan biaya 1,8miliar, dalam 15 menit dah bisa ngintip youtube meski via terowongan juga. Hehe, duit 1,8miliar itu hilang percuma masuk kekantong kroni2nya Menkominfo. Ternyata pemerintah kita dah gak punya wibawa, masih mau aja digoblog2in sama si Roy Combro tuh. Hihihi…
LAH abis sembuh dari sakit, malah pada “udur-uduran”
pak Budi ayo balik ke root asal kita….. MAEN MUSIK…!!!!!
damai, tenang, menyalurkan bakat terpendam
tomy————>penggemar band-band legend
tu tulisan “menumbulkan” segera diralat! Alinea 4 baris ke-3.. wakakakaKKK
beberapa hari yang lalu saya sebenarnya juga resah karena tiga hari berturut-turut tidak bisa membuka blog. baru sadar di hari ketiga, ternyata blog-blog ikut jadi korban pemblokiran. blog-blog, yang berada di @blogspot, harus ditutup.
ternyata itu tidak bertahan lama. blog-blog dibebaskan kembali. rakyat kembali menghirup kebebasan. lega (sedikit).
masih ada kekhawatiran, blog-blog akan ditutup kembali atau akan digerakkan sistem buka-tutup di dunia maya. malam hari blognya bisa dibuka, siang hari ditutup. wehehehe….. waspadalah
!