Terlalu Jauh Mengartikan
23 April 2008 oleh Budi Rahardjo
Membaca sebuah tulisan atau gambar bisa memberikan arti atau makna yang berbeda untuk setiap orang. Kadang ada tulisan saya yang sebetulnya saya maksudkan “begini” tapi diartikan “begitu” oleh pembaca. Tentu saja saya biarkan (sambil senyum-senyum). Kadang ada pembaca yang mengartikan berbeda dan terlalu jauh.
Di sisi lain, ternyata saya pikir saya juga demikian. Ketika membaca sesuatu, saya mencoba makna yang tersirat dari tulisan itu. Mungkin karena saya juga sering menuliskan yang tersirat ya? (steganography anybody?) Seringkali memang tidak ada makna yang tersirat dalam sebuah tulisan, yang ada ya apa yang tersurat. Itu saja.
Kadang “gesture” dalam tulisan (dan komentar di blog) juga bisa diterjemahkan lagi. Wah repot…
menduga-duga …
Penafsiran, dugaan, prasangka emang kayak pelengkap rasionalitas dan objektivitas, bagai garam dalam sayur
Sepanjang bermain di ranah persepsi individual (pengetahuan, pengalaman), menemukan realitas objektif atas tulisan apa adanya maupun makna tersiratnya emang sulit. Paling tidak ide dasarnya sudah bisa ditangkap, dan bagaimana menanggapi ide tsb. ada di “pilihan bebas” masing-masing.
Dalam setiap kata sebenarnya ada makna yang dalam dibelakang kata itu.
Ketajaman dan jangkauan melihat makna yang dalam itu berbeda setiap orang. Itu merupakan keindahan juga.
Membaca adalah melihat makna didalamnya.
“Yang penting adalah arahnya. ”
Kalau arahnya positif, terus kembangkan belajar membaca makna tersebut. Tetapi kalau arah membacanya negatif…, ini yang repot.
Salam.
Karena orang menafsirkan berdasar pengetahuan, pengalaman dan pemahamannya masing-masing…bukan apa yang dikatakan, tapi lebih pada apa yang ingin dikatakan sesuai pemikirannya.
Kadang saya juga “agak gemes” kalau ada komentar ga nyambung, tapi terus geli sendiri…..ya itulah manusia, memang unik dan tak satupun yang sama.
Interpretasi atas interpretasi…
Semakin menjauh…
Itulah kecerdasan manusia.
pernah mencoba dengan komunikasi gambar pak..?
brarti ada udang dibalik bakwan pak….
hihihihi…
salam kenal pak….
setuju dengan ibu edratna.
orang menafsirkannya sesuai taraf intelektualnya. yah, memang semuanya itu subjektif. relatif seperti teorinya Einstein.
//coba tafsirkan komen saya ini, pak dhe//
(^_^)v
hehe.. makanya saya biasa lebih suka membaca (novel) ketimbang menonton film. bisa lebih mengexplorasi pikiran. kembali ke soal memahami sebuah tulisan bener juga yang kata nomor 1 diatas, tergantung dari pegalaman juga.
Jgn2 ketawaku =)) dianggap lain nieh.
Mbuh, pak. Aku gak ngerti neh…
bisa salah paham dunk pak…
tapi kadang kan ada tulisan yang memang sengaja dibuat multitafsir kan, pak?!
Yang tersirat menimbulkan banyak bias dari yang tersurat (biasanya)
Untung pak Budi nggak jadi presiden, kalau nggak bisa-bisa muncul kembali istilah, “menurut petunjuk tersirat bapak presiden BR…”
(*halah*)
ternyata komunikasi itu penting..lewat ide2, tulisan, gambar, lagu, event…dll
Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono Tertangkap Basah Berkeringat! baca selengkapnya disini : http://pilih.cn/sby.php
Beda pengertian memang sudah menjadi bagian dari hidup ya mas … karena isi kepala manusia memang tidak selalu sama… ini lah hidup
bahasa tubuh terlalu penting…. diperlikan skill yg baik dalam menulis agar pesan dapat diartikan dengan baik oleh pembaca.
[...] atau arti sebuah angka? .. Jika angka dijudul postingan ini, apa yang terlintas dibenak kalian? .. banyak sekali kemungkinan-nya bukan? hmm, kalo aku bicara soal angka, aku selalu teringat dengan deKing yang sudah hiatus sejak lama [...]
Iya pak…
jangankan mengartikan tulisan yang harus mikir dulu..
kadang mengartikan sebuah senyuman aja orang suka terlalu jauh mengartikan….
iiihhhh geer banget dech.. hehe