Sebuah SMS terkirim.
sar, dimana? gw udah di kantin
Balasannya
jek, lu makan dulu. gw terlambat
Maka sang co mengambil makanan dan mencari tempat duduk di kantin yang masih sepi. Ada satu dua mahasiswa lain di sana. Mulai sang co makan perlahan-lahan. Tidak lama kemudian mulai berdatangan orang-orang karena memang sebentar lagi waktu makan siang.
Dua orang ce mendatangi meja sang co.
Boleh duduk di sini? [kata salah satunya]
Sang co lihat kiri dan kanan. Masih banyak tempat lain, kenapa mereka mau duduk di sini. Ah, gak tahu lah. Terserah mereka aja. Akhirnya dia mengangguk, sambil meneruskan makan. Melirik ke dua ce itu. Mereka anteng di depannya, tapi ada gerakan memainkan rambut yang demonstratif. Apa sih …
Gak ganggu kan? [kata salah satu ce itu lagi, agak kecentilan]
Co menggeleng. Kemudian menunduk sambil memainkan makanannya. Kwetiaw meloncat ke sana kemari. Dia memberikan gesture tidak ingin bicara.
Di pojok kantin, seorang ce yang sedang bergegas mendadak berhenti. Dilihatnya sang co yang berada di depan dua ce. Bergemuruh hatinya. Kok bisa ya? Dia kan hanya teman biasa. Hmm… Terdiam. Khawatir. Akhirnya perlahan melangkah menuju meja co.
jek!
Co mendongak, tersenyum, dan menggeser duduknya untuk memberikan tempat untuk ce. Ce duduk dengan mata tajam, seperti belati, memandang dua ce di depannya. This is my teritory!, mata itu berkata. Kedua ce itu gelisah dan tanpa ba-bu, mengambil makanan mereka pindah ke meja lain.
fans baru, jek?
gak tau tuh
kecentilan!
lah kan emang cewek gitu semua
gua kan gak centil
emang lu cewek? kan nama lu juga sarimin. ha ha ha.
Sang ce ikut tertawa, meski dalam hati berkata; tidak tahukah kau bahwa kadang aku ingin juga kau lihat sebagai seorang perempuan…
[belum selesai, masih ingin diedit, tapi gak selesai-selesai ... tulisan dilepas apa adanya saja.]
[Seri tidak tahukah kau: 18, 17, 16, 15, 14, 13, 12, 11, 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1]
yang lain … tidak tahukah kau (3)

Juni 2nd, 2008 at 6:48 am
tak tahukah kau bahwa dia itu perempuan tulen?
Juni 2nd, 2008 at 6:59 am
trus si ceweknya ngejawab:
yey, mana ada Sarimin yg pegi kuliah. Adanya juga pegi ke pasar :p
Juni 2nd, 2008 at 8:32 am
Jangan-jangan waktu nemenin mas BR di starbuck juga bagian dari kecentilan saya yah …. duh !!
Juni 2nd, 2008 at 9:50 am
Wew… emang cewek suka begitu ya?
Aku kok belum pernah digituin siyh….
Gituin akuw dong…..
Juni 2nd, 2008 at 11:00 am
mungkin dalam keadaan ini, sari ingin sedikit dianggap sebagai ‘perempuan seutuhnya’, BUKAN sebagai teman perempuan seperti yg sedang terjadi. Seperti seorang juliet yang mendambakan romeonya ato seperti srikandi menanti arjuna. atau seperti cinta laura menanti pak BR (maap oot)…
namun, orang itu blm mengerti akan perasaan sari yang sedikit ingin diperhatikan..
sulitnya menyatakan hal ini pada teman sendiri..
ditunggu pak episode yg akan dtg..
Juni 2nd, 2008 at 11:10 am
Juni 2nd, 2008 at 3:39 pm
ember .. mawar ..
Juni 2nd, 2008 at 9:10 pm
hmmm …
cewek memang selalu pengen ditebak …
tapi cowok juga selalu susah menebak …
Juni 2nd, 2008 at 10:45 pm
hehe….
benar tuh…
kta Mas Mohamad Yanuar Erdian K.R….
yang susah ditebak tuh sapa ya???
cewek ato cowo??
Juni 3rd, 2008 at 5:07 pm
Tuh ce mestinya bangga punya co digandrungin ce2
D:)
http://airimbang.wordpress.com/serbaneka/humour/kepeleset/
http://airimbang.wordpress.com/coretan/israel-pornografi/
Juni 3rd, 2008 at 11:43 pm
selalu ada yang menarik dari cerita ringan mas BR
Juni 4th, 2008 at 12:35 pm
Hahahahahahahaha… lucu. Tapi ndak semua cewek kecentilan kali… bawaannya aja emang menarik gimana dong?
sama seperti ndak semua laki2 bajingan bukan?…
*Kedip2 mata*
Juni 4th, 2008 at 6:53 pm
Wah namanya kok Sarimin… yang suka pergi ke pasar itu ya Ooooom? Wakakakakakakak…
Januari 27th, 2010 at 1:46 am
“cewek memang selalu pengen ditebak …
tapi cowok juga selalu susah menebak …”
kalo gitu, asal tebak aja bang… biasanya baru mereka (cewek) ngaku.
*berdasar pengalaman dan pengamalan… heu heu