Standar Dokumen
4 Mei 2008 oleh Budi Rahardjo
Minggu lalu saya dimintai saran tentang standar dokumen oleh sebuah tim yang terkait dengan pengadaan. Apa standar yang sebaiknya digunakan?
Sementara ini jawaban saya adalah Adobe PDF. (Dalam kasus ini, dokumen tidak harus dapat diedit ulang. Dia hanya dibutuhkan untuk dibaca - read only.)
Sebetulnya saya ingin mengatakan OpenDocument format. (Lihat di Wikipedia mengenai standar ini.) Namun, banyak tempat yang belum dapat menggunakan (belum memiliki) wordprosesor yang dapat menghasilkan keluaran dalam format OpenDocument tersebut. Kita harus sadari bahwa Indonesia ini luas dan belum mudah menjangkau semua tempat.
Apa saran Anda?
kalau LaTeX gimana, pak?
Sementara PDF saja, acceptable diplatform apapun.
salam,
http://bandungindependen.wordpress.com
Kalo main aman PDF saja.
Kalo saya bilang DOCX, ntar digebukin saya, hehehe
# 1 : LaTeX memang bagus hasilnya tapi kalau pakai LaTeX terlalu ribet sepertinya untuk urusan kantor yang butuh cepat dan bisa dibuka/diedit semua orang
Setuju banget dengan OpenDocument! Apalagi sudah ada OpenOffice yang gratis download.
Tetapi memang yang terbaik untuk read-only document adalah PDF, karena (hampir) dibuka di platform manapun tetap terjaga layoutnya (termasuk font juga terbawa).
Kalau untuk dokumen yang akan dipertukarkan namun hanya untuk keperluan dibaca (read only), saya pilih PDF. Namun kalau dokumen yang dipertukarkan itu harus bisa diedit lagi, errr.. apa ya? ODF?
LaTeX? sepertinya ini tuk keperluan berbeda lagi.. hehehe..
Tapi Pak, PDF kan bukan cuma Adobe. BTW saya setuju kalo PDF sebagai format dokumen standar. Alasannya ya karena formatnya tidak bisa berubah-ubah kalau dikirim dan dibaca dengan pembaca dokumen yang berbeda. Hal ini terasa sangat membantu kalau dokumennya banyak memuat data grafik, tabel, dan gambar.
ya kelas indonesia mendingan pdf lah..
“sok TAHU”
Pak BR,
Portable Document Format (PDF) yang saya pikir cocok untuk keperluan ini. PDF sekarang bukan hanya monopoli Adobe, tapi ada software lain yang bisa dipakai.
Adobe harganya cukup mahal, yang lebih murah adalah PDFCreator http://www.pdf-corp.com/ , dan yang gratisan contohnya adalah CutePDF http://www.cutepdf.com/Products/CutePDF/writer.asp dan pdf995 http://site4.pdf995.com/download.html
@sbaskoro:
Kalau mau gratis pakai fitur export to PDF dari OpenOffice saja.
Untuk keperluan baca tulis, bukankah OASIS dan OpenXML bukankah sudah ISO pak? Jadi salah satu atau dua-duanya bahkan bisa disebutkan sebagai standar internasional.
Sedangkan untuk keperluan baca saja, setuju dengan PDF.
Hmm… saya baca OpenXML itu banyak kontroversi ya ? dalam pengusulannya…. kalo saya gak salah baca sich pak.
Tapi kalo baca aja… ya, PDF aja lah pak.
Masalah OpenDocument… bukannya udah banyak beredar ya pak ? Word processor nya ? ada yang gratis lagi…
akur bos, kayaknya saat ini dominasi pdf memang gede banget
Tetap rekomendasikan ODF saja pak. Lalu untuk para pengguna Microsoft Office, bisa memanfaatkan plugin ODF converter.
.
Enaknya, ada juga versi command-line dari converter ini, sehingga bisa batch conversion dengan cepat.
.
Moga bermanfaat.
Thx…
saya biasanya pakai pdf, pak. Urusan pelaporan ristek. mereka juga dengan senang hati. jadi klop deh masalah beres.
iya, pakai openoffice aja bgimana, freeeeee
setuju dengan okta sihotang pak.
gratiis dan mudah.
Kalau PDF sudah menjadi standar untuk dokumen sekarang ini. Dan juga mudah kalau mau dikonversikan ke format apapun, Bos!
ada yang ngomong LaTeX? kayaknya asyik deh mem-versus-kan LaTeX dengan format ODF. LaTeX dengan gembar-gembor typesetting bagus buat guru matematika, ODF yang memang mudah dibuka di mana-mana. Enaknya pake yang mana ya??
Pilihannya PDF pak, karena selain sudah diadaptasi di mana-mana, sebentar lagi ISO akan menstandarkan PDF Specification pada ISO 32000 Standard (DIS).
kalau untuk masalah sistem dokumen elektronik pada e-Government, apakah PDF layak, pak?
(^_^)v
Untuk keperluan membaca saja tentu setuju dengan pdf, once compile run everywhere (slogan software laennya y :D).
Untuk edit, masih mendukung opendocument.
Tapi kepiye? wong bapak e ae sih mbingung je…
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/05/time/185809/idnews/934362/idkanal/399