Sebuah pertanyaan
Apakah karya yang bernuansa cinta (yang cemen atau lemon) bukan merupakan karya seni? Apakah demikian rendahnya kita menilai cinta?
sigh…
[Tulisan dipicu oleh diskusi tentang banyaknya lagu Indonesia yang isinya hanya cinta-cintaan saja.]
Cinta itu universal tapi buta, jadi membuat penasaran banyak orang. Tentang lagu cinta, kalau buat saya unsur musiknya sering lebih menjadi pertimbangan lebih dulu ketimbang liriknya.
ah, cinta..
eh, kata om-om yang kemaren sayah temui,
cinta itu kata kerja.
cinta itu ada ketika dilakukan.
tsaaahhh….
cinta ki panganan opoooo….
Coba deh simak lagu jadul yg dulu ‘menye-menye’, begitu dibawain Chrisye jadi lumayan enak juga ditelinga. Entah karena jadul-nya atau karena Chrisye atau karena cinta … ?
Mungkin dapat diandaikan kalau semua lukisan bergambar bunga. Memang karya seni, tapi kalau bunga semua ? ^^
Salam
getoch kali
Rendah tak rendah menilai cinta tergantung dari apa ya ??*bingung* Yang jelas cinta seperti madu, soalan yang tak akan basi sepanjang masa
Di atas itu pertanyaan pak BR atau orang lain pak ? Pak BR sendiri kurang setuju ya kalo lagu di Indonesia isinya cinta-cinta aja ?
Kalo saya sich… tergantung lagunya gimana. Lihat isinya dulu pak. Kadang kalo terlalu “gimana gitu” ( maksudnya gak sesuai selera ) , ya gak seneng…
Cinta karena Allah…….
cukup itu saja……
Kalo kata-kata cinta sudah menjadi lirik-lirik lagu dan masuk ke industri musik, kemungkinan hasilnya adalah produk karya seni dari suatu kompromi. Cinta menjadi sesuatu yang layak dijual dan “easy listening”, apalagi dinamika budaya pop secara tersirat mensyaratkan umur produk yang relatif singkat.
Jadinya apresiasi terhadap karya seni dalam sebuah lagu cinta diserahkan kepada para penikmatnya.
Salam…
Kalau sering mendengarkan radio belakangan ini, bahasan ini terangkum dalam lagu Cinta Melulu dari band Efek Rumah Kaca, “lagu cinta melulu, apa memang karena kuping melayu? suka mendayu-dayu…” (liriknya satir dan cukup menggelitik
)
Kan lagu cinta itu lagu yang paling laris sepanjang masa. Makanya lagu kita banyak yang cinta2an. Halah!
Memang (tema) cinta nggak ada matiinya.
loooohhhh
semua itu karena cinta, harus cinta!
nge blog juga dengan cinta toh?
sholat juga karena cinta toh?
ngurus anak-anak, mahasiwa, untuk cinta toh?
mau cemen mau lemon, ga masalah..
yang salah itu kalo ga bisa bercinta (hampa)
Pernah ada tugas kelompok pada kul. multi media, membuat film dengan sembarang tema tapi klo temanya cinta, maka nilainya akan rendah(warning dr dosen). Kenapa ya? apa dah basi ttg tema cinta.
Kalau cinta itu karya seni berarti musti di paten-kan dan hak ciptanya di daftarkan ke YKC Indonesia…
Terus siapa yang menciptakan cinta yah … apa setiap cinta musti didaftar.
* rumit yah mas … *
bukankah kita hidup dan ada didunia dikarenakan cinta …
kemudian kita hidup juga untuk cinta ….
salahkah kita kalau bilang “cinta” ….
CINTA ,…
Cerita Indah Namun Tiada Akhir ,…
– ketika bertanya pada anak kelas 4 SD
Cinta … ooooh Cinta …
–(salah satu penggalan lirik dari lagu “Cinta” karya Titiek Puspa)
I don’t really think it’s a valid question. It’s not an art because it’s cetek not because it’s about love. You can’t critisize DPR or even told about the beauty of mother nature, but because it’s cetek than it’s cetek.
So the valid question would be, “Why does a lot of songs about love is cetek? Why can’t it be more artsy?” Maybe because the people who created that song is also cemen and find the reason is for money only. Maybe because love sells, like sex sells. And as long as the money pours, go to h$%^ with art.
Kita ini ngomongin yang uwjan beucekh gak ada owjech itu ya…? *kabur…*
pak budi, puisinya aku posting di milis para pujangga puisi bungamatahari.org
gpp kan…
sepertinya ada pertanyaan nya musti ditambah,
“kenapa harus cinta??”
“apa nggak ada tema yang lain??”
tanpa bermaksud mrendahkan tema cinta itu sendiri,,, we need something fresh….
masak lagu indonesia yg temanya selingkuh hampir nyampe 20 hanya dalam beberapa bulan….???
Cinta itu karya seni yang paling mudah diciptakan..
Dan kita semua adalah artisnya..
Bukankah demikian?
Cinta itu sederhana. Tidak perlu memikirkan apa kata dunia tentang cinta. Karena cinta adalah cinta. Cinta untuk cinta.
Yah balik ke masalah itu lagi, Pak. Apa cinta itu memang sesuatu yang sebenarnya ingin diungkapkan pemusiknya? Kalau ya, itu karya seni. Kalau sekedar untuk memenuhi animo penggemar ya sepertinya bukan, apalagi kalau sekedar pesanan produser.
L’art pour l’art? (heheheh sebenarnya saya ga tau cara nulisnya.
)
Kerajaan madu yang Sejahtera
Ada sebuah kerajaan yang tunduk dan patuh dari aturan sang pencipta lebah, kerajaan lebah punya kepercayaan bahwa dirinya adalah mahluk yang diciptakan untuk saling gotong royong sesama umat lebah dan juga kepada umat lain, kerajaan lebah penduduknya tinggal sedikit yang dikarenakan kerajaannya lebah terjadi bencana disebabkan oleh mahluk lain yang jahil tidak suka dengan kemakmuran kerajaan lebah tersebut. Padahal kerajaan lebah tersebut memerjuangkan kemakmuran dengan jerih payah umat atau warga lebah tersebut dengan mati-matian, dengan berkorban oleh jiwa, mencari nafkah dengan menghabiskan keringat,tenaga,sampai-sampai mengurangi makan,semua ini demi warga lebah tersebut yang merasa dirinya satu sama lain sama saling memiliki dan dalam dirinya tidak merasa akan kerugian bahwa hasil jerih payah mereka untuk kerajaan setiap hari satu sama lain gorong royong meraih rezeki untuk kebersamaan demi kejayaan umat lebah ,
cinta itu kaya air. sangat di butuhkan namun kalau kebanyakan bisa bahaya buat orangnya. sama seperti air, orang nggak akan bisa berhenti untuk menggunakannya. gitu juga cinta. makanya orang selalu ngomongin cinta. selain itu, cinta juga luas banget, karenanya nggak akan habis untuk di omongin. selain itu, cinta juga paling sering di omongin. lihat aja, seberapa banyak yang nonton berita dengan yang nonton film/sinetron???
mungkin trek market pak
kaya paforit lagu saya MUNAJAT CINTA Dani Dewa
katanya lagu cinta itu indah dan dipenuhi makna tapi kenapa lagu cinta yang paling laris dan polpuler malah tentang selingkuhan??.
blogger indonesia pada setia ya ngasih koment….
ikutan ah….
Balik lagi ke blog ini … demi cinta
ciNta kan tiAp oraNg perNah meRasaKan.. MakaNya seMuaNya dibUaT seLaLu diHuBung2kan deNgan ciNta..
BuKan ciNta itu RenDah..
CiNta Mah aNugRah TuHan..
MaNa biZa diaNggaP reNdahan..
Ya tOh.. ^^
adalah satu hal yang menjadi poin saya disini bahwa :
semaikan cintamu kpd sesama….
tapi jangan terlena dengan cinta kpd sesama…
cinta tertinggi hanya kpd Rob!
setuju?
cinta itu apa ya?
Cinta bukanlah hanya sebuah seni, tapi cinta itu juga berhubungan dengan hati & penderitaan tergantung bagaimana kita menempatkan cinta itu sendiri.
Pa Budi Ko tanya kenapa? Infiltrasi jawabnya…
Tanpa sadar, anak muda kita sudah terbius zat “kimia romantis” yang sangat adiktif. Kami semua terfokus pada lagu cinta, lagu cinta baru, konser lagu-lagu cinta, semua lagu yang membawa kami jauh dari kreatifitas untuk kemajuan yang sebenarnya. Tanpa sadar, ekonomi kami udah kalah jauh ditinggalkan oleh teman sebaya kami di China, India, Jepang..
Semoga masih ada harapan buat kami…
pak, mungkin pemusik lebih tau buat lagu cinta karena terus dengar lagu cinta, lihat video klip lagu cinta, dan lagu cinta yang dilagukan penyanyi, pelajar, anak2, dan pengamen.
pak nggak ada rencana buat lagu, kalau ada saya beli loh, tapi kalo murah..
fyi
http://ignatiussolihin08.wordpress.com/2008/04/29/sayap-ade-rindu-whatever-beware/
Cinta ibarat sambal?
Pedas… pedas… tapi enak… hi hi hi…
oh …oh…… CINTA………..
CERITA ….INDAH …..NIKMAT…..TUR….ASIK….
DARI SAYA …MENGENAL CINTA …….KESIMPULANNYA
Cinta datang kita tersenyum
Cinta pergi kita tangisi…..
Salam pak …
karya yang bernuansa cinta menurut saya tetaplah dianggap sebuah karya seni..
Udh ngak bsa dipungkiri itu mah..
Karena tema “cinta” merupakan tema yg univeral dan sangat umum bagi manusia, dan juga tema “cinta” ini mudah dibuat karena manusia tidak pernah lepas dari apa yg namanya pengalaman cinta..
btul tdak?
hehe…
Cman ya emang, semakin kesini karya yg benuansa cinta (sya ambil contohnya lgu2 Indonesia) udh teralu banyak, dan intinya klo ngak percintaan, ya selingkuh, klo ngak ya pling tntang orang ke-3..
Karena faktor eksploitasi itulah sehingga mengapa bnyak orang sekarang (termasuk saya) cukup muak dgn lagu Indo saat ini, walopun emng ada yg bilang hrus bangga terhadap karya cipta anak bngsa.
Tpi, apakah hal ini bisa terus diterima oleh semua orang secara trus meneurs untuk dicekcoki lagu cinta yg muncul tyap hari?
Tidak kan?
*Salam kenal om, sekalian kunjungi blog saya ya…hehe…
itulaah… karena semangkin banyaknya oknum2 tidak bertanggung jawab yg menyalahgunakan kesuciyan cinta…
halaaah…
Karena itu yang paling laku dijual pak dari jaman ke jaman …
kalo film khan kmrn sempet tuh kemaren euforia film horor sampai ksrg msh kayaknya …
Rgds
Ridzal
081-7997.0505
emridz.wordpress.com
Ahh..lagi-lagi cinta…
saya menemukan artikel menarik, another view di:
http://mta-online.com/v1/index.php?option=com_content&task=view&id=330&Itemid=34
Saya belum mau menganalisis dgn QS 9:24, tapi yang jelas ini merupakan sebuah issue menarik. :-B
salah pak
Cinta di lirik lagu sudah dicemari dengan perselingkuhan, pengkhianatan, kepalsuan cinta, seks dan hubungan bebas. Lagu2 jadul justru kadang maknanya lebih dalem, susah nyari lagu bermakna dalem sekarang ini, bukan begitu pak?
*sambil dengerin Against all odds nya Phil Collins*
tergantung. cinta akan apa.
yang pasti semua yang diciptakan adalah karya seni tapi apakah itu seni yang berharga atau tidak.
enjoy, peace and love
cinta emang sensitif.jadi pasti bersanding dengan ai mata.
Coba deh Pak.. dengerin lagunya Efek Rumah KAca yang cinta melulu..
(sama2 lagi bosen gara2 band2 sekarang ngusung tema cinta terus-terusan. hayaaaaaaaaaah,,)