Kemarin sore (dan malam) kami kembali menyusuri jalan tol dari Jakarta menuju Bandung. Kali ini kami membawa mobil sendiri (Roistrans? he he he). Kami mulai meluncur sebetulnya sebelum jam 4 sore, tetapi sudah agak terlambat karena sudah terlanjur kena macet dalam kota Jakarta. Mungkin karena hari ini adalah hari libur sehingga semua orang berebut pulang duluan.
Setelah melewati macetnya jalan tol dalam kota, kami mulai menyusuri jalan tol Cikampek. Hujan deras mulai turun. Mulailah terjadi kemacetan. Selidik punya selidik, ternyata ada kecelakaan di jalan.
Yang pertama, kelihatan ada truk terguling di ruas (rumput) pembatas jalan. Yang menariknya adalah saya masih melihat orangnya keluar dari pintu. (Manjat pintunya karena mobilnya miring.) Busyet.
Kemacetan terjadi karena mobil melambat dekat kendaraan yang terguling itu. Kami juga memperlambat kendaraan, tetapi saya tidak sempat mengambil foto. Saya coba ngambil foto pakai handphone tetapi kualitasnya buruk.
Lewat dari itu, lalu lintas mulai lancar lagi. Tapi … kemudian tersendat lagi. Mau tahu kenapa? Ternyata ada truk lagi yang terputar di tengah jalan juga. In yang kedua. Yang ini truknya lebih besar. Yang ini juga kayaknya masih baru tetapi lebih lama sedikit dari yang pertama karena sudah ada truk lain yang mau menarik mundur.
Lewat dari itu, tidak jauh dari situ, … ada truk ketiga yang juga nyungsep ke ruas pembatas jalan.
Dan kalau Anda mengira itu sudah selesai … salah besar. Ternyata ada yang keempat!
Gila … Mungkin dalam jarak 5 km ada 4 kejadian tersebut. Kelihatannya semua yang berasal dari arah Bandung sehingga macetlah yang dari Bandung.
Kami makan di restoran Sederhana km 57 sebelum melanjutkan kembali perjalanan ke Bandung. Lepas dari makan, antrian kendaraan dari Bandung masih panjang. Untungnya yang dari Jakarta tidak begitu padat sehingga kami bisa lancar sampai Bandung.
Itulah dia … kita harus sering-sering berdoa kalau dalam perjalanan.
[catatan: foto dicari dulu. mungkin juga nanti ada foto atau tulisan dari rully, indra, atau yan]
betul pak, selain harus tetap dalam kondisi waspada tingkat tinggi, kita juga harus terus berdo’a karena seringkali ada faktor yang kita tidak bisa kendalikan..
semoga perjalanan bapak seterus2nya selalu selamat..
aamiin..
*senyum pagi*
*ah ternyata libur… tidur lagi ah…*
Astaghfirullaahal’adziimm …iya ya mas, sebelum brangkat dan dalam perjalanan gak lupa doa, kalupun sdh berdoa ttp maseh jg terjadi, setidaknya kita dalam keadaan mengingatNya, amiennn………
salam kenal ya….
Hati-hati dijalan mas… kalau hujan dan besoknya libur, perjalanan jakarta bandung selalu menyisakan luka eh kecelakaan. I pray for you
betul pak ya namanya juga Jakarta susah menghindari kemacetan Berdoa sabar waspada pokoknya Enjoi aja biar gak kesel di jalan …….selamat menikmati kemacetan……trim
Saya baca dari “detik”; kok setiap detik terjadi kecelakaan di Jakarta sekarang ini?!
Ternyata kombinasi kebrutalan para sopir dengan jalanan rusak plus budaya berlalu lintas yang masih jahiliyah, menyebabkan tragedi jalan raya makin parah !
Gimana ya rasanya jadi supir truk?
Pertengahan Maret 2007, seperti biasa, tiap akhir pekan musti balik kandang dikawasan pantura. Meluncur dari Depok jam 21.30 bersama adik. Ditengah perjalanan, menemui beberapa kecelakaan lalin di Tol Cikampek. Aku sempat bilang ke adikku bahwa itu karena supirnya ngantuk. Masuk kawasan pantura sudah mendekati tengah malam. Disekitar daerah Losarang..terjadi antrian kendaraan akibat perbaikan kendaraan. Sebenarnya rasa kantuk udah menyerang dengan ganas tapi dipaksain jalan. setelah sempat beristirahat sebentar untuk ngopi…perjalanan diteruskan..masih macet. tak terasa kantuk menyerang lagi. Tak terasa mata mulai terpejam dg sukses..dan terbangun tiba2 ketika benturan keras terjadi dari arah depan. moncong mobilku mencium dg sukses pantat tronton..hahahahaha..rupanya aku nyetir sambil tidur dan nggak tau kalo kendaraan didepan berhenti sementara kaki kananku masih menekan pedal gas….
Alhamdulillah Bapak diberi keselamatan dalam perjalanan.
Katanya kejadian lalu lintas yang berulang-ulang sudah merupakan “pertanda” akan terjadi sesuatu kepada kita.
Eh.. ini bukan klenik pak, bagian dari safety driving yang diajarin orangtua saya, hi hi hi
Salam
Yang pentingm, akhir yang baik pulang dengan selamat
berusaha ngambil photo insiden, tapi apa daya kameranyanya low battery
set dah! serem banget, pak?
musti ekstra waspada yaks…
Semoga kejadian-kejadian tersebut tidak terjadi lagi Pak. Selalu berhati-hati di jalan dan tidak lupa berdoa kepada YMK.
Mas Indra, selalu membawa cadangan baterai yang buanyak mas .. hehe ..
Wah, ngalah2in wahana thunder-nya Dufan ya, pak??
HATI-HATI …..
makanya inget pepatah lama…..alon-alon asal klakon
http://www.tiphit.wordpress.com
biasa Oom, sport jantunggg…
biar jantungnya sehat selalu, atouu malah?
[...] Membaca blog bapak ini membangkitkan kenangan gw pada kejadian beberapa tahun lalu. Waktu itu gw masih kerja di daerah [...]
Saya jadi teringat waktu kami kecelakaan sekeluarga waktu dari Jakarta ke Bandung juga …
http://herianto.wordpress.com/2007/12/04/kami-kecelakaan-astaghfirullah-alhamdulillah/
Doa memang gak boleh dilupakan …
wah biar di jalan tol kecelakaan bisa merenggut nyawa siapapun
@aRul
He he… saya duluan dikit …
Pak Budi memang seleb… jadi rebutan para komentator …
@aRul
He he… saya duluan dikit …
—
Pak Budi memang seleb… jadi rebutan para komentator…
Alasannya apa ya kok bisa sampai 4 kali ada kecelakaan?
Waktu nganter teman bule dari dan ke bandara lewat tol cipularang, dia geleng-geleng kepala lihat banyak mobil mendahului dari bahu jalan, dia bilang yg artinya kurang lebih (karena bule perancis) “you are killing each other on this road” …
Sebenarnya mau perjanan kemana aja pastinya kita harus selalu hati-hati dan berdoa. Karena musibah bisa datang kapan saja, sesuai kehendak TUHAN.
Jalan Tol Jakarta-Bandung terakhir kali saya lewat gak semuanya rata and mulus… banyak lobang yg bikin gak nyaman.
Terus pas deket Jakarta, truk2 dan bus2 besar yg boyot-boyot malah banyak yg ngambil jalur cepat. Jadi aja banyak mobil2 nakal yang pake marka jalan.
Emang Kang BR, kesiapan mengemudi dan berkendara kita masih dibawah nol (minus banget), padahal kalau udah di tol akibatnya sangat bisa fatal (belum cukup umur untuk masuk dalam high speed society deh,,kita ini). terus terang jalur jkt-bdg emang cukup berbahaya, saya pikir operator tol disitu menerapkan tarif terlalu murah, karena disitu kan bisa disebut arena pemacu adrenalin, kalau di Dufan malah mbayar untuk hal itu. he..he
wah, ruas jalan tol cipularang memang rawan yah pak
========
========
KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SINI: http://www.leoxa.com/
(Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)
========
========
rame yang udah berpindah daripada blog-blog lainnya ke blog Leoxa.com karena theme yang keren
Jadi inget pepatah “biar lambat asal selamat”…
Dari ke-empat kejadian tsb., semuanya dialami truk ya om BR?
Keep riding safely…
Kecelakaan itu gara2 hujannya gede banget jadi ga kelihatan jalannya.
Tapi memang tol Cikampek rawan banget kecelakaan (secara tiap hari PP Cikampek-Bekasi), terutama truk.
Kayaknya perlu dibatasi tuh truk yang masuk tol Cikampek, dah bikin macet, sering bikin kecelakaan pula….
waduh pak, untung bapak sendiri ga kenapa2. emang serem yak.. paling ngeri deh kalau jalan malam. palagi banyak truk besar seperti itu. apa memang sopirnya yg teledor yah ato jalan memang licin??
yups, ati2 di jalan….
Bukan hanya saat berkendara, berjalan di jalan raya saja sekarang harus hati2. Hari minggu kemarin, saya jatuh tersandung di jalan raya. Sampai hari ini dagu masih bengkak.
T_T
Berdoa saja tidak cukup. Saya pernah nyupiri minibus carry, ngebut dibawah gerimis. Tiap kali selip, saya pun berdoa. Akhirnya di suatu tikungan, ban depan selip abisss. Setir belok, ban pun belok, tapi mobil tetep lurus
menyebrang ke sisi kanan jalan dan adu bagong dengan mikrobis.
waaah ati2 mas….
saya pernah hujan2 naik mtor…trus terpeleset…sakiiittt.
berdoa sebelum berpergian?
Wah kok ngeri gitu, mending pergi ke gunung ja kalo gitu
buat promo ni anak TKJ pati mo ngadain acara muncak bersama besok tgl 18 mei jam 1 siang ngumpul di depan RS soewondo pati lokasi tujuan di gunung Argo piloso. buat pendaftaran masuk ja k’blogq OK!!
rekor gue cuma liat 3 kecelakaan berturut-turut di km yang berbeda di ruas tol dari cikampek ke jakarta… pak budi udah 4 yah.. hebat..
Lahhh, baru tadi pagi saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana seorang pembantu, menyeberang, sepulang mengantar anak majikannya ke sekolah, dan tiba2 tubuhnya terhempas sekitar 4 meter kedepan… tertabrak… dengan tubuh yang remuk… Lalu meninggal…
dan itu terjadi pas didepan saya, ketika saya juga barusaja menurunkan anak saya disekolahnya… membuat saya sampai sekarang masih bergidik dan gemeteran setiap kali melalui jalan tersebut.
Hidup manusia itu tidak pernah bisa diduga… SO, just be careful…
takecare Pak,
silly
ah semoga selamat aja pak orang namanya aja cari napkah
Mengerikan ya Pak….Hati-hati di Jalan betul kata teman2 comentator, berdo’a dilakukan bukan saja sebalum memulai perjalanan tetapi harus dalam setiap detak jantung
Pak Budi,
waktu istirahat itu saya lihat Bpk dan rombongan. Mau dadah … kok nggak nengok-2, mau nyapa takut mengganggu karena kelihatannya lagi serius. Jadi saya “say hello”-nya di sini saja ya pak, meskipun siaran tunda
–
andriyan