Kelangkaan Gas, Minyak Tanah, Arang …

Bingung melihat negara ini. Katanya kita disuruh pindah dari minyak tanah ke gas (elpiji). Sekarang gas langka. Gimana ini? Bahkan katanya, arang sekalipun juga mulai susah didapatkan. (Belum lagi naiknya harga minyak goreng, dan seterusnya.)

Rakyat yang miskin makin miskin, yang kaya malah bisa dapat diskon.

Kata istri saya kalau belanja di atas 100 ribu rupiah di tempat tertentu (toko besar tentunya), maka bisa dapat diskon untuk beli minyak goreng. Halah. Artinya orang yang belanjanya besar dapat diskon, sementara rakyat miskin yang hanya bisa belanja puluhan ribu rupiah tidak bisa menikmati hal tersebut.

Seorang kawan bercerita bahwa untuk mendapatkan air bersih, orang di sekitar rumahnya harus membeli air (dari tukang dorongan) dengan harga yang mahal. Sementara rumah-rumah besar mendapatkan air dari PDAM dengan harga yang murah.

Sigh … Pusing mikirin yang kayak gini. Lebih baik tidak usah dipikirkan ya? Bikin stress saja. Atau kita ramai-ramai minggat dari Indonesia? hi hi hi.

Setelah kelangkaan gas, minyak tanah, dan seterusnya … sebentar lagi ada kelangkaan kesabaran!

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

24 responses to “Kelangkaan Gas, Minyak Tanah, Arang …

  • Anthy

    Karena saya ibu rumah tangga, problem ini saya bisa merasakannya. Pastinya jauh lebih merasakan daripada Pak BR, maklum saya kan yang mengelola belanja rumah tangga.

  • Anthy

    Saya dengar kenaikan harga minyak dunia yang menyentuh USD 114 per barrel, akan serius impactnya terhadap perekonomian nasional. Siap-siap aja terjadi “kelangkaan kesabaran” di masyarakat, seperti yang Pak BR tulis.

  • Oemar Bakrie

    Tunggu saja, bentar lagi listrik juga bakal langka …

  • AA Arman

    Mungkin perlu revolusi kedua untuk mengubah keadaan?

    salam,
    arry akhmad arman

    http://bandungindependen.wordpress.com

  • azrl

    Sabtu kemarin Ina antri gas di Pasar Sederhana, dua jam. Untung dapat. Biasanya cuma lihat di koran, sekarang beneran antri…

  • trisetyarso

    Masya Allah …. sangat prihatin dengan kejadian ini …

    Bahkan sekelas Bapak2x Dosen ITB saja kejadian ini bisa terkena juga … tak terbayang ratusan juta rakyat yang menderita …

    SETUJU DENGAN PAK ARRY … HARUS ADA REVOLUSI !!!!

    Salam REVOLUSI …

    Agung

    http://www.trisetyarso.wordpress.com

  • Akhmad Mulyanto

    wah..wah.. bisa-bisa jadi bolos buat antri/nyari LPG nih. Masa nanti ngirim email ke bos, Subject : Ijin buat antri/nyari LPG :D .

  • gajahkurus

    Jadi inget, seminggu lalu sempet gak kebagian minyak hiks…
    Kalaupun ada harganya itu lho bikin geleng2 kepala. Ada apa dengan negeri ini sebenarnya?

  • rifqie

    iya, sama kaya listrik, Pak…

    orang kaya yang pake listrik ikut disubsidi (bahkan wisatawan asing yang nginep di hotel juga). tapi rakyat kecil yang ga kesampean pake listrik tentunya ga mencicipi subsidi.

    makanya, saya setuju dengan pemberlakuan tarif listrik progresif..

  • parmis

    halah-halah apa kata dunia……….

  • CY

    Apakah itu salah satu cara utk mengurangi angka kemiskinan pak?? (secara orang miskin-nya mati perlahan2) :mrgreen:

  • sukolaras

    katanya negara kita ini gemah ripah loh jinawe, kenapa ya barang-barang kok naik terus harganya, kadang langka dicarinya seperti itu miiinyaaak, gas

  • nenyok

    salam
    Balik lagi nie ke tahun 60-an serba langka jadi serba antri :)

  • Gyl

    Revolusi bisa terjadi kalo kelangkaan kesabaran bener-bener terjadi pak..

    kalo saya berharap semoga pemilu 2009 nanti membawa perubahan pak… semoga

  • Zulkarmen

    ngurus negara, apa lagi rakyatnya 200 juta lebih jelas ga gampang. kalaw kita ngomong pemerintah, pemerintah yang bagian mananya yaa. apa pemerintah itu identik dengan SBY?
    ataw pemerintah itu para pegawai negeri yang jumlahnya jutaan, ataw pejabat2nya thok? trus kalaw maw revolusi, siapa yg mau digusur? ngganti sby? ataw ngganti semua pejabat? trus apakah pengantinya udah siap? siapa yg paling siap mengganti sby, DPR, para birokrat dll? bicara revolusi memang mudah, tapi apa sudah terbayang konsekuensinya? berapa negara yang pernah berhasil revolusinya? berapa yg gagal? apakah revolusi ada yang berlangsung cepat? untuk melakukan reformasi saja bangsa ini belum berhasil. revolusi berarti perubahan yang lebih radikal. apakah masyarakat kita sudah siap? ataw kata “revolusi” hanya sekedar pelepasan sesaat dari kekesalan terhadap kelambanan dan kekurangbecusan sekelompok orang yg turut menyelenggarakan negara?

    kalaw BR pusing, itu pertanda BR peduli. tapi untuk turut serta memperbaiki negara, perlu pemikiran yang jernih atas segala fakta yang ada. pengelolaan negara ini memang masih banyak yang mengecewakan. tapi bila kita tak dapat menyumbangkan pikiran, ataw bertindak nyata, hanya ngomel aja, yaa, sami mawon. yang paling menderita adalah masyarakat terbawah. merekalah yag patut mendapat subsidi. bukan kita yang tiap hari online. yang bisa kita lakukan adalah memberi kontribusi sekecil apapun pada bangsa. kalaw kita mampu, apakah tidak sebaiknya kita menggunakan BBM Premix? sehingga kita tak perlu turut memebebani kas negara dengan turut menikmati subsidi? siapkah kita? kalaw kita hendak membantu negara dan bangsa ini, mengapa tidak kita lakukan dengan memulai dari diri sendiri? ayo ramai2 beralih pakai premiX…! hahaha… :)

  • juliach

    Bukannya Indonesia termasuk penghasil minyak dan gas?

  • Akhmad Mulyanto

    Minyak yang dihasilkan jauh lebih sedikit dari pada kebutuhannya (yang diimpor) , gasnya habis diekspor ke cina dan jepang dgn harga murah.

  • didieksw

    @ Pak BR dan Pak AA Arman.
    Setuju, Revolusi bukan mesti fisik khan, Mulai dari revolusi pemikiran kebudayaan lalu menuju perbaikan hidup, ‘Madani’ atau ‘Minal Dzulumat Ila Nur’.

    @ Pak Zulkarnaen
    Ada kok yang berhasil revolusinya, kayak Cina, Jepang,Perancis, Jerman (dah lama). yang agak baru Iran.

    Revolusi seperti yang saya sebut di atas juga ada skalanya kok, mulai dari diri kita, lingkungan kita lalu menuju wilayah negara dan kekuasaan.

    Kalo menurut saya, Indonesia bisa baik kalo ‘di manage (Govern)’ dengan baik, bukan ‘di perintah’ dengan baik.
    Banyak kok langkah kongkret kreatif yang bisa diambil, sebagai contoh awal: berani gak mengkonversi semua devisa ke Euro!!!!!.

    dst……..
    -peace-

  • Menggugat Mualaf

    tuhan, merdekakan kami sekali lagi!!

  • kubanggajah

    entahlah tapi saya harus setuju, karena cukup merasakan juga

  • ninik

    kenaikan harga minyak di Indonesia, seharusnya tidak terjadi kalo pemerintah benar-benar bertindak sebagai pengayom rakyat, yaitu dengan mengelola SDA yang kita miliki ini dengan benar. OK!

  • aisy

    kenaikan harga minyak???wow lagi-lagi naik trus mo gimana kita rakyat kecil ni, wong buat beli beras aja dah kesulitan eh malah ditambah minyak naik, bisa-bisa gak pernah makan gorengan lagi dong, aduh ampun deh. Bapak-bapak pemerintah yang budiman, ni saya da usul mbok ya ho bapak-bapak ini gunakan wewenang dan kekuasaannya tuk ngayomi rakyatnya bukan malah bebek terus ke pihak asing. Coba deh SDA yang kita miliki ini kan banyak cobalah dikelola dengan baik, jangan kalah dong sama Bolivia yang dulu rakyatnya pada sengsara, eh sekarang mereka makmur n kaya raya, itu kan karena pemerintahannya yang berani ambil sikap. Bapak-bapak yang budiman, mulailah dari sekarang untuk berani ambil sikap yang tegas, jangan cuma jadi jargon pas KAMPANYE jelang PEMILU tu artinya OMDO alias omong doang.

  • Melodic

    Hmmm…..Jika kita mau kembali beberapa bulan yang lalu, kita tentu ingat kalau Pertamina minta Minyak Tanah diganti Gas atau Konversi Minyak ke Gas. Hal ini karena, menurut Pertamina, pasokan gas lebih banyak. Persis seperti yang pemilik Blog bilang di atas.

    Maka:
    1. Apakah mungkin konversi minyak ke gas ini hanya sekedar proyek, yang digagas agar negara bisa irit?

    2. Apakah para penggagas proyek ini tidak sampai berpikir untuk menggagas “Plan B” in case pasokan gas jadi sangat langka seperti akhir-akhir ini?

    3. Apakah mungkin mereka terlalu sombong untuk berani sesumbar bahwa pasokan gas akan aman dalam waktu yang lama? Kita tentu ingat si pembuat Titanic yang sesumbar bahwa Titanic ga akan tenggelam, namun akhirnya juga tenggelam hanya karena gunung es…

    Saya jadi tertawa ketika mendengar siaran berita RRI kemarin, ketika salah seorang petinggi Pertamina bilang kalau kelangkaan gas terjadi karena tingginya permintaan ketika Idul Adha. Lantas, apakah perusahaan segede Pertamina tidak memperkerjakan para ahli ekonomi yang jago memprediksi kapan permintaan pasar akan tinggi dan kapan permintaan akan turun. Aneh?

    Dan ketika si pejabat tersebut ditanya apakah ada penyebab lain, lantas dia menjawab: “Sekarang sedang terjadi kerusakan pada salah satu ‘drilling rig’ di lautan lepas.” Lantas, apakah perusahaan sekelas Pertamina, yang konon satu-satunya perusahaan minyak nasional di Indonesia, tidak menggarkan sepersekian persen anggaran untuk perawatan mesin?

    Best regards,

    Irfan Melodic

  • Djatnika Soekarta

    Saya dengar ada yang memakai bioethanol yang dibuat dari singkong atau molase sebagai pengganti minyak tanah. Apa ini benar?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.828 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: