Kelangkaan Gas, Minyak Tanah, Arang …
5 Mei 2008 oleh Budi Rahardjo
Bingung melihat negara ini. Katanya kita disuruh pindah dari minyak tanah ke gas (elpiji). Sekarang gas langka. Gimana ini? Bahkan katanya, arang sekalipun juga mulai susah didapatkan. (Belum lagi naiknya harga minyak goreng, dan seterusnya.)
Rakyat yang miskin makin miskin, yang kaya malah bisa dapat diskon.
Kata istri saya kalau belanja di atas 100 ribu rupiah di tempat tertentu (toko besar tentunya), maka bisa dapat diskon untuk beli minyak goreng. Halah. Artinya orang yang belanjanya besar dapat diskon, sementara rakyat miskin yang hanya bisa belanja puluhan ribu rupiah tidak bisa menikmati hal tersebut.
Seorang kawan bercerita bahwa untuk mendapatkan air bersih, orang di sekitar rumahnya harus membeli air (dari tukang dorongan) dengan harga yang mahal. Sementara rumah-rumah besar mendapatkan air dari PDAM dengan harga yang murah.
Sigh … Pusing mikirin yang kayak gini. Lebih baik tidak usah dipikirkan ya? Bikin stress saja. Atau kita ramai-ramai minggat dari Indonesia? hi hi hi.
Setelah kelangkaan gas, minyak tanah, dan seterusnya … sebentar lagi ada kelangkaan kesabaran!
Karena saya ibu rumah tangga, problem ini saya bisa merasakannya. Pastinya jauh lebih merasakan daripada Pak BR, maklum saya kan yang mengelola belanja rumah tangga.
Saya dengar kenaikan harga minyak dunia yang menyentuh USD 114 per barrel, akan serius impactnya terhadap perekonomian nasional. Siap-siap aja terjadi “kelangkaan kesabaran” di masyarakat, seperti yang Pak BR tulis.
Tunggu saja, bentar lagi listrik juga bakal langka …
Mungkin perlu revolusi kedua untuk mengubah keadaan?
salam,
arry akhmad arman
http://bandungindependen.wordpress.com
Sabtu kemarin Ina antri gas di Pasar Sederhana, dua jam. Untung dapat. Biasanya cuma lihat di koran, sekarang beneran antri…
Masya Allah …. sangat prihatin dengan kejadian ini …
Bahkan sekelas Bapak2x Dosen ITB saja kejadian ini bisa terkena juga … tak terbayang ratusan juta rakyat yang menderita …
SETUJU DENGAN PAK ARRY … HARUS ADA REVOLUSI !!!!
Salam REVOLUSI …
Agung
http://www.trisetyarso.wordpress.com
wah..wah.. bisa-bisa jadi bolos buat antri/nyari LPG nih. Masa nanti ngirim email ke bos, Subject : Ijin buat antri/nyari LPG
.
Jadi inget, seminggu lalu sempet gak kebagian minyak hiks…
Kalaupun ada harganya itu lho bikin geleng2 kepala. Ada apa dengan negeri ini sebenarnya?
iya, sama kaya listrik, Pak…
orang kaya yang pake listrik ikut disubsidi (bahkan wisatawan asing yang nginep di hotel juga). tapi rakyat kecil yang ga kesampean pake listrik tentunya ga mencicipi subsidi.
makanya, saya setuju dengan pemberlakuan tarif listrik progresif..
halah-halah apa kata dunia……….
Apakah itu salah satu cara utk mengurangi angka kemiskinan pak?? (secara orang miskin-nya mati perlahan2)
katanya negara kita ini gemah ripah loh jinawe, kenapa ya barang-barang kok naik terus harganya, kadang langka dicarinya seperti itu miiinyaaak, gas
salam
Balik lagi nie ke tahun 60-an serba langka jadi serba antri
Revolusi bisa terjadi kalo kelangkaan kesabaran bener-bener terjadi pak..
kalo saya berharap semoga pemilu 2009 nanti membawa perubahan pak… semoga
ngurus negara, apa lagi rakyatnya 200 juta lebih jelas ga gampang. kalaw kita ngomong pemerintah, pemerintah yang bagian mananya yaa. apa pemerintah itu identik dengan SBY?
ataw pemerintah itu para pegawai negeri yang jumlahnya jutaan, ataw pejabat2nya thok? trus kalaw maw revolusi, siapa yg mau digusur? ngganti sby? ataw ngganti semua pejabat? trus apakah pengantinya udah siap? siapa yg paling siap mengganti sby, DPR, para birokrat dll? bicara revolusi memang mudah, tapi apa sudah terbayang konsekuensinya? berapa negara yang pernah berhasil revolusinya? berapa yg gagal? apakah revolusi ada yang berlangsung cepat? untuk melakukan reformasi saja bangsa ini belum berhasil. revolusi berarti perubahan yang lebih radikal. apakah masyarakat kita sudah siap? ataw kata “revolusi” hanya sekedar pelepasan sesaat dari kekesalan terhadap kelambanan dan kekurangbecusan sekelompok orang yg turut menyelenggarakan negara?
kalaw BR pusing, itu pertanda BR peduli. tapi untuk turut serta memperbaiki negara, perlu pemikiran yang jernih atas segala fakta yang ada. pengelolaan negara ini memang masih banyak yang mengecewakan. tapi bila kita tak dapat menyumbangkan pikiran, ataw bertindak nyata, hanya ngomel aja, yaa, sami mawon. yang paling menderita adalah masyarakat terbawah. merekalah yag patut mendapat subsidi. bukan kita yang tiap hari online. yang bisa kita lakukan adalah memberi kontribusi sekecil apapun pada bangsa. kalaw kita mampu, apakah tidak sebaiknya kita menggunakan BBM Premix? sehingga kita tak perlu turut memebebani kas negara dengan turut menikmati subsidi? siapkah kita? kalaw kita hendak membantu negara dan bangsa ini, mengapa tidak kita lakukan dengan memulai dari diri sendiri? ayo ramai2 beralih pakai premiX…! hahaha…
Bukannya Indonesia termasuk penghasil minyak dan gas?
Minyak yang dihasilkan jauh lebih sedikit dari pada kebutuhannya (yang diimpor) , gasnya habis diekspor ke cina dan jepang dgn harga murah.
@ Pak BR dan Pak AA Arman.
Setuju, Revolusi bukan mesti fisik khan, Mulai dari revolusi pemikiran kebudayaan lalu menuju perbaikan hidup, ‘Madani’ atau ‘Minal Dzulumat Ila Nur’.
@ Pak Zulkarnaen
Ada kok yang berhasil revolusinya, kayak Cina, Jepang,Perancis, Jerman (dah lama). yang agak baru Iran.
Revolusi seperti yang saya sebut di atas juga ada skalanya kok, mulai dari diri kita, lingkungan kita lalu menuju wilayah negara dan kekuasaan.
Kalo menurut saya, Indonesia bisa baik kalo ‘di manage (Govern)’ dengan baik, bukan ‘di perintah’ dengan baik.
Banyak kok langkah kongkret kreatif yang bisa diambil, sebagai contoh awal: berani gak mengkonversi semua devisa ke Euro!!!!!.
dst……..
-peace-
tuhan, merdekakan kami sekali lagi!!
entahlah tapi saya harus setuju, karena cukup merasakan juga