Tersia-sia Sebagai Pelanggan Pascabayar
12 Mei 2008 oleh Budi Rahardjo
Entah mengapa, biaya telekomunikasi pelanggan pascabayar lebih mahal dari pelanggan prabayar. Tadinya saya pikir itu disebabkan karena kualitas layananan yang berbeda, yaitu pelanggan pascabayar mendapat kualitas yang lebih baik. Namun pada kenyataannya kualitasnya sama saja. Saya, sebagai pelanggan pascabayar, sering kesulitan memulai koneksi, atau koneksi terjadi tapi terputus-putus, atau tidak terdengar suara, dan seterusnya.
Tadinya saya pikir ini adalah masalah dengan operator pilihan saya saja. Ternyata masalah ini sama di semua operator. Maksudnya pelanggan pascabayar disia-sia. Aneh.
Pelanggan pascabayar adalah pelanggan yang setia, loyal, dan sudah jelas profilenya. Mengapa operator malah memilih mencari pelanggan baru yang tidak jelas loyalitasnya dan hanya sekedar memburu promosi-promosi saja? Apakah yang dikejar oleh para operator ini adalah ANGKA bahwa mereka menambah pelanggan (customer) saja? Angka ini pun bukan angka yang riil karena angka ini adalah angka jumlah nomor telepon, bukan jumlah pelanggan. Ini hanya financial engineering saja (untuk menunjukkan bahwa perusahaan berkembang) yang tidak memiliki fondasi yang kuat. Saya khawatir kalau ini diteruskan maka industri seluler bisa ambruk seperti Enron dan sejenisnya.
Sebagai pelanggan pascabayar saya sekarang berpikiran untuk pindah kembali ke prabayar saja.
Bagaimana dengan Anda?
Dulunya saya beranggapan kita pelanggan pasca bayar lebih mahal karena akan mendapat priority misal buat dapat new line ketika jaringan sibuk atau dalam berkirim sms, itu berdasarkan pengalaman aja karena sering ngalamin ketika pelanggan prabayar susah nelpon, saya cendrung lebih gampang dapatin line.. kalau benar gitu, saya setia di pasca walau dicuekin..
wah setuju pak pindah aja, kepra, yang paska cuma buat ngenet aja saya. buat komunikasi ya pra
Sebagai istri tua (pelanggan pascabayar) dari dulu saya ngiri banget dengan istri muda (pelanggan prabayar) yang suka selingkuh dengan operator-operator seluler lain tapi tetap mendapat berbagai fasilitas berlebih.
Pingin minta cerai dan pindah menjadi istri muda operator yang sedang promo, tapi nomer pascabayar sudah kadung dikenal banyak orang dan nomernya bagus pula. Memang beginilah nasib menjadi istri tua.
Skrg emang ga ada bedanya, pak br. Para operator itu udah lupa ama kita2 yang setia ampe jelek gini. Mestinya ada gerakan semacam boikot untuk ‘menyentil’ telinga mereka para operator itu agar mau memperhatikan kita2 ini. Minimal masalah kualitas dan layanannya lah yang diprioritaskan…
Kalo saya pake pascabayar cuma karena kalau pake pascabayar bisa tetep online per bulan tanpa perlu beli pulsa lagi.
Jadi kalau ada hal-hal penting bisa langsung dilakukan. Kalo pake prabayar cuma bisa dilakukan saat ada pulsa dan dalam masa aktif.
Memang sayangnya fitur yang dimiliki pascabayar dianaktirikan dibanding dengan prabayar.
Untuk telkomselflash aja kalo pake simpati cuma 100rb/24jam. Kalo pascabayar 100rb/24jam plus PPN jadi 110rb.
pascabayar jelas bisa ngutang pak,
klo prabayar kan gak bisa
pake pascabayar dan prabayar untuk mengatasi komentar #3

Barangkali karena pangsa pengguna pra-bayar yang makin besar, operator seluler mulai menggarap pasar ini. Kalo dulu henpon hanya dimiliki kalangan ‘behave’, kini anak-anak SD pun sudah menenteng HP ke mana-mana.
“The world is changing”, mungkin bagi pengguna pascabayar bisa mempertahankan nomornya yang sudah terlanjur populer,sambil mencicipi dunia prabayar
salam..
yep, saya pun memutuskan pindah ke prabayar. Atas anjuran customer servicenya malah. Saya tanya mending saya terusin pascanya ato pindah ke pra ya mbak, mbaknya malah bilang “klo prabayar sekarang emang lebih murah sih mbak” tanpa berusaha mempertahankan ke-pasca-an saya yang sudah hampir 4 tahun. Dan ini diikuti teman sekantor saya juga. Kata mbak nya lagi “tar bisa pindah lagi kok mbak ke pasca”. Nothing to lose tampaknya buat nyoba promosi2 jor2an produk prabayar.
Beberapa waktu yg lalu, saya dan teman menghitung sebuah Budget Plan dan Activity Plan untuk mendirikan satu usaha kecil2an…
Salah satu komponen pendapatannya katakanlah misalnya pendaftaran client Rp. 10.000… terlihat sungguh sepele untuk biaya pendaftaran Regular client Rp 1.000.000 misalnya. Padahal ketika kami mencoba kalkulasikan, compare to possibility customer yg regular dan yg incidentially… AMAZINGLY… karena pendapatan dari yg insidential cust (pra) itu Jauhhhhhhh lebih besar dari pendapatan yg regular (pasca)
Nahh, mungkin analisa ini yg membuat mereka “BEREBUT KUE” dipasar PRABAYAR, kecil2 amount-nya. tapi kalo quantitynya banyak khan juga sangat menguntungkan bukan???… Apalagi kalau yg prabayar ini kemudian loyal…
Solusinya… Pake beberapa hp ajah, hehehe… No. Pascabayar saya pakai untuk terima saja, untuk keluar saya suka pakai adik kelasnya (Esia), trus “suami ke2″ (nyontek koment no,3) saya pake XL… tadinya Simpati PEDE…
OOT: kakak saya bekerja di telkomsel, hehehe… nanti saya kasih tahu suruh baca posting ini…
silly
Kalo saya tetap setia dengan paskabayar. Abisnya nomer itu yang paling awet selama ini. Hehe..
saya capek dengan TELKOMSEL yang tidak pernah peduli dengan pelanggan kartu HALLO. nyebelin banget mereka. tarifnya lebih mahal daripada pelanggan prabayar. kualitasnya sama dengan yang pra bayar. kami masih harus bayar abonemen. billing tagihan sering telat.
aneh ya…
aneh ya pak saya pelanggan kartuHALO, selama ini bahkan promo pada acara ULTAH telkomsel yang ke13 kok cuma buat yang prabayar saja
Ups …
Pasca dan Pra … sekarang mungkin bedanya hanya di metode pembayaran aja ya?
Padahal pelanggan pasca adalah pelanggan yang benar-benar bisa “dipegang” dan bersedia “menyerahkan” data-data pribadi ketika mendaftar. Jadi dari segi keamanan (kalau ada apa-apa dan mau dilacak) lebih bisa dilakukan ketimbang pra-bayar. Beda dengan pra yang ngga tau deh proses registrasi pemiliknya bener-bener bisa diandalkan atau tidak. Lha, turis-turis bule di Kuta, Bali bisa pakai nomor lokal kok?
Sepertinya memang ada yang salah di industri ini.
Saya setuju untuk kembali ke pra bayar… kayanya kita yang punya pasca bayar dijadikan subsidi silang untuk menutup kerugian dari pra bayar akibat bonus disana sini.
*lagi pengen serius ..*
yah, beginilah indonesia, pak. semua hal yang irasional bakal jadi masuk akal.
(^_^)v
Bertahan karena nomer udah nyebar, trus bayar tagihan nya enak, bisa via internet banking.
saya juga termasuk golongan yang kembali pindah ke prabayar dari pascabayar, karena tergiur sama promo2 yang ditawarkan
ngapain mempertahankan pascabayar dengan keuntungan yang lebih bisa didapat kalau bisa pakai prabayar
masalah ganti nomor, setahu saya beberapa operator menawarkan layanan nomor tetap bisa dipakai bila pindah dari pascabayar ke prabayar
cek saja
sebagai bahan perbandingan
saat ini saya berada di south africa
di sini ada empat operator yang bermain
dan sistemnya adalah pelanggan dapat pindah operator sesuai dengan keinginannya dengan nomor yang tetap
so kelebihannya tiap2 operator harus terus berusaha memberikan layanan terbaik buat pelanggannya …
kekurangannya … belum begitu tahu juga sih hehehe …
[...] Budi Rahardjo : "Tersia-sia Sebagai Pelanggan Pascabayar" [...]
Hehehe…ternyata saya juga berpikir seperti itu. Langganan pasca bayar, awalnya biar nggak tiap kali mesti beli voucher, kan repot. Awalnya saya punya Hp cadangan, IM3, biasanya yang pake si bungsu. Akhirnya gara-gara telkomsel kadang “lelet” saya nyoba IM3. Saya pikir pulsanya cepat habis…ternyata saya nilpon murah sekali…dan sering ada promo. Jadi memang aneh.
intinya gini loh.. jaman gila2 an promo gt kt yg harus selektif dan pinter2 milih dan milah.. rajin2 ngeliat iklan.. danngikutin terus perkembangan operator seluler..
ini lah bentuk perang yg dinanti2 sejuta umat.. “perang tarif”
kalo saya pribadi sih msh tetap asyik di halo hybrid nya telkomsel..
selain bisa bayar bulanan, bisa juga ngisi pulsa layaknya prabayar… jadi liat2 jam nya deh.. kalo uda jam duskon, tinggal switch aja ke simpati/halo..
iya nih…. kok kualitas pelayanan pascabayar dicuekin habis ama operator… ya…?
Wah saya juga pake pascabayar pak… Hampir sama juga sih sama pra, enaknya ga perlu mikirin pulsa….
Sama waktu itu pas ke luar negeri, 1 operator, yang dapet sinyal cuma yang pasca doang, yang pra nggak….
[...] Sumber http://rahard.wordpress.com [...]
Iya nih Pak,,,,saya juga masih bertahan di pasca karena nomer saya dari dulu ya ini,,kalau ganti repot ntar malah…
cuma itu aja alasan saya…
Lo..emangnya pake operator mana pak ? saya di fren puas bangets pake pascabayar. Dari sejak awal mendaftar handphonenya selalu dibandrol dengan harga lebih murah dipasar, bisa discount 75%. tarifnya jauh lebih kompetitif dibanding prabayar ataupun pascabayar lainnya, sekarang telpon ke GSM sepropinsi cuma 245 perak, CDMA prabayar ataupun pascabayar lainnya mana bisa pasti sudah SLJJ 1 ataupun SLJJ 2. fiturnya jauh lebih hebat dibanding cdma lainnya. coba cek deh http://www.mobile-8.com. cari yang promosinya Fren pascabayarnya Murah, bonusnya berlipat.