Dulu … harga minyak naik, kita tambah kaya. Maklum, juragan minyak.
Sekarang, kok minyak naik … kita kelimpungan. Padahal cadangan minyak kita masih banyak ya? Aneh. Salahnya di mana?.
23 Mei 2008 oleh Budi Rahardjo
Dulu … harga minyak naik, kita tambah kaya. Maklum, juragan minyak.
Sekarang, kok minyak naik … kita kelimpungan. Padahal cadangan minyak kita masih banyak ya? Aneh. Salahnya di mana?.
tanya ken….a….pa????
salahnya di indonesia sudah terlalu banyak tikus. Dari hulu hingga ke hilir. menurut perhitungan pak kwikj kian gie, kita itu kapasitas produksinya bisa dinaikkan sampai 1.5 juta barrel perhari. Tapi ini mah malah bertahan cuman 900 ribu barrel per hari. Ada apa ini… Oo ternayta ada mafioso yang mengganjal produksi minyak ini. Mafioso ini yang mengatur kran import minyak kita dari luar negeri lewat singapore.
Jadi logikanya kalau produksi minyak kita dinaikkan, mafioso ini yang rugi. So mafioso ini yang nekan pemerintah agar dia bisa tetap mengendalikan import. waduh pak kalau diceritain beckingnya serem2. They got a huge money untuk menggoyang pemerintah.
Coba bapak tanya ke menteri ‘brengsek’ mentamben kita saat ini siapa mafioso-nya. Dia tahu banyak pak coz dia yang rutin terima sogokan.
Perusahaan minyak semacam exxon dan kawan-kawan itu tmsk salah satu penjahat BBM pak. Yah termasuk jaringan lingkaran setan juga. So miris bener neh alumni kita yang jadi kuli di company minyak. Hayoh brurrr saatnya buat gebrakan..
Mafioso ini juga rajin memberikan duit ke partai politik hehehe.. so bapak lihat siapa ya pemimpin partai yan gak punya bisnis tapi duitnya banyak hehehe. Dari mana ya dana kampanye-nya.. ya yang pasti dari sogokan itu pak.
Geblek emang.. bener juga ya mungkin negara ini harus revolusi saja. salut buat Hugo chavex yang berani melawan dominasi perusaaah2 minyak asing sehingga mereka tunduk pada kontrak karya dengan bagi hasil yang adil. 85% pemerintah venzuela: 15 % kontraktor asing.
Nah kalau di Indo malah terbalik:
85% kontraktor: 15 % pemerintah.
Bener neh ini mah indonesia harus revolusi!
Maaf pak tolong jgn disensor ya!
http://tonto.eia.doe.gov/country/country_energy_data.cfm?fips=ID
Coba analisis slide ini pak:
http://isal.files.wordpress.com/2008/05/bbm-naik-harusnya-pemerintah-untung.ppt
Moga bis amemberikan gambaran.
Gak tau salahnya dimana. Jangan tanya saya. Tanya kenapa saja. Halah!
Di slide tersebut disebutkan:
Perusahaan Asing Kaya, Indonesia Miskin
Keuntungan Perusahaan Migas yang beroperasi di Indonesia, Exxon Mobil tahun 2007 sebesar US$ 40,6 milyar (Rp 373 trilyun) dari pendapatan US$ 114,9 milyar (RP 1.057 trilyun –CNN).
Bagi hasil migas sebesar 85:15 untuk pemerintah dan perusahaan asing baru dilakukan setelah dipotong “Cost Recovery” yang besarnya ditetapkan perusahaan asing. Jika tidak tersisa, Indonesia tidak dapat.
Di Blok Natuna setelah dipotong Cost Recovery Indonesia dapat 0 dan Exxon 100% (Kompas, 13 Oktober 2006)
Transparansi International Indonesia menemukan biaya senang-senang main golf dimasukkan dalam Cost Recovery (DetikFinance.com)
Trims Mas Isal sharing knowledgenya .. Malu dech sama negara tetangga ..
Di spbu setiabudi dan cipaganti panjang sekali antrian beli bbm sblm mroket harganya.
Kalo menurut pendapat saya Pak, itu semua terjadi akibat politiknya Paman Sam dan OPEC, coba aja indonesia lepas dari OPEC ngak bakalan terjadi kenaikan harga minyak yang barusan di umumkan. Tp apapun yg terjadi kita sebagai warga indonesia harus tetap semangat dan belajar dari kesalahan.Maju Terus Indonesia ;-P
Bukan pak. Ini kenaikan emang karena ulah segelintir spekulan minyak yang basisnya di London untuk terus menggoreng harga minyak sampai mencapai level USD 150.
Sekarang yang dulunya investor saham dan obligasi ikut-ikutan main di spekulasi pasar komoditas seperti minyak, gandum dan beras.
Hehehe dan salah satunya spekulan itu ada di indonesia. Mereka menikmati kenaikan harga minyak dan semakin kaya. Kaya raya dengan mengorbankan jutaan rakyat menjadi semakin sesek hidupnya.
Halah…
Yang pasti bukan salah saya kan pak ?
Bukan saya loh yang minta dinaikan :-p
Wajar sih… pemerintah sekarang memang bener-bener “pemerintah”, bukannya “pelayan” rakyat.
hi hi hi, posting bapak dikit, yg komen panjang2 yah …
kita? kami aja kali, elo nggak! ha ha ha jadi inget ungkapan nona igun di supermama seleb show, yah karena yang miskin kami ini, kalian mah tetep kaya he he he he apalagi yang iklan2 di teve ah …
maksud saya sih …
kalau memang penghasilan kita (indonesia, maksudnya) dari minyak ya seharusnya kita malah mendoakan harga minyak dunia naik terus. he he he. supaya penghasilan indonesia naik. gitu kan? ternyata nggak gitu ya…
Setahu saya sih biar produksi minyak kita banyak, yang kita jual itu adalah crude oil/bahan mentah dan kita tidak memproduksi bbm sama sekali. Jadinya, harus membeli bbm kembali.
Yg salah ya..yg ngurusin jg sistemnya pa..udah parah bangsa kita ini. Maunya ttp bangga tp gmm…Indonesia mmg BISA..!! bìsa bankrut…
Buat no.15: you see? Hahaha yg ngatur import bbm itu ya para mafioso itu via singapore utk kmudian dijual ke pemerintah (pertamina). Maka tak heran yg sering abisin dollar di dlm negeri itu ya pertamina & prusahaan swasta yg punya utang ke institusi financial (bank) luar negeri. Nah pemerintah sndirg yg g mau bikin refinery sendiri bnyk2 kyk di balongan. Tanya Kenapa? Jawabannya sdh trjawab di atas.
[...] Pa BR sudah menuliskan. Semua orang juga pasti sudah menuliskan dan memperbincangkannya [...]
Indonesia kaya minyak bumi (juga hasil tambang), tapi kemampuan mengelolanya PAYAH! Yang makmur justru perusahaan asing. Pertamina cuma kecipratan minyak sedikit, sebagian besar yang kelola adalah perusahaan asing. Blok cepu misalnya.
Kalau lihat Freeport, Indonesia kebagian apanya coba? 3 sungai di Papua rusak ekosistemnya gara-gara pembuangan limbah oleh freeport. Trus, Indonesia kebagian apanya? Yang jelas, emasnya lari ke perusahaan asing.
Ah, mengerikan kalau melihat Indonesia disedot kekayaan hasil buminya oleh pihak asing. Piye jal?
Pusing banget jd org indonesia. Politisinya brebut jd presiden walaupun mrka sadar tdk tau bagaimana cara memperbaiki keadaan ekonomi rakyat. Mereka hanya brusaha menorehkan nama mereka orang yg pernah berkuasa di negeri melarat ini. Ada yg tau bagaimana caranya berhenti jadi orang indonesia? :p
Naik-Naik Kepuncak gunung BBM naik setinggi gunung
Lihat kiri Lihat Kanan Rakyat Tercekik Harga-Harga
Naik-Naik Kepuncak gunung BBM naik gak tanggung-tanggung
Lihat kiri Lihat Kanan Rakyat Panik dimana-mana
Salam
Duh cawpe dweh *menarik nafas panjang*
tanya kenapa?? karena kita bukan juragan minyak di negeri sendiri
Salahnya dimana-mana! HEhe…
Menteri Purnomo dalam Sorotan
http://www.media-indonesia.com/editorial.asp?id=2008051400231301
MINYAK mentah bagi Indonesia adalah penyelamat, tetapi sekaligus petaka. Sekarang, dengan tingkat produksi yang berada di bawah 1 juta barel per hari, minyak telah kehilangan fungsi sebagai penyelamat dan berubah menjadi bencana. Bencana yang menyengsarakan semua.
Semakin jelas saat ini bahwa pemicu bencana itu adalah di sektor produksi. Sektor yang berada pada wilayah otoritas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.
Coba tengok tren produksi minyak kita sejak 2003. Pada tahun itu, produksi kita adalah 1,13 juta barel per hari. Turun menjadi 992 ribu bph, turun lagi menjadi 950 ribu bph pada 2005, lalu menjadi 925 ribu bph pada 2006, 910 ribu bph pada 2007, dan 927 ribu bph tahun ini.
Penurunan drastis dan konstan produksi minyak Indonesia sejak 2003 terjadi di era Purnomo Yusgiantoro menjadi Menteri ESDM. Sebelumnya, pada 2000, produksi minyak Indonesia bahkan sempat menyentuh angka 1,31 juta barel per hari.
Pasti ada yang salah dengan tren produksi yang meluncur turun secara konstan itu. Boleh kita berkilah pada undang-undang. Boleh berkilah pada investasi yang sangat mahal.
Seorang menteri dipercaya memimpin portofolio kabinet karena dianggap mampu menyelesaikan persoalan. Karena dia mampu, dia mau. Kalau dia mau, harus ada tanggung jawabnya.
Nah, yang belum terdengar dari seorang Purnomo adalah pernyataan dia tentang tanggung jawabnya terhadap kemerosotan produksi minyak yang drastis dan konstan itu. Kalau ada yang salah, di mana dan apa kesalahannya. Lalu, siapa yang bertanggung jawab terhadap kesalahan itu semua?
Apakah kesalahan harus dilempar kepada Presiden? Kalau demikian adanya, untuk apa para menteri bertengger di kursi kabinet? Untuk gagah-gagahan?
Demokrasi mengajarkan hak. Tetapi, demokrasi juga mengharuskan adanya tanggung jawab yang menjadi kewajiban sehingga antara hak dan kewajiban tidak timpang. Hal itu berlaku untuk semua. Untuk warga negara biasa, dan juga untuk mereka-mereka yang menyandang menteri kabinet.
Para pejabat negara harus mulai belajar, bahkan dipaksa untuk malu terhadap kegagalan mengemban tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Adalah aneh jika seorang menteri dengan bangga mengumbar optimisme, tetapi faktanya adalah kegagalan yang dahsyat. Dahsyat karena telah menyengsarakan semua orang.
Krisis yang mengancam di balik rencana kenaikan harga BBM yang tidak terelakkan lagi, walaupun itu harus menempatkan SBY pada posisi teramat sulit karena mengingkari janji, harus ditempatkan pada kultur malu di kalangan pejabat, terutama menteri, yang gagal mengemban tugasnya.
Nah, dalam soal BBM sekarang, Menteri Purnomo Yusgiantoro harus bertanggung jawab. Purnomo harus malu dengan kegagalan mengangkat produksi minyak Indonesia kembali ke level di atas 1 juta barel per hari.
Bila hari-hari belakangan ini desakan publik agar Presiden memberhentikan Purnomo semakin keras, itu bisa dipahami dari sisi kinerja. Bukti yang tidak dapat ditolak adalah justru pada masa kepemimpinan Purnomo di ESDM, produksi minyak Indonesia jeblok.
Itu berarti Purnomo gagal melaksanakan tanggung jawabnya.
Daripada dipecat, adalah lebih bijak bila Purnomo mengundurkan diri saja. Itu sekaligus pelajaran moral bagi demokrasi. Bahwa menjadi menteri tidak lantas haram berhenti dan diberhentikan.
penjelasan yang simpel..
1. produksi minyak indonesia menurun menjadi sekitar 900ribu barrel per hari
2. kebutuhan minyak indonesia adalah sekitar 1.3 – 1.4 juta ribu barrel per hari
3. sisanya dapet dari mana? ya jelas impor donk..
4. Indonesia bukan lagi menjadi negara pengekspor minyak, oleh karena itu SBY pernah merencanakan utk keluar dari OPEC
5. cadangan minyak indonesia memang masih banyak, tapi masih belum tereksplorasi, khususnya di blok cepu, sedangkan untuk mengekplorasi secara maksimal butuh waktu yang nggak sebentar
dan sekali lagi yang paling penting untuk saya informasikan disini, bahwa INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR MINYAK, dan seharusnya bangsa ini sudah waktunya bangun dari mimpinya
kurang lebihnya saya tulis di blog saya
mudah2an bisa menjawab pertanyaan pak budi
cheers
Wah-wah, bodoh bener ya pengelola perminyakan di Indonesia itu. Salah pengelolanya atau pemimpin pnentu kebijkannya?
Gara-gara kebodohan segelintir orang, ratusan juta rakyat (miskin) yang harus nanggung malapetakanya.
salahnya ada di pemimpin kita,,, so tanya mereka aja
bukannya bodoh math, tapi kalo kita sendiri yang ngelolah ntar kita riber untung sedikit. Mungkin itu yang dipirkan pemerintah. Dasar…huh sebel aku
yang ada itu LICIK…
Karena Pemerintah tidak mau transparan menjelaskan Biaya Produksi Minyak mulai dari Pencarian (Seismic, Pengeboran, Produksi, Perawatan dan Pengiriman ke Kilang) itu ga’ pernah dijelaskan dengan baek oleh pemerintah apalagi pertamina… atau jangan-jangan ga’ ada yang tau hitung-hitungannya…
Alhamdulillah harga BBM naik, pasti ntar lagi harga-harga kebutuhan sehari-hari lainnya akan naik juga. Ternyata Tuhan emang masih menyayangi hamba-hamba-Nya.
Dengan memberi sedikit “hadiah” pada hamba-Nya agar senantiasa ingat akan Keberadaan-Nya, senantiasa bersyukur atas nikmat serta karunia-Nya, senantiasa berbuat baik, selalu mengemban amanah yang telah diberikan-Nya serta menjadi bangsa yang besar.
Dalam hal ini tidak akan menyalahkan pemerintah (dalam hal ini Presiden & Wapress),atau orang-orang yang gak kompeten yang disebut “wakil rakyat”. Semua ini terjadi pada hakekatnya adalah buah dari perbuatan kita juga.
Kita menginginkan Indonesia berubah dari negara berkembang (kalo gak pengen disebut negara miskin) menjadi negara maju, akan tetapi dalam pemilu kita tetap saja memilih wakil-wakil rakyat melalui politik uang.
Katanya pengen KKN dihapuskan tapi masih saja membudayakan KKN.
Kita tidak pengen banjir, tapi masih Illegal Logging dan menebang hutan sembarangan.
Sudah dikasih Tsunami, masih gak ingat juga.
Dikasih Merapi, masih gak sadar juga.
Dikasih Gempa Jogja, masih menter juga.
Sekarang dikasih hadiah kenaikan BBM, kira-kira sadar gak ?
Kita sudah dianugrahkan udara yang gratis buat dihirup, sudahkan kita bersyukur ? Kita sudah diberi nikmat sehat, sudahkah kita menjaga dan memanfaatkan waktu sehat ?
Kita dengan hal-hal yang bermanfaat, kita telah dilahirkan di negara yang amat sangat kaya raya sekali, apakah kita sudah mensyukurinya ?
Dengan mengelola dengan baik untuk kemaslahatan manusia, menjaga kelestariannya karena pada hakekatnya semua adalah titipan dari-Nya ?
Kita telah dikaruniai waktu, apakah kita sudah bersyukur dengan menggunakan waktu itu dengan sebaik-baiknya agar bermanfaat dan memberi kemaslahatan / dengan telat pergi ke kantor dengan alasan macet ?
semua jawaban ada pada diri anda.
Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan ?
Anda ingin negeri ini menjadi lebih baik ?
tidak ada kata terlambat apabila kita menyukuri karunia-Nya dengan bijak.
Bukankah tuhan pernah berfirman : “Bersyukurlah maka nikmatmu akan kami tambah”
semua kembali pada anda
salam
pramudyaputrautama
… melihat sisi positif dari kenaikan BBM
Pak dosen, Bapak aja bingung dan bertanya… apalagi kami.
Mudah-mudahan makin banyak yang memberikan jawaban dan solusi, bukan jawaban berupa pembenaran untuk ketidakmampuan atau kesalahan, termasuk soal BBM ini.
Salam dari pinggiran
Popop
semakin kita tau banyak soal minyak di negara kita
semakin pusing dibuatnya.
Semoga yang lain juga ikutan mikir masalah ini.
Kenapa harus pemerintah yg disalahkan? Rakyat Indonesia sudah terlalu banyak korupsi, mulai dari kondektur bus umum, tukang ojek, penjual minyak tanah eceran, pedagang, guru, pegawai swasta, dan masih banyak lagi. Kita punya perusahaan minyak tapi selalu rugi, apakah itu salah pemerintah? atau salah pegawainya yg korupsi (sampai satpamnya juga korupsi).
Cadangan minyak memang banyak, tapi apakah kita punya perusahaan nasional yang bisa mengeksplorasinya secara besar-besaran? Mana ada pengusaha kita yang mau, soalnya biaya survei dan eksplorasi saja besar banget sedangkan dapat untungnya masih lama. Makanya investor asing yang maju, sebab mereka rela keluarin uang besar buat modal demi keuntungan berlipat ganda di kemudian hari.
http://economatic.wordpress.com/
betuuuuuul mas, BBm naik, semuanya ikuuuuuut naik. uhh ….. pusiiiiiiiiiiiiingg. salam kenal.
http://www.layananiklan.com
Jangan pesimis!..tanya pelacur yang tersandera disarang penyamum!..kasih daaah!
salah yang naikin harga…………….
Jadi bingung mikirin biaya hidup…. lam kenal http://www.sastralife.wordpress.com
Dari komentar no 30:
Yang painfull adalah… bahwa, segelintir orang yg ngurus negara ini yg ngelakuin itu, yg kena paitnya secara parah dan instantly kita (rakyat, maksut saya).
Kita (sekali lagi: rakyat maksutnya) memang mengoleksi kesalahan atau dosa-dosa juga; misalnya saya, bbrp hari ini sholat saya kurang tertib – subuh telat, sering gak di masjid. Saya pikir-pikir, “wong cuman gitu aja loh, koq ya sampek saya ikut nanggung bencana gempa Djogja kemaren…”
Hehe, maaf, kata “cuman” itu harap tidak diartikan sedemikian dangkal dan mentah. Banyak koq yang gini ini. Maksut saya, suka nggak ngerasa ato nggak ngaku kalo’ dosanya itu sebenarnya serius; jangan ngomong pejabat dulu deh -mereka jelas dosanya. Instrospeksi dulu, maksut saya gitu…
Pertanyaan: Sekarang dikasih hadiah kenaikan BBM, kira-kira sadar gak ? membuat saya punya pikiran gini: lha, para pejabat yg notabene paling berkepentingan soal keputusan-keputusan krusial itu aja gak ketimpa genteng (boro-boro patah tulang, “ketimpa genteng” aja kagak). Trus “sadar” kayak gimana yach, maksutnya? Sadar dlm arti “bangun tidur” gituh? Wah, kalo itu mah tiap hari…
Jangan menghibur saya dengan: tenang, di akhirat mereka pasti akan dibalas.
Bukannya saya gak percaya, tapi kalo “cuman” itu aja, ya saya udah puluhan tahun yang lalu, tahu itu…
Ah udah ah.
*ketawa ngenes*
Tjuabpee deeee….
@35: Maksudnya PERTAMINI ya? Saya sependapat. Jangan salahkan perusahaan asing dong terus dong. Nanti kita ga akan introspeksi diri.
saya ga mau pesimis pak. Tapi ide supaya bangsa / putera daerah sendiri yang mengelola minyak sudah ada sejak dulu. DI tempat saya (ga usah sebutkan namanya ya?) malah perusahaan milik daerah (katanya) dapat bagian mengelola satu blok. Seharusnya daerah itu sekarang udah kaya, atau paling ga banyak konglomerat baru bermunculan.
Tapi yang terjadi ya sami mawon. Akhirnya yang ngerjain tetap aja pihak asing, yang punya tuh perusahaan berharap cuma kipas-kipas dari balik meja. Terakhir saya dengar-dengar malah jadi ajang korupsi.
Harga Minyak? Ah.. saya lebih prihatin mental bangsa kita.
Masalahnya menurut saya ada di sisi konsumsi yang terlalu berlebihan. Kata nenek saya dulu, kalau hidup terlalu boros bisa jadi orang miskin. Ha…ha…ha.
Setuju dengan #42, hariadhi, masalahnya di mental masyarakat kita. Buktinya sekarang ketika harga BBM sudah dinaikkan langsung nuding ke pemerintah sebagai biang keladinya. Apakah kita masing-masing sudah mengevaluasi diri, berapa banyak BBM yang kita minum setiap hari? Sehingga Benar-Benar Mabok. Ha…ha…ha.
Belajar dari pengalaman ke belakang, yang lalu kalau BBM naik semua ikut naik, demo lagi, mogok lagi, jalan kaki lagi… Ibu/bapak menteri kok enak gitu ya berkata naik hanya 10% lah, rakyat harus bangkit, bla..bla.. Gimana bangkit,kalau semua dibuat sulit. Teoritis, matematis, tis..tis..tis, jelasnya mah takut gak dapat duit dari negara2 kapitalis, bukannya takut kalau bangsanya meringis karena akibat serba sulit itu yang realistis…
Minyak naik, but no subsidi dr pemerintah, BLT merupakan usaha pemerintah memiskinkan masyarakat. bener gak tuh??
salam
http://errinaprojecr2008.wordpress.com
Minyak naik, but no subsidi dr pemerintah, BLT merupakan usaha pemerintah memiskinkan masyarakat. bener gak tuh??
salam
http://errinaproject2008.wordpress.com
Salahnya, Pak?
Mungkin negeri ini sudah kebanyakan intelektual yang menjadi politikus?
Salahnya? ya karena pemerintah kita malah menjual minyak yang kita punya ke perusahaan luar negeri
aslmkm.. sepertinya seru, koment ah;
Web site yang pertama kali saya klik ketika saya pertama membuka lembaran online ini adalah indonesia corruption watch alias icw (gak tau sekarang gimana nasibnya) pada tahun 1997.
*apa hubungannya dengan ini semua ya..?*, ah pasti gak nyambung..
yah begitulah pak, klau pengusaha jadi penguasa negeri ini [kebanyakan negeri ini di pimpin oleh para pengusaha], jadi ya mikirnya ya duit2 and duit [do it]…:) bodo amat ma rakyat
…kita hanya bisa bengong and bengong spt sapi ompong and kambing congek yang ga tau apa2 [yang sebenernya di rencanakan pemerintah] dengan menaikkan harga minyak ini dan sebagai gantinya rakyat miskin hanya dapet kompensasi Rp. 100rb saja!…
Kata teman saya, masalah utama bangsa ini adalah pada aspek moralnya. Dia pernah tanya sama orang bijak mengenai kapan moral bangsa ini baik, kata orang bijak tersebut: “Bila masjid2 kita setiap shalat Subuh dan Isya penuh seperti JUmatan”.
Salam,
G
BBM naik tambah sulit buat kita berdagang, pembeli maunya selalu murah, tpi gak bisa disalahkan…mau jual berapa barang ku ini..?? ayo ada yg mau borong???
Karena janji tapi gak ditepati pak…
http://alief.wordpress.com/2008/05/25/history-bbm-di-presidensbyinfo/
cadangan minyak kita memang banyak ada mimyak telon, minyak goreng, minyak wangi, nenar juga kenapa kita miskin.
o maksud minyak tanah saya gak tahu tu
[...] kekhawatiran tentang rakyat Indonesia akan jatuh miskin akibat naiknya harga BBM (salah satunya di blog ini), maka saya memutuskan untuk membahas topik sebaliknya yaitu masalah kekayaan. Sebab saya percaya, [...]
Ya jelas, salahnya yang salah dong…
Yang benar pasti betul…
Salam kenal ya….
itulah masalahnya pak
katanya BBM naik 28,… persen… tapi kalo dihitung biaya hidup. naiknya bisa hampir 50%
aduh… bagaimana sih pemimpin kita ini?
kayak pinter… tapi ternyata sama aja dengan rakyatnya
http://hmc.web.id (belajar inggris lewat nasyid)
buat no. 9
George Soros bilang, harga minyak yang kian melambung itu merupakan akibat dari spekulasi.
http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/26/20272980/soros.harga.minyak.akibat.spekulasi
Selain spekulasi dari para pemain besar, ya kita masih punya mental inlander. Gak PD ngadepin bule2. Gak tahan kalau gak terima ’sogokan’.
Berikut tulisan Kwik Kian Gie:
Terjajah ExxonMobil di Cepu.
Waii barudak Exxon sing sabar ya.
Pak BR ni…saya jawab dengan bahasa:
a. Bakul Pasar: “Yang namanya dagang itu…modal harusnya 3 x lipat. 1 bagian untuk kulakan, 1 bagian operasional, 1 bagian cadangan kenaikan harga…Nah massa pemerintah gak punya cadangan APBN sampai 3 kali lipat supaya kalau minyak dunia naik kita gak bangkrut ya, khan…?
b. Bahasa Sufi:”"lihat surat al-kahfi yang bercerita tentang Nabi Musa berguru ke Hidir, nah karena kita anak “yatim” maka minyak bumi kita di”tutup” oleh hidir menunggu kita dewasa.
c. Bahasa Preman:”Alaaaaaaaah, mafia minyak kan banyak juga.. masa gak tahu”
d. Bahasa Makelar:’Kita kan makelar semua hahahahahahah”
Bangsa ini memang dah salah kaprah, terlalu kompleks permasalahan. Masalah satu belum selesai eh… ada masalah baru. Masih ada yang ingat nasib korban lapindo? disaat bangsa ini bingung dengan kenaikan BBM
“Keluarga Bakrie terkaya se-Asia Tenggara.”
hwehehe….
(^_^)v
Assalamualaikum wr wb
Hm …
semalam liat debat di tv one masalah miyak oleh “kwik” …
pagi dengar di TV eh radio deng, bakrie terkaya di asia tenggara …
di kantor nanya bos masalah kenaikan minyak …
kesimpulan :
” Om dan tante, saudara dan saudari … selamat hidup di dunia yang fana … mungkin kita semua lupa …
Tidak diciptakan manusia dan Jin, kecuali untuk … beribadah
Yach … silahkan menikmati apa yang telah Allah berikan kepada manusia … ”
Mr C Jr
manusia biasa ….
Kita import sampai 300rb barrel melalui mafia di Singapura
http://perspektif.net/indonesian/article.php?article_id=876
terlalu banyak kepentingan golongan dan pribadi, sehingga rakyat Indonesia tidak menikmati keuntungan kenaikkan harga minyak.
ditambah korupsi dan pemerintah yang selalu berpihak kepada pengusaha atau pejabat.
(opini pribadi hehehe)
Inflasi tahun ini diperkirakan 12%. Artinya harga-harga akan naik semua. Kecuali atribut kampanye untuk Pemilu !?
Tiada siapa yang mahukan harga minyak naik. Mungkin itu sudah ditakdirkan…hahhhaha
nak jimat minyak? senang je… http://www.maricerita.blogspot.com
Pemerintah negara kita ini (Dari Orde Baru – Sekarang)sangat-sangat keterlaluan sekali, dulu saya masih bingung soal Freeport, koq bisa selama puluhan tahun hanya dieksplorasi dan dikelola hampir secara penuh oleh asing. Saya bingung koq ada negara yang hasil bumi begitu penting bisa DIKUASAI asing ??? Sudahlah tidak usah memungkiri kita tidak mampu atau apapun alasan2 lain yang hanya bisa membodohi anak kecil.
Belum habis rasa bingung, terus tahu bahwa pengeboran minyak juga hampir sama begitu. Lalu sekarang ditambah lagi Mafia minyak yang makin menambah daftar kebodohan negeri ini yang diakibatkan keserakahan pejabat2 dan oknum2 negeri ini.
Kalau cape, kita memang sudah cape dan mungkin hanya bisa ketawa atau senyum pahit saja melihat tingkah pejabat2 kita atau peristiwa2 politik aneh setiap hari.
Jika tidak segera negara ini dibenahi, mau sampai kapan negara ini bisa selamat ??? Indonesia adalah kapal yang sedang karam karena banyaknya lubang yang dibuat oleh awak kapalnya sendiri !!!