Wasting Time
16 Mei 2008 oleh Budi Rahardjo
Salah satu hal yang sering tidak dilihat orang ketika mengundang saya sebagai pembicara adalah banyaknya waktu yang terbuang. Seperti kemarin, saya memberikan presentasi satu jam. Tahukah berapa jam yang terbuang?
Pertama, saya harus berangkat dari Bandung ke Jakarta. Kemarin saya memilih kereta api. Ada 3 jam terbuang dalam perjalanan tersebut. Itu belum termasuk persiapan dan berangkat dari rumahnya lho. Tiga jam tersebut hanya khusus untuk berada di atas kereta apinya.
Yang kedua, adalah perjalan pulang dari Jakarta ke Bandung. Kasus kemarin. Acara usai mendekati jam 3. Ternyata kereta api ke Bandung ada jam 14:45. Lewatlah yang itu. Setelah berjalan ke Gambir (ya, saya jalan), ternyata kereta api selanjutnya adalah Parahyangan jam 16:30. Saya kemudian berpikir untuk naik travel. Setelah berusaha mencari nomor telepon yang berubah dari Cititrans dan Transporter akhirnya saya berhasil menelepon mereka. Ternyata, tempat yang kosong untuk keduanya adalah jam 18:00. Halah.
Saya putuskan untuk naik kereta api saja. Ternyata yang jam 16:30 itu tinggal kelas bisnis. Bukannya sok gaya, tetapi kalau saya naik kelas bisnis itu biasanya besoknya badan sakit-sakit. Akhirnya saya putuskan untuk naik kereta selanjutnya, yaitu Argo Gede 17:45. Artinya … saya harus menunggu lama di sana. Pada akhirnya kereta Argo Gede itu datang terlambat (sekitar jam 18:15an) dan perjalanan cukup lambat. Sampai di Bandung sudah mendekati pukul 22:00.
Silahkan dihitung waktu yang terbuang, yaitu dari jam 15:00 sampai jam 22:00, yaitu 7 jam. Ditambah perjalanan ke Jakartanya (3 jam), maka total waktu perjalanan saya kemarin adalah 10 jam.
Untuk 1 jam presentasi dibutuhkan 10 jam perjalanan. What a waste of time… Itulah sebabnya saya sering menolak presentasi.
Jadi, Mau nih kalau kasih presentasi OL?
Ya, itulah namanya komitmen pak. Kemarin ketika ditanting utk menyanggupkan diri membantu pembangunan network di luar jawa, saya balik nanya “sanggupkah bayar pp tiket pesawat?” hehe pdhal jadwal penerbangannya tdk mesti ada dlm sepekan.
Sedangkan utk presentasi OL, masih terasa hambar. Begitu juga Video conference ternyata tidak sepenuhnya mampu meng-cover presentasi. Di sini panas kemringet, di sono uadhem dgn suasana nan hening. hihi
Jangan merasa rugi lho pak, waktu 1 jam itu amat berarti walaupun harus mengorbankan 10 jam. Mengajar 2 jam itu penting!, padahal semaleman mempersiapkan materi baru. hehe. InsyaAlloh kalau kita terima dgn ikhlas, 10 jam yang terlewatkan tetep menjadi waktu yg barokah dan tentu mendapat ganti di sisiNya.
Selamat dan sukses atas pengorbanannya! semoga menjadi amal sholeh pak. Amin
Itulah gunanya teknologi informasi…g perlu kemana2 tp ilmu bisa disebar kapan saja dan dimana saja. Ndak perlu lg harus berjuang naek angkutan hny untuk mempresentasikan sesuatu…
Ikutin orang Jepang donk pak.. menunggu sambil membaca, nge-net, atau bikin lawakan
Di Gambir ada titik_panas (hotspot) gak ya..
Mungkin klo jarak dekat, seperti ke Jakarta, Bogor dsb, panitia sebaiknya menyediakan antar-jemput..
Btw, setuju dengan simoeh^, semoga menjadi amal shaleh, pakdhe…. amien.
Presentasi sejam plus 10 jam wasting time sebanding dengan isi amplop gak, Pak?
gimana pak konsumsinya enak-enak khan pak..hahaha jadi inget jaman dikampus dulu ngurusin konsumsi kalau ada event seminar. Malah pernah ada yang keracunan
berhitungnya 1 acara = 1 ‘man day’
Hardisk, ada cluster
Transmisi, data ada paket
Telpon, ada pulsa pake 3 menit pertama pulak
Parkir, ada 1 jam pertama
pak BR ‘analog’
Ambil sisi lainnya saja Pak BR.
Mungkin dari 10 jam yang ‘wasting time’ itu kita malah bisa mengenal hal-hal lain di luar dunia kita sehari-hari.
Bisa njajal warung makan baru, bisa tahu model fesyen harian terbaru dari lalu lalang orang, bisa ikut ngenes melihat suramnya wajah mas-mas porter-porter Gambir. Atau kalau mau iseng bisa tau nomer telp nya mbak-mbak SPG hehehe..
Itu hal-hal yang mungkin terlewatkan bukan, kalau kita selalu terjebak pada rutinitas…?
kalo mobilitas sudah tinggi ya pekerjakan supir. itung2 bagi rejeki jadi fokus saja hanya di kegiatan..
Kalau melihat waktu memang seperti itu pak, tapi kita juga harus melihat efeknya….apakah presentasi tadi penting, dan bisa membawa perubahan pada peserta?
Sama seperti saya harus berangkat ke Banda Aceh, mengajar lima sesi, dan disana 3 hari, biayanya akan besar sekali…mengajarnya sih sebentar, tapi persiapannya, akomodasinya, belum kalau tol bandara lagi susah dilewati. Persoalannya, hati ini menjadi nyaman, melihat peserta begitu menghargai kita, menyerap ilmu yang diberikan…dilanjutkan menulis email kalau ada masalah…rasanya upaya kita yang melelahkan tadi mendapat imbalannya.
ya.. kondisi jalanan emang kayak gitu Pak
Kalo kasus Bapak kan karena delay, buat ribuan commuter kawasan penyangga jakarta harus merelakan rata2 3-4 jam sehari terbuang di jalan.
Tingkat kemacetan di Jakarta dah gak ketulungan, masak jalan tol juga macet?!
Salam..
waduh-waduh…
saya melihat orang-orang yang sudah ,menjadi orang berkumpul dan berbagi di sini…
yah, pak apa boleh buat. ini masih di Indonesia. jadi gak mungkin setelah protes, PT KA langsung jadi tepat waktu. informasi lalu lintas mudah diakses dll. jadi baru bisa bilang… ikhlas ya pak.. biar jadi amal baik… dan hati merasa penuh… tidak sia-sia…
Salam
**Sok tahu Mode:ON** Semoga sukses terus. Amin
Tapi sebanding dong Pa presentasi satu jam plus wasting time 10 jam dengan fee-nya he..he.. **kedip-kedip**
Ilmu yang bapak berikan meski cuma satu jam, lebih berharga dari 10 jam yang menurut Pak BR serasa wasting time
Saya kok nggak ada yg undang presentasi ya?
waktu yang terbuang itu harus dihitung atuh pa
ga sekalian 2-3 presentasi?
kayaknya pa budi bener2 butuh penjadwal/penjadwalan biar efisien deh..
Atau…
kalau lebih dari 70% jam dalam seminggu memang lebih banyak job di Jakarta, apa ndak sebaiknya pindah ke Jakarta?
Ooooppss … hehehehe, nambah2in ruwet Jakarta
Utk bisa fokus mengerjakan sesuatu yg ‘great’ kita memang perlu mengurangi kegiatan yg ‘good’.
Semestinya pak Budi mengurangi wasting kegiatan ‘good’ spt itu utk bisa doing something great!
Tapi kan bayarannya sudah memperhitungkan jumlah waktu yang terbuang itu tho…? Hehehe…
gimana kalo presentasi live streaming, pak?
btw knapa disebut wasting time? apakah dikaitkan dengan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan yang lebih?
naik pesawat aja kk…
g’ sesuai ma honor kali yach
heuheuheuheuheu
Begitukah???
Saya baru tahu… bahwa.. seorang persenter.. harus “njelimet” hitung-hitungannya…
Atau… karena sudah di”kelas” yang berbeda ya????
sehingga prinsip waktu adalah….. diperhitungkan betul????
OPPSSSS Maaf…
Mubazir sekali. Sangat tidak efektif untuk 1 jam presentasi mesti menghabiskan 10 jam yang tak berkorelasi sama sekali dengan presentasi itu sendiri. Mesti memikirkan ulang untuk kembali menggunakan kereta.
Mau presentasi dibayar berapa juga, 10 jam yang terbuang hanya jadi gundukan waktu. Apa boleh buat!
Apakah berjam-jam waktu perjalanan tidak terobati dengan walaupun cuma satu jam pertemuan? Apakah berbulan-bulan seorang anak di perantauan tidak terobati rindunya dengan satu dua hari di rumah ibu di kampung halaman? Apakah proses tidak sama pentingnya dengan tujuan? Apakah pertemuan dengan penumpang, masinis, pengemis dan pengasong bukan “peserta lain” dari “presentasi kedua”?
Mungkin orang lain punya hak terhadap Anda, bukan hanya orang-orang yang sudah menyengaja untuk “membayar” Anda.
mungkin mubazir ya membuang waktu. namun jika bapak melihat dalam 10 jam perjalanan itu pasti ada pengalaman berharga. pasti bertemu banyak orang dengan bayak karakter di kereta di jalan. nah pengalaman itukan bisa ditulis di blog, berbagi pengalaman dengan orang lain. nah walaupun teknologi informasi menjadi kebutuhan tetapi berpergian itu tetaplah bukan membuang waktu. masak kalau bapak kondangan. gak berangakat hanya mengirim email dan mengirim sumbangan saja. he he he
Itu sebabnya sampai sekarang urgent email saya belum sempat Bapak balas ya?
No worry, I know your busy.
Cheers
Tapi khan bapak sudah presentasi 1 jam khan?
Kalo saya, jauh-jauh dari Perancis untuk quality control di Jogja, ternyata barangnya belom siap. Kalo ini mah sudah wasting everything. Untuk ngilangi rasa dongkol cari warung sate kambing aja + minum es teh manis…
pake laptop an bawa dua batere aja pak. kan kalo gaksalah pak budi pake macbook yang awet batrenya. kayaknya gambir masih belum banyak tempat untuk colokan listrik :(.untuk 10 jam yang diantaranya nunggu di gambir kan bisa dimanfaatkan untuk balas/baca email, cari inspirasi materi baru dll. Anggap aja refreshing yang tetep produktif, dan bermanfaat kan bisa aja ketemu relasi di mana-mana. Ini yang coba saya terapkan kalo nunggu kereta di gambir (maklum masih PJKA - pulang jumat kembali ahad).
Setuju ama pak @simoeh, presentasi bapak bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi siapapun, jadi semoga bapak gak kapok diundang presentasi keluar daerah hehehe
biar ndak waste time… buat gedung sendiri pak, jd klo ada yg ngundang presentasi.. maka mereka yg harus datang ke gedung bapak.. :D
buat dibandung samping rumah
yah itulah indonesia bud..:)..ya mulai sekarang kombinasi dan programkan seminar yg bisa ol…kan ada udsi itb, yg bisa ol kmn2…kita bikin sama2 dan terjadwal sehingga sia[papun di kota tersebut bisa mendengarkan tanpa harus susah2…gmn bud?..ya kita mulai itb - seamolec.., aku sdh jalankan antar 5 koa..setiaop hari rabu, itb, its, udinus, poliseni dgn seamolec…ttg game tech product…sama2 enak…bikin saja security bud…di 5 kota..he..he..aku dukung…
iya, pak… pakai mobil pribadi aja plus supir gimana?