Menghadapi Kenyataan (Hidup)

haHa! Kok nulis yang kayak gini lagi? Maksudnya nulis dengan topik yang “tidak jelas”. Biarin. hi hi hi.

Sanggupkan Anda (dan saya) menghadapi kenyataan hidup?

Kalau ditanya begitu, jawaban saya … ya harus sanggup! Meskipun seberat apa pun? Ya harus sanggup. Pokoknya harus saja. Kan, tinggal menghadapi. Soal berhasil atau tidaknya itu lain soal. ha ha ha. Demikian pula soal suka atau dukanya, itu juga bisa jadi cerita nomor 17.

Banyak hal dalam hidup ini yang muncul dengan tidak terduga. Kadang munculnya berupa sebuah hal yang suka, kemudian berakhir menjadi duka. Namun sebetulnya kebanyakan berakhir dengan suka juga lho. Jadi begini

  • duka => suka
  • suka => duka => suka
  • {suka,duka} => … => suka

Ha ha ha … pokoknya maksa! Semua harus berakhir dengan suka (bahagia). Eventually happines will prevail. Mengenai kapan waktunya, ya jangan ditanya lho karena itu pertanyaan nomor 19. Halah. Apa lagi ini?

Terus nampaknya duka merupakan sesuatu yang harus dilalui ya? Tidak bsia kita sampai ke suka tanpa melalui duka. Nampaknya. Jadi kita tidak boleh berlarut-larut dalam duka. Maju terus.

Sesungguhnya setelah kesulitan itu akan datang kemudahan …

Nah! (Hayo… ada yang tahu dari mana kira-kira kalimat tersebut berasal?)

Pagi ini dibuka dengan tulisan yang agak ngawur, tapi penuh dengan semangat. hi hi hi.

Selamat pagi.

About these ads

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua tulisan milik Budi Rahardjo

22 responses to “Menghadapi Kenyataan (Hidup)

  • wewel

    Saya tertarik dengan kenapa tulisan ini dibuat Pak :)

  • Rhinoceros

    aduh, duka- nya’ iraha aya suka deui

  • Silly

    Aha… saya berasumsi bahwa soal menangisnya lelaki kemarin itu udah selesai dengan posting ini… Atau mungkin bapak mulai ketularan omongan saya berfikir bahwa ketika kita memikirkan hal-hal yang positif, alam semesta akan merespon aura positif yang kita pancarkan, dan akan menarik semua yang positive tersebut kedalam kehidupan kita…

    Ah, saya sok tahu deh, pasti bapak udah lama punya prinsip seperti ini khan? (iya, sok tahu loe sil, **taboks, adijikcxs** hehehe). Maksud saya tadi cuma mo ikutan bersyukur bahwa pagi ini dibuka dengan penuh semangat. Hayooo, jabatan tangan!!! semoga hari ini menyenangkan aych!!! :D

    Btw, selain masih “ABEGEH” didunia blogging, saya juga new comer di blog ini (maap atuh yach, dulu pernah ngelink ke sini soal kemerdekaan blogging, tapi gak berani komentar, masih gak punya nyali… hikhikhik…).

    Saya baru tiba2 punya nyali ketika baca puisi Menangisnya lelaki itu, (habis gimana atuh yach… Gak tega euy liat ada yang nangis gak dikasih support…). saya lalu menuliskan puisi itu untuk bapak… (khan menangisnya juga pake puisi, hehehe).

    Menurut prinsip saya yang no.18… (nah bapak gak tahu juga khan???… :D ), tidak baik membiarkan orang larut dalam duka. Kasih kesempatan untuk menye2 SEBENTAR, trus pukul pantatnya kalo gak mau maju2. Itu baru temen yang baik.

    Bak to topik, my point is…. “cerita nomor 17″ ‘s…. “pertanyaan nomor 19″ ‘s things ini… saya gak ngerti, hehehe… maklum new comer pak… maap yach…

    (duh kirain nih anak mo ngomong apa, ternyata gitu doang, halahhh, gak penting amat sich dibahas)

    **tusuk pake sate kaming yang diatas itu**

    Hahahaha… ampun pak… sudah, saya sudah puas menebar tawa disini… Silly pulang lagi ya pak.. selamat memulai hari, semoga hari ini menyenangkan buat semua.

    Be blessed!!!

  • Silly

    MASYAOLOHHHH… itu perempuan yang nulis komen di nomer 3… masih nulis panjang2 juga???… Gak Sopan!!!

    Maapin ya pak… saya bawa pulang deh, biar gak ngrecokin disini yach… permisiiiiii…. :)

    hikhikhikhik…. :D

  • AA Arman

    Banyak perspektif kenyataan hidup, kadang seolah saling bertentangan satu sama lain. Saya sendiri merasa sudah nyaman, tapi ada kenyataan (pilihan) lain yang harus saya hadapi yang dari perspektif lain membuat kita harus menghadapi kenyataan itu.

    Jadi, semangat saja terus, hadapi yang didepan kita. Kalau harus mengambil keputusan sulit, andalkan HATI NURANI. Insya Allah, kalau kita jujur mengikuti HATI NURANI kita, itulah pilihan terbaik. Manusia sering tidak jujur, hati nurani dikalahkan oleh keinginan duniawi.

    salam,
    http://bandungindependen.wordpress.com

  • pbasari

    oh itu ayat fave saya pa..
    diputarbalikkan oleh temen saya jadi:
    “sesusah kemudahan itu ada kesulitan”

    (nah loh)

  • Anis

    Semua akan indah pada akhirnya. Jadi kalo masih sedih, berarti belum berakhir.

  • afroza

    ngiringan nimbrung ouy!!
    suka duka itulah hidup orang ga pernah ngerasaain gimana suka klo tue orang g tau gimana rasanya duka sama ja orang belum bisa bedain rasa manis klo di belum pernah nyicipin yang pahit so’ what gtue lah…
    habis terang terbitlah mendung gitue pun sbaliknya so apa yang harus ditakutkan dalam menjalani hidup so klo takut hidup mati aja klo masih takut mati ya mau dan harus mau jalani hidup donk,dengan segala kemungkinannya (lier nyua muter2 wae)
    sebenernya g juga c tergantung Qt nyikapi hidup ja klo Qt dah memandang negatip y siap2 ja smuanya bakalan kelam
    so’ haturnuhun wae ka sadaya na:) keep positif thinking

  • gajahkurus

    Kalimat itu ayat ke enam dari surat ke 94 Al-Insyirah (Kelapangan), “sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” Penegasan dari ayat ke lima “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”
    Penegasan tentang nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada manusia dan pernyataan Allah bahwa disamping kesukaran ada kemudahan karena itu diperintahkan kepada manusia agar tetap melakukan amal-amal saleh dan bertawakkal kepada-Nya. Wa Allah ‘alam

  • hatewong

    kalau sesudah kesulitan muncul kesulitan lain gimana ya..? ups!

  • Enday

    suka, duka, duka, suka,…. duka teuing ah abdi mah lieur

  • nenyok

    Salam
    kalau ga bisa menerima kenyataan hidup (diluar merasa ikhlas atau enggak) mending ga usah hidup aja he…he..
    cerita no 17 dan pertanyaan no 19 teh nu kumaha Pa BR??

    @silly: prinsip no 18 oge naon yeuh :D

  • akmal

    Untuk bisa menyikapi kenyataan (hidup), diperlukan pemahaman yang melampaui dualitas {suka, duka}, {bahagia, sedih}, dll, karena hal ini berputar-putar menaik turunkan rasa emosi. Sederhananya, rasa emosi ini seperti aksesori dari kejadian/peristiwa. Selagi roda kehidupan akan terus berjalan, sementara kita bisa menambahkan aksesori interior/eksterior di ‘kendaraan’ kehidupan ini, yaitu diri kita.
    Artinya ada ‘kebebasan’ untuk memilih respons terbaik apa dalam memaknai setiap peristiwa.

    Salam…

  • Rindu

    Hidup hanya pindah dari suka ke duka, dan pindah lagi dari duka ke suka … karena bumi berputar mas, inilah alam. Dan siap tidak siap kita harus menghadapinya… HARUS siap.

  • nindityo

    kenapa harus kenyataan (hidup) pak ..?
    emang gak boleh kenyataan (mati) ..?
    ato kesemuan (hidup) ?
    bahkan kesemuan (mati) ?

    .. hm.. musti stop meditasi nih..

  • semangat

    thanks blog nya mas.. 2 minggu lalu sy baru di PHK dr persh multinational gede. jabatan sy cukup senior dg dng pengalaman kerja > 10th.. agak khwatir nih apakah bisa menemukan pekerjaan yg sesuai krn faktor usia kepala 4.

    memang ini kenyataan hidup yg hrs dihadapi… tp sy blum siap jadi entrepeneuer krn bkunm ada rencana. apa sarannya nih mas…?

  • akh

    maaf, setahu saya menurut arti katanya, kalimat tersebut berarti “sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”. mohon koreksinya. terimakasih.

  • bonekarusia

    Kalo ayat yang berlaku buat saya:

    “Sesungguhnya sesudah kesulitan, ada kesulitan lagi.
    Sesudah kesulitan, ada LAGI kesulitan.
    Dan sesudah kesulitan demi kesulitan, LAGI-LAGI ada kesulitan yang makin memuncak.
    Sampai akhirnya, sesudah puncak kesulitan, baru ada kemudahan…”

    Hmph! Life ain’t never been easy.

  • Darmawan

    jangan selalu menganggap kesulitan sebagai suatu hal yang negatif, karena dengan menghadapi dan melalui berbagai kesulitan hidup itulah tercipta karya-karya manusia yang terbaik di zamannya. Itu pun jika otak kita pakai untuk menghadapi kesulitan. Misalnya dengan kesulitan berkomunikasi maka terciptalah alat komunikasi berupa pesawat telp, HP, mesin Fax, dll. Karena kesulitas perpindahan dan tujuan perjalanan ke suatu tempat, kemudian manusia pada awalnya mengandalkan kedua kakinya untuk berjalan, lalu kemudian memakai kuda, sepeda, kendaraan bermotor, pesawat udara, balon gas, dll.
    Dan jika kita saat ini menghadap kesulitan kebutuhan hidup, bagi saya pribadi, saat ini gak cukup kita salahkan pemerintah, gak ada artinya. Lebih baik kita kembali ke diri sendiri untuk menata ulang kembali arah dan pola hidup kita sehari-hari. Dari mulai belajar hidup sederhana, bersih, sehat, dan dalam hal bekerja mari kita tingkatkan tiga kali waktu kita dalam bekerja. Bekerja keraslah dalam bekerja, karena dengan bekerja keras itu pula belum tentu menghasilkan karya yang memuaskan dan maksimal, apalagi tidak bekerja keras, betul gak??? http://www.wan081395162180.wordpress.com

  • nenQzz nui

    bener bgt tuh dalam hidup ga selamanya koq kita dalam kesulitan. kesulitan dan kesenangan tuh semua ada masanya…
    kadang sulit kadang senang klo senang trus kapan manusia akan sadar…
    dan memahami arti hidup!!!

  • Maulana Azwar

    kadang hidup tuh susah tuk di tebak apa maksud dan tujuan kita hidup , apa lagi dgn semua cobaan yg di beri kan yg kuasa
    \

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.586 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: